Posted in Category Fiction, Ficlet, Fiction, PG

Something Under My Bed

sumb

Rated :: PG

Length :: Ficlet

||Dong Hae||

Take a deep breath before you read this ^^

¤¤¤¤

Be careful. Maybe there’s something under your bed…

¤¤¤¤

“APPAAAAAAAAA!!!”

Dong Hae yang tengah menonton televisi dengan santai di ruang tengah seketika berjengit kaget mendengar lengkingan panjang memanggilnya dari lantai atas. Langsung saja ia berlari tunggang langgang menaiki anak-anak tangga, mendekati satu daun pintu di mana tertempel kumpulan huruf secara tak beraturan menyusun sederet nama—Jeno Lee’s—dengan tingkat kepanikan meninggi.

Mengingat sudah beberapa kali ini dirinya mendengar putra tunggalnya itu berteriak memanggilnya penuh ketakutan tiap malam seperti ini. Dan untuk kali ini, lengkingan itu penuh kehisterisan yang serta merta membuat Dong Hae tidak bisa sekadar berjalan cepat apalagi diam saja.

Menjeblak pintu kamar tersebut, Dong Hae segera disuguhkan oleh sosok pemuda berusia kisaran 12 tahun itu sudah terduduk lemas di atas tempat tidurnya, memandang dirinya dengan sorot mata teramat kosong serta wajah menawan yang menurun darinya tersebut nampak pucat tanpa rona.

Melihat kondisi mengkhawatirkan itu menggerakkan Dong Hae untuk berhambur masuk menghampiri Jeno, menangkup wajah pemuda itu yang terasa begitu dingin sampai-sampai Dong Hae terhenyak diam-diam. Ya Tuhan, apa lagi yang tengah terjadi dengan putranya ini? Dong Hae panik bukan kepalang.

“Jeno-ya, ada apa, eo? Kau melihat sesuatu lagi?”

Mata berpancar kehampaan itu membalas tatapan penuh cemas milik Dong Hae. Setelah mendengar lengkingan memilukan dari lantai bawah beberapa detik lalu, Dong Hae sedikit sangsi dengan ekspresi yang dipamerkan Jeno saat ini. Apakah karena sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaga untuk berteriak seperti tadi maka sang putra menjadi tampak tak berdaya seperti ini?

“Jeno-ya, jawab Appa! Berbicaralah, eo? Jangan membuat Appa semakin cemas!” cecar Dong Hae mulai tidak sabar. Melihat putra satu-satunya ini seperti baru saja kehilangan setengah kesadarannya, bagaimana Dong Hae untuk bersikap tetap tenang?

Appa…

Batin Dong Hae sedikit terhenyak mendengar panggilan keluar dari mulut kecil nan pucat itu. “Eo, Appa di sini. Katakan ada apa, Jeno-ya,” Dong Hae menurunkan nada bicaranya, mencoba memberikan ketenangan kepada Jeno seraya menggerakkan sebelah tangan besarnya untuk mengusap penuh hangat puncak kepala putranya.

Namun kejanggalan di dalam benaknya justru semakin menjadi kala mendengar balasan dari sang putra.

“Ada sesuatu di bawah tempat tidurku, Appa…

Datar, hambar, juga tenang. Begitulah jawaban Jeno—yang semakin membuat Dong Hae mengerutkan keningnya dengan jelas. Tetapi Dong Hae segera menepisnya dengan mencoba memberikan senyum teduhnya pada Jeno. Mengusap wajah pucat Jeno dengan sayang sebelum berkata, “Biar Appa periksa.”

Begitulah keluhan yang sering Jeno lontarkan padanya. Putra tunggalnya itu selalu mengeluhkan adanya sesuatu yang tak kasat mata di bawah tempat tidurnya. Dong Hae yang tidak percaya akan adanya hal-hal semacam itu selalu menganggap bahwa Jeno terlalu berlebihan memainkan imajinasinya mengingat anak seusianya masih terlalu banyak berkhayal. Itulah mengapa selama ini Dong Hae lebih memilih untuk menemani Jeno hingga putranya itu terlelap, tentunya setelah Dong Hae memeriksa kolong tempat tidur Jeno dan tidak mendapati apapun di sana.

Dong Hae menganggap bahwa Jeno hanya belum terbiasa dengan kamar barunya mengingat baru dua minggu semenjak mereka pindah kemari setelah beberapa bulan lalu ditinggal oleh istrinya yang sekaligus juga ibu yang melahirkan Jeno.

