Posted in Category Fiction, Fiction, One Shot, PG-15, Romance, Special Fanfics

T A K E N

taken

Genre :: Romance

Rated :: PG-15

Length :: Oneshot

||KiSoo’Special||

H A P P Y  R E A D I N G

^___^

.

©2015 ELVABARI

.

KI BUM harus mendesah panjang di sela-sela langkah lebarnya yang membawa dirinya menuju lantai dasar dari rumah sakit ini. Menuju ruang gawat darurat setelah mendapat panggilan dari Dokter Jae Kyung.

Bukan karena Ki Bum merasa terganggu dengan panggilan rekan kerjanya itu, bukan karena waktu untuk meneguk minuman dingin sejenaknya terganggu, juga bukan karena dirinya sudah bosan dengan pekerjaannya. Melainkan karena kronologis yang Jae Kyung jelaskan padanya akan adanya seorang pasien VIP di sana.

Well, seharusnya Ki Bum merasa tersanjung jika ada pasien VIP yang mencari-cari dirinya dan hanya ingin dirinya yang menangani. Hanya saja…

Jae Kyung menyambut kedatangan Ki Bum, wajah cantiknya tampak lesu—bukan karena dia lelah melainkan ia merasa simpati terhadap Ki Bum saat ini. Ia mengedikkan kepala menunjuk satu bilik tak jauh dari tempatnya berdiri, kemudian menepuk sebelah bahu pria itu, berbisik, “She’s so annoying but still, she’s your patientV-I-P.

I know.” Ki Bum menjawab malas. Ekor matanya menangkap Jae Kyung menggelengkan kepala seraya tersenyum penuh arti. Barulah ia melanjutkan langkahnya menuju satu bilik yang sempat ditunjuk Jae Kyung. Dengan kasar ia menyibak tirai bilik tersebut, memasang raut datar andalannya begitu mendapati sosok di baliknya.

Ya, hanya saja… dialah pasien VIP yang sebenarnya tidak Ki Bum harapkan. Seorang gadis cantik sudah duduk di sisi tempat tidur serba putih itu, dengan satu kaki melipat di atas kaki yang lainnya, menampakkan putih mulus kulitnya tanpa cacat berkat pakaian minimnya. Rambut kemerahan yang amat panjang hingga menyentuh pinggang ramping tersebut tampak diikat rendah menjadi dua. Bersedekap dengan santainya, serta mata sipit nan menggoda itu menatap lekat pria yang sudah berdiri di depannya, mengundang dirinya untuk menarik sudut-sudut bibirnya yang pinkish itu hingga tercipta seulas senyum yang menambah kadar kecantikannya.

tumblr_byun-ji-young2

Well, tapi untungnya Ki Bum tidak tergoda dengan gelagat yang sangat jelas ingin menarik perhatiannya itu. Dia justru menghembuskan napas panjangnya serta menyimpan kedua tangannya di balik saku jubah putihnya.

Hi, Doctor Kim!” gadis itu menyapa lebih dulu, suaranya begitu merdu, mampu membuat pria mana pun merasa ketagihan untuk mendengarnya lagi. Tapi gadis itu tahu benar bahwa pria di hadapannya ini benar-benar kebal. Itulah yang membuatnya merasa tertarik dan penasaran.

Ough, bagaimana dia diam saja jika selama ini dia selalu mudah membuat banyak pria bertekuk lutut padanya, kini pria di hadapannya benar-benar tidak terpengaruh dengan segala perilakunya?

What’s your problem, Byun Ji Young-sshi?” Ki Bum menyahut dengan suara beratnya nan datar. Sorot matanya begitu stabil hingga gadis di hadapannya mulai bereaksi. “Did you fall from the catwalk stage again?” lanjutnya dengan nada penuh arti.

Gadis bernama Byun Ji Young itu menyadari maksud tersembunyi dari pertanyaan itu. Ya, sebelumnya dia dilarikan kemari karena jatuh dari panggung catwalk hingga menciderai tungkai kakinya. Dia seorang model papan atas di Korea Selatan. Bahkan pernah merambah ke dunia model internasional dan sempat menjadi brand ambassador untuk butik ternama di Amerika Serikat. Tubuh tingginya yang proporsional setinggi 174 sentimeter disertai wajah teramat cantik bak malaikat turun dari langit telah membuatnya menjadi salah satu wanita paling ideal bagi para pria di tanah kelahirannya ini. Belum lagi dengan sederet prestasinya di dunia modelling di usianya yang masih tergolong muda—24 tahun.

Hanya saja, berkat kejadian beberapa hari lalu, Byun Ji Young yang dikenal sebagai gadis yang kerap kali dikejar-kejar oleh banyak pria, kini berbalik mengejar-kejar seorang pria. Bisa dikatakan bahwa—she fell in love at the first sight—setelah dilarikan kemari, pria di depannya itulah yang menolongnya.

