Posted in Category Fiction, Fiction, Fluff, Teen, Vignette

Sorry…

srry

Genre :: Fluff

Rated :: Teen

Length :: Vignette

||KiSoo||

H A P P Y  R E A D I N G

.


Kim Ki bum akan menghukumnya dengan pukulan…


.

©2016 ELVABARI

.

SOO RIN harus menahan napas dalam waktu yang cukup lama. Netra bermanik kecoklatannya menyorot penuh kekalutan pada sebuah benda di atas meja kerja—sudah dalam keadaan yang mengenaskan.

Laptop yang tengah terbuka dan menyala di atas meja kerja tersebut sudah dilumuri cairan cokelat kekentalan, berkat dirinya yang tidak sengaja bersin hingga guncangan tubuhnya berhasil menyenggol secangkir cappuccino—tanpa ampun.

Niatnya hanya sekadar melihat apa yang tengah pria itu kerjakan bersama laptop kesayangannya itu hingga rela mengurung diri di ruangan ini, berjam-jam lamanya. Mencampakkan dirinya yang hari ini tengah menjalankan waktu liburnya dan—sebenarnya dia sedang tidak dalam keadaan yang baik sebagaimana yang sudah ia lakukan tadi hingga benda yang pasti penting milik pria itu terkena imbasnya sekarang.

Hanya saja…

Sungguh, Soo Rin tidak sengaja menyenggol minuman itu hingga tumpah melumuri laptop Kim Ki Bum!

Dan Soo Rin tidak tahu harus melakukan apa begitu melihat connecting door itu terbuka, menampakkan sosok pria yang sudah ia takuti kini keluar dari kamar, setelah mengambil seberkas-entah-apa-itu, sukses membuat Soo Rin harus menahan napas sekali lagi.

Awalnya Ki Bum hanya mengernyit bingung mendapati gadis itu sudah berdiri di samping meja kerjanya. Namun begitu melihat bagaimana raut wajah itu tampak tegang disertai cara berdirinya yang tidak jauh berbeda, perasaan Ki Bum mendadak tidak enak. Hingga benar saja, mata tajamnya yang begitu cepat melirik situasi langsung terperangah melihat pekerjaannya… sudah celaka.

“Apa yang sudah kau lakukan terhadap laptopku?”

Soo Rin meneguk saliva kepayahan. Suara berat milik Kim Ki Bum terdengar amat mengerikan hingga seketika ia merasa terpojokkan, ditambah sorot tajam itu bagaikan laser menancap tepat di iris kecoklatannya sudah berhasil membuatnya kebas dan ciut.

“I-itu… aku…” suara Soo Rin berdengung. Ia gelagapan dan hampir jatuh lemas karena saking takutnya. Jantungnya sudah berdegup liar karena rasa bersalah yang amat membumbung menggandrungi batinnya.

“Apa kau tahu bahwa kau baru saja merusak pekerjaanku?”

Ya, Soo Rin menyadarinya. Dan ia semakin bersalah begitu pria itu menekan kata merusak yang begitu telak semakin memojokkannya. Tapi… “Aku tidak sengaja…” suara berdengungnya mengalun lagi, semakin lirih.

Ki Bum menghentak napasnya secara kasar, juga membanting berkas yang sempat dipegangnya ke atas meja. Mengejutkan Soo Rin yang sudah menunduk teramat dalam. Dapat dilihat bagaimana bahu kecil gadis itu berjengit akibat dari perbuatannya barusan. “Untuk apa kau datang kemari jika pada akhirnya akan seperti ini, huh?”

Aku ingin menjengukmu. Sayangnya Soo Rin hanya berani menjawabnya di dalam hati. Batinnya terlanjur mencelos mendengar pertanyaan Kim Ki Bum yang seperti memberi tahu dirinya bahwa ia tidak diharapkan untuk datang kemari.

