Posted in Family, Ficlet, Fluff, G, Slice of Life

Little Thing Called Sweet

wp-1470641305695.jpeg

Fluff-Family | G | Ficlet

||Cho’Siblings||

“Tidurlah, Noona. Ini sudah malam.”

H A P P Y   R E A D I N G

.


ELVABARI©2016

.

SEHARUSNYA Ah Ra senang karena kali ini dia pulang ke rumah bersama Kyu Hyun. Perlu diulang, Ah Ra akan pulang ke rumah bersama Kyu Hyun yang selama ini tinggal di kota lain. Kapan lagi adiknya yang sok sibuk dengan urusan kuliahnya itu menghabiskan liburannya ke rumah yang sebenarnya?

Dan seharusnya, Ah Ra menikmati perjalanan panjang mengingat mereka menaiki bus malam. Tanpa celah. Bersama adik kesayangannya itu. Tapi…

Ah Ra harus merasa bosan di dalam bus. Duduk diam melihat ke depan di mana jalanan ramai terpampang, bersedekap seraya mulut terkatup rapat. Bahkan ada aura-aura kecanggungan di sekitar. Bagaimana bisa? Padahal, Kyu Hyun ada tepat di sebelahnya.

Sayangnya adiknya itu malah asyik sendiri dengan dunianya.

Setelah tadi mereka sempat berdebat memerebutkan posisi tempat duduk di mana keduanya ingin duduk di dekat jendela—terdengar kekanakan, memang—dan akhirnya Ah Ra yang merasa lebih tua harus mengalah, mereka hanya menghabiskan sedikit waktu mengobrol ditemani camilan sebelum akhirnya hening begitu saja. Sampai-sampai si Cho Kyu Hyun itu memilih untuk mengambil headset lalu menyumpal kedua telinganya dengan benda itu.

Ah Ra merasa bosan, sungguh. Sampai-sampai kantuk mulai berdatangan dan akhirnya Ah Ra terlelap. Tidak pulas, mengingat Ah Ra tidak bisa tidur nyenyak jika sedang dalam kondisi seperti ini. Tidak sadar bahwa kepalanya merosot dan membentur sesuatu yang keras namun terasa nyaman.

Noona?”

Hng…

Eii, dasar tukang tidur.”

Ah Ra membuka mata, mendongak pada Kyu Hyun yang baru saja mengejeknya disertai senyum jahil yang seketika membuatnya tersungut. Langsung saja Ah Ra memukul lengan yang baru saja dijadikan bantalan kepalanya.

“Siapa suruh mengabaikan Noona, huh?”

Ow… noona-ku ini minta diperhatikan, hm?”

Berdecak jengah, Ah Ra memutar bola mata sambil membenarkan posisi duduknya. Mengabaikan godaan adiknya yang kini tengah menertawakannya.

Noona tahu bahwa aku sudah sangat lama tidak naik bus.”

“Oh, kasihan sekali. Selama ini kau lebih nyaman naik mobil pribadi dibanding kendaraan umum. Pantas saja mereka senang menjadikanmu seorang supir.”

Noona.” Kyu Hyun memeringati. Mulai lagi noona-nya yang mengungkit kelakuan teman-temannya. “Jangan seperti itu. Aku masih tahu batasannya. Kalau mereka mulai berbuat seenaknya, jelas aku akan menolaknya.”

“Kau ini terlalu baik, Kyu Hyun-ah. Kau tahu itu.”

Araa. Seharusnya Noona bangga memiliki adik yang sangat baik, bukan?”

“Baik dan bodoh itu beda tipis, ara?!”

“Aku anak yang baik dan pintar, Noona.”

Cih!”

“Percayalah padaku.”

“Ya, ya, ya.” Ah Ra mengibas-kibaskan tangan tanda ingin mengakhiri perdebatan aneh ini. Mengabaikan Kyu Hyun yang sedang terkekeh pelan di sebelahnya.

“Omong-omong, Noona, bagaimana rasanya duduk di situ?”

Ah Ra menoleh lagi, menatap tanda tanya pada adiknya yang tengah mengangkat alis tanda penasaran.

“Di sini?” Ah Ra menunjuk tempatnya sendiri, lalu melihat Kyu Hyun mengangguk. “Pertanyaan yang aneh,” gumam Ah Ra mencibir sejenak sebelum melanjutkan, “Tidak ada bedanya dengan tempat dudukmu itu.”

“Benarkah? Biar kucoba!”

Ish, sudah kubilang tidak ada bedanya!”

Kyu Hyun menggeleng-geleng, dengan acuh ia menitah Ah Ra untuk berdiri. Kakaknya itu menurut saja meski sambil memasang ekspresi wajah masam. Untungnya bus sedang berhenti melaju sehingga memudahkan mereka untuk bertukar tempat. Ah Ra yang sudah duduk di dekat jendela kemudian mengamati gelagat Kyu Hyun.

Ough, ternyata lebih nyaman di sini,” gumam Kyu Hyun dengan nada puas.

