Posted in Ficlet, Fluff, PG

Zipper

a1aa853c96ff8a0949fbb9857eb16fa5_1465137816539

Fluff | PG | Ficlet

Hanya dengan satu jari, Park Soo Rin hampir meleleh dibuatnya.

H A P P Y   R E A D I N G


©2016 ELVABARI


PINTU kamar mandi terbuka pelan dan menampakkan sosok gadis di baliknya, menyembulkan kepala ragu-ragu dan mengintip pada pria yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidur. Ia menggigit bibir bawahnya kala merasakan jantungnya mulai berdetak cepat. Hanya dengan melihat pria tampannya di sana, membuat pikirannya semakin kalut di situasinya yang sedang tidak mengenakkan saat ini.

Ugh, bagaimana caranya dia bicara pada pria itu?

Menelan saliva kepayahan, Soo Rin si gadis kebingungan itu akhirnya keluar dari sana, melangkah kecil-kecil mendekati pria yang tengah sibuk dengan laptopnya, mata tajam yang terbingkai kacamata itu sedang tidak tertarik padanya.

Soo Rin berdiri di dekat pria itu, masih tanpa atensi dari si pria sibuk itu, kedua tangannya bersembunyi di balik tubuh rampingnya, dan ia menelan saliva sekali lagi.

“K-Kim Ki Bum…”

Hm?” hanya sebatas itu respon si pria. Matanya masih belum berpaling pada Soo Rin.

Dan itu dimanfaatkan Soo Rin untuk menarik napas dalam.

“Aku butuh bantuan…”

Cicitan itu masih bisa didengar. Sehingga Ki Bum segera menghentikan pekerjaannya dan baru melihat ekspresi wajah Soo Rin yang tampak menahan malu. Keningnya berkerut samar mulai dirundung bingung. “Ada apa?” lalu bertanya sambil menyingkirkan gadget tersebut dari pangkuannya, berdiri dari tempat tidur dan mulai mendekat.

Tapi, Soo Rin justru melangkah mundur dengan pandangan tertunduk. Mulutnya terbuka antara ingin bersuara atau tidak. Kegugupan semakin terpetak di wajah cantiknya yang mulai menimbulkan semburat kemerahan.

“Kau berkata membutuhkan bantuan, tetapi kau justru menghindar begitu aku ingin membantu,” ujar Ki Bum memberi protes. Keningnya semakin mengerut, tidak suka melihat gadisnya itu malah menjauhinya.

“I-itu…” Soo Rin bingung bagaimana cara mengutarakannya. Kaki-kakinya terus saja merangsek mundur bersamaan pria itu semakin mendekat. Hingga akhirnya pelariannya berakhir ketika bagian belakang tubuhnya membentur mulut meja rias.

Oh, ayolah, Park Soo Rin, katakan saja pada Kim Ki Bum! Kenapa kau harus malu?

“Kau butuh bantuan apa, Park Soo Rin?” Ki Bum bersedekap dalam jarak tiga langkah dari tempat Soo Rin. Iris hitam di balik kacamata silindernya tertancap penuh pada gadis itu. Mengintimidasi sang empu agar mau menjawab kebingungannya.

“A-aku… tidak bisa menutupnya sendiri…” Soo Rin berkata ambigu, melanjutkan, “Ini memang sudah lama tidak dipakai tetapi… sepertinya macet…”

Ki Bum mengerjap beberapa kali, mencerna dengan baik ucapan Soo Rin yang terbata-bata. Begitu tanggap, matanya langsung melirik ke belakang gadis itu, di mana cermin rias berada dan memantulkan apa yang dimaksud si gadis tanpa disadari.

Aah… ternyata itu…

Dengusan halus keluar dari mulut Ki Bum. Raut wajahnya tidak berubah ketika kembali membuka langkah dan berdiri tepat di hadapan Soo Rin, mengamati bagaimana tangan-tangan kecil itu sedari tadi bersembunyi di balik punggungnya yang terbuka, diam-diam mencoba menarik zipper yang stuck di tengah jalan namun tak kunjung berhasil.

“Kenapa tidak mengenakan pakaian lain saja?”

Euh… aku sedang ingin memakai yang sudah lama tidak kupakai. Ini sayang sekali karena masih terlihat bagus. Ugh, apakah ini karena resletingnya atau justru karena tubuhku sudah melebar?”

“Kau justru terlihat seperti sedang memancingku.”

Huh?” Soo Rin mengerjap kaget, berharap tidak salah dengar karena Kim Ki Bum baru saja mendesis dengan geraman tertahan.

