Posted in Category Fiction, Chaptered, Fiction, KiSoo FF "Harem Lodge", PG-15, Romance

Harem Lodge [1] – Who Are You?!

Prev :: Prologue

HLcover

[Adaptation] from manga with the same title, Harem Lodge by Fujisawa Shizuki Sensei.

Genre :: Comedy-Romance

Rated :: PG-15

Length :: Mini Chaptered

Kim Ki Bum – Park Soo Rin
Kim Hee Chul | Kim Jong Woon | Lee Sung Jong

H A P P Y   R E A D I N G

.


“Karena aku mengenal ayahmu, maka aku mengenalmu…”


.

©2016 ELVABARI

.

Saranghaneun uri Park Soo Rin

Begitu kau membaca surat ini, mungkin Appa sudah tidak bisa merawatmu apalagi berada di sisimu. Tapi ketahuilah bahwa Appa sangat mencintaimu. Kau adalah hadiah terindah dari Tuhan setelah mendiang ibumu. Dan Appa sangat bersyukur memiliki malaikat kecil yang tiada duanya seperti bidadari Appa, ibumu. Ya, kau masihlah menjadi malaikat kecil kesayangan Appa.

Itulah mengapa Appa amat mengkhawatirkanmu jika saja suatu saat nanti Tuhan memanggil Appa. Sejak ibumu pergi menghadap Tuhan lebih dulu, Appa sudah berjanji pada Tuhan, pada ibumu, juga pada diri Appa sendiri untuk tidak pernah melepasmu dan akan selalu melindungimu. Tapi Appa hampir lupa akan suatu pengandaian yang membuat Appa kesulitan untuk bernapas. Appa tidak bisa membiarkanmu sendirian jika Appa sudah tidak bisa menolak untuk pergi.

Karena itu, selama ini Appa mencari seseorang yang bisa Appa percaya untuk menjagamu, bahkan jika takdir mengizinkan, dia akan menjadi pendamping hidupmu. Dan, ya, Appa sudah menemukannya. Dia adalah orang yang sangat baik dan bersedia menjadi pendampingmu di saat Appa sudah tidak ada. Appa mengenal dirinya dengan sangat baik selama berada di California. Bryan Trevor Kim, atau dikenal dengan Kim Ki Bum.

Jadi, karena Appa sudah menaruh kepercayaan pada Kim Ki Bum, maukah kau juga menaruh kepercayaanmu padanya? Appa berharap kau akan menjawab ‘iya’. Karena jika tidak, Appa akan tersiksa di neraka. Hahahahaha

PS: Sayang, tolong jangan siksa Appa yang sudah mati ini, eo? ㅠㅠ

ur syupeomen

Jung Soo Appa

Soo Rin hampir saja merobek surat itu menjadi dua bagian berkat remasannya di kedua sisi. Surat yang berisi tulisan tangan ayahnya itu semakin lusuh sejak ia baca. Dia menangis, dia terharu, dia merasa kesepian, semua itu karena tulisan sang ayah yang begitu penuh hayat seakan-akan seluruh perasaan sang ayah tertuang di tiap kata yang terangkai di atas kertas tersebut.

Tapi, semua itu berubah sejak ia mendapati kalimat terakhir yang tertera di sana, juga kalimat tambahan berupa postcript itu. Soo Rin hampir saja memusnahkan benda yang seharusnya menjadi kenangan terakhir dari sang ayah.

Appa benar-benar menyebalkan!!” Soo Rin justru meneruskan tangisannya yang sempat tertunda. Perasaannya begitu kacau kali ini, campur aduk. Antara merasa rindu akan sosok ayah kesayangannya, juga merasa kesal karena secara tersurat ayahnya sudah menjodohkan dirinya dengan orang yang bahkan belum dia kenal!

“Jadi, sudah jelas, bukan?”

Dan orang itu sedang berada di hadapannya. Bertopang dagu dengan memasang wajah datarnya yang sudah Soo Rin anggap sebagai ekspresi yang lebih dan paling menyebalkan dibanding tindakan ayahnya ini!

“Kau dan aku akan menikah.” Kim Ki Bum mengutarakannya tanpa beban apapun. Seolah yang diutarakannya baru saja hanyalah basa-basi semata.

“MENIKAH APANYA?! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!!” Soo Rin naik pitam. Entah mengapa sejak pria itu mengumumkan bahwa dirinya adalah calon istri pria itu, Soo Rin tidak bisa menahan luapan emosinya yang mendadak tumpah. Lebih menyebalkannya lagi, pria itu seperti tidak memiliki ekspresi apapun sampai-sampai hanya memandang datar dirinya yang sudah naik darah seperti sekarang ini.

Astaga, bolehkah Soo Rin menarik kembali ucapannya yang sudah mengatakan bahwa pria di hadapannya itu tampan? Wajahnya saja yang tampan, tapi sepertinya tabiatnya benar-benar membuat Soo Rin ingin menendang wajah tampannya itu.

“Jadi, kau mengenal dekat ayahnya Park Soo Rin?” Sung Jong yang sedari tadi memang berada di antara mereka, memandang takjub pria yang belum berubah dari posisinya. “Kau bahkan memiliki relasi bisnis terhadap beliau ternyata? Hebat sekali.”

“Apa ini semacam bisnis menjual dan membeli anak?” Hee Chul yang juga ikut berkumpul di ruang tengah tersebut, ikut membuka suara. Ketahuilah bahwa komentar yang ia berikan justru membuat Sung Jong hampir tertawa, tatkala justru membuat Soo Rin bergidik ngeri.

Ki Bum meraih selembar kertas lainnya. Menunjukkan pada mereka seraya berkata, “Kami sudah membuat perjanjian darah.”

Jong Woon menerima lebih dulu surat itu, membenarkan letak kacamata hitamnya, dan di balik hitamnya kacamata itu, ia mulai membaca isi surat tersebut. Mengangguk-angguk amat serius seolah tengah membaca deklarasi presiden Korea Selatan.

“Kau bisa membacanya?” Sung Jong merasa sangsi akan tingkah Jong Woon. Dia memang sudah terbiasa dengan tabiat aneh Jong Woon tetapi tetap saja, memangnya nyaman membaca dengan mengenakan kacamata hitam?

Dan Jong Woon merespon dengan menunjukkan surat tersebut, ia mengangguk-angguk hingga bibirnya mengerut.

“Perjanjian darah apa maksudmu?!” Soo Rin hendak merebut surat tersebut. Untungnya Jong Woon menarik menjauh surat tersebut hingga Soo Rin tak mampu menjangkaunya.

“Darah.” Jong Woon menunjuk pola berwarna merah di sudut bagian bawah surat itu. Menimbulkan respon yang berlebihan dari Sung Jong dan Hee Chul.

“Waaah, itu benar-benar cap darah!”

“Darah siapa itu?”

“Darahku dan Park Jung Soo.”

