Posted in Uncategorized

[CONFESSIONS] Let’s Make A Deals

tumblr_m3g1j6fEJz1qhhd70o2_500

Berhubung blog ini termasuk blog yang terbuka, aku ingin membuat beberapa kesepakatan dengan para pembaca di sini.

Aku mau buka-bukaan, aku mau jujur, tidak mau dipendam-pendam.

Aku memberikan kebebasan pada para pembaca untuk mengubrak-abrik isi blog ini. Membaca segala cerita buatanku, menjadi pembaca yang kasat mata maupun tidak, terserah. Tapi, jika pada masanya aku memproteksi suatu postingan, silahkan cari tahu sendiri. Tenang saja, aku pasti akan memberikan clue supaya bisa membuka sendiri. Niat baikku adalah supaya pembaca tidak perlu repot bertanya-tanya, dan demi menjaga perasaan masing-masing, aku tidak mau emosi hanya karena masalah password.

Semua kembali ke pembaca sendiri, aku tidak memaksa kalian untuk selalu meninggalkan jejak, tapi tolong jangan paksa aku untuk memberikan akses alternatif pada postingan yang kukunci. Alasan aku mengunci bukan semata-mata ingin menghindari silent readers. Menurutku apresiasi atau menghargai suatu karya bukan berarti harus memberikan komentar meski hanya satu kata. Bisa dengan cara lain, yaitu dengan yang aku pilih. Alasan lainnya, biasanya untuk menghindari pembaca yang belum bisa open minded dengan ceritaku.

Hanya saja, untuk cerita With You memang sengaja aku kunci di 2 part terakhir, karena… aku mau melindungi tulisanku yang itu. Entah karena kesalahanku sendiri atau gimana, sejak aku kirim cerita itu ke SJFF jadi banyak yang mampir kemari. Antara merasa senang karena banyak yang berkunjung, juga merasa sedih karena banyak dari mereka yang mengincar akhir dari cerita itu. Dampaknya, kirimanku seperti tidak ada yang membaca. Itulah mengapa aku memberhentikan pengiriman cerita itu ke sana karena aku pikir sudah banyak yang beralih membaca kemari. Jadi apa gunanya aku kirim? Ditambah lagi, mereka lebih banyak membuka part akhir dari cerita itu, aku serasa tidak dihargai. Part akhir dari With You merupakan perjuangan buatku, di mana aku membutuhkan waktu yang begitu lama, berusaha menyelesaikan dalam satu wadah sampai akhirnya menjadi part penutup yang amat panjang, apakah bisa dibayangkan bagaimana keritingnya jari-jariku cuma buat cerita itu? Sedangkan mereka cuma tinggal membaca lalu setelahnya pergi begitu saja. Giliran aku memilih untuk menguncinya, rasanya sama saja, aku masih dirugikan.

Jujur, aku tidak begitu suka dengan alasan pembaca yang karena keasyikan membaca jadi keterusan sampai lupa berkomentar. Atau mungkin alasan lain hanya supaya mendapatkan akses berupa password. Kalo memang niat ya sudah dari awal ada kemauan memberi satu atau dua masukan setidaknya. Toh begitu dapat, alasan itu bagaikan tak berarti, omong kosong belaka kebanyakan. Mungkin jika mereka akhirnya bersedia memberikan masukan di sana atau di tempat lain, aku masih bisa menerima, tapi kebanyakan dari mereka justru kembali menghilang. Dan aku sebenarnya paling tidak suka dengan orang yang baru akan muncul jika ada maunya.

tumblr_m4tmm1HzEa1qg1bxbo1_250

Aku bingung harus bagaimana lagi, sampai menemukan ide untuk menghapus saja ff With You dari sini. Sayangnya aku masih amat menyayangi hasil jejak para pembaca di sana. Kenang-kenangan yang terlalu berkesan di mana aku merasa puas akan hasil tulisanku sampai mendapat apresiasi yang setimpal oleh pembaca akan tulisanku di sana. Suatu penghargaan yang ingin kujaga dengan membiarkannya untuk tetap berada di sini meski sudah tenggelam. Pada akhirnya, aku memilih untuk mengunci tanpa memberi pengumuman atau bahkan memberi clue jika ada yang ingin membuka. Aku sudah terlalu lelah menghadapi pembaca yang sudah aku jelaskan di atas.

