Posted in Category Fiction, Fiction, Fluff, Teen, Vignette

DOTS Syndrome

10553728

even KiSoo also attacked by DOTS (Descendants Of The Sun) Syndrome

Teen || Vignette

[KiSoo’Territory]

versi full dari yang pernah tertulis di tempat lain ㅋㅋㅋ

H A P P Y   R E A D I N G

.

©2016 ELVABARI

.

“AKU ingin bertemu dengannya.”

Ki Bum yang tengah duduk menonton televisi kini harus menoleh, menatapi gadis yang ikut duduk di sebelahnya—merapat kepadanya. “Siapa?”

Soo Rin menunjuk layar datar televisi di sana, “Song Joong Ki!”

Tanpa berpikir lagi, Ki Bum langsung kembali menatap ke depan. Tidak memberikan respon.

“Dia keren sekali di sini. Oh, lihat itu! Huwaaaaaaaa manis sekali! Saat sedang marah pun dia terlihat menggemaskan!” Soo Rin berceloteh ria tanpa memedulikan pria yang ada di sebelahnya, meski saat ini ia sedang melampiaskan kegemasannya dalam bentuk pelukan pada lengan kekar itu.

“Kau lebih menggemaskan dibandingkan dia.”

Ish…” Soo Rin melepaskan diri, memicing pria yang tidak membalas tatapannya. “Dia berbeda. Seorang pria yang bisa terlihat menggemaskan itu benar-benar menggemaskan!”

Ki Bum hanya memutar bola mata. Tapi Soo Rin dapat melihatnya.

Ugh, aku tahu kau baru saja meremehkan ucapanku, Kim Ki Bum. Itu sama saja kau meremehkan Song Joong Ki!”

“Apa kau baru saja menyindir seseorang yang tidak bisa bertingkah seperti yang dia lakukan?”

Soo Rin mengatupkan mulut. Memilih untuk membuat jarak dari Ki Bum, lalu berdeham pelan. “Oh, apakah orang itu menyadarinya?” ia melihat pria itu melirik padanya meski sejenak, mungkin terpengaruh dengan nada sarkastis dari pertanyaannya.

“Mungkin. Itulah mengapa dia menjadi tidak suka dengan Joong-Joong itu.”

“Namanya Song Joong Ki, Kim Ki Bum! Memangnya apa salah Song Joong Ki? Dia sangat berbakat dan dia pantas memerankan itu. Menjadi kapten pasukan militer yang sangat keren namun juga menggemaskan!”

“Itulah mengapa dia menyebalkan. Karena sudah membuat seorang gadis membanding-bandingkan prianya dengan si marga Song itu.”

Soo Rin menganga tidak percaya. Oh, apakah Kim Ki Bum baru saja berbalik menyindirnya? “Aku tidak membanding-bandingkan!”

Ki Bum menarik sudut bibirnya, mengulas senyum separuh. “You did.

No!” Soo Rin memicing sebal. Baiklah, sepertinya perdebatan aneh mereka ini lebih menarik dibandingkan objek yang menjadi sumber perbedatan mereka di depan sana. “Kenapa orang itu menjadi sangat sensitif hanya karena Song Joong Ki?” Soo Rin kembali mengajukan pertanyaan sarkasmenya.

Namun Ki Bum tampak biasa saja. Ia justru mengedikkan bahu seraya membenarkan posisi duduknya. Lalu berkata, “Seharusnya dia tidak dipasangkan dengan Song Hye Kyo.”

Tentunya Soo Rin tidak setuju dengan pendapat Kim Ki Bum. “Kenapa? Mereka sangat cocok. Apalagi dia berperan sebagai—”

“Untuk apa dokter secantik dirinya bersama tentara itu?”

Soo Rin hampir saja tersedak mendengar pria itu menyambar pembicaraannya. “A-apa?”

“Seharusnya dia tetap berada di rumah sakit. Masih ada pria yang lebih tampan dari tentara itu namun berprofesi sama seperti dirinya.” Ki Bum tampak bersedekap, wajahnya terlihat serius sekali dengan mata menatap lurus ke depan.

Soo Rin sangat tahu apa yang sedang pria itu cermati. Karena saat ini layar plasma di depan mereka kini tengah menampilkan sosok yang tengah dibicarakan oleh prianya kini.

Ugh…well, entah kenapa, ada bagian dari dalam dirinya yang seperti mengalami down kala melihat pria itu seperti tengah memuji sosok Song Hye Kyo yang berperan sebagai dokter di dalam drama yang sedang mereka tonton.

“Dia akan lebih cocok jika mencari pria semacam itu.”

