Posted in Category Fiction, Fiction, Fluff, PG-17, Romance, Vignette

My Adorable Girl

MAG

PG-17 || Fluff-Romance

another absurd story in

[KiSoo’Territory]

H A P P Y   R E A D I N G

.


“She’s so adorable. And, yes, she is my girl.”
{Kim Ki Bum}


.

©2016 ELVABARI

.

KI BUM baru saja memasukkan kode kunci apartemen, membuka pintunya yang segera disambut oleh nyala lampu otomatis di dekat pintu. Begitu ia kembali menutupnya, hendak melepas alas kakinya demi menggantinya dengan sandal rumah, indera pendengarannya menangkap derap kaki yang cukup cepat datang dari dalam. Dia sudah mampu menebak siapa pelaku pembuat kegaduhan kecil itu.

Hanya saja yang tidak mampu Ki Bum duga adalah begitu sosok favoritnya muncul, ia harus dikejutkan bahwa sosok itu langsung menubruk tubuhnya dan memeluknya penuh erat. Ki Bum harus membiarkan keterpanannya menguasai beberapa saat, membiarkan tubuhnya menghangat berkat perlakuan gadis yang memang ingin dia temui sepulangnya dari rumah sakit, membiarkan dirinya merasakan tubuh yang lebih kecil darinya itu sedikit naik-turun berkat efek dari lari-lariannya tadi.

“Selamat datang kembali, Kim Ki Bum!” sang gadis berseru seraya mendongak, menunjukkan paras cantiknya yang kini tengah tersenyum sumringah. Ada binar keantusiasan di balik iris kecoklatan yang begitu jernih itu.

Dan melihat akan sambutan penuh suka cita itu berhasil menyadarkan kembali Ki Bum dari keterpanaannya hingga kini ia beralih memeluk punggung kecil sang gadis kemudian menggerakkan kepalanya demi mengecup kening gadis kesayangannya—penuh kasih sayang.

Tidak disangka baginya lagi bahwa wajah cantik itu akan menunjukkan senyum yang semakin lebar setelahnya. Namun cukup membuat Ki Bum tidak kuasa lagi menyembunyikan rasa bahagianya. Setelah dirinya merasa lelah dengan pekerjaannya, perlakuan gadisnya sudah mampu membuat keletihannya sirna begitu saja. Well, setiap hari dia pasti merasakannya, bukan hanya hari ini, sebenarnya.

“Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

Gadis itu sedikit memudarkan senyumnya, mengerjap cepat yang entah mengapa terlihat menggemaskan di mata Ki Bum. “Mengganggu?”

Ki Bum mendengus pelan. “Kau terlihat bersemangat sekali malam ini, Soo Rin-ah,” ujarnya sambil mengapit hidung si gadis dengan lembut, memanggil nama sang gadis penuh kasih, menandakan betapa senangnya dia menyebut nama yang menjadi nama favoritnya sebelum namanya sendiri.

Soo Rin memamerkan deretan giginya, meringis jenaka yang seketika menyipitkan kedua matanya. Tanpa berminat untuk menjawab ia pun akhirnya melepas pelukannya lalu beralih menyambar tas Ki Bum dari tangan pemiliknya, membawakannya ke dalam yang diekori Ki Bum. Soo Rin meletakkan tas Ki Bum di sofa ruang tengah sebelum beralih beranjak ke dapur. Sudah merupakan kegiatan rutinnya kala menyambut kepulangan Kim Ki Bum, membawakan tas pria itu ke dalam lalu membuatkan minuman. Jika udara dingin, Soo Rin akan membuatkan teh hangat atau mungkin hot chocolate—Ki Bum lebih memilih minuman kesukaan Soo Rin ketimbang kopi sebagai sajian pelepas penatnya. Dan jika udara sedang panas, Soo Rin hanya perlu menambah es batu atau mungkin sekadar memberikan minuman dingin yang sudah ada di lemari pendingin.

Eung… aku akan membuatkan teh untukmu. Tidak apa-apa?” Soo Rin berseru seraya memeriksa lemari dapur gantungnya. Sebelumnya ia sempat mengeluh karena ternyata minuman kesukaannya sudah habis dan dia lupa membelinya.

