Posted in Category Fiction, Ficlet, Fiction, Fluff, G

Sleep Tight

sleepingSoo

Genre :: Fluff

Rated :: G

Length :: Ficlet

||KiSoo||

It’s absurd like seriously, too much monologue than dialogue, and too cheesy until you wanna get vomit (?)

don’t read if you don’t wanna be sick!

okay, if you forced, HAPPY READING ^^

.

©2015 ELVABARI

.

TERDENGAR kunci otomatis dari apartemen ini terbuka, seseorang memasukinya sebelum kembali menguncinya dan mengganti alas kakinya menjadi sandal rumah sebelum masuk lebih dalam lagi. Sejenak ia menghela napas menunjukkan betapa lelahnya dirinya saat ini, mengingat saat ini waktu telah menunjukkan hampir tengah malam dan ia baru bisa menginjakkan kaki di rumahnya ini.

Ia terpaksa berhenti melangkah begitu melihat ruang tengah masih tampak terang, bersamaan dengan televisi yang menyala menampilkan sebuah channel lokal yang menayangkan variety show di tengah malam seperti ini. Keningnya mulai mengerut karena ia tidak mendapati siapa pun di sana. Hingga akhirnya ia mendekati ruang santai tersebut, ia melihat seseorang tergeletak di sofa dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.

Ki Bum mendengus pelan melihat gadis itu terlelap di sana. Sepertinya gadis itu menunggu kepulangannya dengan menonton televisi untuk menghabiskan waktu dan berujung seperti sekarang ini. Ia pun tergerak untuk mengitari sofa tersebut, meraih remote control dan menekan tombol power hingga televisi di depannya mati. Meletakkan tas kerjanya di sofa yang lain sebelum meluruhkan tubuhnya dan berjongkok di samping gadis itu.

Tangan besarnya membelai wajah terlelap gadis itu, lalu ia menundukkan kepala demi mengecup kening berponi tersebut yang ternyata mampu menarik sang empunya kembali dari alam bawah sadar.

Kelopak matanya mulai terbuka, mengerjap beberapa kali secara perlahan sebelum akhirnya berhasil mendapati wajah tegas Ki Bum sudah berada di hadapannya.

“Oh? Kim Ki Bum… kau sudah pulang…” Soo Rin bersuara dengan seraknya, khas orang baru terbangun. Ia mengucek sebelah matanya serta berusaha untuk mendudukkan diri.

“Maaf, aku membangunkanmu,” ucap Ki Bum sedikit menyesal. Sebenarnya ia berniat untuk mengangkat tubuh Soo Rin dan membawanya ke dalam kamar setelah melakukan kegiatan rutinnya itu. Tapi tidak disangka bahwa itu mengusik ketenangan gadisnya.

Soo Rin menggeleng-gelengkan kepala. “Kau ingin minum? Aku akan mengambilkan minum untukmu.”

Ki Bum segera menahan kedua bahu Soo Rin kala melihat gadis itu hendak beranjak, menggeleng pelan seraya mengulas senyum teduhnya. “Kita langsung ke kamar saja, hm?”

Soo Rin mengangguk-angguk. Kesadarannya memang tidak terkumpul sepenuhnya hingga ia menurut saja kala pria itu menuntunnya untuk berdiri, merangkulnya untuk melangkah ke kamar mereka. Hanya saja, ia mengingat sesuatu kala mereka hampir sampai ranjang, dan memaksanya untuk menghentikan langkah yang serta merta Ki Bum ikut berhenti lalu menatap bingung dirinya.

“Ada apa?”

Eo?” Soo Rin tampak kebingungan untuk beberapa saat. Ia kemudian berbalik seraya mengatakan bahwa, “Aku ingin sikat gigi…”

Ki Bum mendengus geli sebelum menuntun kembali gadisnya itu untuk masuk ke dalam kamar mandi. Mata tajamnya tidak pernah lepas dari gerak-gerik Soo Rin yang tampak bermalas-malasan mengingat gadis itu sepertinya tengah dilanda kantuk berat. Lihat, bahkan tanpa sadar gadis itu sudah menuangkan pasta giginya, menggeseknya di atas bulu-bulu sikat gigi merah mudanya padahal benda itu belum ia buka tutupnya.

Pada akhirnya Ki Bum ikut andil. Ia berdiri tepat di belakang Soo Rin, mengulurkan kedua tangannya, menggenggam tangan-tangan gadis itu dan menuntunnya—setelah sebelumnya ia membuka tutup pasta gigi tersebut, menuangkan sedikit isinya ke atas sikat gigi Soo Rin lalu mengambilnya dari tangan Soo Rin untuk ia letakkan di sisi washtafel.