Pada akhirnya, Ki Bum meraih benda yang menjadi permasalahan antara dirinya dengan Soo Rin. Mencabut bagian layar laptopnya itu dengan mudahnya dari bagian keyboard yang sudah banjir kopi yang seharusnya menjadi teman bekerja saat ini. Otomatis benda tersebut berubah fungsi menjadi tab layar sentuh hingga pria itu mulai mengutak-atiknya. Barulah muncul reaksi di mana ia hanya menghela napas panjang sebelum kembali mengintimidasi gadis yang masih betah menunduk itu.

“Tolong, jangan masuk sampai aku keluar dari sini.”

Lagi, Soo Rin mencelos mendengar perintah dari Ki Bum yang mirip dengan pengusiran. Ia sangat mengerti bahwa pria itu kini sedang marah padanya hingga sengaja mengusirnya seperti sekarang ini. Sedangkan Soo Rin harus berjuang untuk tidak menyusutkan hidungnya hingga ia berhasil keluar dari ruangan ini.

Gadis itu tanpa berkata apapun lagi menutup pintu ruang kerja prianya pelan-pelan, melangkah dengan berat hati menuju ruang tengah, mendudukkan diri di salah satu sofa sebelum akhirnya ia menyusutkan hidungnya penuh leluasa. Tidak, dia tidaklah menangis, melainkan nyaris menangis. Karena kondisinya yang sebenarnya sedang tidaklah baik dan ia hampir mempermalukan diri sendiri di depan prianya jika ia tidak sanggup menahannya.

Hatchii!

Sebelah tangannya langsung menggapai-gapai meja di hadapannya, menarik selembar tissue untuk kemudian ia gunakan membersihkan hidungnya yang basah. Tanpa ia sadari bahwa pandangannya berangsur mengabur karena lapisan bening yang tampak berair di bola matanya.

Ugh…  ini tidak bisa dibersihkan dengan tissue saja…” lirihnya serak sebelum kembali beranjak dari sofa. Menuju kamarnya dengan langkah terseok-seok.

Tiga jam setelah kejadian itu, Ki Bum akhirnya keluar dari ruang kerjanya. Wajah tampannya yang tampak kusut begitu lelah setelah menggarap laporannya yang harus kembali ia perbaiki di sana-sini. Akibat dari kejadian tak terduga itu, dia harus kehilangan beberapa hasil editan laporannya yang belum sempat ia simpan sementara. Karena laptop miliknya sempat melakukan shut down dengan sendirinya sebagai bentuk penyelamatan diri agar tidak terjadi kerusakan akibat dari kejadian tadi.

Ia pergi menuju dapur, mengambil segelas air mineral untuk ia tenggak demi membasahi tenggorokannya setelah memilih untuk fokus bekerja tanpa membiarkan mulutnya sekadar disuapi air minum.

Kemudian baru menyadari bahwa apartemennya tampak sepi bagaikan hanya dirinya yang hidup di sini. Mata di balik kacamatanya yang belum ia tanggal mulai berkelana, bersamaan dengan langkahnya yang membawanya kembali ke ruang tengah yang memang sempat ia lewati.

Ke mana Soo Rin?

Firasatnya kini membawa dirinya menuju kamar. Keningnya harus mengernyit mendapati ruangan tersebut sama saja sepinya. Apa gadis itu sedang keluar? Tapi kenapa tidak memberi tahu dirinya?

Aah, benar juga…

Bukankah Ki Bum sedang marah dengan Soo Rin akibat insiden laptopnya itu?

Oh, astaga, dia benar-benar memarahi Soo Rin tadi. Dia bahkan sempat mengusirnya hanya agar dirinya merasa tenang. Dan kini ia harus merasa bersalah akan apa yang sudah ia perbuat terhadap Park Soo Rin tadi. Apalagi mendapati gadis itu sudah tidak ada di mana pun di dalam apartemennya ini.

Ya ampun, jangan katakan bahwa Soo Rin kabur dari sini dan membiarkan dirinya membeku di luar sana. Yeah, musim dingin belumlah berakhir dan Ki Bum sangat tahu bahwa gadisnya itu tidak tahan dengan dingin.

Hatchii!

