Posted in Ficlet, Fluff, PG

Sorry (not) Sorry

wp-1471955635795.jpeg

Fluff 

PG | Ficlet

||KiSoo’Weirdo||

“Jika kau marah padaku, marahlah di depan wajahku.”

H A P P Y   R E A D I N G

.


ELVABARI©2016

.

KIM KI BUM harus mendesah frustasi. Di hari liburnya yang seharusnya diisi dengan waktu santai, kini ia justru tengah berdiri di depan pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Percuma dia membukanya karena itu terkunci dari dalam. Dan sudah bisa ditebak siapa yang berada di dalam sana.

“Soo Rin-ah, sampai kapan kau ingin mengurung diri di dalam sana?” ya, Kim Ki Bum tengah membujuk gadis yang entah sudah berapa lama berada di dalam. Mungkin ada hitungan 30 menit lamanya. Selama itu pula Ki Bum sudah berdiri di tempatnya, mengetuk pintunya untuk kesekian kali namun tidak kunjung berhasil.

Ki Bum justru mendengar suara isakan itu tidak kunjung berhenti.

“Kau bisa jatuh sakit, Soo Rin-ah.”

“Biarkan saja! Apa pedulimu?!”

Ki Bum menghela napas berat begitu mendengar sahutan dari dalam. Suara merdu yang bergetar kacau karena tangisnya yang tak kunjung berhenti itu berhasil membuat kegusarannya semakin menjadi. Bagaimana Ki Bum harus bersikap tidak peduli jika gadisnya itu menangis karena ulah dirinya sendiri? Bukan karenanya saja, dia tetap tidak bisa tidak peduli.

“Sudah tidak mengizinkanku pergi, sekarang berlaga peduli. Aku tidak membutuhkan perhatianmu! Pergi saja, sana!”

“Aku melarangmu pergi karena kau memang tidak mungkin bisa ke sana, Park Soo Rin. Kau tahu sendiri soal hal itu.”

“Tapi… tapi ‘kan… hiks…” gadis itu terisak lagi di dalam, “di sana ada Tae Yong dan Tae Min. Ada Eun Hyuk Sunbae juga Dong Hae Sunbae. Bahkan Ye Sung Sunbae juga ikut! Mereka bisa menemaniku! Lalu kenapa kau masih tidak juga mengizinkanku?!”

Ki Bum menarik napas dalam. Menjaga kadar kesabarannya untuk tidak mendobrak pintu ini. “Aku sudah mengatakannya, bukan? Mereka pergi ke kedai untuk minum, bukan ke kafe. Dan mereka itu segerombolan pria yang sedang berlibur.”

“Tapi mereka mengajakku! Mereka… hiks… mereka berkata bahwa aku boleh mengajak Ah Reum dan Eun Ji jika aku mau ikut. Bahkan boleh mengajakmu! Jadi aku tidak sendirian! Aku juga tidak akan minum! Huweeeeeeee!”

“Memangnya kau sudah menghubungi mereka?”

Uh… hiks…

“Kau sudah bertanya pada Eun Ji atau Ah Reum bahwa mereka bisa pergi atau tidak?”

“B-belum… tapi… tapi…”

“Mereka sedang berhalangan, jika kau mau tahu itu.”

“Kau bohong!”

“Aku serius.” Ki Bum mendengus pelan. Dia sudah memegang gagang pintu sekali lagi namun segera dilepasnya. Sungguh, Ki Bum ingin sekali mendobrak penghalangnya ini. Tapi jika dia lakukan, bukankah justru akan menakuti gadisnya sendiri? Ia pun menghela napas berat lagi. “Aku sudah menghubungi mereka, Soo Rin-ah. Mereka juga ditawarkan oleh yang lain namun ditolak karena sibuk.”

“Huwaaaaaaaa!!”

Ki Bum memejamkan mata, semakin gusar mendengar gadis itu kembali menangis kencang di dalam. Apa dia salah bicara yang sebenarnya? Tidak. Hanya saja gadis itu tidak bisa menerima kenyataan.

“Aku kesal padamu! Aku tidak mau melihatmu! Kim Ki Bum menyebalkan!! Huwaaaaaa!”

Benar, bukan?

Namun sayang Ki Bum tidak bisa marah. Lebih tepatnya, tidak boleh. Dia tahu benar bahwa Soo Rin sedang labil berkat hormonnya yang sedang tidak stabil. Mau tidak mau Ki Bum memaklumi hal itu. Dan satu-satunya cara agar dia bisa membuka pintu kamar mandi ini adalah… mengalah.

Ya, mengalah.

“Baiklah. Kau ingin pergi ke sana, bukan? Kalau begitu aku akan mengantarmu. Jadi buka pintunya.”

“Tidak mau! Aku sudah tidak mau pergi ke sana! Aku sudah tidak berselera pergi karenamu!!”

Ki Bum memang harus benar-benar bersabar menghadapi Park Soo Rin yang sedang labil.

“Kalau begitu aku minta maaf.”

Hiks…

“Aku akan melakukan apapun sebagai gantinya. Asal kau mau keluar dari sana.” Ki Bum menghembuskan napas, menunduk sejenak sebelum bicara lagi, “Kau tidak mau melihatku, bukan? Kau mau aku pergi saja, begitu?”

Hening. Tidak ada suara lagi di balik pintu tersebut.

“Kalau kau diam, aku anggap itu adalah iya.”