Tidak bermaksud untuk membanggakan diri, tapi pada nyatanya ketika aku berada di posisi sebagai pembaca, aku tidak berani yang namanya menagih akses untuk membuka suatu cerita milik author lain yang dikunci. Jika mereka memberikan clue, sebisa mungkin aku mencari hingga menemukannya, tapi jika dengan cara lain, aku memilih mundur, apalagi jika syaratnya harus menyertakan ID atau segala macamnya. Karena aku sadar, aku masih belum menjadi pembaca yang baik. Dan aku belum tentu benar-benar mengikuti. Masih bisa dihitung dengan jari aku memberanikan diri untuk meminta akses, itu pun di saat aku benar-benar yakin sudah mengikuti dan benar-benar meninggalkan jejak. Mungkin cuma ada satu-dua author yang sudah pernah aku minta. Well, itu pun karena mereka sudah kujadikan author favorit.

Jadi kesadarannya saja. Jika sejak awal memilih untuk menjadi pembaca gelap, lebih baik tanggung resikonya saja. Dibanding baru muncul hanya karena ingin mendapatkan kunci lalu kembali menghilang setelah aku beri alternatif. Aku merasa lebih baik dengan tidak mengetahui siapa saja pembaca gelap di sini, karena yang ada aku malah jadi sinis sama kalian. Tahu hantu? Ya. Ibaratkan hantu yang selalu bergentayangan di dimensi gelap. Manusia tidak semua tahu bahwa dia mungkin saja dikelilingi hantu. Tapi jika manusia tahu bahwa ada hantu di sekitarnya, muncul lalu menghilang, terus diperlakukan seperti itu, apa dia tidak akan jengah dan lelah? Dia akan lebih memilih tidak tahu bahwa ada hantu yang terus mengikuti daripada sebaliknya. Seperti itulah gambaran perasaanku.

Maaf jika menurut kalian itu kasar, tapi aku merasa tidak ada ide untuk menggunakan istilah yang lebih tepat lagi.

tumblr_mc14dew0la1r4wa7qo2_500

Mungkin kelihatannya aku tipe karakter yang gampang diajak kompromi, tapi siapa yang tahu kalo aku bisa saja lagi mencak-mencak di dalam hati, kalo bukan aku sendiri dan Tuhan yang tahu? Aku bukan orang yang bakalan jujur dengan mudah hanya demi menjaga perasaan orang yang dimaksud dan imbasnya malah aku sendiri yang geram. Sebenarnya itu tidaklah baik. Aku jadi kayak manis di depan tapi pahit di belakang. Maka dari itu, daripada aku memelihara sifat jelekku itu, saling pengertian adalah opsi yang terbaik.

Sebagaimana dengan hidup, tidak semua orang yang bisa begitu. Aku tahu itu. Aku bukan manusia sempurna yang bisa menghadapi berbagai macam sifat manusia. Aku juga punya kekurangan di mana aku tidak bisa bergaul dengan leluasa apalagi menerima sifat yang mungkin menurutku semena-mena. Aku bukan orang dengan tipe yang mudah terbuka dengan siapa saja. Aku tidak menyapa bukan berarti karena aku sombong. Sungguh, aku bukanlah tipe orang yang berani menyapa lebih dulu. Dan aku berterima kasih dengan mereka yang sudah memilih menjadi temanku dan tetap menjadi temanku meski tidak bisa menjadi teman di sini. Lebih memilih memberi masukan di tempat lain atau sekadar memberi hiburan maupun semangat padaku di tempat lain, aku tidak mempermasalahkan kekurangannya di sini, karena aku merasa sudah dihargai meski bukan di sini. Aku berterima kasih pada mereka yang mau menyapaku lebih dulu dan mengerti bagaimana watak yang aku miliki. Jika aku terlihat sombong mengatakan hal ini, sebenarnya aku tidak berniat seperti itu.

