Posted in Fluff, PG-17, Romance, Vignette

W I N E

wp-1478335793227.jpeg

Fluff-Romance

PG-17

Vignette

“Don’t angry…”

H A P P Y   vomit   R E A D I N G

.


ELVABARI©2016

.

.

MALAM sudah larut kala Kim Ki Bum masuk ke dalam apartemennya. Biasanya di waktu seperti ini kondisi apartemennya sudah serba gelap, hanya menyisakan dapurnya yang sengaja diberi tambahan lampu remang, dan mungkin kamarnya yang masih menyala terang.

Tapi untuk kali ini, Ki Bum melihat ruang tengah masih dalam keadaan lampu menyala, hanya televisi yang sudah dalam keadaan mati dan sepi. Ki Bum berpikir mungkin si penghuni lupa mematikannya. Hingga…

“Kim Ki Bum?”

Ki Bum tidak bisa menunjukkan keterkejutannya, menemukan gadis itu berada di dekat sofa, menelungkupkan kepala di atas meja yang sempat dilihatnya sebelum si gadis terbangun, menatap dirinya dengan mata setengah terbuka serta rambut panjangnya yang tergerai merangkum wajahnya yang sudah memerah.

Astaga…

“Kim Ki Buuuuum!!”

Dia hampir tidak bisa berkata-kata begitu gadis itu langsung berhambur ke pelukannya, memeluknya seperti sudah lama tidak bertemu, diiringi tawa kesenangan yang sayangnya tidak bisa Ki Bum banggakan untuk saat ini. Pasalnya, dia melihat di meja ruang tengah ini, sebotol wine yang entah didapat dari mana begitu juga gelas anggur yang terlihat bekas warna ungu kemerahan itu … oh ya ampun!

“Soo Rin-ah, kau minum?”

Hng?” Soo Rin, si gadis yang sudah mabuk itu mendongak, menatap Ki Bum dengan mata sayunya serta segaris tipis di bibir kecilnya. “Minum? Kim Ki Bum mau minum? Itu! Rasanya enak seperti anggur. Hehehe!”

“Itu memang anggur,” anggur beralkohol! Ki Bum hampir berseru marah menemui fakta bahwa Park Soo Rin sudah meminum wine itu. Siapa yang sudah memberikan minuman sialan itu sampai-sampai Soo Rin berani meneguknya sendirian?!

“Anggurnya manis sekali, tapi membuatku pusing…” Soo Rin mengatakannya seperti anak kecil yang mengadu dengan bibir mengerucut.

“Berapa banyak gelas kau meminumnya?”

Tampak Soo Rin mengerjap-kerjapkan mata seperti berpikir, kemudian ia mengangkat satu tangannya, mengacungkan jari telunjuk, “Satu?”

Satu? Tapi kenapa efeknya bisa membuat Soo Rin seperti mabuk berat seperti ini?

“Dua?” Soo Rin bersuara lagi, membuka jari yang lain, kemudian, “Tiga … empat … lima … enam … tujuh…”

Ki Bum terdiam, mengamati gadisnya ternyata sedang menghitung sambil membuka jemarinya satu-persatu, lalu tersenyum lebar ketika semua jarinya terbuka, menyerukan kata Sepuluh penuh ceria, menunjukkan cengirannya hingga pipi memerahnya semakin menonjol. “Aju maaanhi manhi! (Sangat banyak)” sambungnya sambil menangkup wajah merahnya.

Well, Park Soo Rin memang menggemaskan, sayangnya penyebab ia menjadi menggemaskan inilah yang membuat Ki Bum menjadi tidak senang.

“Aku sudah mengatakannya beberapa kali padamu, Soo Rin-ah, kau tidak bisa minum. Kenapa kau minum?”

“Kau marah?”

Ki Bum melihat raut wajah Soo Rin yang berubah memelas, kemudian Soo Rin segera memeluk dirinya, menyerukkan kepalanya pada dadanya seraya menggumam kacau.