YA!! PERJANJIAN MACAM APA ITU?!” Soo Rin naik pitam lagi. Dia bahkan sampai menggebrak meja di hadapan yang sialnya tidak digubris oleh mereka.

Mereka lebih tertarik dengan cap berwarna merah yang katanya merupakan darah milik Kim Ki Bum dan ayah Soo Rin itu!

“Jadi, tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi, bukan?” Ki Bum beralih menatap gadis yang sudah emosi di hadapannya. Dengan ekspresi datarnya yang begitu kental, kembali bertopang dagu, menatap penuh minat gadis itu, ia melanjutkan, “Ayo kita menikah.”

“APA KAU GILA?!”

“Memangnya kenapa?”

“KAU TANYA KENAPA?!” Soo Rin hampir saja ambruk dari duduk tegangnya. “Kita tidak saling mengenal! Bahkan kita baru bertemu lima belas menit yang lalu!”

“Oh, kau menghitungnya?”

“Aku sedang tidak mengajakmu bergurau!!”

“Memang siapa yang sedang bergurau?”

“Ya Tuhan…” Soo Rin mendesah panjang. Dia hampir putus asa. Bagaimana bisa dia dihadapi oleh pria seperti Kim Ki Bum?

Wajahnya saja yang tampan, tetapi pola berpikirnya sangat absurd bahkan cenderung gila!

Menikah? Dengannya? Yang benar saja! Soo Rin bahkan tidak tahu seperti apa latar belakang Kim Ki Bum. Dia hanya tahu bahwa pria itu kenalan mendiang ayahnya. Selebihnya apa? Tidak ada!

Tapi kenapa ayahnya justru menitipkan dirinya—bahkan menjodohkannya dengan orang gila seperti Kim Ki Bum?!

“Tunggu du—”

“TUNGGU DULU!”

Ugh!

Sungguh malang bagi Soo Rin saat ini. Makhluk bernama Kim Hee Chul itu baru saja mendorongnya dengan tubuh kurus namun bertenaga itu hingga dirinya terantuk kaki meja. Well, dia harus menguras dalam-dalam kesabarannya yang semakin menipis saja. Atau mungkin sudah musnah.

Ya, Ki Bum-ah, kau benar-benar akan menikahi gadis ini?” Hee Chul menunjuk gadis yang tengah meringis itu, cara menunjuknya begitu remeh dan menyebalkan di mata Soo Rin.

“Ya. Aku akan menikahinya.”

“Tidak! Tidak boleh! Jika kau menikahinya maka dia akan tinggal di sini!”

“Memang dia akan tinggal di sini.”

ANDWAE!!” Hee Chul menggebrak meja seraya berdiri, “Kau tahu sendiri bahwa ini adalah penginapanku!” mendongak ke atas dengan kedua tangan saling menangkup, ekspresi wajahnya berubah dramatis. “Harem! Aku memberi nama itu karena aku akan menjadikan penginapan ini sebagai istanaku! Di mana hanya aku yang berkuasa dan hanya ada kaum pria di sini!!”

“Dia memang sudah tidak waras.” Sung Jong memutar bola matanya, jengah.

“Harem akan dikenal sebagai istana Kim Hee Chul yang memiliki paras cantik seperti Anna dan banyak pria yang mengaguminya!”

“Sayangnya masih banyak yang mengatakan bahwa akulah yang paling cantik.”

“JANGAN MENGINTERUPSIKU, LEE SUNG JONG!”

Umph—

“AKU TAHU KAU INGIN MENERTAWAKANKU, KIM JONG WOON!”

Jwaeseonghamnida.” Jong Woon membungkuk dalam di tempat duduknya.

Hee Chul bersedekap angkuh. Matanya melirik tajam pada gadis yang kini tengah memandang aneh dirinya. “Lagipula, di sini sudah tidak ada kamar kosong. Mau tidur di mana dia?”

“Tidak masalah.” Ki Bum mengedikkan dagu, menunjuk sebuah tangga tanpa mengalihkan pandangan dari gadis bermarga Park itu. “Kamarku ada di lantai atas. Tidak apa-apa jika sempit, bukan? Asalkan kau bisa tidur bersamaku.”

MWO?!” Soo Rin merasakan jantungnya baru saja meluncur bebas dari tempatnya. Ya Tuhan, lihat bagaimana kelakuan pria bernama Kim Ki Bum itu! Benar-benar gila!!

“AKU LEBIH TIDAK MENGIZINKAN ITU!!!” sedangkan Hee Chul mulai frustasi.

“Sudahlah, dia memang sudah harus tinggal di sini. Jika kau tidak mengizinkan, mungkin Kim Ki Bum yang akan hengkang dari sini.” Sung Jong melakukan pembelaan. Dan itu disetujui oleh Jong Woon. Seperti biasa, pria itu hanya mengangguk-angguk penuh serius.

“Tidaaaaaaaaakk!!” Hee Chul meluruhkan tubuhnya, menjatuhkan sebagian tubuhnya ke atas meja dan menelungkup di sana. “Baiklah, aku akan menyiapkan satu kamar untuknya.”

“Dasar maniak,” gerutu Sung Jong seraya mendengus jengah. Dia sudah memaklumi kelakuan pemilik penginapan yang ditempatinya ini. Saking memakluminya, dia sampai bosan melihatnya.

Entah ada berapa banyak kostum Anna yang dimiliki oleh Kim Hee Chul hingga setiap hari tidak pernah terlihat makhluk itu mengenakan kostum lain yang lebih normal.

“Tunggu dulu! Jangan sembarang bicara! Aku belum memutuskan apapun!” Soo Rin akhirnya buka suara kembali. Ia berdiri dari duduknya, menuding pria yang sedari tadi terus memandangnya tanpa jeda. Tidak tahukah bahwa itu membuat Soo Rin merasa ketar-ketir? “Aku tidak mau menikah dengan cara seperti ini! Apalagi dengan dia!”

“Justru kau yang jangan sembarang bicara! Seharusnya kau beruntung karena ada yang mau menikahimu dan orang itu adalah Kim Ki Bum!”

“Aku masih delapan belas tahun! Aku bahkan belum lulus dari sekolahku!!”

Soo Rin hampir kehabisan kesabaran untuk yang kesekian kali. Astaga, mimpi apa semalam dirinya sampai harus menghadapi cobaan yang begitu aneh seperti ini? Pergi ke tempat yang asing, lalu bertemu dengan orang-orang seperti mereka?!

“Tempat ini seperti dunia lain berisi orang-orang aneh. Pria maniak Anna, pria yang lebih mirip perempuan, mahasiswa teladan yang lebih mirip anggota gangster, belum lagi pria aneh dengan pikiran gilanya. Aku tidak mau tinggal di tempat seperti ini! Tidak mau!!”

“Dunia lain, kau bilang?”

“Orang-orang aneh…”

Eh?”

