Posted in Ficlet, Fiction, Fluff, PG

찰칵! (Click!)

wp-1478947682912.jpeg

poster by. POKUPON

Fluff

PG

Ficlet

“I love you.”

H A P P Y   R E A D I N G

.


ELVABARI©2016

.

.

PADAHAL, Soo Rin sudah sengaja mengundang Kim Ki Bum ke atap gedung rumah sakit demi mencari suasana baru. Membeli makanan yang diincarnya belakangan ini hanya agar bisa memakannya bersama Ki Bum di sini.

Tetapi…

Soo Rin melemaskan bahunya, bibirnya berubah cemberut disertai mata menatap nanar makanan di tangannya. Pria itu hanya sempat menanggalkan jubah dokternya agar dikenakan Soo Rin mengingat angin musim gugur menerpa cukup menusuk di atas sini, hanya sempat melirik makanan yang dibawa Soo Rin sejenak, namun tidak sempat menyantapnya karena sudah lebih dulu diinterupsi dengan notifikasi ponselnya dan fokus pada benda pintar tersebut.

Sepertinya waktu yang ditentukan Soo Rin tidak lah tepat, buktinya Kim Ki Bum lebih mengutamakan ponselnya ketimbang dirinya yang jelas-jelas sudah menantikan momen ini.

“Sepertinya aku akan makan ini sendirian,” gumamnya, pelan tapi ternyata masih bisa didengar hingga membuyarkan fokus pria itu.

Ki Bum sontak menengok keadaan gadisnya yang sudah menunduk, menggigit roti lapis di tangannya tanpa minat yang berhasil mengundang rasa bersalah dalam benaknya.

“Sebentar lagi. Aku harus menyelesaikan ini terlebih dulu,” ucapnya, mengusap pelan puncak kepala Soo Rin agar gadisnya mengerti.

Soo Rin menoleh masih dengan roti lapis itu di dalam mulutnya, menelan kunyahan di mulutnya ketika pria itu tersenyum sejenak sebelum pandangan mereka terputus. Kembali fokus pada ponselnya dan mulai menggerakkan dua ibu jarinya dengan lincah. Soo Rin yang sempat cemberut, mulai tertarik dengan apa yang sebenarnya sedang dikerjakan oleh prianya. Sepenting apa sebenarnya isi dari ponsel pintarnya itu sampai-sampai mengabaikan makanan yang sudah dibawakan oleh Soo Rin.

Sayangnya Soo Rin tidak bisa memahami isinya karena tidak menemukan huruf hangul secuil pun. Itu pasti Bahasa Inggris, dan kalau sudah begitu, pasti isinya sangat penting sampai-sampai Kim Ki Bum tidak bisa mengabaikannya sejenak saja. Dia kembali menunduk, memandang makanan di tangannya dengan pandangan lesu.

“Kau tahu? Sebenarnya roti lapis ini ukurannya sangat besar, tetapi mereka membaginya menjadi dua agar kita bisa memakannya dengan mudah, atau mungkin agar kita bisa membaginya dengan orang terdekat.” Soo Rin memajukan bibir bawahnya sebelum melanjutkan, “Dan sebenarnya aku ingin sekali berbagi roti lapis ini padamu.”

Kalimat terakhir Soo Rin berhasil menggerakkan Ki Bum. Pria itu melihat raut wajah si kesayangan yang sudah meredup sembari menggigit roti lapis di tangannya.

Padahal Soo Rin sudah rela datang kemari hanya demi melaksanakan makan siang bersamanya, merencanakan hal kecil ini namun mengharapkan akan adanya momen berarti, tetapi Ki Bum malah mengabaikan kebaikan gadisnya sendiri.

“Lalu mana bagianku?”

Uh?” Soo Rin mengerjap kaget, hampir saja tersedak. “Uh … ini, masih di dalam plastik. Kau mau memakannya sekarang? Biar aku ambil—”

Terpaksa Soo Rin berhenti bicara ketika Ki Bum justru menarik tangannya demi meraup sedikit roti lapis miliknya. Pria itu kemudian tersenyum sembari mengunyah yang justru bagai tontonan menarik untuk Soo Rin yang sudah melongo kaget.

“Aku rasa berbagi yang seperti ini lebih menyenangkan.”

Padahal, itu hanyalah kalimat sederhana yang mungkin tak bernilai, tapi bagi Soo Rin sudah cukup membuat benaknya berdesir hangat hingga tidak bisa menyembunyikan senyumnya lagi.

“K-kau mau minum?” kali ini Soo Rin berinisiatif mengambil segelas minuman, menyodorkannya hingga pucuk sedotannya menempal di mulut Ki Bum, pria itu menatap geli dirinya.

Dan Soo Rin menyantap roti lapisnya lagi di kala ia harus merasa kesenangan karena Kim Ki Bum menggenggam tangannya yang memegang minuman agar pria itu mudah menyeruputnya. Melihat bagaimana pria itu akhirnya menyimpan ponselnya ke dalam saku, mengambil alih minuman di tangannya sudah cukup membangkitkan antusiasnya kembali.