Dan penulis memiliki hak untuk melindungi tulisannya, sebagaimana dengan pembaca yang berhak untuk membaca bagaimana pun caranya. Tapi, meski ini media terbuka, ini sudah termasuk teritoriku di mana aku punya kesempatan untuk memiliki hak dalam membuat peraturan. Aku tidak mau muluk-muluk, aku cuma mau siapa saja yang sudah berada di sini untuk konsisten dengan pilihan awal, terima konsekuensi yang ada. Mungkin ada yang berpikir, jika tulisanku tidaklah bagus maka seharusnya tidak ada peraturan seperti ini tapi, hei, sekali lagi aku hanya ingin melindungi tulisanku yang tidak seberapa ini. Jika merasa keberatan, aku tidak akan marah jika kalian ingin berhenti menjadi pembaca di sini. Aku bersedia menerima konsekuensi tersebut . Adil, bukan?

Banyak orang yang mengatakan bahwa lebih baik memiliki sedikit pembaca namun sungguh-sungguh dalam memperhatikan tulisanku, ketimbang memiliki banyak pembaca tapi tidak semuanya tulus alias cuma pembaca musiman. Meski aku sering iri dengan author yang memiliki ratusan hingga ribuan komentator di luar sana, mungkin memang bukan waktunya karena aku bisa saja besar kepala nantinya.

Juga, banyak orang mengatakan bahwa menulis akan lebih menyenangkan jika tidak dipaksakan alias mengalir begitu saja.

Menanyakan atau meminta kelanjutan sebuah cerita itu wajar, sang penulis akan merasa tergerak karena ternyata ada yang menunggu ceritanya, tapi tidak dengan paksaan. Mungkin aku tidak mengalami, tapi melihat penulis lain yang selalu dituntut pembaca sudah cukup membuatku merasakan seperti apa kesalnya.

Pernah lihat pembaca yang sering berkomentar “next” atau “lanjut” doang? Banyak penulis yang menganggap—ya, termasuk aku—bahwa itu merupakan komentar yang menyebalkan. Karena secara halus sudah menuntut sang penulis. Apalagi ditambah embel-embel “cepetan” atau “lanjut dong” atau bahkan “jangan pake lama” malah ada yang sampai menagih dengan cara “mana sih lanjutannya? Kok lama banget?“, menurutku dia sudah termasuk reader yang nyolot. Aku juga beberapa kali lihat di fp sebelah di mana banyak dari mereka yang menagih untuk posting ff. Menyalahkan adminnya yang dianggap tidak peduli dengan kelangsungan hidup mereka yang sudah haus akan ff, tapi nyatanya begitu dikabulkan, apa? Mereka kabur begitu saja. Bukan secara halus lagi, tapi secara terang-terangan mereka sudah tidak menghargai para relawan yang bersedia mengirim tulisannya ke sana sekaligus tidak menghargai adminnya yang sudah mengorbankan waktunya untuk menyuapi mereka. Ke mana mereka setelah permintaannya dikabulkan? Bukannya memberi masukan malah cuma membaca setelah itu puas sendiri. Apa itu namanya bukan pembaca yang tidak tahu berterima kasih atau bahkan tidak tahu diri? Bagiku itu sudah lebih dari kata nyolot untuk peran yang mereka mainkan. Dan kuharap tidak ada di antara kalian di sini yang memerankan peran tersebut.