Pada akhirnya Dong Hae kembali berinisiatif untuk membungkuk memeriksa kolong tempat tidur Jeno. Biasanya dia hanya akan menemukan kotak penyimpanan mainan Jeno yang selalu disimpan di sana dan sisanya hanyalah kegelapan khas kolong tempat tidur.

Tapi…

Untuk kali pertama, Dong Hae melotot terperangah melihat apa yang didapatinya di bawah tempat tidur putranya itu.

A-Appa…

Dong Hae melihat sosok putranya yang sudah pucat pasi disertai keringat dingin tengah menelungkup memeluk diri di bawah sana, bibirnya yang bergetar juga mata yang memerah dan basah—menceloskan batin Dong Hae seketika.

“A-ada sesuatu—di atas tempat tidurku, Appa…

Dong Hae masih mendengar bisikan penuh ketakutan itu, disertai isakan tertahan yang secara langsung ia melihat bagaimana putranya itu menangis diam-diam di bawah sana, memohon pertolongan darinya melalui sorot matanya yang begitu memilukan, menghenyakkan jantung Dong Hae hingga berdegup teramat kencang. Mendapati bahwa Jeno-nya ternyata bersembunyi di bawah tempat tidur.

Sepasang matanya yang membelalak itu mulai melirik—ke atas, wajah tegasnya yang menawan berubah gamang begitu memilih untuk nekat memeriksa apa yang ada di atas tempat tidur putranya.

Hingga napas Dong Hae serasa terenggut begitu saja… melihat apa yang berada di atas tempat tidur Jeno.

FB_IMG_14434458229484643

F I N


Tolong jangan parno setelah baca ini ya hahahahah Tenang aja, tempat tidurku juga ada kolongnya kok jadi kita samaan #apa-_-

Ini aku ambil dari riddle yang pernah aku baca di blog mengakubackpacker dan aku lupa judulnya apa, kayaknya sih sama kayak judul yg ini hwhwhw udah lama soalnya. Trus awal ceritanya juga ngga begitu sih, tapi aku langsung ambil klimaksnya aja wahahahah

Ngga serem ya._. apalagi yang main Dongek-Jeno wkwk

Yaudah lah… selamat bermalam jumat~ terima kasih sudah mampir yaa ^-^

Psst

Sekali lagi, hati-hati…..di bawah tempat tidur Anda mungkin ada sesuatu… //ditendangreaders//

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

20 thoughts on “Something Under My Bed

  1. omaigot eonniiii/? doh jadi ngebayangin film horor yg pernah aku tonton. merinding merinding >< …. kkkk~ ditunggu karya selanjutnya ^^

  2. ah aku tahu ini ada film pendeknya .. baru aja kemarin aku lihat di youtube .. judulnyaaaaa lupa hehe
    *duaggg

    agak takut soalnya Jeno yang asli justru ada di bawah tempat tidur .. sedangkan yang palsu ada di atas .. kkkk creepypasta ahhh suka suka banget

  3. aku juga parno sama kolong tempat tidurku sbnrnya jadi pas baca ini aku ketawa hehe nemu maslh yg sama jd lucu aja 😀 tapi yg aku takutin sempat pas mau naik ranjang tiba2 ada yg megang kakiku kan seram. Itu yg aku bayangin hhh

  4. Aduh aku bacanya pas tengah malam ni jd suasananya mendukung bgt.
    Jd thu yg jeno asli yg mna tuh, yg mumpet dikolong ya? Udah pindah rumah lg aja.wkwk

  5. Appa?? Bocah ikan itu dipanggil appa?? Kayaknya anaknya kudu manggil dia oppa/hyung deh nanti, apa itu terlalu tua untuk dirinya yang berwajah bocah itu 😖 lagi kangen juga nih ama nih bocah-_- masih banyak hari yang harus dilewati tanpanya *sok galau*😂

  6. siskachi.. :(((((((( :”'((((((
    huwwwaaaaaaaaa aku lagi di kosan sendirian ini ya ampun mana temen pada liburan semua jadi sepi melompong uwweeeeeeeeeeeeeeee ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    duuuh tapi untung tempat tidurku ada kasur lagi di bawahnya heheee /eh tapi ko jadi tambah takut ya 😭😭
    duuuh dapet deh deg2annya, mana yang main si ongeks sama dedek jeno lagi hihiii.
    tapi untung ada fotonya si jeno di belakang2 jadi emesh lagi hehe nice niceee 😁😁😁♥♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s