Baru saja hendak keluar dari sana, berniat untuk pergi keluar mencari keberadaan Soo Rin, Ki Bum mendengar suara di dalam sana. Netra di balik kacamatanya langsung mengarah pada pintu kamar mandi kamar ini. Langsung saja kaki-kaki panjangnya terbuka, membawa dirinya mendekat pada pintu tersebut hingga kini ia dapat mendengar suara-suara yang dapat ia tebak apa itu. Yang langsung saja ia tangkap apa yang tengah terjadi di dalam sana.

Kenapa Ki Bum tidak tahu bahwa Park Soo Rin sedang terkena flu?

.

.

Sedangkan di dalam, Soo Rin harus berkali-kali memeras hidungnya yang sudah memerah demi membuang lendir yang terus mengalir tanpa henti. Entah sudah kali keberapa dirinya masuk ke kamar mandi hanya demi membersihkan hidungnya tiap kali ia bersin. Ditambah kepalanya mulai berdenyut hingga rasanya beban otaknya bertambah dua kali lipat dari biasanya.

Setelah mendekam di dalam kamar mandi cukup lama, Soo Rin akhirnya memilih untuk keluar begitu ia mengeringkan wajahnya yang basah sebagian. Namun tak disangka olehnya, bahwa ia harus mendapati pria itu sudah berdiri di sana serta menyambutnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Sampai-sampai ia hampir terjungkal jika saja sebelah tangannya sudah melepas gagang pintu kamar mandi.

Sejak kapan Kim Ki Bum berada di depan pintu kamar mandi? Baru saja kah? Atau sudah dari tadi? Kenapa Soo Rin tidak tahu bahwa pria itu ternyata sudah keluar dari persembunyiannya bahkan sudah berdiri di hadapannya? Dan, oh, Soo Rin hampir saja menggerutu karena Kim Ki Bum sudah mengejutkannya jika saja otaknya yang terasa berat terpaksa mengingat kembali kejadian tiga jam yang lalu.

Pada akhirnya, Soo Rin memilih untuk menyembunyikan wajah pasinya, menyusutkan hidungnya yang mulai kembali terasa gatal. Soo Rin berharap dirinya tidak bersin saat ini juga. Sampai kemudian ia melihat kaki-kaki panjang itu bergerak maju menyusutkan jarak mendekatinya, hingga merasakan sentuhan halus di keningnya.

Ki Bum memang melangkah mendekat, menggerakkan tangan besarnya untuk menyingkap poni gadis itu lalu bertengger di baliknya. Keningnya tampak berkerut begitu merasakan adanya perbedaan suhu di sana. Meningkat dari suhu normal orang kebanyakan.

“Sudah berapa lama kau seperti ini?” dan Ki Bum tidak bisa menahannya. Ia akhirnya bertanya yang ternyata cukup membuat gadis itu terhenyak sesaat.

Soo Rin menggeleng lesu. Kepalanya tetap tertunduk tidak berani menatap wajah tegas di hadapannya kini. “Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja hidungku tersumbat dan aku harus keluar-masuk kamar mandi…” jawabnya teramat pelan dengan suara seraknya yang berdengung.

Ki Bum menghela napas cepat. Tangan-tangannya mulai bergerak merengkuh wajah tertunduk itu, mengangkatnya hingga ia dapat dengan leluasa melihat bagaimana rupa yang ternyata begitu pucat dengan hidung memerah juga bibir mengering yang sedikit terbuka. Tidak peduli bagaimana sang empunya tampak terkejut akan perbuatannya ini, ia justru harus mencelos menyadari bagaimana kacaunya Park Soo Rin saat ini.

Sejak kapan Soo Rin menjadi seperti ini? Kenapa dia baru melihat dengan jelas bahwa gadisnya ini sedang sakit? Bukankah mereka sempat bertemu di ruang kerjanya tadi? Tapi kenapa dia tidak melihat bagaimana kondisi gadisnya tadi?

“K-Kim Ki Bum, aku harus minum—”

Belum selesai bicara, Soo Rin harus menelan suara seraknya begitu Ki Bum beralih menggamit tangannya, menuntunnya menuju tempat tidur mereka dan menitahnya untuk duduk di sana. Ia harus kebingungan karena pria itu justru keluar dari kamar, meninggalkannya sendirian untuk beberapa saat hingga ia melihat sosoknya kembali muncul dengan kini membawakan sesuatu.