Dan Soo Rin harus melipat bibirnya ke dalam. Baiklah, dia sudah memahami reaksinya sendiri begitu pria itu kembali melontarkan kalimat itu. Karena ia merasakan kepalanya mendadak panas bersamaan dengan di dalam dadanya.

Kim Ki Bum menyebalkan!!

“Ya sudah! Untuk apa kau berada di sini padahal di rumah sakit masih banyak wanita secantik Song Hye Kyo yang berprofesi sama denganmu?!”

Soo Rin berhasil menumpahkannya. Menghentakkan kaki seraya bangkit dari sofa, melangkah lebar-lebar menjauh dari ruang TV dan berpindah ke dapur. Well, dia tidak mau berlama-lama di dekat Kim Ki Bum yang sedang memuji wanita lain! Tersirat sekali bahwa pria itu menyukai dokter secantik Song Hye Kyo!

Ough! Rasanya Soo Rin ingin mencekik Kim Ki Bum jika saja dia benar-benar hilang kendali. Namun sayangnya Soo Rin masih menyadari bahwa itu sama saja dirinya sedang mencekik binatang buas yang sedang tertidur lelap. Dia masih menyayangkan nasib jantungnya yang kini bahkan sudah mengkhawatirkan akibat dari perilaku pria itu.

Ia melangkah masuk ke dapur, membuka lemari pendingin, mengambil satu botol air mineral lalu meneguknya hingga seperempat kosong dengan terburu-buru. Ugh, Soo Rin memang butuh penenangan saat ini. Seharusnya Soo Rin tidak perlu terpengaruh dengan kata-kata kosong Kim Ki Bum. Pria itu pasti hanya sedang mempermainkannya setelah sebelumnya dia berani memuja pria lain di depan pria itu. Jadi… sebenarnya ini ‘kan salah Soo Rin sendiri.

Hei! Tapi Soo Rin hanya memuji karakter yang dimainkan Song Joong Ki di dalam drama yang sedang diheboh-hebohkan berbagai media seluruh pelosok Korea Selatan! Bahkan kabarnya drama itu juga mendunia. Jadi wajar jika Soo Rin mengagumi sosok yang sudah membawa nama negaranya melalui drama yang dimainkannya itu, bukan? Bukan berarti dia ingin berkencan dengan Song Joong Ki!

Lalu kenapa Kim Ki Bum justru seperti mengatakan bahwa dia ingin berkencan saja dengan dokter secantik Song Hye Kyo itu?!

Ough…” Soo Rin hampir saja berteriak jika saja tidak langsung ia redam dengan kembali menenggak minumannya hingga kini sudah lebih dari setengah kosong. Kenapa dia menjadi sensitif sekali hanya karena perdebatan kecil nan aneh di ruang tengah tadi? Apakah Soo Rin sedang PMS?

Oh, benar juga…

Bulan ini dia belum mendapatkannya. Sepertinya ini merupakan tanda-tanda bahwa Soo Rin akan kedatangan tamu bulanannya. Soo Rin yang sensitif semakin sensitif saja. Benar-benar.

Baiklah, lupakan soal omong kosong itu. Lupakan kelakuan menyebalkan Kim Ki Bum. Dia harus kembali ke ruang tengah dan melanjutkan acara menontonnya yang tertunda. Hei, bukankah dia sedang menonton drama yang menjadi tontonan kesukaannya itu? Kenapa dia bisa dengan mudahnya meninggalkannya? Dan lagi, astaga, dramanya akan habis dalam waktu 5 menit lagi dan dia harus menunggu sampai minggu depan untuk episode selanjutnya!

Kkamjjagiya!!

Baru saja ia menutup pintu lemari setelah menyimpan kembali minumannya, jantung Soo Rin serasa ingin lepas dari tempatnya kala menemukan tubuh tegap itu ternyata sudah berdiri di belakangnya. Tanpa ada tanda-tanda kehadirannya sama sekali sampai Soo Rin berjengit kaget dan hampir menabrakkan punggungnya pada lemari pendingin.

Padahal Soo Rin sudah berniat untuk melupakan tingkah menyebalkan Kim Ki Bum, tetapi pria itu justru kembali membuatnya kesal dengan kedatangannya yang seperti hantu penguntit saja.

Ya!! Kau ingin membuatku terkena serangan jantung, huh?!”

Bukannya merasa bersalah, Ki Bum justru tersenyum separuh mendengar pekikan sekaligus melihat ekspresi Soo Rin yang sedang marah saat ini. Dan bukannya menjauh, Ki Bum justru merangsek maju yang berhasil membuat gadis itu mengatup bibirnya serta meyeret kakinya mundur hingga punggung kecilnya benar-benar bertemu dengan lemari pendingin. Memberi kesempatan pada Ki Bum untuk membuat kungkungan dengan sebelah tangan, mengurung gadisnya di dalam teritorinya.