Ki Bum mendengar hal itu, itulah mengapa ia hanya bergumam mengiyakan. Dia berdiri di balik meja pantry, mengamati punggung kecil itu bergerak cukup lincah di hadapannya. Sebenarnya ia merasa heran dengan tingkah Soo Rin yang lebih dari biasanya. Begitu gesit dan bersemangat. Itu membuatnya mulai bertanya-tanya akan apa yang sedang terjadi terhadap gadisnya itu. Dan hal itu semakin menepis rasa penatnya berkat kurioritasnya yang mulai berkembang.

Sedangkan Soo Rin yang tidak merasa bahwa dirinya tengah diperhatikan justru dengan leluasa  melakukan tugasnya. Mengisi teko listrik dengan air keran, lalu memasangnya dan cukup ditunggu, sambil menunggu Soo Rin mulai meracik teh kemasan ke dalam cangkir yang sudah ia siapkan, memberikan sedikit gula bertakaran yang sudah ia hapal di luar kepala. Barulah Soo Rin berdiam diri, menunggu air minumnya menjadi masak seraya bersenandung lirih. Namun masih bisa didengar oleh Kim Ki Bum.

Karena kini Ki Bum sudah berdiri di belakang Soo Rin, meraih rambut Soo Rin yang tergerai dan mengumpulkannya menjadi satu genggam tangannya. Dengan telaten Ki Bum mengikat rambut Soo Rin, memanfaatkan simpul termudah yang mampu Ki Bum praktekkan tanpa membutuhkan ikat rambut. Hingga akhirnya rambut panjang gadis itu terikat cukup manis berkat kerja tangannya. Dia baru menyadari bahwa sang pemilik rambut sudah berhenti bersenandung, hanya berdiri diam membelakanginya yang justru kini memberikan akses padanya untuk memeluk tubuh sang gadis, menyandarkan sisi dagunya pada sisi kepala sang gadis. Dan Ki Bum dapat merasakan tubuh gadisnya ini mulai berubah kaku berkat perlakuannya.

“Apa ada sesuatu yang membuatmu senang hari ini?” Ki Bum akhirnya bertanya. Membiarkan dirinya mendengar gadisnya menggumam pelan, merasakan tangan halus itu memegang tangan-tangannya yang melingkar.

“Kau… menyadarinya?”

“Kau bahkan memelukku penuh antusias begitu aku pulang tadi, jika kau lupa itu,” kekehnya halus, hembusan napasnya sedikit menerbangkan anak-anak rambut Soo Rin.

“Apa aku boleh mengatakannya?”

“Kau memang harus mengatakannya padaku.”

Soo Rin menggumam pelan dalam tunduknya. Ia pun mencoba melepas pelukan Ki Bum agar ia mampu berbalik menghadap pria itu. Sejenak ia merasa kagum dengan paras tegas juga menawan milik prianya yang kini sedang tersenyum untuknya. Bahkan tangan besar itu kini tengah menyingkirkan anak-anak rambutnya, menyelipkan ke balik telinganya penuh perhatian. Well, Soo Rin harus berdesir-desir menyadari bahwa ia memiliki pria seperhatian Kim Ki Bum.

“Ini… soal Tae Yong…”

Senyum Ki Bum sedikit memudar, berganti dengan keningnya terlipat samar, sedikit mengingat-ingat nama itu yang baru ia sadari di detik kemudian. “Aah, Lee Tae Yong, teman sekolahmu yang sudah menjadi artis itu?”

Soo Rin mengangguk seraya mengulum senyum. “Dia mengajak kita untuk reuni bersama. Ah Reum dan Tae Min sudah menyetujuinya, bahkan Eun Ji kabarnya akan datang.”

Ki Bum mengangguk-angguk paham. Ia justru lebih senang melihat gadisnya ini kembali menunjukkan senyum sumringahnya saat ini. “Reuni kecil-kecilan, hm?” Ki Bum melihat Soo Rin mengangguk sekali. “Kapan?”

“Akhir pekan ini!” Soo Rin hampir saja berjingkrak. Tangannya bahkan sudah saling bertautan di depan dada. “Kita bisa datang ‘kan?”

Ki Bum sebenarnya sudah memudarkan senyumnya sejak Soo Rin mengutarakan waktu yang sudah ditentukan. Kemudian menghela napas panjang. “Mungkin kau bisa, tapi aku tidak tahu.”