tumblr_m5jloszF3R1qg1bxbo1_250

Penulis beda sama pembaca. Mereka butuh waktu untuk menuang imajinasi mereka. Dan waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat. Mereka harus melewati banyak proses, dari mengetik sampai lupa waktu, membaca ulang jika diperlukan, me-review kembali cerita sebelumnya, meneliti tulisannya, belum menghadapi yang namanya jalan buntu sampai akhirnya kena istilah writer block. Semua itu butuh waktu yang tidak cepat, bahkan rela menyita banyak waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan lain hanya untuk menulis. Tanpa diketahui bahwa penulis sudah banyak berkorban demi kepuasan tersendiri sekaligus demi pembacanya juga. Sedangkan pembaca hanya tinggal membaca yang mungkin hanya membutuhkan kurang dari satu jam, dan biasanya tidak semua pembaca yang memikirkan bagaimana perjuangan seorang penulis hingga menghasilkan karya dalam satu wadah itu. Dan sebenarnya memberikan sedikit komentar merupakan hal yang mudah, hanya mengeluarkan kesan-kesan dengan kata-kata sendiri, itu sudah merupakan suatu balasan yang mampu menghibur sang penulis. Tapi sayangnya, belum semua pembaca mengerti akan hal itu. Dulu aku juga begitu, tapi sejak mulai berkecimpung di dunia tulis-menulis, aku mulai menyadari betapa sulitnya menulis, hingga mendapat sebuah masukan dari pembaca merupakan balasan yang setimpal, aku merasa tidak sia-sia menulis. Sejak itu aku mulai belajar menghargai berbagai tulisan yang kutemukan, hingga sekarang pun aku masih belajar untuk menghargai tulisan yang sudah kubaca.

Aku berharap semoga saja pembaca di sini tidak seperti itu, menjadi pembaca egois yang tidak menghargai penulis seperti yang baru saja kujelaskan. Sudah cukup aku mengeluhkan soal password, aku tidak mau mengeluh pada pembaca mengenai masalah yang satu itu. Menghargai tulisan orang banyak caranya, berkomentar adalah salah satunya, tapi aku tidak mau menuntut pembaca di sini untuk melakukan hal tersebut, cukup dengan hal yang di atas, dan mau menerima konsekuensi sebagaimana aku juga akan menerima konsekuensi.

But sorry not sorry jika merasa tersindir karena aku tidak menyebut siapa yang sedang aku bicarakan, aku bahkan tidak ingat siapa yang sudah pernah membuatku mengeluh begitu dan aku memang tidak ingin mengingatnya, tapi kesadaran diri saja. Kita sama-sama belajar untuk saling menghargai dan saling pengertian. Jika ada yang merasa terpojok, aku tidak bermaksud untuk memojokkan, aku justru mencoba untuk menegur. Aku menulis ini agar kita mengingat peran masing-masing. Menegur adalah hal yang bagus untuk mengingatkan sebagai sesama manusia. Aku tidak mau kalian menjadi pembaca yang maunya menang sendiri, baik di sini maupun di tempat lain. Sudah cukup mendapat tulisan semacam ini di sini, jangan sampai kita mendapat tulisan yang sama di tempat lain. Tulisanku ini bahkan belum seberapa dibanding author di luar sana yang sudah menjadikan pembaca gelap sebagai hama yang paling dibenci sampai-sampai mereka memproteksi semua cerita mereka dan hanya memberi akses untuk pembaca setianya saja. Aku tidak mau seperti itu karena itu sama saja membatasi kesempatan yang ada.

