Posted in Category Fiction, Ficlet, Fiction, Fluff, Teen

Pepero Game

pocky-pepero

Genre :: Fluff

Rated :: Teen

Length :: Ficlet

||KiSoo||

Kisukisu is back! Happy reading!! ^___^

¤¤¤¤

“GAWI BAWI BO!”

Soo Rin bersorak kesenangan kala dirinya mengalahkan Ki Bum dengan mengeluarkan dua jari telunjuk dan tengah sebagai pilihannya dalam bersuit. Ia pun mengapit hidung pria itu dengan jari-jari tersebut cukup keras hingga sang empu meringis, dan ia tersenyum penuh kemenangan.

“Aku mendapatkan satu batang pepero lagi! Hihi!” tukasnya penuh riang seraya meraih sebatang pepero untuk disantapnya.

Ya, saat ini mereka tengah bermain sesuatu yang berhubungan dengan pepero—stik berlapis coklat maupun lapisan manis bervariasi lainnya. Sebagai bentuk perayaan Pepero Day yang tengah berlangsung hari ini. Hari perayaan yang mirip seperti Valentine Day itu ditandai dengan banyaknya pasangan saling memberi pepero sebagai bentuk kasih sayang terhadap satu sama lain. Yah, meski sebenarnya menunjukkan rasa kasih sayang itu bisa setiap hari, tapi setidaknya dengan begini mereka dapat merasakan suatu hal yang mungkin saja hampir tidak pernah mereka lakukan. Seperti Pepero Game ini, mungkin?

Oh, dan tentunya dua insan ini memiliki cara bermain yang mungkin sedikit kekanakan untuk seusia mereka. Bukankah Pepero Game identik dengan pasangan yang saling memakan satu stik pepero untuk kemudian mereka habiskan bersama hingga berakhir dengan mereka yang berciuman? Ugh, ya… terdengar canggung memang. Tapi, lihatlah mereka…

Ki Bum hanya menghela napas panjang. Sejak mereka memulai permainan ini—di mana mereka menentukan boleh atau tidaknya memakan satu batang pepero dengan melakukan suit—Ki Bum belum memenangkan satu pun batang pepero. Sedangkan gadisnya itu sudah menyantap lima batang dan menjatuhkan lima hukuman untuknya karena sudah kalah dalam bermain. Bolehkah dikatakan bahwa Ki Bum tidak pandai dalam melakukan permainan ala anak kecil ini?

“Ayo lakukan lagi!” Soo Rin melakukan ancang-ancang, mengulurkan sebelah tangannya penuh antusias. Oh, lihatlah, Soo Rin terlihat begitu percaya diri sampai-sampai Ki Bum menggeleng-geleng takjub.

Gawi bawi bo!

Soo Rin kembali berteriak penuh kegirangan begitu melihat pria itu mengeluarkan dua jari sedangkan dirinya mengeluarkan kepalan tangan, langsung saja ia gunakan untuk menjitak keras kepala prianya itu hingga merintih kesakitan. Hei, kapan lagi Soo Rin mampu menyakiti Kim Ki Bum dengan cara seperti ini? Harus dimanfaatkan dengan baik!

Ki Bum hanya mampu menggerutu di dalam hati. Sial! Gadisnya ini sudah berani melakukan aksi kekerasan terhadapnya. Lihat saja nanti, Ki Bum pasti akan membalasnya sebentar lagi. Awas saja kau, Park Soo Rin!

Sudah batang keenam pepero yang Soo Rin makan, sebanyak itulah dirinya memenangkan permainan suit ini. Wajahnya begitu cerah—teramat cerah mengingat dirinya ternyata mampu mengalahkan seorang Kim Ki Bum hanya dengan permainan kecil seperti ini. Hah! Soo Rin merasa di atas angin saat ini juga.

Hei! Park Soo Rin mampu mengalahkan seorang Kim Ki Bum!! Hebat, bukan? Tentu saja!

“Ayo lakukan lagi!!” seru Soo Rin setelah menghabiskan batang keenam pepero. Dia semakin dan semakin percaya diri bahwa dirinya dapat menghabiskan semua pepero itu tanpa perlu berbagi. Kim Ki Bum sudah berjanji jika Soo Rin mampu memenangkan semua, maka pria itu akan membelikan berkotak-kotak pepero sesuai keinginannya. Ugh, menggiurkan sekali, bukan? Mengingat pepero merupakan camilan favoritnya.

Gawi bawi bo!

Plak!

“Aak!!” Ki Bum harus merintih lagi mendapati tepukan keras di keningnya. Lagi-lagi dirinya kalah bertanding dari Park Soo Rin dan membiarkan gadisnya menghabiskan batang ketujuh. Oh, sial sekali! Seharusnya dia tetap mengeluarkan dua jarinya bukan kepalan tangan! Lihat, kini Soo Rin dengan beraninya menampar Ki Bum dengan kelima jarinya yang dia keluarkan itu!

“Aku tidak menyangka bahwa kau tidak pandai bermain suit. Hihihi!” Soo Rin terkikik geli, jelas sekali dia tengah mengejek seorang Kim Ki Bum. Ia memamerkan senyum gummy-nya seraya menggigit-gigit pepero ketujuhnya.

Sedangkan Ki Bum harus mendengus keras, merasa dirinya dijatuhkan oleh gadisnya sendiri. Oh, tentunya ia merasa predikat kekuasaannya tengah dipermainkan oleh gadisnya saat ini. Mau ditaruh di mana kediktatorannya nanti jika memenangkan suit saja tidak bisa?