“Jangan marah…” Soo Rin menggeleng-gelengkan kepala, “Hanya sedikit, tidak banyak, aku hanya mencoba. Jangan marah…”

Racauan memelas dari Soo Rin membuat Ki Bum menghela napas panjang. Bagaimana dia mau marah kalau gadisnya saja sudah seperti ini? Percuma sekali. Jadi sepertinya Ki Bum harus menahan diri dan beralih memegang pundak Soo Rin, mendorong pelan gadisnya agar ia mampu melihat wajah yang sudah memerah itu, menangkupnya penuh rasa, menatap si sayu penuh lekat.

“Aku tidak marah,” tidak malam ini. Ki Bum memejamkan mata, merasa pusing mengingat ia baru saja pulang dari rumah sakit, harus menghadapi gadisnya yang ternyata sudah seperti ini. “Ini sudah malam, kau harus tidur.”

Soo Rin justru menggelengkan kepala. Tangan-tangannya memegang yang menangkup kedua pipinya, terpejam nyaman sembari menggumam pelan. “Aku merindukan Kim Ki Bum…” bibirnya mengerucut lucu sebelum kemudian mata sayunya terbuka lagi, lalu senyumnya mengembang, “Priaku sangat tampan. Hehehe…”

Yang tidak terduga dari Ki Bum setelahnya, Soo Rin menurunkan tangan-tangannya yang ternyata untuk memudahkan dirinya agar berbalik menangkup wajah tegas Ki Bum, lalu terjadi begitu saja di mana Soo Rin mengecup bibir Ki Bum cukup dalam meski hanya berdurasi sedetik lamanya.

Tapi sudah berhasil membuat Ki Bum kehabisan kata-kata.

Soo Rin sendiri hanya terkekeh-kekeh polos setelahnya. Kedua pipinya terlihat semakin memerah tanda bahwa gadis itu juga mendapatkan efek sampingnya. Namun mengingat dirinya sedang berada dalam pengaruh alkohol, dia jelas tidak peduli.

Aku mencintai priaku!” ucap Soo Rin dengan aksen lucunya bak melakukan aegyo.

Kemudian tanpa aba-aba kembali mencium si patung bernapas itu dengan mulusnya, bahkan bertahan untuk tiga detik lamanya sebelum jarak mereka terpaut lagi. Mata sayunya mengerjap dengan bibir bawahnya yang maju, “Kenapa tidak membalas? Tidak suka, ya?” pelasnya, kepalanya tertunduk bersamaan tangkupan di wajah pria itu meluruh. “Benar, Park Soo Rin ‘kan bukan pencium yang baik untuk Kim Ki Bum. Jadi Kim Ki Bum tidak puas dan tidak mau membalas…” lirihnya sedih.

Tingkahnya bak gadis patah hati yang baru saja ditolak oleh pria pujaannya, mendesah lesu seraya mundur perlahan, dan hampir berbalik jika saja Kim Ki Bum tidak menahannya.

Naega eonje?

Lalu Soo Rin yang mabuk hanya bisa tampak linglung ketika Ki Bum menarik dirinya kembali mendekat, dengan bantuan tangan besar yang melingkar di pinggangnya, rengkuhan tiba-tiba di wajahnya sebelum terjadi begitu saja ciuman tersebut. Pria itulah yang melakukan terlebih dulu, memagut bibir beraroma anggur milik Soo Rin begitu tepat, bergerak di sana dalam tempo teratur namun berhasil membuai Soo Rin hingga gadis itu memejamkan mata. Si mabuk ini malah membalas perlakuan Ki Bum dengan senang hati, memeluk tubuh kekar itu hingga jarak mereka benar-benar habis, ikut menyapu si ahli yang tengah merasai bibirnya hingga mengagetkannya dengan gigitan yang seketika menimbulkan geraman tak tertahankan.

“Park Soo Rin, kau…”

Di saat Ki Bum mulai mengajukan protes, Soo Rin hanya terkekeh-kekeh sambil kembali menyentuh lalu mengulum bibir penuh prianya tanpa rasa bersalah, memperlakukannya bagai permen cokelat kesukaannya yang malah memancing sesuatu yang tertidur di dalam diri Kim Ki Bum untuk segera bangkit. Makanya, tangan yang sedari tadi merengkuh yang sudah merona padam itu segera menyusup ke balik rambut panjang tersebut, mencari spot tepat untuk menekan kepala Soo Rin demi memperdalam ciumannya yang sudah berubah tempo, memilih memenangkan hasratnya untuk menguasai candunya yang terus saja mengundang untuk segera dihabisi.