Karena kebetulan saat itu Ki Bum tengah berada di ruangan ini, menyadari tugasnya dengan baik hingga dengan sigap bertindak kala banyak perawat mengiringi tandu beroda di mana Byun Ji Young merintih kesakitan di atasnya, meringis melihat betapa bengkaknya pergelangan kakinya sebelum teralihkan kala tangan-tangan Ki Bum menyentuhnya dan segera mengobatinya. Yang saat itu juga, Ji Young tidak merasakan sakit apapun yang sempat melandanya, karena tergantikan dengan dirinya yang menatap terlampau lekat pria yang berkutat amat serius dengan kakinya. Ji Young masih sangat ingat dan mengklaim bahwa itu merupakan pemandangan yang begitu indah di matanya.

Tapi sayangnya, Ji Young yang terkenal mampu membuat pria manapun jatuh cinta padanya, tidak bisa membuat Dokter Kim itu mengalami hal sama, meliriknya pun tidak. Seolah dia hanyalah seorang gadis biasa yang tidak memiliki daya tarik apapun. Asal tahu saja, Ji Young merasa harga dirinya sedikit tersentil berkat perilaku pria itu.

Well, aku ingin kau memeriksanya. Bukankah kau pernah mengatakan bahwa aku harus check secara rutin?” Ji Young bersuara, nada bicaranya terdengar tenang namun memikat. Sayangnya pria itu terlihat tidak terpengaruh sama sekali. Padahal, lihat, dia bahkan rela mengenakan pakaian yang sebenarnya kurang cocok untuk tempat seperti ini, dia lebih terlihat seperti ingin pergi ke mall atau mungkin ke bar demi bersenang-senang, bukan untuk check up ke rumah sakit!

“Kurasa kau sudah bisa melakukan rawat jalan tanpa harus datang kemari. Kau bahkan sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda lagi, bukan?” Ki Bum melirik kaki yang sebelumnya sempat diperban hingga seperempat betis, namun kini ia hanya melihat plester berwarna kulit mengintip di balik high heels berwarna senada dengan tas yang dibawa oleh gadis itu.

Ji Young mendengus anggun, senyum menawannya mengembang meski sebenarnya dia sedikit kesal karena pria itu sulit sekali untuk dia dekati. “Rasanya kau seperti baru saja mengusirku, Doctor Kim.

“Jika kau mengerti, kau bisa kembali ke pekerjaanmu kalau begitu.” Ki Bum baru saja ingin berbalik keluar dari bilik tersebut kala mendengar dengusan kasar keluar dari bibir gadis itu.

Doctor Kim, aku pasienmu! Kau tidak lupa itu, bukan?”

Ki Bum menghela napas jengah, ia kembali menatap gadis itu—dengan tajam. “Tapi aku memiliki pasien yang lebih membutuhkan pertolonganku, Byun Ji Young-sshi. Dan aku tidak suka membuang waktu berhargaku sebagai seorang dokter. Permisi,” sentaknya lalu berbalik badan keluar dari sana.

Memancing Ji Young untuk melompat turun dari tempat tidur demi mengikuti jejak pria itu. Wajah cantiknya tampak menahan kekesalan yang mulai tampak ke permukaan, langkah demi langkahnya yang begitu piawai tampak cepat demi mengejar pria yang hampir keluar dari ruang gawat darurat itu. Menarik perhatian perawat maupun dokter lain untuk melihat kemolekannya.

I hate to be ignored, Doctor Kim! Stop there!!

Oh, tentunya seruan nyaring dari mulut Byun Ji Young sudah cukup menarik banyak mata untuk melihat pertunjukan opera sabun yang diciptakan olehnya sendiri. Mungkin dia merasa senang karena dengan begini pria itu tidak akan meninggalkannya begitu saja.

Ki Bum berbalik, memasang raut jengahnya meski masih dihiasi dengan raut datar andalannya. Dalam jarak 5 meter di hadapannya, gadis itu berdiri penuh angkuh yang sekaligus menunjukkan betapa cantiknya dirinya saat ini. Hanya saja, dengan kelakuannya yang terlalu agresif membuat Ki Bum semakin tidak tertarik. Ayolah, kenapa dari sekian banyak dokter pria di rumah sakit ini, justru dirinya yang menjadi korban kejaran gadis itu? Lihat, bahkan dia sudah menjadi pusat perhatian di sini. Jae Kyung yang masih ada di sana pun ikut menjadi penonton. Ough!

