Posted in Angst, Category Fiction, Ficlet, Fiction, PG

Sleeping Beauty

sp-48536

inspired by. Yong Pal-i

I’m not sure, it such an absurd scribble. Just… happy reading! if you don’t mind ㅋㅋ

.

©2016 ELVABARI

.

LANGKAH kakinya terdengar begitu nyaring memenuhi keheningan koridor tersebut. Mata tajamnya menatap lurus ke depan, disertai dengan wajah tegasnya yang tidak memancarkan raut apapun. Bagaikan air tak beriak. Bertahan seperti itu sampai ia menemukan pintu kaca tepat di ujung koridor. Terbelah otomatis membuka akses baginya untuk masuk ke dalam. Berbelok, menemukan satu pintu yang sama namun lebih kecil. Ia mengangkat tangan kanannya, meletakkan telapak tangannya di sana hingga selang sedetik kemudian timbul sebuah reaksi.

Berubah seperti layar sentuh menampilkan tulisan digital, memberi tanda bahwa pintu itu tengah mengidentifikasi sidik jari pria itu. Hingga beberapa detik kemudian muncul suara ‘pip’ beserta tulisan ‘confirmed‘ berwarna hijau serta disusul dengan bergesernya pintu kaca tersebut.

Di dalam sana, sudah berdiri seorang pria dengan setelan jubah putihnya. Sedang memeriksa keadaan seseorang yang terbaring di hadapannya. Di mana di sekitarnya dipenuhi berbagai alat medis berteknologi tinggi, diiringi bunyi-bunyian khas sebagai bentuk rekaman denyut jantung juga sistem kerja otak si pasien.

Pria yang baru saja masuk itu menghampiri. Yang ternyata disambut oleh sang pria berjubah putih tersebut tanpa menoleh, “Welcome back, Kim Ki Bum.

Pria bernama Kim Ki Bum itu tidak menghiraukan kegiatan si dokter kenalannya yang tengah memeriksa kantung infus yang terhubung melalui selang bening dan menancap di salah satu punggung tangan sang pasien. Dan, ya, Ki Bum lebih memilih memandang sang pasien yang memang masih menutup mata di hadapannya kini.

How is she?

Well…” pria berjubah putih itu menarik napas yang terasa berat, beralih ikut memandang objek yang menjadi topik pembicaraan mereka saat ini. “As you see. She’s still—a sleeping beauty. Ini sudah masuk bulan ketiga.”

Tidak ada reaksi yang berarti. Hanya sebuah kerutan samar terpetak di keningnya setelah mendengar konfirmasi sang dokter. Namun diam-diam ia menarik napas dalam. Memilih tidak langsung bersuara dan memberikan kesempatan sang dokter untuk bicara kembali.

“Kita tidak bisa berharap lebih. Meski dia sudah melewati masa kritisnya bulan lalu, tidak menutup kemungkinan dia mengalami epilepsi yang bisa mengantarnya kembali ke dalam kondisi mengkhawatirkan. So that’s why, we can only waiting and keep our eyes on her.

I see.” Ki Bum memperjelas kerutan keningnya. Tanpa sepengetahuan sang dokter, ia mengepalkan kedua tangan, meremasnya beberapa saat, sebelum melanjutkan, “Give me space.

Mengerti, pria berjubah putih dengan name tag Aiden Lee itu mengangguk seraya menepuk sebelah pundak Ki Bum sebelum akhirnya melangkah pergi. Meninggalkan ruangan itu. Membiarkan Ki Bum sendirian.

Mengawasi sang putri tidur.

Yakin bahwa dirinya sudah sendiri, Ki Bum melepasnya, menghela napas berat yang sedari tadi terus ditahannya. Melangkah lebih dekat hingga hampir bersentuhan langsung dengan sisi bangsal sempit itu, lalu membiarkan dirinya memandang lebih leluasa paras manis yang mana kelopak indahnya tengah mengatup rapat. Butuh waktu cukup lama baginya agar mampu menggerakkan tangannya hingga mampu meraih tangan halus yang berukuran lebih kecil darinya itu, mencoba untuk merengkuhnya—menggenggamnya penuh hati-hati. Seolah dirinya tengah menggenggam pasir.

Are you going to keep on like this?

Suara beratnya mengalun. Ada perbedaan intonasi yang kentara sejak dirinya berhasil sendiri di sini. Bahkan sorot matanya yang dingin seolah luntur dan berganti dengan kesenduan.

Dia bukanlah pria yang mudah menunjukkan ekspresi dengan baik. Sejak menjalani profesi yang hingga sekarang masih dipegangnya, Kim Ki Bum hampir tidak pernah menunjukkan apa yang sedang ia rasakan. Profesi di mana ia dituntut bagai pantang dalam segala ancaman, hingga dirinya mampu mengontrol mimik wajahnya untuk tetap tidak beriak. Yang secara langsung membentuk pribadinya menjadi keras—atau lebih tepatnya, datar.