Merenggut kemampuan bernapas si mabuk hingga spontan ia membuka mulut bermaksud menghirup pasokan udara, namun dimanfaatkan sangat baik oleh si pencium terbaik, menjulurkan indera perasanya untuk menerobos masuk ke dalam ruang penuh aroma anggur yang lebih tajam, bergerilya di sana hingga gadisnya yang sudah terbuai lemas begitu saja.

Dia kehilangan akal, nalurinya yang sudah berubah liar berhasil menguasai hingga tanpa berpikir lagi Ki Bum mengangkat tubuh Soo Rin dengan mudahnya. Tidak perlu jauh-jauh, cukup merubuhkan diri mereka pada sofa terdekat, membiarkan punggung lebarnya berdebam lebih dulu hingga Soo Rin berada di atasnya. Merasakan keterkejutan si kesayangan hingga pagutan panas itu terlepas dan berganti mata mereka yang bertemu. Sayangnya Ki Bum tidak bertahan lama karena ekor matanya lebih tertarik dengan candunya yang sudah memerah dan membengkak dan … basah … berkat ulahnya. Menggeram tertahan di kala gadisnya mengalami disorientasi sesaat. Tapi seolah sudah tidak peduli, tangan besarnya kembali menekan tengkuk gadisnya hingga pagutan itu kembali terjadi, menjamah candunya lagi dan lagi, melahapnya penuh damba hingga timbul lenguhan tertahan di mulut si gadis yang terbungkam.

Dan Kim Ki Bum menggeram begitu saja.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi menjelang, Soo Rin terbangun lebih dulu, merasa pusing bukan main hingga mengerang pelan. Dia hampir menggeliat ketika sadar akan posisinya yang tengah berada dalam dekapan erat seseorang. Ia harus terkejut begitu mendongakkan kepala langsung mendapati wajah terlelap Kim Ki Bum begitu dekat dengannya. Hampir saja ia melepas diri jika saja lengan-lengan itu tidak reflek mengikat dirinya lebih kencang lagi namun cukup membuat Soo Rin terhenyak kaget.

“Mundur sedikit saja, kau akan jatuh.”

Suara berat nan serak milik Kim Ki Bum seperti membangunkan jantung Soo Rin untuk berolahraga pagi. Sambil membasahi tenggorokannya yang terasa sangat kering, mata Soo Rin bergerak gelisah menelisik apa saja yang bisa tertangkap hingga menyadarkan bagaimana posisinya saat ini.

Mereka terbaring di sofa ruang tengah. Mengingat seperti apa ukurannya, jelas saja mereka tidak bisa bergerak banyak, apalagi posisi Soo Rin yang berada di pinggir, yang untungnya dilindungi lengan-lengan kekar milik Kim Ki Bum sehingga ia justru seperti menghimpit prianya sendiri.

“A-aku … semalam…”

“Meminum wine seorang diri sampai mabuk. Kau ingat itu?”

Soo Rin menunduk, menyembunyikan raut bersalahnya di dalam dekapan Ki Bum yang belum berubah.

“Sudah berani membeli minuman mahal itu ternyata, eh?”

Sindiran Ki Bum spontan membuat Soo Rin menggeleng-geleng keras. “I-itu dari Henry. Katanya, oleh-oleh dari Kanada untukmu. Dia habis berlibur ke sana dengan Sae Hee jadi…”

“Untukku, bukan untukmu, bukan? Lalu kenapa kau berani meminumnya?”

“Aku hanya ingin mencoba sedikit…” suara Soo Rin mengecil seperti cicitan tikus. Diam-diam ia menggigit bibir bawahnya. “Henry bilang rasanya enak, seperti anggur.”

“Itu memang anggur. Apa kau tidak tahu wine? Itu adalah anggur yang sudah difermentasi bertahun-tahun dan sudah mengandung alkohol meski kadarnya tidak sebanyak minuman keras lainnya.”