I still talking to you so don’t leave me like that!” Ji Young kembali melangkah, mengikis jarak hingga tersisa hanya 50 sentimeter di antara mereka. “Kau bisa saja mendapat sanksi dari rumah sakit karena sudah mengabaikan pasienmu sendiri,” lanjutnya penuh percaya diri.

“Jika kau sudah keluar dari sini dalam kondisi terobati, aku sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk tetap melayanimu sebagai seorang pasien. Kecuali jika kau kembali jatuh dari atas panggung lalu dilarikan kemari dan kebetulan aku sedang berada di sini. Atau jika aku adalah dokter pribadimu, kau bisa menemuiku dengan keluhanmu sekecil apapun itu,” jelas Ki Bum penuh penegasan meski dengan nada tenangnya. Ia melihat bagaimana kening gadis itu mengerut menandakan ketidaksukaan atas penjelasannya.

“Kalau begitu, jadilah dokter pribadiku!”

Ki Bum menarik satu sudut bibirnya. “Sayangnya, aku bukanlah dokter yang bisa kau tawarkan seperti itu.”

Ji Young harus menahan napas melihat bagaimana pria itu tersenyum miring seperti baru saja. Meski samar tapi Ji Young mampu melihat kadar ketampanan pria itu bertambah dan itu semakin membuatnya gencar untuk mendekat.

No if I’m the person who asking it,” Ji Young mengangkat dagunya, matanya mulai bermain menggoda, “Be my personal doctor. Ini perintah dari pasienmu, Dokter Kim!” lanjutnya tandas, dengan suara merdunya yang merendah, mencoba menarik perhatian pria itu dengan segala keahliannya.

Hanya saja, ia hampir terjungkal kala pria itu mengangkat sebelah tangannya, menunjukkan sesuatu yang sebenarnya amat sangat ingin dia hindari, apalagi pria itu kembali menatap dirinya tanpa ekspresi apapun namun berhasil membuat batinnya berdesir sekaligus mencelos kala suara berat itu mengalun…

I’m married. I’ve said that before,” ya, karena Ki Bum mengerti maksud tersembunyi dari permintaan gadis cantik di hadapannya. Dan tentunya dia menolak mentah-mentah permintaan itu.

Liar!” Ji Young berusaha mengelak. Raut wajahnya berubah masam. “Kau selalu mengandalkan cincin mainan itu sebagai bentuk penolakanmu. Aku tahu pasti bahwa kau berbohong padaku!”

Sebenarnya Ki Bum cukup tersinggung dengan ejekan Ji Young yang mengatakan bahwa cincin yang dikenakannya adalah cincin mainan. Gadis itu hanya sedang berjuang untuk menepis segala kenyataan yang memang belum pernah ia lihat secara nyata.

“Kau hanya berpura-pura menolakku agar aku menyerah. Aku tidak akan pernah percaya dengan cincin itu selama kau tidak menunjukkan bukti sebenarnya bahwa kau memang sudah menikah!”

Ki Bum mengangkat kedua bahunya, tampak tidak peduli dengan ancaman itu, “It’s up to you, then,” tukasnya kalem sebelum kembali berbalik, meninggalkan gadis yang sudah menyita banyak waktu berharganya.

Dammit!” Ji Young menghentakkan high heels-nya dengan kesal. Kenapa menarik perhatian pria itu terasa sulit sekali, sih? “You can’t run away from me, Doctor Kim! You have to fall for me, too!” serunya seraya kembali mengejar pria yang semakin menjauh itu.

Ki Bum melangkah terlampau cepat, dia bahkan hampir berlari di tengah-tengah ruang yang penuh dengan lalu lalang pengunjung rumah sakit ini. Batinnya mendumal kesal. Gadis itu benar-benar menguji emosinya. Dia hampir saja meneriaki gadis itu jika dirinya tidak memiliki kesadaran tinggi akan di mana posisinya saat ini. Dia sendiri masih tidak habis pikir karena beberapa hari ini dia dibuat tidak nyaman untuk bekerja berkat kedatangan gadis yang tidak dia harapkan untuk menjadi pasiennya itu.

Tahu begitu saat itu dia tidak perlu menolong si Byun Ji Young itu jika pada akhirnya seperti ini!

Doctor Kim, I said stop!

Lihat, bahkan gadis itu tidak ada lelahnya mengejar dirinya. Jelas saja teriakan penuh nyaring gadis itu lagi-lagi mengundang banyak perhatian di sini!

“Kim Ki Bum!”

Langkah besarnya terhenti begitu saja, kepalanya segera bergerak merespon panggilan familiar dari suara yang sangat ingin dia dengar. Entah kenapa, Ki Bum dapat merasakan kelegaan karena—akhirnya! Dia diselamatkan oleh gadis yang ditunggu-tunggu kedatangannya!