“Kau pasti belum minum ini, bukan?”

Soo Rin mengerjap sekali sebelum menggeleng pelan. Dia baru saja ingin meminum apa yang dibawa oleh Kim Ki Bum begitu melihat pria itu sudah berdiri di hadapannya dan memergokinya baru saja keluar dari kamar mandi.

Ki Bum menatap datar gadisnya sejenak. Ketahuilah bahwa ia tengah menahan diri untuk tidak menunjukkan kekesalannya dalam bentuk decakan yang mungkin akan semakin membuat gadis itu ketakutan. Well, dia tahu pasti dari bagaimana Soo Rin merespon dirinya saat ini. Karena itu ia memilih memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berjongkok tepat di hadapan Soo Rin. 

“Sudah kukatakan padamu untuk meminum vitamin setiap hari. Tapi kau sering melupakannya.”

Soo Rin terdiam. Hanya mengamati pria itu tengah mengambil satu tablet vitamin yang menjadi sumber keteledorannya. Dan Soo Rin hanya mampu menyusutkan hidungnya—lagi.

Ki Bum melihat bagaimana gadis itu berusaha menghindari kontak matanya. Yang justru membuatnya gemas hingga tanpa aba-aba menjejalkan sebutir vitamin itu ke dalam mulut Soo Rin. Bisa dilihat bagaimana gadis itu kembali terkejut akibat ulahnya yang memang sesuka hati.

“Aku sedang berbicara padamu, Park Soo Rin.”

Soo Rin baru saja ingin bersuara kala Ki Bum kembali bertindak sesuka hati, menyodorkan gelas berisi air mineral hangat itu lalu menuntunnya untuk minum. Ugh, tadi Ki Bum menegurnya karena diam saja, tapi sekarang Ki Bum justru menjejalkan minum padanya hingga ia tidak bisa membalas bicara. Sebenarnya apa mau prianya ini, sih?

“Maafkan aku.”

Tepat ketika pria itu meletakkan gelas beserta obatnya ke atas nakas, Soo Rin mendengar suara berat itu mengalunkan kalimat yang cukup membuatnya tertegun. Mata kecoklatannya mengerjap kebingungan.

Tunggu, kenapa Kim Ki Bum yang meminta maaf? Seharusnya ‘kan Soo Rin yang meminta maaf.

“Aku terlalu terbawa emosi sampai-sampai memarahimu—tadi,” ucap Ki Bum melanjutkan. Matanya sudah kembali menemukan fokusnya pada gadis di hadapannya. “Dan tidak menyadari bahwa kau sudah seperti ini.”

Soo Rin menggeleng cepat. Sampai-sampai ia merasakan pening semakin mendera kepalanya yang harus ia tahan. “Salahku… i-itu salahku…” bagaikan meracau tidak jelas, Soo Rin kemudian menyusutkan kembali hidungnya, mengambil napas sebelum melanjutkan, “Aku sudah merusak pekerjaanmu. Aku… aku pantas mendapatkan amarahmu. A-atau, jika itu belum cukup, kau boleh memukulku!”

Pria itu mendengus tidak percaya. Apa gadisnya sedang bergurau? Memukul? Yang benar saja? Mana ada istilah memukul di dalam kamusnya jika sudah menyangkut soal Park Soo Rin?  Memarahinya saja sudah membuat Ki Bum tidak tenang dan berbalik merasa bersalah. Apalagi jika melakukan tindakan yang bisa menjerumus ke dalam kekerasan itu?

“Kalau begitu, tutup matamu.”

Langsung saja Soo Rin menutup matanya. Menurut begitu saja dengan perasaan yang semakin tidak karuan. Percayalah bahwa ia sudah menerka-terka bahwa Kim Ki bum akan menghukumnya dengan pukulan. Ini akan menjadi fakta terbaru baginya bahwa ia akan pernah dipukul Kim Ki Bum karena sudah membuat kesalahan yang tergolong fatal.

