Posted in Category Fiction, Fiction, Fluff, G, Vignette

My Pillow

by-anthropologie

Genre :: Fluff

Rated :: G

Length :: Vignette

||KiSoo||

just…

H A P P Y  R E A D I N G

.

©2016 ELVABARI

Because Park Soo Rin is the one and only Kim Ki Bum’s pillow…


.

SOO RIN harus meratapi pria yang terbaring di sebelahnya. Dengan selimut yang membungkus hingga sebatas leher, menampakkan punggungnya yang tampak gemetar.

Padahal dia sudah mengganti pakaiannya menjadi lebih hangat, Soo Rin juga sudah berkali-kali mengompresnya hingga harus mondar-mandir memasak air hanya untuk pria itu, tapi hingga waktu menunjukkan pukul satu malam, Soo Rin tidak bisa tidur karena Kim Ki Bum terus saja menggigil di sebelahnya. Dan memunggunginya.

Alasan lain mengapa Soo Rin masih membuka mata hingga detik ini adalah, dia tidak tenang karena merasa kesal akan keputusan sepihak pria itu. Jika ada yang ingin tahu keputusan apakah itu, Kim Ki Bum mengatakan bahwa Soo Rin tidak boleh mendekat apalagi menyentuhnya. Pria itu bahkan sempat berencana untuk tidur di sofa ruang tengah saja. Semua itu dilakukan olehnya hanya agar Park Soo Rin tidak tertular!

Ugh, Soo Rin sangatlah mengerti bahwa dirinya memiliki sistem imun yang cukup lemah. Tidak seperti Kim Ki Bum yang tidak pernah tertular tiap kali dirinya jatuh sakit. Tapi bagaimana pun dia harus merawat Kim Ki Bum. Pria itu—setelah sekian lama tampak bugar, kini adalah waktunya untuk jatuh sakit karena terlalu kelelahan. Jadwal prakteknya di rumah sakit semakin padat setelah beberapa hari lalu terjadi kecelakaan beruntun di salah satu jalanan kota yang letaknya tidak jauh dari rumah sakitnya. Ya, dia menjadi dokter yang paling dibutuhkan oleh para pasien dadakan itu.

Hingga pada akhirnya kesehatan fisiknya menurun drastis seperti sekarang ini.

Setidaknya Soo Rin cukup beruntung karena Ki Bum membatalkan niatnya untuk bermigrasi dari kamar ini. Dan beralih dengan membuat jarak di tengah-tengah mereka menggunakan bantal miliknya. Soo Rin harus meringis sekali lagi begitu mengingatnya karena ia harus melihat kenyataan bahwa pria itu hanya menggunakan satu bantal untuk mengistirahatkan kepalanya yang—katanya—terasa pening dan berat itu.

Uhuk…

Apalagi ditambah dengan indera pendengaran Soo Rin yang harus mendengar bagaimana pria itu terbatuk meski hanya sekali dua kali. Namun dalam jangka waktu beberapa menit secara rutin.

Soo Rin tidak tahan lagi. Pada akhirnya ia menyambar bantal pembatas itu, mendudukkan diri demi memudahkannya untuk meletakkan bantal tersebut ke bawah kepala Ki Bum yang secara langsung menarik pria itu dari alam bawah sadarnya yang tidak nyaman. Menengok ke belakang hingga memperlihatkan wajah tegasnya yang tampak pucat.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Soo Rin memilih untuk tidak menjawab pertanyaan lirih dari Ki Bum. Heol, mendengar bagaimana suara pria itu kala berbicara seperti baru saja pun sukses membuatnya meringis di dalam hati. Menyadari betapa lemahnya Kim Ki Bum saat ini. Jika saja Soo Rin adalah gadis licik seperti beberapa gadis di luar sana, Soo Rin mungkin sudah memanfaatkan kondisi Kim Ki Bum saat ini.

“Soo Rin-ah…” Ki Bum harus kebingungan melihat gadis itu mengambil bantal miliknya sendiri dan menyerahkan benda itu padanya. Menyelipkannya ke balik lengannya, menitahnya secara tidak langsung untuk memeluknya.