Menurutku pembaca gelap tidak amatlah buruk, dengan adanya pembaca gelap sudah menunjukkan bahwa tulisan kita masih dibaca, bukan? Pun karena menghadapi pembaca gelap atau biasa disebut sebagai silent reader tidak akan ada habisnya, tapi jika tetap dibiarkan juga tidaklah bagus, baik bagi si penulis maupun si pembaca itu sendiri. Memang butuh kesadaran masing-masing, butuh waktu sampai akhirnya satu persatu dari mereka mau menampakkan diri, meski tidak semuanya.

tumblr_m5jloszF3R1qg1bxbo2_250

Dan kuharap dengan adanya tulisan ini, kita bisa saling introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Setidaknya dengan mau menerima resiko yang ada. Karena, ya, semua pilihan pasti ada resiko atau konsekuensi.

Jadi, mari kita simpulkan ini. Kesepakatan yang aku tawarkan.

Aku ingin hubungan pembaca dan penulis layaknya simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan. Jika kalian memilih untuk menampakkan diri, aku akan menyambut kalian dengan tangan terbuka. Jika kalian memilih untuk tidak tampak, aku tetap akan menyambut kalian, tapi tolong jangan memaksa aku untuk memberikan akses alternatif jika suatu saat aku mengunci ceritaku. Aku pasti akan memberikan clue di mana kalian bisa mencari tahu sendiri. Hitung-hitung sebagai ajang mengasah otak, dan sebagai bentuk apresiasi kalian akan tulisanku karena kalian juga mau berusaha sebagaimana aku berusaha menulis. Setelah itu terserah kalian yang ingin meninggalkan jejak atau tidak.

Kesepakatan yang mudah, bukan? Bisa dilakukan sesuai dengan peran yang kita jalani. Dan kita masih bisa merubahnya jika kita juga ingin berubah peran.

Jadi, deal ya.. kita mulai dari awal dengan menjadi pribadi yang saling memahami.

Terima kasih atas perhatiannya ^^

tumblr_m4ejhjfeu41r9t2vxo1_500

Regards

ELVABARI

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

14 thoughts on “[CONFESSIONS] Let’s Make A Deals

  1. Aku sebagai readers juga kadang terganggu sama adanya siders karna berdampak sama semua temen” pembaca .. Yang dari awal ngikutin cerita terus tiba” di protek karna author bilang ‘banyak siders’ malahan suka kesel sendiri, kenapa? Karna kita yang pembaca setia sama terus ninggalin jejak dan ngasih motivasi sama author malah jd kehambat gara” siders itu .. Bukan mau so’ tau gemana perasaan author kalo ada banyak siders di blog atau di ceritanya tapi emang jujur GAK ENAK LHO !! kenapa? Karena merasa sangat kurang DIHARGAI.. Bukan dalam hal materi atau ucapan tapi dari banyak hal .. Terutama komentar yang membangun .. Aku sendiri sadar masih banyak kekurangan sebagai readers yang kadang cuma komen standar yang gak ngasih motivasi kritik atau saran .. Tapi mohon dengan sangan buat pada SILENT READERS jangan jadi Silent Readers kenapa ?? Karna sangat amat mengganggu juga buat para pembaca disini ..

    Untuk kalimat simbiosis mutualisme itu aku setuju sama kakak .. Bukan maksud membela diri tapi aku juga sadar kalo aku juga pengen di hargai sebagai pembaca .. Bukan ingin pamer aku pembaca setia tapi karna emang dengan meninggalkan jejak pasti bakal berdampak baik buat pembaca ..
    Maaf kalo komentar aku gak nyambung .. Tapi seenggaknya aku setuju sama keputusan kakak ..

  2. aku juga setuju nih sama author, dulu aku juga pernah jadi pembaca gelap. tapi setelah itu aku pernah coba untuk buat cerita juga tapi gagal karena menurut aku kalo gak ada bakat menulis itu bakalan susah. nah setelah aku mengalami hal itu akupun jadi lebih memberikan komentar ku setelah membaca ff
    aku jadi lebih mengerti dan menghargai para author, walaupun cuman dalam bentuk komentar yang bisa aku berikan

    tetap semangat kak elva, masih di tunggu in kok semua cerita maka :))

  3. Aku boleh curhat sedikit ya disini (berhubung Shizuka-ssi juga lagi membahas hal yang sama).
    This is the ugly truth that happened not just to one person but almost every single authors yang ada di situs WordPress.
    It is sadly also happened to me where I didn’t get any appreciations from my readers whom read my stories (kalaupun ada ya gitu ninggalin jejak ‘next’ ‘lanjut’ atau yang lainnya).