Soo Rin berlari-lari kecil seraya melambaikan tangan, senyumnya mengembang begitu melihat pria itu ikut tersenyum dan membuka langkah menuju ke arahnya. Begitu cepat seolah pria itu terlihat terburu-buru dan ingin segera sampai di hadapannya. Soo Rin sedikit bingung dengan gelagat pria itu saat ini. Seperti tengah menahan sesuatu di balik wajah tegasnya yang tampak sedikit mengeras itu.

Ya, Doctor Kim!!

Kemudian pandangannya teralih begitu melihat di belakang sana tampak seorang gadis teramat cantik ikut melangkah cepat ke arahnya, atau lebih tepatnya, ke arah Kim Ki Bum. Tunggu, bukankah dia seorang model yang pernah Soo Rin lihat di majalah fashion beberapa hari lalu? Kenapa dia ada di sini? Dan… dia mengejar Kim Ki Bum? Ada hubungan apa dirinya dengan Kim Ki Bum?

“Soo Rin-ah.

Pandangannya kembali teralih ke depan, ia sedikit terkejut mendapati Kim Ki Bum sudah benar-benar di hadapannya, menarik dirinya hingga jatuh ke dalam pelukan pria itu serta merasakan tangan besar itu merengkuh wajahnya. Matanya mengerjap kala mendengar suara berat Kim Ki Bum mengalun lagi…

Mianhae.

Dan Soo Rin tidak bisa mengelak kala pria itu menjatuhkan bibir penuhnya tepat di bibirnya, menekannya penuh rasa hingga jantungnya serasa terjun dari tempatnya. Kejadiannya begitu cepat hingga sulit bagi Soo Rin untuk mencerna. Hingga beberapa detik kemudian barulah Soo Rin melotot menyadari posisinya saat ini. Namun terlambat baginya untuk melepas diri karena Kim Ki Bum mengetatkan pelukannya pada pinggang rampingnya sebelum bergerak di permukaan bibirnya, melumatnya dengan gemas hingga Soo Rin memejamkan mata. Tangannya bergerak memukul dada bidang pria itu, berniat untuk menghentikan aksi gilanya mengingat saat ini mereka masih berada di tengah-tengah kerumunan orang!

Gadis bernama Byun Ji Young itu hampir tersandung begitu melihat pemandangan tak jauh di hadapannya. Bagaimana pria yang tengah dikejarnya itu menarik seorang gadis yang sempat memanggil nama pria tersebut, memeluknya—hingga menciumnya di depan matanya sendiri, serta merta membuat Ji Young menghentikan langkahnya. Terkejut bukan main akan aksi yang disuguhkan oleh pria yang ia panggil Doctor Kim itu. Jangankan dia, orang-orang di sekitar mereka bahkan tampak terkejut melihat seorang dokter ternama di rumah sakit ini tengah mencium seorang gadis di tengah-tengah keramaian seperti ini!

Ya Tuhan, Soo Rin berharap dirinya tidak jatuh pingsan saat ini juga. Merasakan bagaimana pria ini mencium bibirnya begitu dalam, membuainya tanpa jeda sampai-sampai dia lupa bahwa mereka tengah menjadi pusat perhatian, hingga akhirnya ia meremas jubah putih yang dikenakan oleh Ki Bum dan membiarkan prianya ini mendominasi tanpa dia tangkap maksud dan tujuannya.

Dan saat itu juga, Ji Young melihat tangan gadis itu, di mana ia melihat benda yang sama seperti yang dikenakan oleh pria itu juga berada di jari manis sang gadis. Tentunya Ji Young memiliki daya ingat yang cukup tinggi sekalipun ia melihat barang sekecil apapun meski hanya sekilas ia lihat kala pria itu menunjukkannya di hadapannya beberapa saat lalu. Menyadarkannya akan satu hal, bahwa pria itu memang tidak berbohong. Apalagi pria itu membuktikannya dengan mencium gadisnya di hadapan Byun Ji Young—juga di hadapan banyak pasang mata!

Gosh! That man really has been taken—more precisely, he’s married! The girl whom he kissed is ab-so-lute-ly his wife, right?

Tentunya Byun Ji Young sudah kalah telak dari gadis yang sangat beruntung dapat merasakan bibir penuh yang sejak awal sudah menarik perhatian Ji Young—yang sayangnya sudah dipastikan tidak akan pernah bisa dia rasakan. Sial, sial, sial!! Ji Young merasa harga dirinya diinjak-injak saat ini berkat kelakuannya sendiri. Well, dia ingin marah tapi siapa yang ingin dia lampiaskan? Pria bernama Doctor Kim itu? Ough, kenapa dia begitu memalukan saat ini?!