Lihat saja nanti, Park Soo Rin. Keadaan bisa berbalik tanpa diberi tahu terlebih dahulu.

Ough, rasanya aku bisa mencium berkotak-kotak pepero akan datang setelah ini,” ujar Soo Rin dengan senyum terkulum penuh arti. Mulai bersenandung tidak jelas karena saking bahagianya saat ini.

Setelah ia menyelesaikan kesepuluh batang pepero berukuran besar itu dengan baik, dia akan segera berteriak meminta dua puluh kotak pepero untuk dibelikan oleh Kim Ki Bum!

 “Cah! Ayo menangkan pepero kedelapan!” Soo Rin berseru penuh nyaring, tangannya kembali mengancang ancang dan, “Gawi bawi bo!”

Senyum lebarnya lenyap seketika, bersamaan dengan segala angan-angannya akan berkotak-kotak pepero yang datang mulai meretak kemudian hancur berkeping-keping di dalam otaknya, wajahnya melongo tidak percaya akan apa yang sudah ia keluarkan sebagai senjata untuk melawan pria itu.

Sedangkan Ki Bum—mulai menarik sudut-sudut bibirnya ke atas begitu melihat kelima jarinya mengalahkan kepalan tangan Soo Rin. Mata tajamnya segera melirik reaksi yang terpampang sangat jelas di wajah cantik gadisnya itu, terlihat seperti baru saja mendapatkan fakta bahwa tangannya begitu besar dibandingkan miliknya. Haha! Lihat, Ki Bum membuktikannya sekarang!

Dan Soo Rin tidak dapat mengelak kala kelima jari besar itu bergerak ke arahnya seakan ingin menepuk keras kening ataupun sebelah pipinya. Tapi hal tersebut tidak terjadi karena ternyata melewati wajahnya begitu saja dan hinggap di tengkuknya, menekannya hingga dirinya tersentak ke depan sebelum kemudian merasakan material lembut nan hangat menyapu bibirnya penuh gemas sekaligus lamat-lamat. Menghempaskannya dari angan-angan hingga mengerjapkan matanya berkali-kali, menyadarkannya bahwa saat ini Kim Ki Bum tengah menghukumnya.

Kemudian jantungnya serasa terjun dari tempatnya begitu melihat bagaimana bibir penuh itu memamerkan seringai mematikannya, dalam jarak hampir tak terlihat ini, Kim Ki Bum mampu melumpuhkan seluruh kinerja tubuhnya yang sempat bergolak dan mematikan kemenangan yang sempat menyala-nyala dalam satu tindakan yang sialnya telak mengalahkannya.

“Hanya karena aku tidak pandai bermain, bukan berarti kau bisa mencium berkotak-kotak pepero itu dengan mudah. Sebab aku akan mencium kemenanganmu terlebih dahulu sebelum hal itu terjadi.”

You win, Kim Ki Bum!

woojungislove

FIN! 


 

Hyaaaaaa~ setelah cukup lama ngga nongol, kisukisu kembali dengan cerita absurdnya! Hahahah XD

Sebenernya ini pengen diposting di waktu Pepero Day tanggal 11 kemarin tapi apa daya baru bisa posting sekarang hwhwhw

yaudah lah ya, aku juga bingung mau ngoceh apa hahahah TwT

Happy Pepero Day!!

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

14 thoughts on “Pepero Game

  1. Yah 20 pepero melayang deh gak jd ditangan. Dan ki bum romantisnya kasih hukuman. Memanfaatkan kesempatan dgn sebaik2nya.wkwkwk

  2. ahh, lama gak nongol ini kisukisu makin greget aja jadinyaa

    ditunggu cerita keren dan menariknya lagi dari kisukisu kak, aku tungguin lohhh

  3. kibum kalah untk prtma kali ny dr soorin…
    tp brakhr dgn kmenangan besar XD
    hukuman ny bikin iri…
    impian sorin 20 ktak pepero sirna sudah…
    ha3x 😀
    next…next…next… 🙂

  4. Tuh kan kibumie mah gitu soorin ja ngasih hukuman’a jjtakan dia malah nyium ck dasar mr arogan :-D.. Soorin lalai tuh karna merasa menang trus jd kalah dah

    series’a manaaaaaaaaaa

  5. Hahahaha…kesempatan soo rin mukul kibum bangga bgt tu dgn kejamnya soo rin mukul kibum smpe meringis gitu,tpi hukuman yg soo rin dpt mlah hal yg romantis hihihihi…jdi mau #peperonya loh

  6. ya hahahaha sayang banget ya, 20 kotak pepero melayang. tapi ih Kibum kau mencuri kesempatan dalam kesempitan wkwkwkwk
    mencium Soorin seenaknya
    *duag
    *dia kan suami Soorin

    hahahahahahahaha

  7. tukeran posisi boleh gak? soorin-ssi? *puppy eyes*
    pengen nyubit hidung kibum, pengen jitak, pengen nampar juga :’D
    trus yang terakhir itu *uhukk* juga :v
    kibum-ahh~ play pepero game with me pliss ❤
    aku rela gak dapat 20 bungkus pepero, aku juga rela kalah terus kalo hukumannya macam itu wkwkwkwk 😀

  8. Soo Rin pasti seneng banget dapet ngalahin Ki Bum tapi sayang suit ke 8 nya dapet ciuman dari Ki Bum :v , Ki Bum sekalinya menang langsung nyosor gimana kalo menang terus bibir Soo Rin pasti bengkak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s