Soo Rin terpaksa membekap mulutnya. Ya, ampun… baru saja ia mengutarakan isi batinnya secara terang-terangan lagi?! Astaga, bagaimana bisa dirinya dengan penuh berani mengutarakan deretan kalimat penuh kejujuran yang seharusnya hanya dirinya saja yang tahu?!

Kenapa kau selalu saja kelepasan bicara, Park Soo Rin?!

Sekarang, lihat. Mereka sudah menatap dirimu seperti ingin menerkammu hidup-hidup! Hiiiiii!

“M-maafkan aku! Aku sudah merepotkan kalian semua. Aku akan pergi dari sini!!” dan Soo Rin melejit keluar dari penginapan itu. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah lari dari kenyataan, menjauh dari orang-orang aneh itu terutama pria bernama Kim Ki Bum.

Ya! Kau tidak diperbolehkan untuk kabur setelah berani menyinggung perasaanku!!!” Hee Chul menunjuk-tunjuk sosok yang bahkan sudah menghilang berbelok ke luar pagar penginapan.

Sung Jong masih di tempat duduknya. Ia justru memandang aneh pria yang belum juga bereaksi semenjak gadis itu kabur dari sini. “Apa kau hanya diam saja? Kenapa kau tidak mengejarnya, Bodoh?”

Sedangkan yang ditanya, hanya memandang lurus ke depan. Entah apa yang ada di dalam otak aneh Kim Ki Bum. Tapi yang pasti Sung Jong mulai gemas karena pria itu tidak bertindak apapun.

“Apa kau hanya mempermainkannya? Menakutinya dengan surat-surat ini agar dia tidak mau tinggal di sini, huh?” Sung Jong melirik jengah lembar demi lembar surat di atas meja. Tapi jika dipikir-pikir, tidak mungkin juga. Seandainya surat-surat itu sebuah tipuan, untuk apa Kim Ki Bum berniat membuatnya?

“Dia meninggalkan kopernya.” Jong Woon bersuara sekali lagi. Mata di balik kacamata hitamnya itu sepertinya tengah tertuju pada seonggok koper yang tersudut di sisi ruangan.

Barulah Sung Jong menyadari. Matanya mengerjap sekali sebelum melebar perlahan. Dia baru saja ingin berkomentar kembali tatkala sudut matanya tertarik dengan gerak-gerik Ki Bum yang akhirnya bangkit dari duduknya. Dia dibuat gemas kembali karena pria itu justru berkata dengan santainya.

“Sudah waktunya untuk menjemput.”

“Seharusnya dari tadi, Bodoh!!”

****

Gadis itu jatuh terduduk dengan napas tersengal. Dia berhasil melarikan diri. Entah sudah berapa jauh, tapi yang pasti dia merasa sudah berlari sangat jauh.

“Ini… benar-benar menyusahkan…” Soo Rin menggerutu seraya berjuang mengatur napasnya yang pendek-pendek. Dia sudah berada di sebuah taman-entah-apa-namanya, mendudukkan diri di salah satu bangku taman dengan kondisi wajah banjir peluh. “Aah… kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti itu?”

Soo Rin menarik napas dalam, menghembuskannya dengan hentakan keras dan berat. Dia seperti mengalami dehidrasi. Dia ingat bahwa tadi siang adalah terakhir kalinya membasahi tenggorokan sebelum memulai pencarian Bryan Trevor yang ternyata orang tampan berotak gila bernama Kim Ki Bum. Dan sekarang dia tidak membawa bekal air mineral. Saat di penginapan Harem tadi pun ia tidak memiliki kesempatan menyentuh suguhan teh hangat yang disediakan pria cantik bernama Lee Sung Jong itu.

Dia terlalu kalut. Dia tidak bisa berpikir jernih. Dan dia terlanjur mengambil keputusan yang mungkin salah telak.

Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia hanya bermodalkan diri sendiri dan uang tabungan sang ayah. Meninggalkan apartemennya yang sudah ia kembalikan kuncinya ke sang pemilik demi tinggal di tempat si Bryan Trevor itu. Tapi sayangnya dia seperti sudah dijebak oleh ayahnya sendiri begitu berhasil bertemu dengan orang yang diakui sebagai kenalan sang ayah.

Apa dia mengambil kembali saja kunci apartemen lamanya? Dia bisa membayarnya kembali dengan uang tabungan ayahnya, bukan?

“T-tunggu… di mana koperku?!” Soo Rin terhenyak, kalut menyadari dirinya ternyata tidak membawa barang keperluan primernya. Dan ia hampir berteriak frustasi kala mengingat bahwa, “Aku meninggalkannya di penginapan itu!!!”

Soo Rin menangkup wajahnya, sebelum kemudian menjambak rambutnya sendiri. Selain tidak bisa mengontrol bicara juga emosi, Park Soo Rin juga merupakan gadis yang amat ceroboh. Dia bisa melupakan barang bawaannya begitu saja jika sedang terpikirkan sesuatu.

“Ya Tuhan, cobaan apa ini…” lirihnya. Begitu sedih dan juga lelah. Ia mengambil ponselnya dari dalam tas sekolah yang memang masih menggantung di sebelah bahunya. Begitu layar sentuhnya menyala, tertera sosok yang begitu ia sayangi menjadi penyapa tiap kali dirinya menyalakan benda sekundernya.

Dia merindukannya, merindukan kehadiran sang ayah yang selalu penuh hangat. Tetapi kenapa untuk kali ini dia juga merasa kesal dengan sosok yang bahkan mustahil untuk dia temui lagi?

Appa benar-benar menyebalkan!” Soo Rin menyemburkan amarahnya pada layar ponselnya yang menyala. “Sudah meninggalkanku tanpa izin, meninggalkanku sendirian di dunia ini, sekarang Appa justru merepotkanku! Lebih baik aku benar-benar hidup sendiri di dunia ini!!”

Buliran bening itu menyeruak juga. Meluncur dengan bebasnya, membasahi kedua pipinya yang sudah basah karena peluh, menyatu hingga membentuk anak sungai asin. Soo Rin memejamkan mata, tangan yang memegang ponsel pintarnya tampak mengerat hingga secara tidak sengaja menutup layar sentuh tersebut.

Padahal Soo Rin tidak ingin menangis. Padahal Soo Rin sudah berjanji untuk tidak menangis setelah kepergian sang ayah. Padahal Soo Rin sudah bertekad untuk menjadi gadis yang tegar yang bisa menghadapi dunia ketika dirinya seorang diri. Tetapi…

Karena semua ini, segala tekad yang sudah ia bangun susah payah kini runtuh begitu saja. Melebur dengan air matanya yang kini mengalir deras. Bahkan seolah langit tengah mendukung keterpurukannya, awan gelap di atas sana menumpahkan air matanya juga. Dari rintik-rintik, berangsur deras dan kini menyiram gadis itu.