“Kenapa?” Soo Rin menurunkan antusiasmenya, bibirnya beralih melengkung ke bawah. “Ini hanya reuni kita berlima—berenam bersamamu! Tae Yong bahkan berharap kau bisa datang.”

“Hanya saja aku sudah ada jadwal di akhir pekan nanti. Akan ada rapat divisi mulai pagi hingga siang.” Ki Bum merengkuh wajah cantik di hadapannya, memasang raut menyesal untuk sang gadis.

“Apa tidak bisa ditunda?”

“Aku bukan kepala rumah sakit, Soo Rin-ah,” ujar Ki Bum sambil menyimpul senyum samar. Gadis itu memajukan bibir bawahnya. “Lagipula kau tahu sendiri bahwa seorang dokter hampir tidak memiliki waktu libur.”

Mendengar hal itu, Soo Rin terpaksa mengangguk membenarkan. Dia sempat melupakan bagaimana profesi Kim Ki Bum.

Melihat bagaimana gadisnya terlihat sedih, Ki Bum semakin merasa bersalah saja. “Maafkan aku. Tapi jika sempat aku pasti akan menyusul. Bagaimana?”

Soo Rin mendongak, mencoba untuk tersenyum. “Baiklah, aku akan mengabari Tae Yong nanti. Dia pasti akan mengerti,” lalu kembali menundukkan pandangannya, memegang tangan yang masih betah merengkuh sebelah wajahnya, “Ugh, kau tahu bahwa Tae Yong sudah sangat sibuk dengan keartisannya itu. Begitu juga dengan lainnya yang sudah memiliki kesibukan masing-masing. Dan ini merupakan kesempatan emas untuk bisa bertemu dengan mereka sekaligus,” keluhnya seraya mengerucutkan bibir.

“Aku tahu. Karena itu sampaikan maafku pada mereka nanti,” ucap Ki Bum sebelum kemudian berulah. Mengecup ringan bibir yang mengerucut itu. “Aku senang kau terlihat bersemangat karena hal ini.”

Soo Rin mengerjap beberapa kali. Sedikit kehilangan fokus berkat sentuhan barusan. “Apa itu tidak boleh?”

Ki Bum mendengus pelan. Tangan lainnya kini bertumpu pada kitchen set di belakang Soo Rin, mulai membuat teritori. “Aku ‘kan sudah berkata bahwa aku senang melihatnya,” ujarnya sambil memainkan ibu jarinya yang masih bertengger di pipi halus Soo Rin, merasakan kelembutan wajah kesukaannya. “Tapi apa kau menjadi bersemangat hanya karena undangan dari Lee Tae Yong?”

Eung… apa aku juga boleh mengatakan hal lainnya?” Soo Rin tampak menimang-nimang, raut wajahnya tampak meminta izin pada Ki Bum.

Dan itu semakin membuat Ki Bum gemas hingga dia berulah lagi, mendaratkan bibirnya pada bagian tulang pipi Soo Rin. Ia hampir saja menyesap salah satu bagian kesukaannya itu jika akal sehatnya tidak langsung menguasai sepenuhnya. “Aku sudah berkata padamu, kau memang harus mengatakannya.”

Soo Rin harus menahan diri untuk tidak terlihat hampir kehabisan napas. Pipinya sudah terasa panas sejak awal dan semakin panas ketika prianya kembali meninggalkan jejak bahkan berbicara dengan nada yang sedikit memberat.

“Aku melihat iklan… kau tahu? Penyanyi Cho Kyu Hyun dan Kim Tae Yeon belum lama ini menjalankan syuting iklan di Pulau Jeju.”

Hmm…” Ki Bum mengangguk sekali, matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik gadisnya yang terpaut hanya beberapa senti saja.

“Tiba-tiba saja aku jadi ingin ke sana… hehehe,” Soo Rin terkekeh canggung, matanya melirik-lirik pada manik mata Ki Bum yang ternyata sedang tidak memandang langsung matanya. “Apa… kita bisa ke sana suatu saat nanti?” lanjutnya dengan suara mulai mengecil.

“Kalau begitu aku harus mengumpulkan uang lebih banyak lagi,” ujar Ki Bum sedikit jahil, ia dapat melihat reaksi malu-malu dari gadisnya ini. Lalu melanjutkan, “Bagaimana jika liburan musim panas nanti?”