“Bagaimana rasanya?”

Euh?” Soo Rin melongo bingung, lalu merutuki suaranya yang berubah gugup. Baiklah, Park Soo Rin, bernapas. Bukankah Soo Rin sudah terbiasa mendapat perlakuan semena-mena dari prianya seperti sekarang ini? “Rasa apa?”

Gosh! Kenapa pertanyaan yang keluar dari mulut Soo Rin terdengar konyol sekali?

Dan sialannya, Ki Bum justru menikmati reaksi konyol itu. Haishi!

“Rasa cemburu.”

Huh? Cemburu? Siapa yang sedang cemburu? Kurasa itu kau yang cemburu maka dari itu kau berkata ingin berkencan dengan dokter secantik Song Hye Kyo.” Soo Rin membuang muka, tangan-tangannya bergerak ke atas mencoba mendorong pria itu agar memberikan sedikit lagi ruang untuknya bernapas. “Minggir! Aku harus menyelesaikan dramanya.”

“Siapa yang mengatakan bahwa aku akan berkencan dengan dokter itu?”

“Kau!”

“Kapan?”

“Tadi!”

“Aku tidak merasa mengatakannya. Seingatku, kaulah yang mengatakannya.”

“T-tapi kenyataannya kau ingin, bukan? Kau bahkan berkata seharusnya dokter secantik Song Hye Kyo tetap berada di rumah sakit karena masih ada pria tampan yang berprofesi sama!”

“Aah, berarti kau menganggap aku tampan, ya?”

“Kau memang tampan!!!” lalu detik kemudian Soo Rin membekap mulutnya rapat-rapat, matanya melebar karena kaget. Kaget akan ucapannya sendiri.

Park Soo Rin bodoh! Bisakah kau sedikit mengontrol dirimu yang berubah menggebu jika sedang cemburu? Lihat, Kim Ki Bum menjadi besar kepala karena kini senyum miringnya yang—sungguh sialan—justru membuat wajahnya semakin rupawan kini mengembang secara terang-terangan di hadapanmu! Rasakan itu!

“Kalau begitu kenapa kau masih melirik Joong-Joong itu jika aku sudah tampan?” Ki Bum memiringkan kepala, menyudutkan gadisnya dengan pertanyaan halus namun telak.

“Namanya Song Joong—” Soo Rin terpaksa menelan suaranya karena pria itu dengan kurang ajar mendaratkan bibir penuhnya tepat di bibirnya yang sedang mengerucut akibat dari mengeja kata Joong. Menimbulkan decapan halus yang memang sengaja pria itu lakukan supaya tubuhnya langsung merinding hingga timbul rasa panas di kedua pipinya.

“Jawab pertanyaanku,” ucap Ki Bum pelan, namun sarat akan peringatan.

Dan Soo Rin cukup mengerti bahwa Kim Ki Bum sepertinya tidak suka jika dia menyebut nama lengkap pria yang sedang ia kagumi. Ugh, itu sudah menjadi siaga dua bagi Soo Rin maka harus lebih berhati-hati jika telinganya mau selamat.

Well, Soo Rin masih ingat betul bagaimana jika seorang Kim Ki Bum sudah cemburu parah dan berakhir dengan telinganya yang menjadi korban.

Oke, jangan terlalu dibayangkan. Itu hanya akan membuat wajahmu semakin konyol di hadapan priamu sendiri sekarang.

“Setidaknya aku lebih memilih dicium dan mencium Kim Ki Bum daripada Song Joong Ki maupun pria lain.”

Detik itu juga, Soo Rin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk membebaskan diri dari kungkungan prianya. Berlari sejauh mungkin seraya menangkup wajahnya yang semakin memanas setelah mengucapkan kalimat ajaib itu dengan sisa nyali yang ada.

Karena…

Kim Ki Bum seketika berubah menjadi patung dengan pupil melebar. Membiarkan tubuhnya digandrungi sensasi yang sulit untuk dijelaskan mengingat jantungnya seperti terjun bagaikan aksi bungee jumping sebelum kemudian melambung tinggi bagaikan aksi flying fox. Terdengar berlebihan? Tapi begitulah kenyataan dari nasib jantungnya kali ini.

Dan kesadarannya yang sempat menghilang entah ke mana akhirnya kembali setelah mendengar dentuman keras dari pintu kamar satu-satunya di apartemen ini. Tersadar bahwa gadisnya itu sudah melarikan diri ke kamar dan mungkin kini bersembunyi di balik selimut setelah apa yang sudah ia berani ucapkan di hadapan Ki Bum dan membuat seorang Kim Ki Bum kehilangan fokus untuk beberapa saat.