Aah, Soo Rin bahkan tidak menyadari bahwa waktu sudah teramat sore. Pantas saja matahari cepat bersembunyi mengingat ini masih musim dingin. Salju mulai mencair, namun udara masih amatlah dingin berkat hujan yang kerap kali turun di waktu sore seperti ini.

Bahkan, seolah alam sedang bekerja sama mendukung kepedihannya, Soo Rin harus memeluk dirinya sendiri, merasakan dingin yang sangat menusuk hingga ke tulang rusuknya. Sudah tidak berguna lagi pakaian hangat di tubuhnya. Musim dingin kali ini seolah ingin membekukan tubuh juga perasaannya yang tengah dirundung kesedihan akibat rasa kehilangan.

Rasanya Soo Rin tidak sanggup untuk menjalani kehidupan ini seorang diri. Dia membutuhkan ayahnya yang memang terkadang menyebalkan. Dia membutuhkan kasih sayang ibunya yang belum pernah ia rasakan sejak dirinya lahir di dunia. Dia membutuhkan seseorang yang sudah ia percaya.

Appa…” Soo Rin terisak sekali. Mata yang basah karena air mata juga hujan tampak memerah. “Appa… hiks… aku merindukanmu… aku membutuhkan Appa… tidak bisakah Appa kembali sekali lagi?”

Soo Rin menangis deras, di tengah derasnya hujan yang memayunginya, memayungi tempat mengadunya ini, memayungi kota tempat dibesarkannya ini. Dan Soo Rin hanya mampu meraung, menyebut kata Appa berulang kali yang justru semakin menyesakkan dadanya.

Dia membutuhkan pelampiasan. Dia butuh tempat bersandar. Dia butuh penopang untuk membantunya tetap berdiri. Tapi, dia merasa sendiri. Dia merasa tidak ada seorang pun yang akan mengabulkan apa yang sangat ia butuhkan saat ini.

Bukankah dia memang hanya seorang diri? Bukankah dia memang sudah sendiri? Bukankah dia kini sebatang kara?

Lalu apa lagi yang dia harapkan dari kenyataan ini?

Apa yang bisa dia harapkan dari kesendiriannya kini?

“Kau ingin jatuh sakit?”

Soo Rin menghentikan tangisannya. Tertegun untuk beberapa saat di kala ia masih terisak akibat dari sisa tangisannya. Perlahan ia mendongakkan kepala, menemukan sosok yang—entah apakah dia mengharapkannya atau tidak—sudah berdiri di dekatnya, menunduk menatap dirinya dengan ekspresi wajah yang sulit untuk diartikan. Langsung saja Soo Rin menunduk kembali, mengusap matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya, meski sebenarnya tidak ada bedanya karena ia sudah basah secara keseluruhan berkat guyuran hujan.

“Air hujan akan membuat suhu tubuhmu dingin. Tubuhmu akan mengeluarkan energi dalam skala besar demi menghilangkan suhu dingin itu. Ditambah ini masih musim dingin, sistem imunmu yang mudah melemah di musim ini akan menjadi faktor tambahan bahwa dirimu bisa terserang flu.”

Soo Rin mendengus cepat mendengar pria itu menjelaskan semacam teori yang sebenarnya tidak ia butuhkan sama sekali. Hanya saja, dia sedikit terhenyak mendengar bahwa pria itu mengetahui kondisi tubuhnya yang memang seperti yang baru saja dijelaskan. Tidak, pria itu pasti hanya asal bicara. Otaknya pasti berpikir bahwa perempuan merupakan makhluk lemah yang akan langsung jatuh sakit hanya karena kehujanan. Pasti begitu!

“Tahu apa kau soal diriku?” Soo Rin memberanikan diri untuk mendongak kembali, melemparkan tatapan tajam dengan sepasang mata memerahnya. Ia bangkit dari duduknya, mencampakkan barang bawaannya begitu saja. “Kau tidak tahu siapa aku. Jangan hanya karena kau merupakan rekan kerja ayahku, relasi bisnis atau apapun itu, kau bisa seenaknya menasehatiku!”

“Sepuluh menit begitu hujan turun merupakan fase di mana konsentrasi asam pada hujan mulai bereaksi pada senyawa di bumi. Jika kau memaksakan diri untuk bermain hujan-hujanan, hanya akan menyiksa dirimu sendiri karena kau justru bermain dengan debu yang sedang mengalami pemusnahan oleh air hujan.”

“Aku tidak butuh penjelasanmu dan aku tidak membutuhkan perhatian darimu!!!”

Soo Rin memekik untuk kesekian kalinya hanya karena menghadapi pria itu. Pita suaranya serasa ingin putus karena terus saja berteriak sejak bertemu dengan pria itu. Napasnya yang belum beraturan kembali tersengal. Dan ia memilih untuk menjauhi pria itu. Berlari tanpa memedulikan barang bawaannya. Yang dia pikirkan hanyalah satu, pergi dari hadapan pria itu.

Kenapa Soo Rin harus bertemu dengan pria semacam itu? Kenapa Soo Rin harus dipertemukan dengan pria semacam itu oleh ayahnya? Kenapa ayahnya menitipkan dirinya kepada pria itu? Soo Rin bahkan tidak mengenal pria gila bernama Kim Ki Bum itu!

Kenapa Soo Rin harus ditinggal sendirian oleh ayahnya di dunia ini?!

Soo Rin ingin bertemu dengan sang ayah. Soo Rin ingin ikut dengan sang ayah. Soo Rin ingin menyusul ayahnya di alam sana!!

TIIIIIIIIINN

Tidak mampu mengelak, Soo Rin hanya mampu terperanjat, menyadari dirinya sudah berada di tengah jalan, berhadapan dengan sinar menyilaukan berasal dari sebuah mobil berbadan besar melaju menuju ke arahnya. Tubuhnya mendadak kaku, bersamaan dengan telinganya berdengung akibat teriakan klakson juga decitan ban yang bergesekan teramat kasar dengan aspal jalan.

Hanya beberapa senti lagi tubuhnya terpental oleh serudukan mobil tersebut jika saja tangan besar itu tidak langsung menarik lengannya, menghentak tubuhnya mundur, menariknya hingga berputar lalu jatuh begitu saja ke dalam lingkaran lengan-lengan itu.

Soo Rin antara sadar dan tidak sadar. Matanya melebar dan tampak hilang fokus, tubuhnya serasa kebas, ia bahkan tidak bisa menggerakkan kedua tangannya yang menjuntai lemas di kedua sisi tubuhnya. Hanya merasakan bagaimana napasnya tersendat untuk beberapa saat ketika menyadari ada deru napas lain di sisi telinganya, begitu cepat seirama dengan tubuh yang mendekapnya ini terasa naik-turun. Tersengal cepat yang segera memancing Soo Rin untuk menghempasnya lalu ikut tersengal tertahan.