Soo Rin cemberut. “Dia memberi tiga botol wine untukmu…”

“Jadi kau mencuri satu botolnya untuk alasan mencoba. Begitu?”

Desisan tajam milik Kim Ki Bum berhasil meremangkan bulu roma Soo Rin. Seandainya dia sedang dalam kondisi tidak seperti ini, dia pasti sudah kabur sejak awal, sayangnya Soo Rin hanya bisa memeluk kembali si pemarah dan bersembunyi di dadanya seraya merengek ketakutan.

“A-aku minta maaf. Aku hanya mau mencoba sedikit tapi tidak sadar terus meminumnya dan tidak sadar sudah mencuri punyamu. Jangan marah. Aku mengaku salah. Tapi kalau kau masih mau marah kau boleh pukul aku. I-ini, kau boleh menarik telingaku atau kau boleh mencekik tanganku yang sudah berani mencuri minumanmu, tapi setelah itu jangan marah lagi. Ya?”

Bukannya semakin marah mendengar pengakuan panjang gadisnya, Ki Bum justru mendengus tidak tega. Bagaimana dia mau marah kalau gadisnya ini memilih untuk menerima hukuman dengan cara yang disebutkan sambil menyerahkan telinga juga tangannya? Untuk ditarik dan dicekik? Dia pikir Ki Bum bisa melakukannya?

Bisa saja kalau itu bukan Park Soo Rin. Sayangnya yang sedang bersalah adalah Park Soo Rin, yang mengaku sudah mencuri pun adalah Park Soo Rin. Lucu sekali rasanya mendengar kata mencuri menjadi pokok permasalahan ini.

“Dasar bodoh. Kau tahu apa saja yang sudah kaulakukan semalam di saat kau sudah mabuk?”

Uh?” Soo Rin tampak mengingat-ingat, keningnya sampai membentuk kerutan jelas menandakan dia berpikir keras. “A-aku … menyambutmu pulang, ya?”

Ya, menyambut dengan cara tergolong agresif.

“Dan kautahu apa yang terjadi setelahnya?”

Soo Rin terdiam lagi. Tidak yakin ingin menjawab bagaimana.

Karena saking lamanya tidak bersuara, dia dikejutkan dengan pergerakan tiba-tiba prianya yang merubah posisi, membiarkan dirinya terbaring tanpa perlu khawatir akan jatuh, namun beralih khawatir karena Kim Ki Bum yang sudah mengungkungnya. Melihat paras wajah prianya secara menyeluruh di pagi hari ini dalam kondisi sudah menunjukkan raut seriusnya sebelum menjatuhkan ciuman di bibirnya tanpa aba-aba. Menguasai Soo Rin dengan mudah mengingat kesadarannya yang sudah penuh semenjak Soo Rin belum tersadar dari tidurnya, memaksa gadisnya untuk mendengakkan kepala di kala lumatannya berubah menuntut.

“Kau membuatku tidak bisa tidur nyenyak, Park Soo Rin. Jadi biarkan aku membalas perbuatanmu semalam,” suara berat berubah parau milik Ki Bum menjadi peringatan agar Soo Rin tidak melawan. Pun membuat si tawanan meremang dalam belaian deru panas mereka yang saling beradu sebelum terpejam kala si ahli kembali menguasainya, mengajaknya untuk hanyut dalam pagutan intens tanpa protes.

Tidak peduli ini bukan hari libur, tapi kalau urusannya sudah seperti ini, Ki Bum tidak akan melepas mangsa favoritnya begitu saja. Toh semalam Ki Bum sudah mengalah untuk tidak menyerang dan sadar diri. Jadi sekarang giliran Soo Rin yang mengalah, hitung-hitung sebagai penebusan atas kesalahannya yang sudah berani memancing si buas yang mendadak kelaparan seperti semalam dan memaksanya untuk menahan rasa lapar itu semalaman.

Park Soo Rin memang berubah semakin menggemaskan dan lebih terbuka ketika sudah mabuk, tetapi sekaligus menjadi objek paling berbahaya untuk Kim Ki Bum. Sudah jelas, bukan?

.

.