Cklek

Tanpa diduga, pintu kamar mandi itu akhirnya terbuka. Perlahan-lahan wujud gadis itu muncul, menunjukkan raut wajahnya yang sudah sembab dengan kantung mata memerah karena terlalu banyak menangis. Setidaknya Ki Bum bisa sedikit bernapas lega melihat Soo Rin akhirnya mau menampakkan diri di hadapannya. Meski dalam hati harus meringis melihat kondisi gadis kesayangannya itu sudah kacau.

“Jangan pergi….”

Ki Bum masih bisa mendengar suara lirih Soo Rin. Gadis itu seolah masih menjaga jarak dengan sedikit bersembunyi di balik pintu meski juga tidak ingin dirinya pergi. Labil sekali, bukan?

“Baik, aku tidak akan pergi. Lalu, kau mau apa lagi, hm?” Ki Bum bertanya hati-hati. Melihat gadis itu masih sedikit sesenggukan meski sudah tidak menangis.

“Aku mau ke Mouse Rabbit…”

Lihat bagaimana Park Soo Rin sudah berubah haluan dengan cepatnya, bukan?

“Baiklah. Kau ingin pergi sekarang?”

Soo Rin mengangguk-angguk. “Aku mau makan di sana… semuanya…”

Semuanya…

Yah, kabulkan saja, Kim Ki Bum. Kabulkan! Supaya gadismu tidak mengurung diri lagi di kamar mandi.

Arasseo. Kau boleh makan semua makanan yang ada di sana.”

Soo Rin melebarkan pintunya, menunjukkan dirinya sepenuhnya, yang sudah berpakaian rapi untuk rencana awal namun kini terlihat kusut karena habis menangis. Ia kemudian menyusutkan hidungnya, menatap Ki Bum dengan sorot lugunya, “Jinjja?”

Eo, jinjja.” Ki Bum mengulurkan tangan, sengaja tidak menyentuh gadis itu lebih dulu supaya si kesayangan tidak kembali marah. “Ayo?”

Namun tidak disangka, Soo Rin justru mengulurkan kedua tangannya, memberi isyarat berarti dengan bibir cemberut seperti anak kecil, menyusutkan hidungnya sekali lagi sebelum berkata, “Gendong aku…” dengan suara mencicit yang justru terdengar lucu.

Lihat lagi, bukan, bagaimana labilnya Park Soo Rin saat ini?

Itulah mengapa Ki Bum menarik sudut-sudut bibirnya, tersenyum hangat menyambut permintaan si kesayangan seraya melangkah maju, meraih sekaligus mengangkat tubuh yang masih terasa ringan itu dengan mudah. Kemudian merasakan tangan-tangan halus itu mengalungi lehernya, juga deru napas hangat yang menerpa lehernya. Dan untuk kali ini, Ki Bum tidak perlu khawatir untuk menghirup feromon kesukaannya di balik surai panjang itu dalam-dalam sebelum melangkah.

“Jangan lakukan itu lagi. Jika kau marah padaku, marahlah di depan wajahku. Mengerti?”

Karena itu lebih baik daripada harus menghadapi Park Soo Rin yang menangis melampiaskan kelabilannya sendiri di dalam kamar mandi.

wp-1471955929537.jpeg

F I N


si Soo Rin kenapa sih? -_-

maunya kenapa? imagine sendiri aja lah ya 😂 wkwkwk sumpahgajelasbanget

entah kenapa kepikiran, mumpung lagi greget nulis ya ditulis aja. Makanya judulnya aneh orang aku juga gatau mau kasih judul apaan buat cerita yang super-duper-absurd ini hahahaha 😫

gitu aja sih.. yaudah lah ya, sampai ketemu lagiii~ 🙌🙌

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

20 thoughts on “Sorry (not) Sorry

  1. pengaruh hormon ibu hamil tu…
    jd labil kan soorin ny…
    #ImajinasiTingkatTinggi 😂😂😂
    lcu bgt deh ni couple…
    mkin cinta 😍

  2. Gak habis pikir sm kelakuan soo rin itu. Bener2 bikin ngekek aja. Dan terlihat kalo ki bum begitu memuja soo rin. Sabar bgt ngadepin soo rin yg lg labil gak ketulungan.hehe

  3. Yeyy akhirnya pasangan absrud ini akan memiliki baby hahaha kok malah aku yang senang ya -,- huhuhu lanjut pokok nya yang ini eoni wajib #maksa :3

  4. Wkwkwkw soorin lucu banget kkkkk kekanakkan tapi ngegemiss gtu buat seorang kim kibum aigoooo labilnya kaga ketulungann laahh 😂 untung punya suaminya kaya kim kibum coba kalo yg lain kaga tau dahh😂

  5. yah udah ya,sebentar banget sih. wkwkw tapi gpp lah sangat menghibur soorin yg kekanakan hihihi 😁😁

    i’m waiting your imageon story ㅋㅋㅋ 파이팅

  6. soo rin childish banget, untung kim bum sabar banget wkwk

    ahh bulan ini, banya kisu2 nyaa aku senangggg terima kasih hihihi

    semangat terus kak :))

  7. Ini sorin lg pms apa lg ngidam ya..?

    Kekanakan s x tpi sngt lucu,,
    kibumnya sabr bngt ngadepin kelabilan sorin,,,
    yg sabar ya bang toyib,,,kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s