“APA KAU GILA?! JIKA MAU MATI JANGAN DI SINI!!”

Ki Bum—pria yang baru saja menangkap gadis di pelukannya kini hanya menatap orang yang baru saja mengumpat dari balik kaca mobil yang sedikit terbuka. Merasa sedang diintimidasi, orang itu langsung menutup kaca mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan mereka.

Barulah Soo Rin berhasil mengumpulkan akal sehatnya. Tangan-tangannya kembali berfungsi sebagaimana mestinya, mendorong tubuh kekar yang baru saja memberikan kehangatan yang hampir saja membuainya, melepaskan diri dari perasaan aneh yang tiba-tiba menyelingkup benaknya, dan berganti menatap tajam sekaligus tidak mengerti pada pria itu.

“K-Kenapa… kenapa kau melakukannya?” ada jeda di kala Soo Rin memilih untuk hanya membuka mulut, karena saking tidak mengerti akan tindakan pria di hadapannya. “Kenapa kau menarikku? Kenapa kau tidak membiarkanku saja? Kenapa kau justru menolongku?”

“Aku tidak menolongmu. Tapi aku ingin melindungimu.”

Mulut Soo Rin terkatup. Ia menyeret kakinya mundur. Namun entah karena ia kehilangan tenaga sejak insiden dirinya hampir tertabrak mobil, hampir saja tubuhnya ambruk jika Ki Bum tidak menahan kedua lengannya. Sayangnya Soo Rin tidak bisa mengelak lagi. Dia… benar-benar membutuhkan ini.

“Kenapa? Aku bahkan baru bertemu denganmu. Aku bahkan baru mengenalmu…” Soo Rin menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang terasa hangat karena ia menangis kembali. “Bahkan kita baru bertemu hari ini… tapi kenapa…” Soo Rin tidak mampu melanjutkannya.

Dia sedang berada di ambang kebimbangan. Dan Kim Ki Bum mengetahui hal itu.

“Aku mengenal ayahmu sejak dulu. Beliau sempat menyandang sebagai dokter pribadi keluargaku di California. Dan beliau merupakan satu-satunya orang yang peduli padaku, merawatku dan menjagaku, bahkan menganggapku seperti anak kandungnya. Di saat tidak ada seorang pun yang menyayangiku, ayahmu lah yang mengambil posisi itu.”

Ki Bum dapat melihat gadis di hadapannya termenung di tengah-tengah isakannya yang mulai mereda. Mengambil kesempatan itu, tangan-tangan besar Ki Bum merangkak naik, meraih lalu menangkup wajah yang tampak kacau akibat hujan juga tangis, mengangkatnya lembut hingga tidak ada penolakan dari sang empu.

Dan Soo Rin harus menahan napas untuk beberapa saat, begitu matanya bertemu langsung dengan manik hitam yang kini tengah menguarkan keteduhan yang menyetrum benaknya hingga merasakan desiran aneh yang belum bisa ia telaah artinya.

“Karena aku mengenal ayahmu, maka aku juga mengenalmu. Kau adalah harta paling berharga yang dimiliki oleh ayahmu. Karena itu, aku ingin menjaga apa yang sudah dijaga oleh beliau. Melindunginya lebih dari yang beliau pernah lakukan.” Ki Bum mendekat, menghapus jarak yang sempat ada hingga kini ujung alas kaki mereka bersentuhan. Dan Ki Bum tidak pernah mengalihkan tatapannya dari wajah yang tengah menguarkan raut terperangahnya. Tidak setelah dia berhasil mengunci iris kecoklatan itu. “Aku tidak akan memaksamu untuk menikah secepatnya. Aku tahu bahwa kau masih harus menyelesaikan sekolahmu. Dan, ya, kau butuh waktu untuk mengenalku. Aku akan menunggu hingga kau berusia dua puluh tahun. Jika sampai nanti kau tetap tidak bisa, kita bisa batalkan perjanjian ini.

“Dan sampai waktu itu tiba, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri. Aku akan berada di dekatmu, apapun yang terjadi. Aku akan melindungimu dan kau tidak bisa menolaknya.

Soo Rin merasakannya. Bagaimana jantungnya berdebar kencang berkat segala tutur kata yang keluar dari mulut Kim Ki Bum. Bagaimana dadanya berdesir-desir, merambat hingga ke kakinya dan hampir membuatnya kembali lemas. Dia tahu bahwa itu merupakan sebuah keputusan telak yang tidak bisa ia ganggu gugat. Tapi, kenapa dia memang tidak bisa menolaknya?

Apakah Soo Rin baru menyadari bahwa memang tidak ada yang bisa dia percaya selain Kim Ki Bum? Apakah Soo Rin baru menyadari bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan selain bergantung kepada Kim Ki Bum? Apakah Soo Rin memang mulai memberikan kepercayaannya kepada Kim Ki Bum? Sebagaimana dengan ayahnya yang sudah memberikan kepercayaan penuh kepada Kim Ki Bum?

“Ya…”

Hanya itu yang bisa Soo Rin keluarkan dari mulutnya. Dan Soo Rin tidak bisa menolak kala pria itu kembali merengkuhnya ke dalam dekapan yang entah sejak kapan menjadi tempat yang begitu nyaman bagi Soo Rin. Mungkin karena Soo Rin memang sedang membutuhkan rangkulan untuk dirinya bisa menghadapi kenyataan pahit ini. Bukankah dia memang membutuhkan seseorang agar dirinya bisa terus menjalani kehidupannya yang sudah seorang diri?

Tapi yang masih belum bisa dia mengerti…

Kenapa jantungnya berubah berdebar-debar tidak terkontrol seperti ini? Merasakan bagaimana lengan-lengan itu begitu tepat melindunginya di dalam rengkuhan, merengkuh belakang kepalanya dengan tangan besarnya yang begitu pas, mengusap juga menepuknya secara teratur, ditambah… bagaimana ia merasakan material lembut itu menempel di bagian atas kepalanya, juga napas yang menderu di sana…

Kenapa dia merasakan tubuhnya bergetar pelan menyadari hal itu? Bahkan ia merasakan sensasi hangat menjalar ke seluruh tubuhnya. Padahal, bukankah mereka sedang berada di tengah-tengah siraman hujan yang turun begitu derasnya? Soo Rin bahkan masih ingat dirinya selalu menggigil sedari tadi, tetapi, dia tidak merasakannya lagi. Soo Rin justru seperti tengah berada di dalam selimut yang begitu nyaman dan… hangat…

Kenapa pelukan Kim Ki Bum bisa memberikan efek sejauh ini?

Dia bahkan tidak menyadari bahwa tangan-tangannya bergerak secara naluriah membalas pelukan Kim Ki Bum. Melingkari pinggang pria itu, meremas pakaiannya di sana, dan perlakuannya direspon dengan baik oleh Ki Bum.