Belum berhasil mencerna, Soo Rin sudah dibuat kaku berkat tangan-tangan besar Ki Bum sudah bertindak. Menyelinap ke celah kedua lengannya, bertengger di balik pinggangnya sementara yang lain mengambil alih menarik zipper tersebut perlahan-lahan. Mengakibatkan tangan-tangan Soo Rin sempat mengudara sebelum berlari ke dua lengan kekarnya lalu bersanggah di sana. Merasakan sengatan tak terduga di mana salah satu jari pria itu bersentuhan dengan kulit punggungnya, menggesek halus ke atas searah dengan jalur zipper dress yang dikenakannya, lalu bergetar ketika jari tersebut berpijak pada kaitan branya, seolah menjadi batu loncatan di sana untuk kembali meluncur ke atas hingga seketika wajah cantiknya memanas.

Lihat bagaimana lihainya seorang Kim Ki Bum. Hanya dengan satu jari, Park Soo Rin hampir meleleh dibuatnya. Sialan!

“Ini memang sudah mengetat. Lebih baik kau berhenti mengenakannya setelah ini.” Ki Bum menggumam berat di sebelah telinga Soo Rin. Kemudian tangannya beralih menyibak rambut panjang gadisnya yang memang sempat terselampir di sebelah bahu kecilnya ke belakang, merapikannya dengan telaten yang semakin membuat sang empu tersipu-sipu.

“A-apakah itu berarti, berat tubuhku bertambah?”

Ki Bum membuat sedikit celah, masih dengan tangan-tangan melingkari tubuh Soo Rin, menggumam pelan, “Tidak juga. Mungkin ada bagian lain yang bertambah ukuran sehingga ini menjadi ketat.”

Soo Rin mengerjap bingung. “Bagian lain?” ia melihat pria itu mengangguk kalem, lalu melihat bagaimana mata tajam itu bergerak ke bawah yang segera diikuti oleh mata Soo Rin.

Oh… inikah?

T-tunggu…

Ini?!

Soo Rin langsung mendongak, melemparkan raut tidak percayanya akan tanggapannya terhadap pemikiran pria berprofesi sebagai dokter spesialis itu. Dia baru saja hendak bersuara ketika dirinya justru kalah cepat dari Kim Ki Bum yang mengecup pucuk hidungnya dengan mulus dan… penuh rasa. Menggetarkan tubuhnya sekali lagi sebelum akhirnya pria itu melepas segala jeratannya dari tubuhnya sebelum menjauh.

“Itu adalah imbalan untukku,” Ki Bum menarik sudut bibirnya menciptakan senyum separuh sebelum berbalik lalu melangkah keluar kamar. Mungkin untuk mengontrol dirinya agar tidak kembali lalu menyerang gadisnya habis-habisan saat ini juga.

Bagaimana pun, Kim Ki Bum bisa tergoda oleh hal sekecil itu. Tahu sendiri bahwa fantasi liarnya selalu aktif setiap Park Soo Rin berada di depan matanya.

Jadi, salahkan Park Soo Rin yang sudah memancingnya dengan cara malu-malunya yang begitu lugu namun bisa berujung terselubung menurut otak jeniusnya itu.

Hanya karena sebuah resleting pakaian.


FIN

Karena puasa sudah tiba, maka Kim Ki Bum juga berpuasa dalam urusan mendominasi Park Soo Rin wkwkwk

alohaaaa!! kisukisu kembali dengan cerita yang gajelasbinabsurd ini~ ada yang kangen? seengganya kangen sama kisukisunya gitu, gausah sama akunya #ngarep-_-

maaf jarang updated, kalo aku jelasin alasannya, pasti dipikirnya aku udah menelantarkan blog ini hwhw tapi kenyataannya, emang imajinasiku lagi terpecah jadi kisukisu-nya direhat dulu ><

emm….mungkin cerita ini ga banget ya, sebenernya aku mau bikin lebih tapi malah takutnya kebablasan trus bikin puasa batal (?) yaudah sampai situ aja.. mungkin habis lebaran aja kali ya #LOH //gatobat-tobat//

omong-omong, Ramadhan telah tibaaaa!! waktunya bagi para umat muslim menyucikan diri~ yaaaaayy 🙌🙌🙌 selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan! Semoga di tahun ini lebih berkah dan menjadi pribadi yang lebih terarah lagi 😄😄

yaudah segitu aja, nanti malah lebih panjang dari cerita di atas lagi wks~
terima kasih sudah mau membaca ^-^

tumblr_mc14dew0la1r4wa7qo1_r1_500

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

28 thoughts on “Zipper

  1. Wahh, ceritanya bagus dan kalimatnya bagus. Author belajar dimana sih.? Ngomong” aku baru di sini. Salam kenal.^^

    1. eii~ ga ada apa-apanya itu mah xD akunya juga masih belajar dari tulisan author lain yg udah master (?) hihihi
      sealamat datang di dunia absurd~ terima kasih sudah mau membaca yaa ^-^

  2. Maaf lahir batin ya kak hehe .. selamat menunaikan ibadah puasa juga ..

    Abis makan sahur terus baca yang beginian aduuhh makin kenyang yaahh wkwk ..
    Ingin yang berlebihan sihh tapi kan lagi mau puasa .. masa iya imsyak aja belom udah dosa duluan kan hak afdol puasanya wkwk ..
    Ditunggu ya kak banyak cerita dari kaka buat nemenin aku selama bulan puasa hehehe ..