Tapi yang ditunggu-tunggu tidak kunjung terjadi. Justru ia merasakan kembali hangatnya tangan-tangan besar itu di sisi-sisi wajahnya, sebelum merasakan  sentuhan lembut di ujung hidungnya hingga spontan dirinya membuka mata. Melihat bagaimana pria itu baru saja mencium hidungnya lalu melemparkan senyum meneduhkan untuknya. Sudah cukup membuat jantungnya berbalik haluan menjadi berdebar-debar karena gelenyar hangat baru saja menyerang benaknya.

“Aku sudah tidak marah lagi.” Ki Bum mengucapkannya dengan halus. Kedua ibu jarinya membelai pipi yang mulai menunjukkan rona menggemaskannya. “Dan aku pantang melakukan itu padamu, asal kau tahu itu. Jadi, jika kau bersalah, aku akan menghukummu dengan cara lain.”

Soo Rin menelan saliva lamat-lamat. Wajahnya terasa hangat berangsur panas, melihat bagaimana bibir penuh itu menyungging senyum penuh arti saat ini. Ia menyusutkan hidungnya sekali lagi.

“Kim Ki Bum…”

Hm?”

“Menjauhlah dariku.”

Mwo?” Ki Bum hampir tersedak salivanya sendiri setelah mendengar ucapan Soo Rin. Cukup tidak percaya dengan apa yang sudah gadisnya katakan.

“Jangan dekat-dekat denganku. Nanti kau tertular.” Soo Rin mendorong pria itu untuk menjauh. Sebenarnya dia melakukan ini hanya untuk menghindari tatapan ingin menerkam milik prianya itu saat ini. Setelah mendengar ucapan pria itu, mencernanya dengan baik, Soo Rin harus menyelamatkan diri. Dan alasan tidak ingin menularkan penyakitnya merupakan pilihan yang terbaik.

Hanya saja tindakannya tidak membuahkan hasil.

Ki Bum justru mendengus geli, menyungging senyum separuh yang bisa dilihat oleh gadis di hadapannya, dan tangan-tangannya tetap bertahan menangkup wajah gadis itu penuh gemas.

“Aku pria kebal. Tidak akan tertular sekalipun aku menciummu seperti ini,” ia mempraktekkannya. Mengecup ringan candunya yang tampak mengering hingga kini terlihat sedikit basah berkat perlakuannya.

Ugh—Kim Ki Bum!”

Pria itu tertawa geli melihat reaksi yang ditunjukkan Soo Rin. Seperti gadis cilik yang tidak nyaman dengan perlakuan asing hingga bibirnya mengerut amat lucu. Wae? Kau menyukainya?” godanya yang justru ia tambah dengan mempertemukan hidung mereka, menggesek ujung hidung mereka penuh gemas sampai-sampai sang empu terpejam gugup. Merasakan tangan-tangan halus itu berusaha mendorong kedua bahu lebarnya dengan tenaga yang tidak seberapa.

Hingga akhirnya…

“Kubilang menjauh dari—HATCHII!!”

Ki Bum mendapatkan ganjarannya.

U-ups…

tumblr_m5ae6q1vrH1qg1bxbo1_500

FIN

jika ada yang pernah baca coretanku di fb, aku pake coretan itu di sini, tapi aku modif lagi sampai jadinya begitu heheheh

Karena mood-nya belum membaik, aku baru bisa posting cerita lepas ini. Padahal sebelumnya udah janji mau posting U R [3] tapi malah aku ingkari…..maafkan aku T/\T Aku juga tidak yakin bahwa tulisan ini ada feel-nya, aku juga cuma membaca ulang sekali jadi maafkan aku jika tulisan ini tampak kacau…

Aku sedang berusaha membangkitkan mood-ku dengan menulis, dan semoga cerita lepas ini sedikit menghibur….setelah kejadian tulisanku sebelumnya.. ^^