Menghentakkan kaki, Ji Young akhirnya pergi dari situ. Sudah cukup dirinya melihat pemandangan yang cukup menyakitinya itu. Oh, sial, benar-benar sial! Padahal seharusnya pria itu yang dia buat bertekuk lutut tetapi justru kini dirinya dikalahkan secara telak, bahkan bukan oleh pria itu sendiri melainkan oleh gadis milik Doctor Kim itu!

Soo Rin meraup rakus udara di sekitarnya begitu pria itu akhirnya melepas pagutannya. Astaga, itu bukanlah sebuah serangan yang sudah beberapa kali Ki Bum berikan hingga dirinya hampir kehabisan napas, hanya saja, bagaimana Kim Ki Bum menyerangnya secara tiba-tiba—tanpa aba-aba, di tempat umum seperti ini, sudah berhasil melenyapkan setengah dari kadar oksigen di dalam paru-parunya sebelum pria ini benar-benar menciumnya seperti baru saja.

Ki Bum melihat bagaimana wajah di hadapannya bersemu teramat padam, di kala sudut matanya melihat bagaimana gadis yang sempat mengejarnya itu melewatinya begitu saja dan melangkah cepat menuju pintu utama gedung rumah sakit ini. Senyum penuh lega kini terpatri di bibir penuhnya, setidaknya dengan begini gadis itu berhenti mengejar apalagi menggodanya seperti beberap hari belakangan ini.

Hingga akhirnya ia merasakan bagaimana gadis di pelukannya ini mendorong keras dirinya, melemparkan sorot tajam kepadanya dengan wajah bak kepiting rebus serta napas terengah. Oh, bagus, lihat sekarang, Kim Ki Bum, gadismu sudah sangat siap untuk menyemprot amarahnya sebentar lagi.

“DOKTER MESUM!!!” pekik Soo Rin. Tidak peduli jika saja pekikannya membuat orang-orang di sekitarnya menganggap prianya yang tidak-tidak, tapi pada nyatanya saat ini dia benar-benar malu karena sudah diperlakukan seperti tadi oleh Kim Ki Bum!

Dan Ki Bum hampir tidak berkutik begitu Soo Rin berbalik dan berlari menjauhinya, meninggalkannya begitu saja keluar dari gedung rumah sakit, sebelum akhirnya Ki Bum mengumpat merutuki perbuatannya lalu ikut berlari demi mengejar gadisnya.

“Soo Rin-ah!!”

Soo Rin mempercepat larinya begitu melewati pintu utama rumah sakit tempat pria itu bekerja. Wajahnya terasa panas meski diterpa angin di sore hari ini. Dia tidak bisa membayangkan seandainya dia benar-benar melihat orang-orang yang berada di sana saat kejadian itu berlangsung benar-benar menatap dirinya. Mau ditaruh di mana wajahnya sekarang? Astaga, dia benar-benar malu jika mengingat kejadian yang menimpanya tadi!

“Soo Rin-ah, dengarkan aku!”

Dan Soo Rin terpaksa menghentikan aksi melarikan dirinya begitu merasakan cekalan di sebelah lengannya dan melihat pria itu sudah berdiri di depannya, dengan napas sedikit terengah berkat mengejarnya, menatap lurus dirinya yang kini memilih untuk membuang muka ke arah lain. Rasanya untuk saat ini Soo Rin tidak ingin menatap wajah tegas pria itu.

“Maafkan aku. Aku tahu itu perbuatan nekat yang pernah aku lakukan padamu tapi—” Ki Bum meneguk saliva melihat bagaimana wajah cantik itu kembali merona, ia berharap untuk tidak melakukannya lagi dan berakhir dengan dirinya yang ditampar oleh gadisnya sendiri, “aku melakukannya karena gadis itu terus mengejarku.”

Soo Rin bermonolog di dalam hati. Gadis? Apakah yang dimaksud Kim Ki Bum adalah gadis cantik yang pernah Soo Rin lihat di majalah itu? Benar juga, bukankah Soo Rin sempat mendengar gadis itu memanggil Kim Ki Bum? Tapi kenapa gadis itu terlihat tengah mengejar Kim Ki Bum?

“Beberapa hari ini dia terus mendatangiku sejak aku mengobatinya karena cidera. Dan beberapa hari ini dia terus mengusikku karena dia ingin mendekatiku, kau tahu?”

Ki Bum berhasil menarik perhatian Soo Rin, gadis itu kini membalas tatapannya, ada binar tidak percaya mengintip di balik iris kecoklatannya.

Apa maksud Kim Ki Bum bahwa gadis cantik bernama Byun Ji Young itu menyukainya? Oh, astaga, Soo Rin berharap dirinya saat ini sedang tidak salah mendengar hingga menarik kesimpulan seperti itu.