Pria itu semakin merapatkan diri padanya. Bergerak seolah ingin menenggelamkan tubuh kecilnya ke tubuh kekarnya yang begitu lebar. Merengkuh dirinya semakin rapat hingga ia merasakan sensasi yang semakin mendebarkan.

11

“Jung Ahjusshi, siapa ini?”

“Aah, itu putriku. Park Soo Rin namanya. Bagaimana menurutmu? Dia cantik, bukan?”

“Park Soo Rin…”

“Ya. Dia adalah malaikat kecilku yang berharga. Kau ingin bertemu dengannya?”

“Ya… aku ingin bertemu dengannya. Karena dia adalah malaikat kecil yang berharga.”

Masih diingat oleh Ki Bum, sepotong memori di mana dirinya melihat sosok yang berhasil membuat dirinya tergerak untuk melakukan sesuatu. Di usianya yang masih tergolong belia, untuk kali pertama dirinya merasakan seperti apa ingin bertemu dengan seseorang—hanya dengan menemukan selembar jepretan yang tidak sengaja ia temukan kala itu, yang ternyata merupakan milik dari orang yang sudah ia anggap sebagai panutan hidupnya.

Park Soo Rin. Putri dari Park Jung Soo.

Kini sudah berhasil ia temukan sekaligus ia dapatkan.

Dan mulai dari saat ini, ia akan memulai perjanjian tersebut. Menjadikan dirinya seperti panutannya yang selalu menganggap gadis ini sebagai malaikat kecil yang berharga.

Karena… Kim Ki Bum sudah…

Ya, sampai kapan kalian akan menjadi orang bodoh di sana?!”

Merasa terpanggil, keduanya akhirnya melepas diri dari saling berpelukan. Soo Rin harus salah tingkah begitu melihat di sana sudah berdiri tiga makhluk absurd dari penginapan pria ini. Dan pria berkostum Anna itu adalah orang yang baru saja menegurnya.

Kim Hee Chul melangkah turun ke jalan raya, dengan sebelah tangan memegang payung yang melindunginya dari guyuran hujan, lalu tangan yang lain menjinjing bagian rok kostumnya agar tidak basah, melangkah mendekati dua orang yang sudah basah kuyup itu.

“Aku tidak mau bertanggung jawab jika kalian masuk angin nantinya. Ini!” tidak disangka bahwa Hee Chul akan memberikan payungnya untuk mereka. “Begitu sampai di penginapanku, cepatlah ganti pakaian kalian. Jangan sampai kalian merepotkanku!” lalu dengan wajah acuh tak acuhnya, Hee Chul berbalik badan lalu berlari masuk ke bawah payung Sung Jong. “Ayo pulang!”

Sung Jong terkekeh pelan melihat kejadian baru saja, matanya beralih pada gadis yang tampak kebingungan di sebelah Kim Ki Bum. “Yah, meskipun dia maniak Anna, dia tetaplah pria baik hati yang tidak bisa melihat seorang gadis kehujanan. Jadi, jangan lagi berpikiran negatif padanya, Park Soo Rin.”

“Aku masih bisa mendengarmu, Lee Sung Jong!”

Sung Jong tertawa beberapa saat sebelum kemudian mengerling nakal pada pria di sebelahnya kini. Dia hampir saja mendapat jitakan maut dari tangan besar Kim Hee Chul jika saja tidak segera berkilah, “Mau bersamaku atau Kim Jong Woon?”

Aisshi!

“Ini.”

Soo Rin tertegun melihat Jong Woon menyerahkan tasnya yang sempat tertinggal di bangku taman. Dengan penuh kikuk namun juga merasa lega karena sudah diingatkan, Soo Rin menerimanya dengan senyum ramah. “Terima kasih banyak, Kim Jong Woon-sshi.

Jong Woon menggeleng sekali. Ia mangangkat telunjuk kanannya, seperti memberi isyarat bahwa ia ingin melakukan sesuatu. Tapi Soo Rin melihat pria itu justru mematung setelahnya. Benar-benar berubah seperti patung.

“Dia memang seperti itu setiap ingin berbicara.” Ki Bum memecah keheningan sesaat mereka, memutar bola mata secara acuh yang seketika memberikan efek amat berarti bagi Jong Woon.

Pria berkacamata hitam itu langsung lemas di tempatnya, menunduk seperti tengah menyembunyikan rasa malunya.

“Dasar kutu buku,” dan Hee Chul menonjok keras Jong Woon melalui ejekan.

G-gangster kutu buku…”

Lalu semua mata tertuju pada Soo Rin yang langsung membekap mulutnya. Well, baru saja gadis itu kembali kelepasan bicara. Dan Soo Rin merasa bahwa yang dikatainya barusan kini tengah menatap tajam dirinya dari balik kacamata hitam itu.

“Kau memang gadis yang sangat terang-terangan,” ujar Hee Chul dengan raut datarnya. Direspon oleh Sung Jong dengan menggeleng-geleng heran.

Sedangkan Jong Woon segera berbalik. Ia tidak bersuara lagi yang Soo Rin anggap sebagai bentuk ketersinggungannya.

“Dia baik-baik saja. Karena sudah terbiasa dengan julukan itu, dia bisa memaklumimu.”

Soo Rin menoleh, mendapati Ki Bum sempat menerawang ke depan sebelum akhirnya beralih menunduk menatap dirinya. Kemudian menelan saliva kepayahan begitu melihat bagaimana bibir yang tampak penuh itu tertarik ke atas, membentuk ulasan samar yang masih bisa dia tangkap mengingat jarak yang begitu dekat.

Ya, Soo Rin tidak salah melihat bahwa Kim Ki Bum sedang tersenyum padanya saat ini.

“Ayo kita pulang, Park Soo Rin.”

Entah mengapa, ajakan sederhana itu justru membuat jantungnya yang sempat mereda kembali berulah di dalam sana. Soo Rin tidak bisa menampik bahwa benaknya kembali berdesir-desir mendapati perlakuan Kim Ki Bum yang padahal hanyalah sebuah ajakan tak berarti.

Jadi, sebenarnya apa yang sedang Soo Rin alami saat ini?

Siapa sebenarnya Kim Ki Bum? Pria yang sudah membuat Park Soo Rin merasa tidak karuan—padahal mereka baru saja bertemu di hari ini, bukan?

****

Pagi menjelang. Di hari ini sepertinya matahari tidak akan bersinar mengingat semalaman terus saja turun hujan dan semakin deras kala malam semakin larut. Itulah mengapa Soo Rin yang sedang meringkuk di balik selimut semakin meringkuk mencari kehangatan. Saking tidak nyamannya, ia akhirnya mengganti posisi dengan berbalik ke sisi lain hingga menemukan sesuatu yang sepertinya pantas untuk dijadikan guling.