Terima kasih sudah mau mampir~

tumblr_la5u23cepl1qbu1tso1_500

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

32 thoughts on “Sorry…

  1. udah kuduga kibum merasa bersalah sendiri udah marahin soorin, kibum soorin lagi sakit tuh jangan berbuat mesuumm kena batunya sendiri tuh kan…… kekeke ngebayangin gimana wajah kibum kena ingusnya soorin kekeke kasian………. 😀

  2. Ki bum terlalu sibuk dgn laporannya. Bahkan dia gak menyadari soo rin sedang tertkena flu berat.
    Ki bum gak suka kekerasan apa lg kalo itu menyangkut soo rin tambah anti pati dgn yg namanya kekerasan. Dia tahu hukuman yg lebih menyenangkan dan menguntungkan dr pada kekerasan.hehe 😉

  3. Sudah ku duga pasti kim ki bum tg minta maaf sama soo rin 😁
    Ki bum terlalu sibuk sama laporannya sampai gak nyasar kalo soo rin sakit

  4. kim ki bum ini salah mu seharusnya kau memperhatikan soo rin, lihat apa akibatnya

    hahaha ngakak dibagian terakhir, kim bum kasihan sekali dirimu. makanya kalau dia bilang menjauh harusnya kau menjauh hahah

  5. Ups….sorry…maafkan gadismu itu oppa yg tidak sengaja menyerangmu dengan sakit flu nya, salahmu sendiri yg gak bisa dikasih tahu buat ngejauh dulu jd terkena imbasnya deh 😉
    Couple ini ada2 aja ceritanya, dan selalu berakhir dengan menggemaskan…suka sekali kalo Ki bum oppa sudah ngegoda gadisnya ntu…semangat dan sukses selalu buatmu siska, boleh aku panggil siska?
    Moga yg SiDers mulai ngilangin kebiasaannya itu dan mulai menghargai karya2 yg sudah dibuat olehmu dan author2 lainnya 😘😘😘
    See you in the next story 😉😉😉

  6. hahah hatchi #bhakks endingnya lucu banget eon bikin ngakan 😀 awal baca kirain beneran kibum mau pukul soorin eeh tapi kurang yakin juga sih pan kibum sayang banget sama gadisnya a.k.a park soorin hihi 😀

  7. Udah mikir kalo bakalan di pukul ama kibum coba, -_-🙀 alhamdulillah enggak.
    Anyway, selamat ya Bum, atas sifat kediktatoranmu yang menolak menjauh muka lo jadi penuh dengan (probably) ingus dan air bersinnya soorin wks😂😂😂❤

    Shizuka-ssi, Kibum wamil tahun ini kah?

  8. Gak mungkinlah kibum bisa marah beneran ma istrinya…
    itu mah cuma emosi sesaat..
    ujung2nya dia juga yang minta maaf duluan….

  9. Semangat menulis kak 😂

    Ki Bum nih lucu yaahh .. Dia yang marah dia yang minta maaf wkwk .. Soo Rin juga malah jadi sakit duuhh kasian .. Pasti kalo berlanjut ke’over’an Ki Bum kumat wkwk .. Tapi suka kalo Ki Bum kaya gitu hha .. Jd pengen deh kaya Soo Rin hha ..

    Seru ko kak ceritanya .. Gak bikin bosen sama sekali hhe ..
    Semangat terus nulisnya ya kak 😂😂😂

  10. Aku kira ki bum bneran mrah bnget & mau pkul soo rin,tp trnyata mlah dia yg mnta maaf & nyesel udah marahin soo rin.
    Aduhhh. . . . .ki bum sneng bnget sih godain soo rin kaya gtu,soo rin kan lgi flu kasian tau di godain trus,tp te2p aja ya kisoo tuh bkin gmes aja d stiap story’nya mrka,jdi mkin ngefans aja sma kisoo couple. :*:*