Barulah Soo Rin kembali membaringkan diri, kini ia memilih untuk menempatkan diri tepat di hadapan Ki Bum yang sudah mengubah posisinya menjadi menghadap dirinya. Sebelah tangannya bergerak menyentuh sisi wajah tegas pria itu. Masih terasa panas. Begitu juga deru napasnya yang nampak berat dan samar-samar membentur wajah Soo Rin. Kemudian ia merasakan panas di bagian pergelangannya karena pria itu menyentuhnya, mencoba menyingkirkan tangannya dari sana.

“Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak menyentuhku, Soo Rin-ah,” ujar Ki Bum memperingati dengan suara seraknya.

“Tapi kau membalas sentuhanku. Kurasa itu sudah tidak berlaku lagi.” Soo Rin membalas dengan ringannya. Iris kecoklatannya melirik tangan pria itu yang masih menggenggam tangannya.

Ki Bum mendengus berat, kemudian ia terbatuk sekali, matanya terpejam dengan kening yang mengerut cukup jelas. Seperti tengah menahan rasa sakit. Menggerakkan Soo Rin untuk menyentuh bagian itu, mengurutnya perlahan.

Apha (Sakit)?”

Membuka mata sayunya, Ki Bum mencoba menarik sudut-sudut bibirnya, menggeleng lemah.

“Kau berbohong!” sungut Soo Rin dengan bibir mengerut, raut wajahnya menunjukkan ketidak-sukaan. Karena pria itu mencoba untuk menipunya. Untung Soo Rin tidaklah bodoh. Atau lebih parahnya, idiot.

“Kau tahu itu,” pria itu terkekeh pelan—amat pelan.

Soo Rin yang melihat reaksi pria itu semakin merana saja. Menggerakkan hatinya untuk mendekatkan diri lagi pada pria itu, membuat sang empunya tertegun hingga hampir tersedak air liurnya begitu merasakan tangan lembut itu bertengger di balik bahunya, menepuk perlahan-lahan di sana.

“Kau harus beristirahat penuh, Kim Ki Bum. Lupakan soal pekerjaanmu sejenak saja, eo?” gumam Soo Rin dengan nada cemasnya. Mata jernihnya sudah memerah, karena menahan kantuk juga menahan emosinya yang mulai menyeruak. Katakanlah bahwa Soo Rin amat sensitif berkat melihat tidak berdayanya seorang Kim Ki Bum saat ini.

Ki Bum mencoba untuk tersenyum lagi. Pada akhirnya ia melanggar peraturannya sendiri, menarik gadis itu ke dalam pelukannya, dan hanya menjadikan bantal yang masih dipeluknya sebagai jarak mereka. Tentunya gadis itu menerima perlakuannya dengan senang hati, ikut memeluk dirinya serta terus menepuk punggungnya teratur.

“Maafkan aku…”

Soo Rin menatap bingung pria itu. “Untuk apa?”

“Sepertinya kau akan tertular nanti.”

Ish… kau masih saja memikirkan itu,” desisnya penuh menggemaskan. Mungkin jika Ki Bum sedang fit, dia pasti akan menciumi wajah menggemaskan gadisnya ini.

Namun nyatanya, khayalan Ki Bum terealisasikan berkat perlakuan Soo Rin. Gadis itu, tanpa aba-aba mencondongkan wajahnya lalu mencium kilat bibirnya. Hanya sepersekian detik, dan begitu ringan seperti helaian bulu yang terbang menyentuh bibir pucatnya. Ia baru saja akan menuntut penjelasan ketika menyadari gadis itu sudah menunduk menyembunyikan wajahnya di balik bantal di antara mereka.

“Hanya dengan begitu, tidak akan tertular, bukan?” gumamnya pelan di balik bantal. Ia melanjutkan, “Tapi, sepertinya akan bagus jika itu memang terjadi. Kau bisa sembuh dan kembali menjadi pria diktator lagi… Sebenarnya, itu lebih baik dibandingkan dirimu yang seperti sekarang ini…”

Ugh, jika saja Ki Bum tahu bahwa saat ini wajah Soo Rin sedang merona padam, pria itu pasti akan menertawakannya sekaligus mengejeknya. Karena—hei, bukankah itu berarti Park Soo Rin menyukai Kim Ki Bum yang diktator nan tak terbantahkan? Hahaha!