“Liburan musim panas… itu beberapa bulan lagi, bukan?”

Eum. Aku akan mengambil cuti tepat saat kau menjalankan liburan musim panasmu. Jadi beri tahu aku waktu tepatnya nanti.”

“Benarkah?” mata Soo Rin kembali berbinar-binar. Tangan-tangannya kembali saling bertaut di depan dada. “Euh, aku belum tahu tanggal pastinya. Tapi sepertinya kantorku akan memberikan libur panjang! Eung… dua minggu! Jadi, apa kita bisa berlibur ke Jeju selama dua minggu?”

Ki Bum tertawa pelan melihat tingkah Soo Rin yang kembali dikuasai antusiasmenya. Dia tentunya merasa sangat senang melihat gadisnya ini menjadi berceloteh penuh semangat seperti sekarang ini. “Selama yang kau mau.” balasnya kemudian sambil menjawil hidung Soo Rin.

“Itu berarti kau harus mengambil cuti selama dua minggu penuh!” Soo Rin mengacungkan dua jarinya tepat di depan wajah Ki Bum. Namun hanya selang dua detik kemudian Soo Rin langsung menurunkannya bersamaan dengan raut wajahnya berubah. “Tapi apa kau bisa mengambil cuti sebanyak itu?”

Ki Bum meraih tangan Soo Rin—dua-duanya, lalu menyelampirkannya ke tiap bahu lebarnya sebelum tangan-tangannya kini mengapit sisi-sisi tubuh Soo Rin, merapatkan dirinya hingga sang gadis kehabisan ruang gerak, memiringkan kepala seraya berkata, “Aku bisa mendapatkannya jika dengan dalih untuk berbulan madu.”

Dan Soo Rin tidak sempat untuk mengajukan pertanyaan lagi karena Kim Ki Bum sudah mengunci bibirnya dengan bibir penuhnya. Sontak saja ia memejamkan mata dan membiarkan pria itu bergerak di atas bibirnya, memanjakannya penuh perhatian hingga tubuhnya bergetar akibat desiran hebat yang menjalar begitu cepatnya.

Ketika dirinya mulai terbuai, Ki Bum justru berhenti dan membuat sedikit celah udara. Membiarkan napas mereka beradu begitu juga dengan hidung mereka yang bergesekan, menimbulkan percikan sensasi mendebarkan yang makin menjadi kala suara berat itu mengalun serak.

“Aku baru ingat bahwa kita belum pernah melakukan yang namanya berbulan madu.”

Memancing Soo Rin untuk membuka mata serta membiarkan pipinya yang sudah padam semakin padam saja. Apalagi melihat pria itu tersenyum penuh arti, menyerangnya dengan pesona yang tidak terelakkan dan semakin menyiksa keselamatan jantungnya ketika pria itu kembali menghapus celah yang ada. Memberikan sengatan telak kala dua material lembut itu kembali bersentuhan. Membuat Soo Rin harus kepayahan menahan deru napasnya yang membutuhkan pompaan dalam ritme cepat. Pandangannya mengabur kehilangan fokusnya, dan seperti ada yang menggelitik bagian perutnya kala pria itu berbisik tepat di atas bibirnya.

We have to do it, at this summer…” lalu menekannya penuh rasa. Hingga Ki Bum merasakan tangan-tangan itu meremas bahunya seolah mencari sanggahan, memancingnya untuk membuka bibirnya lalu melakukan gerakan melahap candunya begitu dalam. Melepas hasratnya yang sedari tadi sudah ia tahan karena melihat betapa bahagianya gadis favoritnya ini. Menumpuk rasa ingin mendominasi karena gerak-gerik gadisnya yang sudah menarik perhatiannya teramat sangat.

Well, sebenarnya apapun yang dilakukan oleh Park Soo Rin selalu menjadi hal yang paling menarik bagi Kim Ki Bum. Dia tidak mau munafik akan hal itu. Dan mengingat akan satu fakta berbahaya bahwa Kim Ki Bum selalu bergairah setiap melihat Park Soo Rin itu sudah menjelaskan dengan akurat. He has getting turned on since his girl greeted him at the beginning.