“Hebat… bahkan di sini pun kau memiliki penggemar,” gumam Soo Rin lirih. Percayalah bahwa nada bicaranya terdengar menggerutu dan dia hanya berani mengutarakannya dengan volume suara terlampau kecil.

Untungnya indera pendengaran Ki Bum masih sangatlah normal hingga berhasil menangkap gumaman Soo Rin. Tanpa gadis itu ketahui, batin Ki Bum mulai merasa geli dibuatnya. Ia berdeham pelan sebelum kembali berkata, “Aku terpaksa melakukannya karena tidak memungkinkan bagiku untuk menarikmu ke sisiku dan langsung mengatakan bahwa kau adalah istriku di saat kondisi kami yang tengah melakukan kejar-kejaran seperti tadi, kau tahu?”

Soo Rin merasakan wajahnya kembali mamanas. Mendengar sebutan istri ditujukan padanya itu merupakan hal yang sangat mudah menggetarkan benaknya. Dia lebih memilih kata gadisku keluar dari mulut Kim Ki Bum dibanding kata istriku. Oh, astaga, bahkan jantungnya kembali berulah hanya karena satu kata sakral itu!

“Ya. Dan memilih menciumku dengan brutal seperti tadi,” balas Soo Rin dengan raut salah tingkahnya.

Apakah perilaku Ki Bum itu masuk dalam taraf brutal? Sepertinya masih ada hal yang pernah dilakukan oleh Kim Ki Bum terhadap Soo Rin yang lebih pantas dikatakan brutal, bukan? Ah, tidak perlu dijelaskan apa itu.

Ki Bum terkekeh geli pada akhirnya. Tangan besarnya yang sempat beralih mencekal lengan Soo Rin kini bergerak turun menggenggam tangan gadis itu. “Setidaknya dengan cara itu dia langsung mengerti bahwa aku tidak akan berpaling darimu,” ujarnya penuh percaya diri. Yang justru semakin membuat gadisnya itu salah tingkah di hadapannya.

Menyebalkan! Kenapa Kim Ki Bum dengan mudahnya mempengaruhi Soo Rin seperti ini, sih?

M-mwoya? Dan memilih untuk membuatku malu, begitu? Ya! Kau bahkan melakukannya di tempat umum, Kim Ki Bum! Dan aku bahkan dengan kurang ajarnya meneriakimu Dokter Mesum di hadapan banyak orang!” Soo Rin menundukkan pandangannya, suaranya terdengar tidak stabil, “Y-yah… tentunya itu bukan sepenuhnya salahku karena itu semua gara-gara kelakuan gilamu itu… t-tapi bagaimana pun aku pasti sudah mencoreng nama baikmu di rumah sakit ini karena kejadian tadi!! Bisa saja setelah ini jumlah pasienmu akan menurun drastis dan—”

Ssh…” Ki Bum meletakkan jari telunjuknya di permukaan bibir Soo Rin hingga gadis itu segera mengatupnya. Senyum penuh artinya mengembang berkat kata-kata yang terlontar dari mulut gadisnya ini.

Aigoo, dia marah terhadap Kim Ki Bum tetapi juga mengkhawatirkan reputasi Ki Bum sendiri karena kesalahannya. Yah, itu memang tidak bisa dikatakan salah Soo Rin sepenuhnya. Gadis mana pun pasti akan marah jika prianya mencium dirinya secara blak-blakan di muka umum, bukan? Kecuali jika gadis itu memang suka memamerkan kemesraan bersama pasangannya.Tapi  Soo Rin bukanlah gadis yang seperti itu—Ki Bum tahu pasti itu.

“Karena itu, aku meminta maaf padamu sebelum melakukannya. Tapi aku akan meminta maaf lagi padamu. Maafkan aku, hm?”

Soo Rin menundukkan kepala, menggigit bibir bawahnya seraya memilin-milin dress yang dikenakannya. “Lalu, apa yang dia lakukan padamu selama beberapa hari ini?”

Ki Bum mengulum senyum menangkap pertanyaan itu. Ia meremas tangan yang digenggamnya itu penuh hangat, menggumam pelan seolah dirinya tampak tengah berpikir. “Menatapku dengan matanya yang banyak orang bilang sangat memikat itu. Menggodaku dengan kecantikannya yang selalu dielu-elukan oleh banyak pria. Bahkan dia berusaha menyentuhku dan terlihat ingin sekali menciumku.”

Dan penjelasan dari Ki Bum berhasil membuat Soo Rin melepaskan diri, menatap datar pria itu dengan bibir merengut seolah menahan sesuatu. Sebelum akhirnya berbalik badan seraya mendumalkan sesuatu, “Seharusnya kau terima saja gadis itu. Bukankah dia sangat cantik? Kau bahkan mengakuinya,” dan dia pasti sangat baik dalam menciummu. Ish! Kim Ki Bum menyebalkan sekali!