    Every author has their personalities and patience. Me personally bukan tipikal orang yang dapat mengungkapkan unek-unekku seperti Shizuka-ssi ini. I think that silent readers mungkin tidak bisa dihindari. But me personally as (also) a story writer juga butuh masukan berupa kritik/saran dari para pembaca. Penulis bukannya haus atensi pembaca tapi bener katanya Shizuka-ssi kalo nulis cerita itu tidaklah mudah. Beberapa penulis bahkan rela meluangkan waktunya yang tengah sibuk kuliah/urus skripsi/rumah tangga/belajar demi memuaskan pembaca yang membaca ceritanya.

    So the point is, just like what Shizuka-ssi said ‘simbiosis mutualism’s itu dibutuhkan antara para pembaca dan penulis.’ Aku pribadi berpikir bahwa penulis-penulis lepas yang ada di dunia maya ini masih butuh belajar untuk membuat cerita yang baik. Jadi ada baiknya para pembeca berkenan untuk meninggalkan komentarnya (ex: how do you feel when you read the story?) Misalkan.

    It hurts but it happens every time. 🙀

  4. Uh…author-nim galak…sedih deh g bx bc ulang lg with you kalo mau…mian y author siska…biasa komenny d fb aj…g pernah masukin k sini…tp keep write y thor…jd merasa berslh karena pernh minta d next…T.T…keep write y author-nim…tp btw…tu muka ki bum oppa benr2 bikin ngakak deh..suer…pdhl dh serius bcnya…hehe

  5. Ada senang sama sedih nyaa ketika eon kataakan begitu

    Senangnya akhirnya eon tegas juga dan eon gak marahin pembaca gelap! Emang merekaa salah tapi kan namanya manusia paasti ada aja yang jahat, kenapa aku bicara seperti ini karna jujur aku pernah menjaadi pembaca gelap sebuah blok bukan maksudnya begitu sih tapi ketika aku komen gak di balas itu menjadi pukulan tlak bagi aku jadi rasanya marah

    Dan sedih nya aku memang merasa udah selalu nyusahin dalam urusan pw jujur aku udah capek juga harus minta terus dan kadang mikir benci gak yaa eon sama aku, jika aku menjadi salah saatu yaang membuat eon kecewa aku sunggu mintaa maaf. Pernah aku berfikir nyerah aja deh membaca nya taapi memaaang karna kepo aku terlalu tinggi jadi aku berusaha menghilangkan rasa malu aku untuk meminta saama authornya jujur bukan hanya eon aja tapi juga author lain.

    Sunggu aku gak bermasuk membuat eon kesal maupun aauhtor lain. Dan boleh jujur cuman dua aauthor yang mau nanggapi komen aku dan itu amat saangat membuat aku dihargai

    Jadi aalasan kan menjadi pemambaca gelap pada blok” lain hanya semataa” buat mereka saaadar ini aku loh tolong tanggaapi tapi mereka malah meproteks tulisan kadang sempaat kesal tapi apalah daya mereka punya hak

    Hahahahaa :v aku malah curcol
    Sekaali lagi maaf yaa eon dan terimakasih sudah nanggapi komen absub ku jujur aku senang banget sama aaauthor yg seperti eon dan author …. Hehehe :v

  6. Banyak mahluk astral di blog kamu ya Siska XDD

    *duag

    Ya kalau mau jujur mah, dulu aku juga seorang siders. Ke enakan membaca ff jadi lupa deh kalau harus memberika komentar kepada sang author. Tapi lama kelamaan, ada rasa ga enak dan juga rasa bersalah sama si author. Jadi, aku sedikit demi sedikit menyempatkan untuk memberi komentar walau sampai sekarang sih masih jadi siders di blog tertentu XD
    *duag
    *plak