Hingga akhirnya, ia menemukannya. Sesuatu yang dia anggap sebagai hal yang berharga dalam hidup. Jika selama ini dia dikuasai oleh persona berdarah dingin, bisa dikatakan bahwa dia—adalah pembangkit persona lain yang selama ini tertidur di dalam dirinya. Persona yang dapat dikatakan mampu meluluhkan hati keras yang telah membeku teramat lama. Persona yang mana memiliki tekad serta tujuan untuk hidup. Dan persona yang mana memiliki keinginann untuk mengasihi.

Tapi… sekarang, pembangkit persona itu mati. Entah sampai kapan.

Dan Ki Bum benar-benar tersiksa. Melihat orang yang sudah membangkitkan dirinya sedang jatuh koma—di hadapannya. Terbaring layaknya putri tidur yang menunggu pangerannya datang untuk membangunkannya kembali. While he doesn’t know, how to wake her princess. Because he even couldn’t touch her in further.

Karena dia tahu, sentuhannya terlalu kasar untuk sang putri. Saking kasarnya, bisa menghancurkan sosok ringkih itu dengan mudahnya.

Lihat, Ki Bum bahkan hampir saja meremas kuat tangan halus tak bertenaga itu, jika saja kendali dirinya terlepas. Pada akhirnya, dia hanya mampu membungkukkan tubuhnya, menempatkan wajah tegasnya yang mengeras di sisi wajah cantik damai itu.

Dan untuk kesekian kalinya, Ki Bum menahan gejolak yang menggelegak hingga meninju kerongkongannya, memejamkan mata, sebelum menyanggupkan diri untuk membuka bibirnya yang sempat terkatup rapat. Mengeluarkan suara beratnya yang semakin rendah dan serak. Melontarkan permohonannya—untuk yang kesekian kali pula.

I’m really sorry. But, please, open your eyes. I beg you…

lg-oz-generation_kibum-8

smtown-hae7605


[1] Epilepsi :: kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Jenis serangan epilepsi yang paling umum terjadi adalah konvulsi/kejang.


LOH? INI APA?!

Entahlah, aku sendiri juga gatau.

Tenang, ini bukan kisukisu. err, yeah, ini memang kisukisu tapi beda lagi. Aku tak tau… mungkin ini efek lagi kangen nonton Yong Pal lagi jadi kepikiran dan jadilah begini. Aku sendiri gatau maksud dan tujuan dari cerita singkat ini apa hahahahah

#ditendang

oke, seperti biasa, terima kasih sudah mau mampir ^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

19 thoughts on “Sleeping Beauty

  1. penasaran siapa gadis yg lg koma hampir 3bln,apa gadis itu akan bgung stlah mendengar suara kim kibum.

  2. Itu gadis yang koma siapa ? Apakah Soo Rin karena Ki Bum gak akan jauh jauh sama Park Soo Rin hihi kenapa Ki Bum gak coba cium siapa tau langsung bangun:D
    Semoga cepet sembuh gadis malang plus beruntung ^^

  3. Aku bingung eon itu soorin kan? Dia kenapa dan adaa apa hahaha ? :v nth kenapa malah ngakak bacanya eon astogeh maafkan daku eon :v

  4. abang Ki bum sedih karena gadisnya gak bangun2 dari komanya…cepatlah bangun Soo rin-ah priamu menunggumu…abang ki bum disini profesinya bukan dokter yah, poros hidupnya lg meredup jadi ikut meredup si abang…mereka memang gak terpisahkan ❤ ❤ ❤
    see you next story Siska ^_*

  5. siapa yg koma..?
    soorinkahh..?
    saehee..?

    ahh molla….

    kangen kisso yg school life
    kim sang bum habis kontrakkah..?
    ahh aku sedang kangen sama pemeran” yg ada d sini,,,,
    and aku lg nunggu little kim hadir hehe

    kisso story yg lainnya jga aku tunggu yaa

    ttp semanget siska_ya

  6. Setelah Hangeng yang dijadikan dokter, sekarang giliran si IKAN!!! 😭😭
    Ini ceritanya si Kibum meranin peran kayak Yong Pal gitu kah?

    *ciee belom bisa muf on dari yong pal wkwkwk*

  7. wahhh penasaran kenapa si gadis bisa koma dan apa yang sudah diperbuat Kim Kibum sampai menyesal seperti itu? hihi ceritanya masih abu-abu dibenakku XD

  8. Apa tuh penyebab soo rin koma?
    Cerita yang ini beda sama kisoo sebelum sebelumnya ya Thor. Tapi semoga aja nanti happy wedding deh hejeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s