Fantasinya meningkat kala merasakan tangan-tangan halus itu bergerak lebih jauh ke belakang, meraba hingga ke tengkuknya yang sukses membuat bulu romanya meremang, lalu mengalung begitu saja di sana yang langsung ia jadikan sebagai sinyal bahwa sang tawanan sudah jatuh terbuai ke dalam jeratannya. Dia hampir menggeram kala merasakan candunya mulai mengikuti irama permainannya, membuatnya merasa tidak rela bahwa sang gadis berhasil mengimbanginya. Maka dari itu ia menggerakkan sebelah tangannya untuk memeluk pinggang ramping itu, melakukan gerakan lembut di sana yang seketika membuat sang empunya menegang di dalam kuasanya. Meningkatkan kembali fantasinya hingga mengontrol syarafnya untuk melakukan lebih dengan meraba sepanjang punggung gadisnya, dan ia semakin menyala begitu mendapat respon tak terduga.

Park Soo Rin baru saja melepas lenguhan singkatnya di sela-sela ciuman Kim Ki Bum. Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapat balasan dari Ki Bum. Bagaimana pria itu semakin gencar mengecap bibirnya, menguasainya penuh dominan hingga tubuhnya yang sudah berdesir hebat semakin bergetar kala pria itu berani menjulurkan material lunak di sela-sela kecapannya dan ikut membelai permukaan bibirnya. Menggodanya seolah mengetuknya agar membuka akses bagi si pengetuk untuk masuk. Karena dirinya tidak kunjung memberikan akses dan justru memberikan respon lain berupa kalungan tangan-tangannya yang semakin mengerat yang secara bersamaan menarik mereka untuk semakin dekat dan dekat, ia mendapatkan ganjaran berupa gigitan halus pada bagian bibir bawahnya. Meningkatkan suhu tubuhnya serta membuat aliran darah di dalam tubuhnya semakin deras mengalir hingga ia merasa terbang tak menapak.

Pada akhirnya Soo Rin menyerah juga. Ketika tangan nakal itu bertengger di bagian tengkuknya, menyengatnya dengan gerakan halus di sana sebelum menekannya penuh rasa yang semakin menekan ciuman panas dan dalam dari Kim Ki Bum. Dan ketika dirinya memilih untuk membuka mulutnya, saat itu juga muncul alarm dadakan yang seketika membuyarkan euforia mereka.

Teko listrik itu bersiul cukup nyaring di dekat mereka. Seolah berteriak pada pasangan yang tengah dimabuk pergelutan manis itu bahwa masih ada dirinya yang perlu diperhatikan sebelum mereka bertindak lebih jauh. Tentunya teriakan nyaring itu berhasil menarik Soo Rin dari buaian memabukkan Kim Ki Bum yang selalu berhasil membuatnya kepayang. Wajah cantiknya memerah teramat padam, ia semakin terlihat salah tingkah karena baru menyadari tangan-tangannya mengalung begitu saja pada leher Ki Bum. Dan melihat bagaimana pria itu masih memandangnya tidak rela sekaligus penuh minat padanya, cepat-cepat saja Soo Rin melepas diri dan beralih menangkup kedua pipinya yang masih terasa panas.

Ki Bum hanya tersenyum geli melihat gadisnya berbalik badan dalam satu hentakan yang seketika menggerakkannya untuk membuat ruang gerak bagi sang gadis. Dia mengakui bahwa awalnya harus mengumpati teko listrik itu karena sudah mengganggu kegiatannya yang hampir kelewat batas. Tapi, dia terpaksa membenarkan timing yang diberikan pada teko listrik itu serta mengingatkannya bahwa mereka masih berada di dapur. Well, dia tidak mau menguasai gadisnya di kala mereka masih di dapur bahkan masih memasak sesuatu.

Soo Rin mencabut aliran listrik pada teko sebelum kemudian menuangkan isinya ke dalam cangkir yang sudah ia siapkan sebelumnya, mengaduk-aduknya dengan sendok kecil. “A-aku lupa membeli hot chocolate-nya…” ternyata sudah habis, jadi aku baru bisa membelinya besok karena ini sudah malam dan hanya menyeduh ini. Soo Rin mencoba untuk membuka percakapan namun hanya sebatas itu yang mampu ia lontarkan, sisanya ia harus telan kembali akibat dari kegugupannya yang masih belum mereda.