Memeluknya dengan nyaman, menyerukkan kepala di sana, lalu ia merasakan adanya sesuatu yang melingkar di balik punggungnya, seperti tengah membalas perlakuannya dengan menarik tubuhnya untuk semakin merapat dengan apa yang dipeluknya. Memberikan rasa hangat yang begitu nyaman sampai-sampai Soo Rin hampir kembali tenggelam ke alam bawah sadar jika saja otak macetnya tidak segera bereaksi.

Tunggu dulu.

Bukankah Soo Rin tidak memiliki guling di tempat tidurnya? Ditambah, Soo Rin ‘kan sudah tidak berada di apartemennya di mana ia bisa meminta tidur bersama ayahnya dan memeluk sang ayah seperti yang dia lakukan sekarang. Lalu…

Kenapa dia memeluk—seseorang?

Membuka mata dengan cepat, Soo Rin terhenyak karena apa yang pertama kali dilihatnya di pagi hari ini adalah… sesuatu yang bidang dengan dibalut kaus berwarna hitam hampir menempel di hidung bangirnya. Sontak saja jantungnya mulai berolahraga pagi begitu otaknya berubah kalut karena memikirkan sesuatu yang secara reflek menggerakkan syaraf motoriknya untuk mengangkat kepala.

Dan menemukan wajah tegas itu sedang terlelap begitu damainya, di atas bantal yang sama dengan dirinya, di balik selimut yang sama dengan dirinya, memeluk dirinya begitu saja yang langsung membuat jantung Soo Rin serasa terjun bebas dari tempatnya sebelum berdentum teramat keras di pagi hari!

Kenapa Kim Ki Bum bisa ada di atas tempat tidurnya?!

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!

playful-kiss0

To Be Continued?

 

Nahloh XD

tumben ya aku update cepet…..iya soalnya aku lagi semangat sama yang ini jadi semangat juga nulisnya, apalagi dipacu sama komentar readers kemarin hihihihi terima kasih yaa~ >/\<

well, tapi tetap seperti biasa, tulisan absurd ini masih seperti sebelumnya, sama-sama absurd jadi maafkan saja jika seandainya aku justru menistakan manga-nya.__. but srsly aku ga bermaksud seperti itu kok T^T hwhw

Aku tau ini comedy-nya ngga berasa sebagaimana dengan yg di manga di mana aku sampe terpingkal-pingkal bacanya….aku masih belajar untuk genre yg satu ini……..sama yg satunya lagi juga sih bahahahah

yaudah, semoga kita bisa bertemu di tulisan berikutnya aja ya~ ^-^

Terima kasih sudah bersedia mampir~ ><

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

27 thoughts on “Harem Lodge [1] – Who Are You?!

  1. Baiklah sulit sekali membayangkan sosok kim heechul disana…
    imajinasiku harus bekerja keras disini…
    cash nya begitu ajaib semua…

  2. Eh Chullie! Lo bilang ini penginapan laki-laki tapi lo dan dan ala Anna -_- yeu aneh-aneh aja maneh teh..

    Aku lagi ngebayangin Si Bapaknya Ddangkoma pake kacamata item kayak di MV Devil wkwkwk sebenernya dia tuh gak cocok jadi gangster. Dia tuh lebih cocok dengan karakter kayak pria jahat atau psikopat(?) Wkwkwkwk sayang Jong Woon! Ultahnya bareng aku!😘😘

    Aku inget sama poto-poto di at as. Barusan sebelum baca ini abis nonton encorenya di yutub wkwkwk…

    Btw disini Sung Joon diperankan siapa?

    And to the Ice Prince, sedingin-dinginnya lo setidaknya lo masih punya hati when it comes to the person you love 🙂

  3. ha3x ngakak aq XD
    cast ny bnr2 g jls smua.ha3x
    ya ampun mas heechul,imajinasi q menggila gra2 byangin qm jd anna 😀
    next thor…
    bgus bgt 🙂
    mga cment q g nysar lg.he3x
    smangat 😉

  4. yeheei cerita baru! ntah knpa aku merasa kibum dicerita ini agak lemot 😀 apalg pas soorin td prgibdari penginapan dia nunggu dlu baru nyusul soorin 😀

  5. ARRRGGHHH!!!!
    ikut syok… suka sama soo rin yg lebih hidup karakternya disini…
    uwaaa..gk sbr sama ulah soo rin yg bakal bikin si jenius klepek2..

  6. Ohh ayah Soo rin seorang dokter pribadi d keluarga Kibum yayayaya ngerti dah
    Kibum karakternya agak beda ya walau msih ada ekspresi muka datarnya gk hilang sedikit rada” #jgn mulai

    dan yg pling buat aku hampir terjungkal liat si Heena alias heechul Anna dgn sebelah tangan memegang payung dan sebelah lgi menjijing bagian rok kostumnya ampun itu cwek bgt #dor
    dan seenak dia mengganggu acara berpelukkan Kisoo
    gk heran emang teman” Kibum aneh bin ajaib semua termasuk Kibum
    trus Yesung yg sabar ya karakter mu sungguh cocok tuk mu hihihi…#sebenarnya masih panjang tpi Siska nanti mlah pusing bcanya#melimpir

  7. waaaah seruuu!!!
    Soorin tereak-tereak mulu, nggak cape apa/?

    “Harem akan dikenal sebagai
    istana Kim Hee Chul yang
    memiliki paras cantik seperti
    Anna dan banyak pria yang
    mengaguminya!”
    weehh Hee Chul bener-bener maniak Anna/! ><

  8. Kyaaaaaaa karakter kim ki hum masih sama rupanya #misterius*plak*#
    Kereeee thor ceritanyaa
    Di awal cerita sya senyum2 gara2 karakter heechul sama jong woon ahjussi, di kirain kacamata yang di maksud itu bukan kaca mata hitam eh ternyata. Gak kebayang juga kalo ema heechul make kostum ana sambil hujan2an hahah bener2 absurd
    Tapi ujung2nya dapet juga deg2anya, selalu aja di bikin ngeFLY
    Kisoo* saranghae ♥♥♥

  9. masih ketawa-ketawa pas baca partnya pria-pria aneh kekeke, gk bisa bayangin kalau ada orang-orang kayak gitu di dunia nyata. udah pasti pada lari semua tuh orang-orang kalau ketemu mereka kekeke.

    soo rin terima aja nikah sama kibum nati pas udah lulus sekolah, lagian soo rin sepertinya udah jatuh cinta sama kibum buktinya saat dipeluk kibum hatinya deg-degan. kibum juga udah suka sama soo rin pas dari pertama nemu fotonya soo rin

  10. Para penghuni Harem Lodge semuanya absurd ditambah satu cewek yg suka keceplosan ngomong jd tambah seru kayaknya kkkkkkk…..
    Ki bum tetep ada kesan dingin dan misteriusnya, dan apakah dia agak tulalit knapa telat gitu responnya…
    Seneng nya jd Sok rin dikelilingi sama pria2 tamvann wali sedikit absurd sama tingkah2nya…
    Sok rin dah mulai dag dig dug aja tuh jantung, gak perlu nunggu 2 tahun tuh hati dah kecantol aja sama pesonanya si abang Ki bum yg ganteng…
    Seru and ngakak tingkah laku mereka tentu saja sisi romance jg tetep ada… complete Siska…
    See you next part and next story…fighting😉😉😉