    Terkadang sih jadi siders bukan karena malas, tapi karena alasan tertentu kayak aku yg kadang koneksi internetnya benar” ngajakin ribut. Gegara hal itu, banyak komentar aku yg pasti jadi spam di blog author ㅠㅠ aigoo~~~

    Aku setuju sih, seharusnya ada simbiosis mutualisme yg nantinya akan menguntungkan baik para pembaca maupun buat si penulis. Buat aku juga komentar kaya ‘next’, ‘lanjut’, de el el emang komentar paling nyebelin. Emangnya jadi penulis itu gampang apa!! Kadang kan ada beberapa alasan yg menyebabkan si penulis ga bisa cepat-cepat publish ff mereka. Jadi intinya sabar aja dan jangan terlalu menuntut si penulis buat buru” untuk publish ff mereka. Yah intinya aku setuju sih apa yg Siska katakan ^^ . Aku harap pembaca lain baca ini tulisan kuharap mereka juga mengerti ^^.

  7. siskachii jangan sedih, jadi ikutan sedih nih :”((
    aku sebenernya hampir sama kayak temen2 readers, dulu pernah jadi silent reader gitu. soalnya kadang takut mau ngekomen karena ga kenal sama authornya. aku juga sama, ga berani nyapa duluan gitu, aku udah hampir gapernah baca fanfiksi indonesia karena alasan itu, authornya no respon sama sekali sama reader dan reviewers nya 😦
    mereka malah kayak menganggap readers tuh butuh banget sama ff mereka. tapi disini siskachi baik, mau bales atau nggak merespon tiap review readers.
    gatau ya, mungkin banyak author INA yang masih kayak gitu. 😥
    makanya aku pindah ke AFF. disitu readersnya tuh ga sungkan2 mau kasih komentar panjang, rame, berisik, bahkan semacam nonsense kayak ‘asdfghjkl’ dan authornya itu pastiiiii bales deh. :”)))
    disitu aku ngerasa dihargain. bahkan sampe bertemen sama author itu di dunia(?) selain di AFF. :’))))
    mereka ramah, pembaca juga ramah, jadinya asyik kalo main di akun mereka 🙂
    menurut aku yang dilakuin siskachi udah bener. tentang protect beberapa cerita itu juga itu hak siskachi. heheh, siskachi jangan sedih lagi yaa, kalo masi sedih aku peluk niih ヽ(´▽`)/ /siskachi lari
    hihi btw maafin ya aku sering ngasih komentar yang belum bermanfaat(?)..iya panjang tapi sampah kayaknya :”’D
    soalnya aku lebih sering komen tentang karakter itu sendiri, jalan cerita, tapi kalo gaya penulisan, aku udah percaya sih sama siskachi. rapi as always soalnya x)))
    heheh maafin yah kalo komentar yang ini juga sampah x”D
    siskachi semangaaaaaattt!!!! harus kuat hihiii 😁😁😁😍😘😚😗😙😄
    siskachi deserve to be loved by readers 😌

  8. setuju sama semua yg author bilang. setuji banget!
    aku sebagai readef pun juga kadang milih tempat buat ninggalin jejak kalo aku bener2 suka dan uddah menjdikan author tersebut sebagai favorit aku selalu bakal ninggalin jejak kalo afda updatean baru karna kayak yg dibilang diatas jadi penulis ga susah. itu sulit. aku juga punya temen yg hobi nulis dan malah udah nelurin buku. tau gimana senengnya sesuatu yg kita tulis dikomentari dan diberi masukan yg membangun >< kami sebagai reader setia bakal selalu nunggu kok ^^ hwaiting!!
    dan selalu jadi author yg ramah ya ^^