Ki Bum tahu pasti bahwa gadis itu tengah cemburu saat ini. Dia memang sengaja menuturkan segala deskripsi yang selama ini dia dengar mengenai si Byun Ji Young itu. Astaga, apakah Park Soo Rin masih belum mengerti juga? Kim Ki Bum mana mau berpaling ke gadis lain sekalipun ada yang lebih cantik dari Soo Rin seperti si model itu? Karena di mata Kim Ki Bum, Park Soo Rin adalah yang paling cantik sekaligus paling menggemaskan!

Dan itu sudah mutlak untuknya.

“Jadi kau tidak akan marah jika dia kembali datang?”

“Jika dia memang membutuhkanmu, ya sudah! Layani saja dia!”

“Mungkin saja dia akan mendekatiku lagi.”

“Aku tidak peduli!”

Ki Bum tertawa tanpa suara melihat bagaimana gadisnya itu berseru tanpa menoleh padanya. Oh, dia tentunya sangat tahu bagaimana ekspresi gadisnya saat ini. Melihat ke mana gadisnya itu melangkah, memancingnya untuk kembali menggodanya. “Kalau begitu, ingin pergi ke ruanganku?”

Blush…

Langkah Soo Rin terhenti begitu saja bersamaan dengan wajahnya yang memanas seketika. Kim Ki Bum sialan! Bagaimana bisa Soo Rin merona parah begini hanya karena pertanyaan yang sebenarnya tidak berarti itu tetapi justru mengingatkan Soo Rin akan segala kejadian yang membuatnya panas-dingin kala di ruangan pria itu?!

Dan Ki Bum memanfaatkan ketermenungan Soo Rin dengan meraih gadis itu kembali, menggandeng sebelah tangannya, menautkan jari-jemari mereka,  membisikkan sesuatu tepat di depan telinga gadisnya, “Temani aku bersitirahat. I will lock the door so you don’t have to worry, okay?” barulah ia menarik gadis itu kembali masuk ke dalam gedung—setelah sebelumnya memberikan senyum penuh arti pada gadis yang melongo menatap dirinya.

Barulah Soo Rin tersadar sepenuhnya, akan maksud dari senyum yang menyimpan kemisteriusan itu, dan kembali memutar kalimat terakhir dari Kim Ki Bum di dalam kepalanya.

I will lock the door so you don’t have to worry…

I will lock the door…

…lock the door…

Oh, tidak…

Siapa saja, tolong selamatkan Park Soo Rin!

9lmoj0

FIN


 

HAI! KISUKISU KEMBALI DENGAN CERITA ABSURDNYA! HAHAHAHAH

//ditendang//

sebenarnya ini udah lama bersarang di flashdisk, teringat adegan di drama Angel Eyes itu, jadi pengen bikin versi kisukisu-nya XD tapi akhirnya, aku berhasil publikasikan sekaligus ingin merayakan bahwa….

HOT CHOCO LUV TEMBUS 100 RIBU VIEWERS PERMISAAAA!! KYAAAAAAAAA >/////<

aku berterima kasih banyak untuk siapa saja yang udah merelakan diri bersarang kemari meski hanya sekedar mampir, melihat-lihat, tanpa membaca aku udah senang sekali ternyata blog-ku ada yang mempedulikan huweeeeeeehh T^T mengingat blog ini lebih banyak posting cerita soal kimkibum, tidak disangka masih ada yang bersedia meliriknya dan aku terharuuuu~ >,<

setelah seminggu lebih ngga buka blog ini, aku kaget, itu merupakan kejutan yang tidak terencana hahahah dan kayaknya ini baru kemarin ya tembusnya hwhw jadi begitu pulang aku langsung ambil laptop dan taraaaa~ ini sebagai ucapan terima kasihku~ >_<

yaudah, segitu dulu.. untuk cerita lainnya, doakan saja aku bisa menyelesaikannya dengan segera. heheheh

Terima kasih, readers-ku tercintah~ TwT #ngek

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

28 thoughts on “T A K E N

  1. Kibummmmm cocit (soweet) dh

    pasangan ini selalu bikin iri saya

    mbak sorin blh tukeran posisi tdk…?