    Smangat author mudah2an moodnya kmbali baik ya
    FIGHTING 😉

  11. Kirain kibum msih mrah bnget & mau pkul soo rin,ehh. . .trnya dia mlah minta maaf & nyesel krna udah mrahin soo rin,
    mau dong jdi soo rin di syang bnget sma kibum #mimpi kali ah
    kibum sneng bnget sih godain soo rin sampe mukanya merona gtu kasian tau soo rin kan lgi skit,GWS ya soo rin 🙂

    kisoo bkin iri truuuuus,ada aja momen yg bkin gmes skaligus bkin iri aku:(:(

    semangat author mudah2an moodnya cpet bgus lgi ya 😉
    FIGHTING

  12. kak siska. always ceritanya keren. aku suka dengan cara penullisan kakak. and Youuuu Kim Kibummmmm kenapa gak bisa sih jahat dikit sama Soorin ? 😀 pengen deh punya suami kaya kamu ({})

  13. slalu brakhir dgn kissing XD
    n soorin yg slalu kalah…he3x
    susah lwan pria yg dictator…
    tp kl di dictatorin ma kibum,bwaan ny iklas bgt…ha3x…
    udah deg2an nunggu pa yg mw mreka lakuin eh malah #hachi…
    kibum kna semprotan maut dri soorin..ha3x… ksian XD

    cpt smangat lg ya author 🙂
    dah g sbr nunggu krya2 qm slnjt ny
    fighting 😀

  14. Oh gk akan deh Kibum mukul cwek apa lgi istrinya,dunianya Kibum orang yg d cintainya hingga rela jdi mosternya mesum hahahaha…
    Tu kan mkanya udah d kasih tau jga gk d dengerin enak kan rasanya gimana tu ingusnya
    Soo rin pastinya gurih wkwkwkwk…

  15. hahaha semoga kau benar-benar tidak tertular Flu ya Kim Kibum XDD

    yah sesibuk apapun, kau harus memberi waktu untuk Soorin. sudah tahu dia pelupa dan ceroboh ckckck. Get well soon Park Soorin, saat ini memang banyak yg kena Flu
    *aku juga termasuk XD
    *Hatchii

  16. Kirain kibum marahnya akan lama,,,,,ternyata ujung ujung nya mencium sorin,,,,

    sorin” kibum emang gk bisa lama” klw marah, haha

    klw blh riqwes aku ingin sorin yg marah sama kibum dan ingin tau gimna reaksi kibum hehe

  17. Duhh. Ini husband goals banget si kibummm.
    critanya slalu manis deh. Gemes sm authornya (?)
    Kapan2 bikin crita yg bikin tahan napas/tegang dong..
    saran aja. Kalo g dikabulin jg gapapa. Aku mah apa atuh😂..

  18. Kapan ya baca KiSoo Story sambil kipasan gak cuman nahan nafas sama keringetan :v *otakYadong* , tadi sempet kaget dan mau gantung Ki Bum pas liat Ki Bum marah sama Soo Rin eh tapi nih istri gak bisa ditinggal suami ya nempel terus dan makin mesra aja 😀 , Ki Bum otak mesumnya masih bersarang walaupun istri lagi sakit juga eh tapi mumpung belum punya pengganggu kalo mau mesra-mesraan , mantap tuh kena semprotan dahyat Soo Rin pasti asin gurih lengket gimana gitu :v

  19. Awalnya ku kira ki bum mau mukul soo rin beneran hehehe
    aku ikutan degdegan pas soo rin lagi dimarahin, berasa aku yang di marahin sama ki bum hahahaha
    itu aku bayangin akhirnya masa nyengir nyengir kayak kuda hahahah.
    Nakal si ki bum disuruh jauh jauh juga, malah cium cium haha
    semoga mood mu selalu meningkat setiap harinya ya thor hheheh:>

  20. “kim kibum, menjauhlah dariku” hahaha
    aku ngakak pas dibagian ini wkwkwk, udah konek duluan sama apa yg di maksud kim kibum diatas hahaha… 😀
    dan terkadang menggoda(?) orang sakit itu gk selamanya menyenangkan, dapat ‘HACHII’ juga kan akhirnya 😀 rasain tuh kim kibum 😛 *ditimpuk* wkwkwk

  21. kim ki bum tdk sampai hati akan memukul soorin , dia kan cinta lope lope ❤sama soorin
    ceritanya jjang keren semangat Chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s