Barulah Ki Bum melepas keterpanaannya dalam bentuk dengusan disertai senyum yang menawan. Tidak menyangka bahwa dirinya akan mendengar pengakuan spontanitas dari mulut gadisnya sendiri.

Dan itu cukup membuatnya tidak berkutik seperti tadi.

Jadi, lupakan soal Song Joong Ki maupun Song Hye Kyo. Karena Soo Rin bahkan lebih memilih untuk bersembunyi dibandingkan menyelesaikan drama mereka yang—oh, memang sudah selesai…

tumblr_luco5ioH621r2t21jo1_500

29ql11d

FIN!


 daaaaaann begitulah akhir dari DOTS Syndrome~ yang kemarin cuma setengah, ini udah ending~ jadi, kasus DOTS Syndrome kisukisu ditutup. gyahahahahah

terima kasih sudah membaca~ semoga terhibur ya~ #ngga

selamat malming dan selamat akhir pekan! 🙂

12513709

eh, sumber masalah numpang lewat! XD HAHAHAHA

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

20 thoughts on “DOTS Syndrome

  1. hahaha… tpi emang song jong ki imutttttt bgt lok lgi senyummmm…. syndrom kapten yoo emang mendunia… 🙂 🙂
    tpii soo rin lebih menggemaskan…. ahh…
    kenapa gk kobum duduk aja soo rin ke kamar??

  2. Ternyata DOTS syndrom telah menjakiti soo rin. Sampe2 mereka cemburu satu sm lain. Soo ri.n sekarang lebih berani ya. Bisa bikin ki bum speachless gitu. Aku berharap soo rin hamil. Trus bikin repot ki bum dgn permintaan yg aneh2.xixixi

  3. hahaha kata-kata spontanitas “kau memang tampan” kau memang mengakui bahwa suamimu tampan park soo rin….. kekekeke. gemes liat kelakuan soo rin pertama yang cemburu ki bum tapi pada akhirnya park soo rin juga cemburu.

    trus kata-kata “aku lebih memilih dicium dan mencium kim kibum daripada daripada Song Joong Ki maupun pria lain” gk nyangka kalo kata2 itu muncul dari mulut soo rin. park soo rin bener2 berbahaya bagi ki bum sampek2 bikin ki bum jadi patung dan kehilangan kesadarannya 😀

  4. DOTS memang mendunia dan bikin sua penonton ikut terbawa suasana, baper bawaannya kalo nonton itu drama termasuk aku sendiri…Kapten Yoo Sijin memang menggemaskan aku setuju denganmu Soo rin plus tampan tentunya pokoknya keren, aku suka sekali drakor ini…buat Soo rin jd gitu toh lalo lamu lg cemburu, ngomongnya jd ceplas ceplos, sampe priamu jd patung mendengar ucapan spontanmu kkkkkk…KiSoo jg menggemaskan Siska…see yoo ❤❤❤

  5. Jawaban’a sokrin itu loh sesuatu sekaliiii
    “Setidaknya aku lebih
    memilih dicium dan mencium Kim Ki Bum daripada Song Joong
    Ki maupun pria lain.”
    hhhhh mpe kibum bengong bgtu denger .lol
    akhir’a soorin bisa jg bikin kibumie ilang kesadaran meski cm bbrpa detik hhhhhhh

  6. Bum! Lo ganteng kok tenang aja. But in this case (karena ada Joong Ki Oppa) I must say, dia lebih ganteng dari lo 😂😂 Joong Ki lebih tua tapi masih keliatan cute, ente lebih muda tapi mutu Bum wkwkwk😘😘

  7. smua ny kna DOTS syndrome😁
    trmasuk aq 😄
    soorin lbh pantes kna kim kibum syndrome 😆 he3x
    biar pun singkt tp ska ma crt ny
    pa lagi da si ckep joong ki nyempil dstu 😀

  8. emang senyumnya jong ki itu imut ya ,,,

    haha kibum ampe bengong gitu denger ucapan sorin,,,
    emang jarang denger ya bang sorin bilang gitu.”

  9. Ska bgt perdebatan mreka berakhir cemburu yuhuuuuuu…
    Soo rin bsa mresakan apa yg pernah rasakan hihihi…duh Kibum d lawan tpi klau Soo rin sudah bertindak Kibum mati kutu

    1. ahihihihi iya begitulah, lagi ada yg baru jadi aku coba aja.. sekalian deh kurombak (?) baguskah? err, kayaknya sih makin membingungkan ya hahahaha XD

  10. Baru mampir lagi,ternyata ada cerita2 baru, tampilan web juga berubah,…
    Sekali nonton, susah terhindar dari segala halyg berbau dots, walau nontonnya bikin baper sepanjang episode….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s