Ah Ra justru mengerutkan kening. Padahal tadi adiknya itu keukeuh mengatakan bahwa dekat jendela lebih nyaman. Sejak kapan adiknya menjadi labil pendapat?

“Lihat, Noona, kakiku bisa kujulurkan ke luar. Sedangkan di dekat jendela tidak bisa. Dengan begini aku tidak akan merasa pegal-pegal. Hehehe!”

Heol, jadi karena itu?

“Siapa suruh memiliki kaki yang sangat panjang?” cibir Ah Ra yang segera mendapat decakan tersinggung dari Kyu Hyun.

Eii! Ini anugerah, Noona. Kaki yang panjang membuatku terlihat tinggi dan semakin tampan.” Kyu Hyun tersenyum penuh kesenangan.

“Ya, ya. Kuharap dengan ini kau tidak mempermainkan hati para wanita.”

Mwoyaa! Aku pria baik-baik, Noona. Tenang saja!”

“Bagaimana aku bisa tenang jika setiap hari kau dikelilingi teman-teman perempuanmu itu?”

Ck, eii! Noona masih saja mengkhawatirkan itu.”

Ah Ra memilih untuk tidak membalas, melempar pandangannya ke luar jendela dan mengatup bibirnya rapat-rapat. Bagaimana dia tidak khawatir bila adiknya yang selalu jauh dari pengawasannya disenangi oleh banyak gadis? Tidak perlu ditanyakan dari mana Ah Ra tahu. Melihat tampang dan fisik adiknya yang dikatakan anugerah itu saja sudah bisa dipastikan.

Tapi bukannya menyerah, adiknya itu justru terus mengganggu dengan mencolek-colek bahunya hingga ia berdecak jengah dan menoleh cepat. “Apa?!”

“Tidurlah, Noona. Ini sudah malam.”

Terdiam beberapa saat, Ah Ra sedikit tertegun mendengar Kyu Hyun baru saja menegurnya. Kemudian ia mendengus. “Heol, tadi kau mengejekku tukang tidur. Sekarang apa? Menyuruhku untuk menjadi tukang tidur.”

Kyu Hyun terkekeh pelan. “Baiklah, maafkan aku. Tapi karena kita sedang dalam perjalanan jauh, sepertinya tidak ada salahnya untuk tidur jika tidak ada yang perlu dilakukan lagi, bukan?”

Ah Ra membenarkannya di dalam hati. Kemudian ia membenarkan posisi duduknya, menyamankan diri sebelum mulai memejamkan mata. Untuk kali ini, dia sengaja menjatuhkan kepalanya ke pundak Kyu Hyun yang lebar dan nyaman.

Namun tidak disangka bahwa dirinya akan merasakan beban lain di atasnya. Tidak perlu waktu lama untuk menebak apa itu, karena kemudian Ah Ra mendengar suara berat adiknya yang terasa begitu dekat di atas kepalanya mengatakan sesuatu.

“Selamat tidur, Noona.”

Ah Ra tersenyum diam-diam dibuatnya.

tumblr_nb4dg26hRZ1qfwvmmo1_540

F I N


terinspirasi dari pengalaman pribadi. Ngga sepenuhnya begitu sih, cuma intinya aku pernah ngalamin hal semacam itu. Hehehe 😄😄

btw tumben ya aku posting lagi. Tapi sekarang mumpung akunya lagi pengen nulis dari pengalaman sendiri yaudah lah ya. Anggap aja bonus ChoGyu (?) Singkat sih, tapi semoga yang baca terhibur ^^

terima kasih dan sampai ketemu lagi yaa~><

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

12 thoughts on “Little Thing Called Sweet

  1. SPOT!!(?)

    aww cho siblings emang bikin kyun~♡ hihiii ini mah aneh, aku bacanya jadi ga bayangin kyura lagi, tapi siskachii sama adeknya yang sungguhan hihihii /mungkin karena kita kebanyakan bahas sodara kita di chat terakhir xD
    tapi kayaknya si kyu cuma pengen bikin kakaknya seneng ajadeh pas pindah duduk, ngalah gitu wkwk :3
    sweet♡♡♡

    Anyway am i the first commenter? xixixii~

  2. Aaaaaaa selalu suka sama story kakak beradik ini. Setuju sama perkataan Ahra, jangan terlalu baik sama orang lain terutama sama perempuan-perempuan genit dan gak jelas itu Kyuhyun.

    Kyuhyun sama kakaknya aja sikapnya manis dan hangat begini gimana sama kekasihnya ya duhh jadi baper 😂

  3. selalu suka deh sama story kakak beradik ini 😁. bdw aku setuju banget sama perkataan Ahra unnie, jangan terlalu baik sama orang lain apalagi sama perempuan-perempuan genit dan gak jelas itu Kyuhyun.

    Kyuhyun aja bersikap manis dan hangat sama kakaknya gimana sikapnya dengan kekasihnya ya? baper seketika 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s