    1. mohon maaf lahir batin juga~ xixixi makanya oh makanya, disensor dulu sampe bulan puasa selesai.. kan ga afdol lagi nahan nafsu malah ada kimkibum yg menggoda iman soorin (?) 😂
      oke~ terima kasih juga udah membaca dan selamat berpuasaa~ 😄

  3. Yey akhirnya update jg kisukisunya.
    Sepertinya soo rin makin hari makin bikin kibum ketar ketir karna menahan sesuatu.xixixi

  4. wkwkkw kim kibum memang selalu bisa buat soorin terbuay #kkk iyah niih eon baru nongol hihi ttp ditunggu kok karya” kisukisu yang lain 😀 keep fighting~

  5. tetep suka sama sikap malu-malunya park soorin, park soorin memang kelemahan kim kibum gara2 masalah resleting aja udah bisa buat kibum kelimpungan. apalagi safat malu-malunya sama kepolosan park soorin.
    mohon maaf lahir batin kakak.

  6. Laa laa laa laaa~
    gim! gi! bom! ieee~~~~
    kekekekekekkkk kekekekekeeeekkkk duuuh aku gabisa nahan ketawa wkwkwkwkwk
    rasaiiiiin weeeek udah puasa jangan macem2 sama P.S.R xDDDD
    Hihiiii suka sukaaaaaaaa ♡♡♡ iiih itu cuma satu jari soorin udah leleh, apa jadinya kalo sampe 10 jari /emm /oke ini aneh ._.
    hihiii yukyukkk ditunggu cerita lainnyaaaaa x)))) lobyu siskachiii ♡♡♡

  7. aku mah selalu suka sma story kiso.

    bacanya ampe geli sendiri.
    udah mah sorinnya polos bgt, ditambah sma kibum yg kaya gitu. ngakak

  8. yeayy akhirnya update juga..
    Suka bgt sama ceritanya..

    ngomong-ngomong selamat menunaikan ibadah puasa..mohon maaf lahir batin.. ^^

  9. akhirnya kisukisu nongol lagi setelah sekian lama menunggu wkwk
    dann kim ki bum masih saja suka mengganggu park soo rin

    kim ki bum kau harus menjaga emosi mu dengan soo rin
    kasian soo rin kalau harus spot jantung tiap hari hahaha

    oh iya happy fasting everyone, maaf lahir batin yaaa

  10. sh soorin masih malu” kucing aja hhh padahal bersama kibumie sdh lama sekali jd kibumie makin semena” (?)

  11. wahhh cukup satu jari sudah meleleh kkkkk
    Suka sama malu”nya sorin bikin geregetan terus bikin senyum gaje gitu kaya orgil,hayo tanggung jawab 😉 …
    Maaf lahir batin ya…

  12. Baru baca judul udah senyum-senyum sendiri 🙂
    Soo Rin baru 1 jari udah meleleh gimana kalo 2,3,4 dan 5 jari pasti gak bisa napas hihi
    kangen banget ama couple ini mereka berdua sama-sama gak tahan sama hal hal kecil yang dilakuin sama pasangan 🙂

  13. Huaaa… Sudah lama aku menunggu kisukisu ini akhirnya ~ syalalalla

    Lama gak baca kisukisu kangen juga, sama authornya pun kangeeen. Kyaaa bogoshipoo kaaaak ><, selamat ramadhan 🙏🙏🙏

  14. selamat idul fitri…
    dan selamat datang kembali pada kisoo couple…

    udah sebulan berbuka sama yg mnis.. ini lebaran mlh disambut cerita yg manissss abissss… bisakah si byuntae uisa tanggung jwb lok pembaca terkena diabetes gegara over asupan kisahnya yg super manisss????

  15. suka gemes deh lihat sikap malu-malunya Soorin terhadap Kim Kibum. tapi aku ngerti sih soalnya Kim Kibum kan agak ya itu ..
    *apa sih XD

    Byuntae Kim (*atau malah aku yang Byuntae)
    wwwww

    Kim Kibum emang pria tampan yang berbahaya dah itu aja >///<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s