Setengah sadar Soo Rin mulai menyikat giginya perlahan-lahan. Matanya yang setengah terbuka sesekali mengatup hingga untuk yang ke sekian kalinya, ia benar-benar menutupnya dan hampir tidak bergerak lagi jika Ki Bum tidak kembali bertindak. Menggenggam kembali tangan Soo Rin dan menuntunnya untuk kembali menyikat giginya perlahan-lahan. Ki Bum harus merangkul bahu gadis itu dari belakang kala melihat bagaimana tubuh ramping itu tampak limbung beberapa kali.

Senyum gelinya mengembang, melihat bagaimana wajah mengantuk gadisnya yang terpantul dari cermin di hadapan mereka, dengan busa yang memenuhi mulut setengah terbuka itu, serta sikat gigi yang masih berada di dalamnya dan ia gerakkan perlahan. Bagaimana gadisnya itu mengatup kelopak matanya, memancing dirinya untuk memberikan kecupan singkat di bagian pelipis yang terjangkau, hingga ia melihat gadisnya itu kembali membuka mata, mengerjap beberapa kali dan itu sangat menggemaskan.

Setidaknya itu berhasil menghilangkan rasa lelah dan penatnya setelah seharian ini bekerja.

Butuh hitungan menit bagi Ki Bum, setelah akhirnya ia beralih membantu Soo Rin untuk membasuh mulutnya juga membersihkan sikat gigi gadisnya itu, Ki Bum meraih handuk kecil di dekat washtafel kemudian menyeka mulut dan sekitarannya, melihat dengan leluasa wajah cantik itu yang kini hanya menyorot sinar redup di iris kecoklatannya yang mengintip berkali-kali, melihat betapa mengantuknya Soo Rin saat ini. Barulah Ki Bum kembali merangkul Soo Rin dan menuntunnya keluar dari sana, menuju tempat tidur mereka, lalu merebahkan tubuh gadisnya setelah ia menyingkap selimut tebal yang masih menutup ranjang mereka dengan rapi.

“Kim Ki Bum.”

Hm?”

Gomawo…

Ki Bum menarik sudut-sudut bibirnya lagi. Melihat gadis itu menatapnya dengan sorot sendunya akibat rasa kantuk, namun ia bersyukur karena masih bisa melihat bagaimana bibir manis itu menyungging senyum. Ia menarik selimut hingga menyelubungi batas leher Soo Rin.

“Kim Ki Bum.”

Ki Bum mendengus samar. Gadisnya ini, memilih untuk memanggilnya lagi ketimbang melanjutkan tidurnya. “Wae?”

“Selamat datang kembali.”

Tangan besarnya bergerak mengusap sisi kepala Soo Rin, yang justru membuai Soo Rin untuk semakin terhanyut dalam rasa kantuknya yang semakin menguasainya. Dan Ki Bum memang menginginkan hal itu, agar gadisnya ini segera melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda. “Terima kasih.”

Barulah Soo Rin benar-benar memejamkan mata. Napasnya mulai teratur bersamaan kesadarannya yang semakin tersedot habis. Sebelum dirinya benar-benar meluncur ke alam mimpi, bibirnya bergerak untuk yang terakhir kali, mengucapkan, “Selamat malam…”

Dan Ki Bum membalasnya, dengan membungkukkan tubuh tegapnya, mendaratkan kecupan hangat di kening berponi Soo Rin untuk beberapa saat, membisikkan sesuatu tepat di depan wajah terlelap gadisnya.

Sleep tight, My Girl.

tumblr_m88b6iHNkE1qzbak4o1_500

F I N


 

“I think I’m gonna be sick… umph!

Habis itu pada lari ke kamar mandi. Hahahahah

Aku sendiri ngga ngerti bisa bikin beginian. Terinspirasi ketika lagi pas sikat gigi sambil riyep-riyep ini mata, langsung Ting! Jadilah ini… #dessh

Yaudah, gitu aja… ngga usah komentar kalo mual-mual. Sumpah ini absurd banget soalnya hiks… T^T

#bye

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

18 thoughts on “Sleep Tight

  1. yeyyyy the first.. eonni veritanya keren seperti biasa. kopel kisoo bikin aku speechless selalu?/ kkkk.. eonni bisa nemu ide dikala sikat gigi? daebakkkk kkkkk… ditunggu karya selanjutnya eoniiii

  2. Aduhhh sorin_ sorin ada” saja…

    Ttp Sosweet pasangan ini mh, bikin ngiri aja..
    Kpn punya aeginya..?

    Ditunggu karya selanjutnya,,,!

  3. bisa kna diabetes nich… trlalu manis.ha3x 😀
    author ny keren dech,gra2 skat gigi bsa bwt crta se manis ni…
    good job author 😉

  4. annyeong eonni, udah lama banget aku ga baca blog eonni sekali baca nemu ff ini sweet bangett sumpah eonii suka bangettttt
    eonni with you part 10 udah dibuka belum ya ?
    keep writing ya eonni cantik 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s