    Song hajin ingin di perakukan manis sama kibum #paling di usir kibum 😦

  2. OMG keren bgt… XD
    aq smp teriak bhagia wkt soorin dtg…
    udah risih ma cwe pngganggu yg entah siapa tu nma nya 😛
    kibum tu smp kpn pun mlik soorin bgtu jg sblik ny… dah mutlak g bs dgnggu gugat…he3x
    slmat ya author,readers ny dah bnyk bgt…
    smangat trus bwt brkrya 🙂
    next dtnggu 😉

  3. ohhh god manis banget slaut sama kibum engga pernah berpaling wkwkwkwk
    di panjangin dong thor sampe di ruangannya kibum upppsssss hahahaha

  4. oh my god kim ki bum, berani sekali kau melakukan hal tersebut didepan umum

    jelas saja model itu langsung ciut nyali melihat adegan tersebut

    kau sangat berhasil kim ki bum

  5. Dokter Kim memang tampan. aku pun pasti akan terpesona kalau dokternya seperti Kim Kibum ㅋㅋㅋ. lucu pas aksi kejar-kejaran Ji Young dan Kibum, ㅋㅋㅋㅋ.

    Huanjirrrr Soorin, aku harap kau baik” saja saat di ruang Kim Kibum, sumpah deh Siska aku ketawa pas kata ” i will look the door” diucapkan berulang” sama Soorin XDD. hahahaha

  6. Ya ampun dokter kim emang so sweet bnget tp ksian jga soo rin jdi malu & salting gtu.

    Knpa kisoo selalu,selalu & selalu bkin aku iri sih?
    Author DAEBAK ;)8-)

    oh iya thor ff two person udah end blum cos aku udah lma ga mampir k sini jdi aku gak tau deh 😦

    1. lah, akunya sendiri juga ngiri gegara kelakuan mereka yaduuuh hahahah T///T
      um…Two Person udah ending sekitar 2 bulan yg lalu heheheh kalo mau baca boleh cek di link Shirt (library) atau library-nya kisoo, di situ udah aku terterakan link ff juga clue password yg kuproteksi di beberapa part terakhir ^^

  7. aduhhh~
    park soo rin, boleh kali pinjem kibum nya beberapa minggu sama saya wkwkwk
    pengen juga di godain kayak gitu sama kibum, uummm ><
    *langsung dapat tatapan horror dari ryeowook* wkwkwk

  8. hhhhh kibumie lucu wktu dikejar” ma tu yeoja untung pas soorin dateng coba kalo nggk mo ngumpet dimn coba.. kibumie bahkan lbh evil dari kyuhyun ckck

  9. Congrats untuk tembus 100 ribu viewers Author-nim.. 😉
    gillllaaaaak ceritanya bikin speechless, awal-awal dibuat jengkel tuh sama yeoja pengganggu, tapi diakhir dibikin baper sama Soo Rin.. kkkkk~

  10. Pasangan yg manis… Slalu bikin senyum2 gk jelas lok bc moment sweat kisoo couple..
    Chukae authornin.. Selmt atas bertmbh y penggemar kisoo couple… (^_-)

    Moga tmbh semangt berkarya ^_^
    Di tunggu bgt krya u di dunia nyata #eh??
    Pgn bgt bc kisoo couple dlm versi novel.. Bukan sekedar ff di blog.. Meski sudah sangat menghibur bc di blog ini tp rasanya kek nyidam bc novel buatan siska-nim.. Efek samping bc kisukisu story ya begini.. PENGEN LG PENGEN LG LIAT MOMENT SWEeeT MEREKA.. ^_^

  11. Omonaa.. kim kibum kau tertular yadong dari si kunyuk eh salah enyuk maksudnya. Kkkk 😁😁
    Wahhh.. selamat ya kak,buat 100ribu viwernya, semoga makin banyak lagi yg mampir ke blog dirimu. Hihihi 😁😁 chukaeyoo ka siska 🎉👏😉

  12. Siapa sih yang bisa ngabaikan ketampanan Dokter Kim bahkan model cantik sampe tergila-gila gitu ^^ , Omaygad Dokter Kim kalo udah ada Soo Rin pasti otak mesumnya muncul eiy mau ngapain keruangan jangan jangan mau asdfghjkl lagi :v

  13. Dan selalu aja endingnya manis, semanis couple Kisukisu >///<
    Baru mampir aja, trnyata viewer blog mu udah 100 ribu. Daebak! Chukkae Siska-ya \(^o^)/ *hug Kisukisu couple*

  14. Omaigaaattttt..
    KiBum,, why are you soooo naughty 😨😨😨
    Hahahaha,, SooRin udah panas dingin aja..
    Ngebayangin apa hayoooo SooRin??

  15. Critanya unni walopun isinya kibum smua tp critanya berbobot kok ^^
    makanya bnyk readers. Tp bwt mslh kome sih emg balik lg k readersnya. Tp rmg lbh enak jd silent reader krn baca lbh seru drpd ngetik😂😂
    jkjk..
    tp emg crita2 disini bagus2 kok. Lain drpd yg lain..
    unni jjangg!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s