Menyadari hal itu, Ki Bum tersenyum tanpa Soo Rin tahu. Ia mendekati gadisnya lagi, kini berdiri di sebelah sang gadis, kemudian mendaratkan kecupan mesra di sebelah pipi yang masih memerah sampai ke telinga itu. Menggelitiknya untuk melakukan hal lain hingga kini bibir penuhnya sudah menyapa titik terlemah gadisnya.

Thank you for the recent charging, Chagi-ya,” berbisik penuh menggoda yang seketika membuat tubuh gadisnya menegang di tempat. Dia bisa melihat bagaimana wajah cantik itu semakin dan semakin padam hingga sulit untuk disembunyikan. Dapat dipastikan bahwa kedua pipi yang sungguh menggemaskan itu kembali memanas berkat suara rendahnya.

Kim Ki Bum memang sialan!

Soo Rin menatap tajam Ki Bum, membuat jarak di antara mereka dan… well, dia terlihat tidak senang bercampur malu saat ini. Sebelum akhirnya ia menyembur si pembuat onar, “Byuntae Uisa!!

I love you too,” dan dibalas santai oleh Kim Ki Bum.

Ish!” tentunya Soo Rin semakin dibuat kehilangan kata-kata. Gadis yang sebelumnya tampak antusias di awal kini sudah berubah kembali menjadi Park Soo Rin yang tidak bisa berkutik setelah diperlakukan penuh piawai oleh prianya yang bernama Kim Ki Bum itu.

Soo Rin akhirnya melarikan diri dari dapur, meninggalkan Kim Ki Bum yang tergelak puas melihat reaksi gadis itu, meraih secangkir teh yang sudah diseduhkan oleh gadis kesayangannya yang baru saja membanting pintu kamar mereka dan mungkin kini sedang bersembunyi di dalam selimut di atas tempat tidur.

Park Soo Rin is really adorable, right? Adorable and lovely. And she is Kim Ki Bum’s girl.

Ouch!

Dan saking puasnya, Ki Bum tidak sadar bahwa dirinya sudah berani menyeruput air yang belum lama mendidih itu.

v7ctg2

FIN!

 

ahahahaha…rasanya udah lama ya….ngga bikin yang begini //beginiapanya-_-// Tenang, ini baru pemanasan aja kok (?) mumpung ini malam jumat yekan~ wkwkwk #ditendang

pls abaikan aja yang di atas itu ;___; yawlaa ngga jelas banget ya #ikr

ohya, adakah pembaca di sini yang aktif di wattpad? btw aku baru bikin akunnya kemarin hihihi akhirnya yakan akhirnyaa, merusuh di sana XD tapi belum ada apa-apanya sih.. kalo berminat boleh difollow akun dengan ID @elvabari itu //ceritanyapromosi//?

nah! sekian dulu dan terima kasih sudah mau mampir~ see u again! ^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

28 thoughts on “My Adorable Girl

  1. Malem jumat baca beginian wkwkwk😂😂 eh eh DotS episode terakhir hari ini yah :(.. Shizuka-ssi, kamu berminat bikin cerita Kisoo pas Kibum wamil gak??

    1. horor ya XD wkwkwk
      aduuuuhh jangan diingetin atuuuuhh kan aku makin baper buat ngelepas SongSong Couple (?) TwT gyahahaha
      belum kepikiran….lagian juga kimkibumnya sendiri belum ngasih kepastian dia ikut wamil atau ngga.. hihihi :’3

      1. Horror buat yang Jones shizuka-ssi 😦 aku mah baper liat Joong Ki doang.. Masa aku ikutan mimpiin dia kayak si Yoo Ah In (malah curhat) 😭😭 emang di Korea bisa milih mau ikut wamil apa enggaknya yak?

      2. yaampun, aku jones loh //terus-_-// wkwk Yoo Ah In waktu jadi banker itu ya XD
        eung…semacam itu sih, tapi setahu aku wamil di sana ada toleransinya:
        1. kalo dia punya kelainan fisik atau riwayat kesehatan yg kurang bagus. Kayak si Kyuhyun kan dia punya riwayat pernah kecelakaan, kalo misal dia punya cedera karna kecelakaan itu dia bisa dapat toleransi boleh ikut atau ngga.
        2. kalo dia warga negara asing, kayaknya emang ngga wajib ikut ini mah 😐 nah, si kimkibum tuh gatau dia udah warga negara korsel atau belum, dia kan dulu pindahan dari amerika.. statusnya itu misteri banget (?) hahahah