Diiringi hembusan angin yang menerpa, melihat prianya menikmati minuman pemberian Soo Rin dalam posisi bersandar pada pembatas atap ini, kenapa rasa-rasanya pesona seorang Kim Ki Bum bertambah lagi dan lagi?

Senyumnya makin mengembang di kala muncul ide kecil di kepalanya. Ia segera merogoh tas kecilnya yang terselampir manis di bahu, juga bersembunyi di balik jubah kebesaran milik Kim Ki Bum, mengambil ponsel pintarnya, sambil menggeser tubuhnya menjauh dari Ki Bum hingga menarik perhatian pria itu.

“Sedang apa?”

Soo Rin tidak menjawab. Hanya mengangkat ponselnya sejajar dengan wajah, membidik pria itu dengan fitur kamera yang sudah bersiap menangkap postur sempurnanya ketika ia justru berdecak sekaligus memalingkan wajah.

Hajima.” Ki Bum berujar malas. Tahu bahwa gadisnya itu hendak memotretnya.

Soo Rin hanya menunjukkan cengiran tanpa rasa bersalah. Senang rasanya menggoda Kim Ki Bum yang tidak suka wajah tampannya itu diabadikan ke dalam bentuk foto. Padahal, dia sendiri sering sekali membidik wajah Soo Rin diam-diam. Jangan salah, prianya itu masih menyimpan bakat Penggemar Rahasia untuk Soo Rin sampai sekarang.

“Kenapa? Tidak suka?”

“Memandangku secara langsung lebih bagus dibandingkan melalui layar datar itu,” ujar Ki Bum asal namun terasa sekali jengahnya. Ia menyeruput minuman di tangannya, memandang ke depan meski ekor matanya mengawasi gerak-gerik gadisnya.

“Kim Ki Bum.”

Hm.”

Saranghae.”

Detik kemudian Ki Bum menoleh, memandang Soo Rin yang ternyata sudah menurunkan ponselnya ke bawah dagu, sedang membalas sorot matanya lebih leluasa disertai sunggingan manis di bibirnya, termasuk semburat merah yang menghiasi wajah cantiknya.

Membuat Ki Bum tidak bisa menahan diri untuk ikut tersenyum. Senang rasanya mendengar gadisnya itu bisa mengungkapkan kata magis tersebut secara langsung, merasakan ketulusan yang ada di balik suara merdu favoritnya meski terdengar ringan hingga timbul reaksi menyenangkan dan hangat di benaknya.

I love you more.

Balasan itu menggelitik gendang telinga Soo Rin, membangkitkan riak geli di dasar perutnya sampai memicu detak jantungnya berdebar cepat, memompa desiran hangat berkat melihat senyum prianya semakin membuat Soo Rin hampir hilang akal jika saja ia tidak mendengar interupsi datang dari ponselnya.

Dan Soo Rin semakin tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Berkat kerja ibu jarinya yang bergetar ikut merasakan sensasi di dalam tubuhnya, ternyata ponselnya sudah mengabadikan momen terindah dari yang sudah dia bidik sebelum ini.

Akan Soo Rin pastikan bahwa ini tidak akan hilang.

wp-1478947990816.jpeg

F I N


I dedicate this story to my beloved uhuk! POKU-nyan~ 😄😄

Sebelumnya, maaf ya, ceritanya begini 😫😫 tapi aku tetep semangat karena inget Poku udah bersedia bikinin a-simple-but-addicting-kisukisu’s-poster. Di atas itu termasuk salah satunya, dan berhasil menghasilkan suatu ide cerita kecil yang jadilah seperti di atas hehehehe

Maaf kalo mengecewakan but…

Thank you and I love you so much! 😊😊

Dan terima kasih untuk para pembaca yang masih bersedia membaca cerita ini. Anggap aja ini sebagai teman malming~ lumayan lah ya buat menghibur kita para jones kesayangan kimkibum #ehh #ga #bye

love u and see u again ❣❣❣

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

23 thoughts on “찰칵! (Click!)

  1. suka banget pas bagian kibum makan roti lapis punya soorin *bayangin kalo yg jadi soorin itu saya* omg ><
    manisnya pasangan ini bikin baper para jomblowers macam saya *deshh

  2. ya ampun ya ampun ya ampuuun x((((
    siskachiii makasii udah bikin versi FF nya(?) x”( aku terharuu dan di saat yang bersamaan melting ngebayangin si kibum bilang “i lovyu more” kya kyaaaaa jadi jejeritan sendiri iiiih ini jadi 1000x lebih manis dengan gaya bahasa siskachii yang kayak sakarin x”””)))))
    sukaaa!!!! x( mau lagi kkkk~

    pokoknya makasih buat siskachi muahmuah, udah itu aja :)))

    1. yaampuuuunn x3 da aku juga baper pas dibaca lagi kalimat itu kok berasa brrr 😫😫
      aiguuu, ini juga berkat poster buatan Poku sih jadi tiiiing! nemu ide macam nii huhuhu >/\< //jadimalu//
      aku juga berterima kasih banyak lohh~ ilavyulavyulavyuu 😣😘💞

  3. huuaaaaa terus aja dibikin iri sm kisukisu.
    beruntungnya soo rin bisa mengabadikan senyuman ki bum yang sangat2 langka.hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s