  9. sabar ya sist 🙂
    sblm ny maaf kl mgkn da comment2 q dlu yg g brkenan di ht qm…
    maaf bgt 😦
    n mksh dah bkin crita2 keren yg bwt aq slalu g sbr pgn bca 🙂
    please jgn dhpus kisu2 ny 😥

    aq stju sma smua keptusan qm… 🙂 apapun tu psti aq dkung 😉
    ttep smangat ya 😀
    fighting 😉

  10. Oh my…. Apa q termasuk salah satu diantara mereka ?? Q harap tidak :-D,, q termasuk orang yg pemilih dalam bc ff dan q bakal komen diff bnr” q bc meski q cm bisa bc gk bisa bikin q sedih jg kalo ada author yg curhat masalah silent riders karna diblog mnpun jg pada bgtu curhat bahkan ada yg terang”an nyebutin nama/akun fb’a orang yg minta pasw trus gk komen lbh lg bagi”in pasw yg sdh didape jd semua orang jd tau jelek’a orang tu:-D

    trus author” tu kan jd kesel jd’a sdh gk mandang tu pembc setia apa bukan q pernh ngalamin sekali mungkin bnyk bgt yg SR jd ff’a dipasw pas ending’a lah q yg setia ngikutin dari part 1 mpe mo end tu end part 20 tu arti’a q komen 19x blm lg yg judul lain yg satu part yg 3/4 part kan jg komen donk masa ia minta pasw gk dikasih sdh gtu inbok’a q gk ditanggepin lg padahal syarat’a nyebutin ID nah loh kan q jd pengin ngamuk akhir’a tu blok tek hapus dari daftar faforit kan yg bc koment trus jg ingin dihargai jg #Curhat

  11. Setuju eonni.. Semua yang eonni bilang di atas wajar dan gk salah kok.. Emang sedih dan kesel banget kalo ada sider ataupun reader nyolot yang gk ngehargain karya yang udah capek capek dibuat.. Mungkin mereka yang seperti itu belum tau gimana kenyataannya buat ff itu gk segampang yang mereka bayangkan.. Aku juga pernah ada masalah pribadi yang berakibat aku harus hiatus berbulan.. Meski udah dikasih pengertian, pasti ada aja yang gk pernah mau nerima keputusan kita.. Kesel juga kadang kalo ada yang komen singkat banget kayak yang udah eonni sebutin, rasanya langsung lemes dan mendadak males buat lanjutin ff nya lagi.. tapi kasian juga buat reader lain yang mau baca dan menghargai karya kita.. Yah pokoknya harus tetap semangat, meskipun ada yang mencela pasti ada juga yang mau mengapresiasi karya kita.. Fightinf eonni! Fighting juga buat author yang lain.. Karya yang kita buat dengan susah payah pasti akan berbuah manis pada akhirnya ^^ *duh jadi ikutan curhat juga kkkk ><

  12. Aku setuju, cerita yg kita imajinasikan sulit sekali pas nuangin ke dalam bentuk tulisan…pas pemilihan kata2nya supaya feel nya kerasa, alurnya dimengerti sama reader…itu benar2 sulit sekali…aku pernah mau nyoba tp gak jd2 sampe sekarang T/\T
    Semoga SiDers nya mengerti dan memahami curhatanmu Siska dan mulai muncul ke permukaan #TunasKali pokoknya yg terbaik selaly menyertaimu…Fighting 😘😘😘

  13. eonni aja yang patient nya udah nyamp ratusan ribu aja bisa ngeluh kayak gitu, lah gimana aku? yang mampir di blog aku aja malah kurang dari lima orang -,- harus aku akui sih, eonni bener juga, aku setujuuuuu banget sama semua perkataan eonni di atas, tapi aku mah nggak bisa buat apa-apa. dan itu yang bikin aku iriiiiiiii banget sama eonni -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s