      3. Kasian cuma jadi banker gitu doang wkwkwk gpp lah banker ganteng 😂😂 …. Kibum mah misteriusnya gak cuma di ff ya ampun -_- berarti si setan gembul bisa gak ikut wamil dong yah? *padahal udah ngebayangin dia kalo wamil badannya pasti bakal ngikutin hyung-hyungnya wkwkwwk* 😂

  2. Mati lu baper pradita aaahhh masalah nih masalah .. gak sehat nih gak sehat wkwk

    Kakak ini ke absurd’an paling bisa bikin baper wkwk /apa deh/
    Aku bacanya ketawa sambil menikmati cerita .. aaahh teko ganggu niiihh kan kalo bisa lebih tuh rameee /lhoo/ ..

    Mau lagi iiihhh yang lain .. yang bisa bikin aku baper wkwk ..
    Typo no problem laahh ..

    1. maafkan aku… kisukisu udah bikin dirimu jadi ga sehat T////T gyahahah
      kalo mau lagi, nanti ya….digembok #whaaatt XD
      maafkan typonya yaaduuuhh aku masih belum teliti benar hwhw makasih banyak loh buat koreksinya ><

  3. Ya ampun kisoo couple lucu banget sih 😃
    Klo lgi bca storynya kisoo tuh ska senyum-senyum sendiri hehehehe… 😁
    Thor mkin ksini soo rin jdi ketularan mesum jga ya sma ki bum & storynya jga mkin keren aja thor
    Saya suka saya suka 😄😄😄😄😄
    Author FIGHTING

    1. karena kimkibum berbahaya, jadi parksoorin dalam bahaya (?) wkwkwk XD
      euh…terima kasih banyak yaa~ ini absurd banget padahal, tapi syukurlah kalo ada yg suka hihihihi >/////<

  4. Apa ini
    oh ya ampun itu Kibum ska bgt godain aku#plak
    ska bgt godain Soo rin duh ntu pipi kayak kepiting rebus
    hah berterima kasih lah Soo rin pd teko itu
    klau teko itu gk bersiul nyaring udah deh habis tu Soo rin
    teko aja gk tahan melihat adegan itu hihihi…apa lgi aku#abaikan

  5. Sepertinya ki bum puas bgt bisa bikin soo rin sampe merah padam kaya gitu. Ku rasa rechargenya sampe tumpeh2.xixixi

  6. the adorableness of this couple is still on top! hihi
    ku selalu syukak cerita2 ringan begini >< kayak yang oh god pls i want kim kibum in my life /digamparsoorin/ 😝😝😝😝

  7. haha dasar dokter mesum >< dibayangin ajah udah senyum" gaje kkk asemm kibum jahil banget gak liat apa tuh wajahnya sorin udah kaa kepiting rebus #kkk

  8. Timing yg aneh 😉 pas sekali, Siswa udah mengiler waktunya dengan baik sekali kkkkkk…
    Saking terbawa suasana mereka barusan, Ki bum sampe lupa kalo teh itu masih panas, sepanas aksi couple ini barusan…
    Kirain Soo rin mau ngasih tahu dia hamil ke Ki bum barusan #ngarep tp mungkin Ki bum yg tahu pertama kalo Soo rin hamil dia kan dokter #mungkin tahu tanda2 orang hamil…

    See you next Siska❤❤❤

  9. Jiaahhh soorin yg dicium q guling2 dikasur > ..masa ia dari awal mpe akhir gw cengar cengir sendiri 😀
    ..bulan madu’a HARUS DIBIKIN lohhhh awas kalo nggk kibumie tek karungin
    #Ngancem

  10. Aww Kim Ki Bum kau membuat pipiku memerah
    Edisi malem jum’at nya Byuntae usia Kkkk
    SooRin masih malu2 aja 😊😊😊😊

  11. Enk bangt jd soorin😂😂
    tmn2nya idol smua, jd istri kibum juga.. ngimpi apa dulu emaknya pas hamil dia wjwkw
    yeyy.. slamat ya atas wattpadnya
    ak ud nunggu dr jaman dulu😂
    lbh enk komennya + vote kalo d watpad.. di tunggu karyanya d wattpad yaa
    thankss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s