Mencoba untuk tidak menyemburkan tawa, Ki Bum mencoba merapat, memeluk erat tubuh gadisnya itu, meredamnya di puncak kepala gadisnya, beralih menghirup aroma yang menenangkan menguar dari sana, hingga bibir penuhnya mengulas senyum yang meneduhkan jika gadis itu melihatnya.

“Kau tahu kenapa aku suka memelukmu di sini?”

Mendongak, Soo Rin menatap wajah tegas Ki Bum di mana kedua mata tajamnya tengah terpejam begitu damai. Sejenak ia bersyukur karena pria itu tidak melihat wajahnya yang sepertinya masih merona. “Kenapa?”

Tapi Soo Rin segera menyesal karena pria itu ternyata kembali membuka mata, mengunci tatapan mereka begitu lekat, kemudian menyerangnya dengan memamerkan senyum manis.

Bahkan Ki Bum sudah lupa, kapan dia mulai berhenti terbatuk-batuk. Apakah ini dikarenakan dirinya yang sudah memeluk Soo Rin?

“Karena kau merupakan bantal terbaik dari yang pernah aku peluk.”

51338

F I N


 

ahahahahah.. ini terinspirasi dari manga yang baru aja aku baca hahahahah yaampun manga lagi manga lagi >////<

judulnya Become My Pillow karya Shiraishi Yuki Sensei >< entahlah, lagi seneng banget baca manga saat-saat ini sampe baper pengen aku bikin versi kisukisu-nya T////T #dessh tapi untuk yang ini, ceritanya beda banget dari manga-nya. Kalo yang ini absurd banget bahahahah

ah sudahlah, kalo mau baca manganya, cukup klik gambar di bawah ini ^^

7751d9d787c671ef4d9d983c34fde6b1
it’s oneshot only 🙂

Terima kasih sudah mau mampir~ ^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

22 thoughts on “My Pillow

  1. Udah Seneng senengnya ada yang nemenin Satnight eh malah nangis liat Ki Bum sakit T.T , suka banget sama karakter Ki Bum yang selalu mentingin Soo Rin daripada dirinya ^^ ,makanya jangan kelelahan kerja terus ini mah bukan nyembuhin pasien malah pengen jadi pasien Ki Bum_- , yaiyalah Soo Rin bantal terbaik Soo Rin mah gak cuman bisa dipeluk di @:#*>=@#!$ juga bisa :v , Ki Bum lagi sakit masih sempet-sempetnya romantis ^^ , Eonni keren deh FF nya bikin baver nya keterlaluan terutama buat yang Jomblo T.T

    1. hadeeeh malah baper ya kimkibum sakit hahahah x’D Soo Rin mah emang multifungsi/? buat kimkibum wkwk aduuuh…makasih banyak buat masukannya~ btw aku baru nyadar kalo ini satnight hahahah syukurlah bisa buat menemani para jones #ehh XD

  2. Kenapa gak ada konversasi selanjutnya setelah Kibum mengatakan kalimat terakhir?? Udah baper aja ane kirain bakalan ada adegan yang biking mesem-mesem gituh 😂😂😂

  3. Yak ki bum pake acara soo rin gak blh deket2 segala. Padahal aslinya pingin deket2.wkwk
    Gak pa2 soo rin tertular bukankah nanti dia mlh bermanja2 ria dgn mu.hehe #plakkk

  4. ughh Kim Kibum, jaga selalu kesehatanmu nak
    *puk puk pala kibum
    *soorin cemberut
    XDD

    Yah dokter juga manusia, pasti bisa jatuh sakit juga. tapi kuyakin kibum bisa sembuh dengan cepat, kan ada Soorin yang merawatnya dengan sepenuh hati >///<

    Hahaha Soorin bantal terfavorit dan terbaik bagi Kibum, hahaha Kibum walau sakit masih bisa romantis aihhh jadi iri sama Soorin *gigit bantal

  5. Ughh.. kim kibum diriku baper padamu><… kakak sica top dah ah, biarpun terinspirasi dari manga tapi tetep tulisan khas dirimu ini aki suka. Hwhwhw tetep semangat yosh✊👍😁😁

  6. Soorin emang istri yang pengertian, kibum juga suami pengertian walaupun lagi sakit dia gak mau kalo soorin sampai tertular >< #kkk padahal author juga mau punya laki yg pengertian gini kaya kibum #kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s