Posted in Slice of Life

Don’t Forget Me

dfm

…

Pria itu termangu di tempatnya berdiri. Matanya memandang luas lapangan di hadapannya tanpa berkedip, memancarkan sorot sendunya sebelum beberapa saat kemudian memilih untuk melangkah lebih dekat.

Mendudukkan diri di pinggir lapangan yang memang lebih tinggi dari lapangan itu sendiri, tanpa peduli bahwa pakaiannya akan ternodai debu dan menyamankan diri di sana, seorang diri. Matanya spontan terpejam kala merasakan terpaan angin begitu lembut menggelitik kulit tubuhnya yang tidak terhalau, menerbangkan surai-surai hitamnya, dan menikmati kesejukan yang diberikan oleh alam.

Begitu matanya kembali terbuka, kesenduan itu semakin tampak kala di hadapannya muncul sosok-sosok yang amat dikenalnya tengah berlari ke sana kemari menggiring bola sepak. Saling berebut namun diiringi gelak tawa sebagai tanda bahwa mereka menikmatinya. Mereka memang tampak bahagia dengan kegiatan yang mereka jalani. Sang pria sampai enggan untuk kembali berkedip melihatnya.

Hingga salah satu di antara mereka menoleh kepadanya, berhenti dari kegiatannya dan beralih bertolak pinggang kepadanya, menunjukkan senyum cerahnya yang begitu menawan kepadanya.

Ya, Ki Bum-ah! Kau tidak bosan berdiam diri di sana? Kemari dan bergabunglah!”

Ki Bum tidak merespon. Terus berdiam diri dalam duduknya ketika orang itu melambai-lambai padanya.

Neo mwohae?” kini orang lain yang dia juga kenal ikut melambaikan tangan. “Kemarilah!”

Hyung, ppalli! Ini lebih seru daripada starcraft!” seru yang lain sambil berlari-lari mengejar bola.

Ki Bum hanya tersenyum miris. Ia menundukkan pandangannya yang entah sejak kapan sudah mengabur. Ia juga mulai merasa sulit untuk menghirup udara. Indera pendengarannya sudah tidak lagi mendengar sahut-sahutan itu.

Karena sekeras apapun dia berimajinasi, semua itu hanyalah sebuah delusi yang justru membuatnya semakin merasa rindu. Suatu kenyataan yang menyesakkan bahwa dia kini hanyalah seorang diri. Di mana dia tidak lagi menemukan perhatian-perhatian semacam itu maupun teriakan-teriakan yang memanggil namanya seperti itu.

Ketika dia memilih untuk berhenti, dia justru dibayang-bayangi oleh kehadiran mereka yang sudah seperti kebiasaan untuknya. Dan kini, ketika dia merasa lelah akan semua pilihannya, dia tidak tahu harus dengan siapa dia mengadu. Dia membutuhkannya. Mereka yang selalu menyerukan dirinya untuk terus berdiri. Mereka yang selalu menyangganya untuk tetap berdiri. Mereka yang selalu meneriakkannya bahwa mereka ada di dekatnya.

Mereka yang selalu merangkulnya. Mereka yang selalu mengingatnya.

Tapi sekarang…

Ki Bum hanyalah seorang diri.

Dan sekarang, Ki Bum hanya mampu merasakan bagaimana tangan-tangan itu merangkul bahunya yang mulai bergetar. Ki Bum menutup wajahnya dengan kedua tangan, menunduk dalam-dalam kala isakannya mulai bermunculan. Rasanya begitu menyedihkan kala suara-suara itu kembali terdengar.

“Kau kenapa, huh?”

“Siapa yang sudah membuat Ki Bum kita bersedih? Katakan padaku. Biar aku hampiri orang itu!”

“Hyung, kau adalah orang yang kuat.”

“Kau bisa melakukannya, Ki Bum-ah. Jangan putus asa!”

“Kami justru ikut sedih melihatmu seperti ini, Hyung…”

“Aku ada di sini. Kami ada di sini. Jadi jangan sembunyikan kesedihanmu seorang diri.”

Ki Bum semakin terguncang. Merasakan rengkuhan-rengkuhan itu semakin menyesakkan untuknya. Membayangkan semua itu semakin membuatnya sulit untuk berhenti menangis. Ketika menyadari bahwa pada kenyataannya dia hanya sendirian, justru semakin membuatnya merindukan semua itu.

“Kau pasti lelah dengan semua ini. Tidak apa. Beristirahatlah sejenak. Kami akan menunggu.”

“Jika kau memilih untuk pergi, ketahuilah bahwa kami ada di sini, yang akan selalu menyambutmu kapan pun kau ingin kembali.”

“Jangan lupakan kami.”

“Masih ada kami yang selalu memerhatikanmu. Jadi jangan lupakan kami.”

“Jangan lupakan kami…”

“Jangan lupakan aku…”

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

11 thoughts on “Don’t Forget Me

  1. Siska temen2 Ki bum kemana, knapa Ki bum pergi ninggalin mereka demi apa?
    Teman yg benar2 mengerti kita memang jgn sampe kita lupain karna mereka selaly ada disaat kita sedih maupun senang…sedih jg bayangin si abang nangis sampe tersedu2 gitu, kehilangan bgt pastinya T_T
    Gak ada Soo rin disini, edisi Kibum ☺☺☺

  2. Itu yang teriak permainan ini lebih seru dari StarCraft pasti si gembul😂😂

    Anyway, my dear Ki Bum, you will never be alone since you have a very loyal friends 🙂 if they leave you alone you should believe that they will never really do that to you. They never really leave you 🙂

  3. Hueeee… (T⌓T) ini apa yak kok sedih sih hiks hiks.
    Ki bum-ah jangan bersedih kau itu kuat tau,percayalah. (T ^ T)

  4. is this relate to ur apology letter?
    take a lil break. and comeback when u re fully recharge ☺

    we will never forget u.
    just keep writing, dear!
    fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s