  11. harem penghuninya pd anehh,kecuali kibum x ya..?

    ahhh sorin ada apa dngan pembicaraanmu..?
    knapa suka s x keceplosan ..?

    tingkat kan lgi ya comedy nya,,,
    ju”r aja aku senyum” sendiri baca ini,,hemmm sedih jga pas bagian sorin yg lagi sendiri,,

    penasaran jga,,gimna ya reaksi kibum pas mendengar teriakan sorin..? langsung dudukkah dan tutup telinga atau menatap sorin dngn tajam,karna sudah mengganggu tdr nyamannya atau memeluk sorin dengan erat supaya sorin langsung diam kkkk ahhh gk tau lah kita tunggu saja author nya yg sering memunculkan ide” berliannya

    ok,,,ttp semanget ya pcrnya nobita kkkk
    kmi akan menunggu….

    maaf komennya telat hehe

  12. Yaalloh :-[ , Eon kayaknya niat banget nistain Heechul Oppa 😀 ih jadi geli sendiri kalo bayangin Heechul pake gaun Anna bener-bener merinding kaya ada ulet bulu dibaju hihi, Ki Bum lelaki luar biasa selalu bisa buat aku kagum dan terpesona sama sifat dia jangan-jangan dia udah Jatuh Cinta lagi sama Soo Rin \=d/ , yang tinggal di Harem Lodge pria-pria tamvans tapi aneh semua adoooh:D , biasanya Soo Rin kalo lagi sama Ki Bum bawaannya manis bikin gemes tapi sekarang bikin ketawa dan greget 😀 , Eon semangat nulisnya keren anget FF-nya ^^

  13. apalah guna rumah dipenuhi cowok2 tapi kelakuannya demacam kim heechul kan bikin kesel jugak kwkwkwkwkw

    authornya smangat update akunya juga semangat buat ngikutin hihi
    apakah karakter kim kibum disini bakal selalu mendominasi hidup par soorin trus apakah park soorin bisa jadi cewek cerewet yg bakal cerewetin kim kimbum tiap hari? ><
    im waiting for the next chapter excitedly!! 😁😁😁

  14. Hhhhh kibumie >< ..karakter'a beda ma dulu" sekarang lbh normal (?) lbh bnyk bicara 😀
    soorin jg beda lbh unyu ceplasceplos lg hhhhh

  15. Waksss~ kenapa jong woon jadi absurd yak wkwkwk😄😄
    ” dasar kutu buku” hahah
    “Apa kau bilang?” *sambil memicingkan mata “tidaaak aku tidak bilang apa” ” *lari terbirit-birit” *jong woon ikut ngejar wkakakak abaikan

    Tapi disini ngena banget kak, comedynya dapet lah menurutku. kekekeke semuanya absurd jangan sampe dirimu ikutan absudr juga yak wkwkwk tetep semangat.. yoshh !!! 😆😆

  16. Sebenarnya reaksi yg diberikan soo rin wajar2 aja sih. Yah seperti apa yg di bilang kibum mereka hrs nunggu samppe soo rin umur 20th. Tp aku penasaran sm kibum diliat dr sikapnya pd soo rin sepertinya dia udah kenal lm sm soo rin dan kibum idah jatuh cinta kauanya.
    Bener2 gak bisa bayangin dua cecunguk yg pake pakaian aneh itu. Heechul sm jong woon yg satu pake pakaian anna dan yg satu pake pakaian bodyguard kaya gitu trus kmna2. Lucu bin geli rasanya ngebayangin mereka.xixixi

  17. buahahahahahaha .. wajahnya saja yg tampan, tapi pemikirannya begitu gila dan absurd
    (*lalu ditendang sama Kibum)

    Heenim emang udah gak tertolong lagi ke anehannnya dan absurdnya.. pfft penginapan di mana semua penghuninya laki-laki dan dia sebagai penguasa ditambah suka sekali memakai baju Anna di film Frozen
    (*tepok jidat)

    tapi ayahnya Soorin emang parah ya, sampai ada perjanjian darah segala
    (*seketika horror).. ya udahlah Soorin emang nasibmu jadi terima aja ya kkk..
    ah aku jadi gak sabar sama kelanjutannya nih, jadi ditunggu ya^^

  18. huuahhh~ scene pelukan dibawah hujan selalu bikin baper, apalagi kata² nya kibum.. mencerminkan sebagai calon suami idaman sekali >< calon suami idaman saya maksudnya wkwk /curcol/
    kim kibum! kalo nanti akhirnya soorin menolakmu, aku siap menggantikannya untukmu hahaha 😀

  19. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sifatnya soo rin beda banget ya,biasanya lemah lembut ehh skrang mah et dah aura galaknya keluar,tp tu kepolosannya ga prnah ilang ya.
    Author emang pling daebak deh ^_^

  20. Akhirnya bisa mampir, setelah sekian lama *jiahhh 😀
    Rasanya sedih ketika biasku meninggal (Park Jung Soo) *salahfokus >.<

    Makin manis yaa Kibum sama Soorin 😀
    Di cerita yang ini banyak karakter baru yang muncul, misterius jong woon rasanya pas sekali, apalagi ana heechul, hehe….

    Terima kasih dan semangat buat nulisnya Eonni 🙂

  21. kayaknya aku ga haru komen panjang2 😶
    karena aku suuuukkkaaaaa genre cerita macem giniiiiii😂😂😁😁😁😣😣♥♥♥♥
    heheheh, sepengetahuanku, harem itu seseorang yang dikejar2 sama orang lain, istilahnya populer kali ya. eh bukan juga sih, poko nya dia itu punya kharisma buat diidolain sama orang lain. gatau deh wkwk itu pendefinisian ku lewat anime2 yang pernah aku lihat aja sih wkwkwk. tapi gatau lagi kalo di FF ini beda penafsiran 😂😂😂
    btw aku suka Yeye disini :3
    cowo kutu buku tapi muka2 gangster 😘😘 lovelove deh buat FF ini hihihiiii aku sukaaaaa 😆😆😆
    ditunggu chapter selanjutnyaaaaa dan semangat buat siskachii 😍😘😚😗😙😉

  22. Udah baca ceritanya lumayan lama, tapi baru bisa comment sekarang hehehehe
    Udah lah aku mah bingung harus comment gimana lagi, Karena author nim selalu ngepos cerita yang absolutely damn good hahaha
    Apa lagi disini soo run nya nggak malu malu imut kayak di cerita sebwlumnya hehhhehe
    Keep fighting and writing thorrrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s