.

Naega eonje :: memiliki arti dasar yaitu “aku kapan?” tetapi biasanya orang Korea menggunakan kalimat tanya tersebut untuk arti “kapan aku pernah melakukannya?” atau “memangnya aku pernah melakukannya?” dan itu sering digunakan di ruang lingkup informal.


Kira-kira begitu artinya, menurut kesimpulan sendiri setelah kebanyakan nonton drakor hehehehe

atuh maaf ya, ini ceritanya ngga banget. Lagi ga ada ide, belum bisa lanjutin WHATTA MAN jadi nge-hang dulu bikin ceritanya ini huhuhu 😂😂 temanya juga ga jauh-jauh dari cerita lepas lainnya, garing-absurd-menjerumus-dan-trashing (?)

dan mendadak aku jadi ga pede HEHEHE😭

semoga aja minggu depan otakku udah balik ke normal lagi ya (?) hehehehe

terima kasih sudah membaca dan selamat malming 😊😊😊

wp-1478336002942.gif

jangan marah . . . . nanti kimkibum ngambek #ga

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

17 thoughts on “W I N E

  1. Gini ni klw udah mabok, menggemaskan+ membahayakan kkkkk

    nyantai aja ide”mu sudah ada hanya blm d rangkai saja kkk so tau aku ya…

    Sekali” kibum yng bikin bengkak ya kkkk

    ttp semanget ye cantiek….!

    1. danger udah buat kimkibum dia 😂😂
      semacam itu, ide banyak, tapi mood buat nulisnya suka ngadat huhuhu 😢😢 ini maksudnya kimkibum yg bengkak badannya kan ya? wkwk
      anyway makasih banyak buat semangatnyaa~ 🙏🙏🙏

  2. Yayyyyy 😣😣😣😣 nanggung banget kenapa gak langsung hmmmm hahahaha :v #terkontaminasi jangan ditiru

    Dikit amat eon
    Btw ini lagi gak Ade ya, gak ada ide bagus banget apa lagi ada ide 😣😣😱😱 gak kebayang deh eon bagus nya

  3. buka facebook tiba” kisu” updet dan baca, pas baca jadi deg degan sendiri dan tegang ngoahahahah ini tegangan voltnya tinggi yaa jadi harus extra wkwkwk soorin kalo lagi mabuk sama liarnya ternyata dengan kibum.

    semangaaat trus kak, luvluv😚😂😂😂

  4. kisukisu emanng yg terbaik. aku aja genes sm soo rrin pas ngaku slh apa lg ki bum ya!!!! pantesan dia langsung nyerang soo rin.xixixi

  5. “Kenapa tidak membalas? Tidak suka, ya?”

    “Naega eonje?”
    .
    .
    .
    .
    everytimeeeeee kimkibummm kamu good kisser no matter what aing engga peka sok polos iiiih Sooriiiin dia suka kooo, kibum sukaaa kimkibum selalu sukaaaa huhuhuhuuu TT
    ya ampun ini udah lama ga baca ff nya siskachii eeh pas baca soorin nya mabuk huhuu untung kibumnya berenti(?) dan biarin soorin bobok gitu aja T____T /kenapa aku yang heboh siii
    huhu siskachuuii imissyuu~ kisukisu imissyu jugaa~
    okok ini bagus koo, ditunggu cerita lepas lainnya hwhww ♡♡

  6. Yaaayy.. cerita lepas dari KiSoo 🙌🙌🙌
    Bayangin Soorin yang mabuk, terus jadi agresif ke Kim kibum, gemesin bangeeet 😂😂

  7. yah sist kok udahan…
    lnjut dong imajinasi q dah trlnjur liar ni.ha3x
    emang kpn sih imajinasi q g liar 😂😂😂
    kgn bgt ma mreka…
    kgn jg ma henhee…
    buatin crta henhee dong sist.he3x…
    dtunggu karya lain ny
    fighting 😉

  8. kajsgshgsgagaahah kim kibum park soorin kapan lah punya dedek bayi /toeltoel kimkibum/ :3

    gemas deh kibum suka gitu kalo bales dendam ihh ku juga maokkk wkwk ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s