Posted in Category Fiction, Family, Fiction, Fluff, G, Slice of Life, Vignette

Farce

IMG_20141115_172105

Genre :: Life, Family, Fluff

Rated :: G

Length :: Vignette

||Cho’Siblings||

Happy Reading, SparKyu! ㅋㅋ ^^

ㅡㅡ

“Lagipula Noona sendiri sering melakukannya, bukan?”

ㅡㅡ

Wanita paruh baya itu tengah mendumal kesal seraya melangkah masuk ke dalam rumah. Wajah anggunnya tertekuk masam seperti anak kecil yang tengah merajuk. Sejenak menoleh ke belakang melihat pemuda itu tampak dikerubungi banyak gadis di teras rumahnya. Itulah yang membuat beliau kesal sekali.

“Ada apa, Imo?

Wanita itu menoleh pada sumber sapaan yang dipastikan tertuju untuknya, menemukan sosok gadis cantik tengah memandang penuh heran dirinya.

“Lihat itu!” wanita yang dipanggil Imo itu mengedikkan kepala seraya menggerakkan telunjuknya ke belakang sana. Dengan rasa tidak suka yang sungguh-sungguh, beliau melanjutkan, “Adikmu didatangi teman-temannya yang jelek dan centil itu!”

Ne?” gadis itu melebarkan mata, hampir tersedak karena mencoba menahan tawa yang hampir keluar begitu saja setelah mendengar perkataan Imo. Apalagi melihat bagaimana raut wajah sang Imo begitu khusyuk mengumbar kekekiannya terhadap teman-teman adiknya—yang katanya jelek dan centil—itu.

Memang sudah pernah diceritakan bahwa adiknya itu memiliki banyak teman selama bersekolah di kota berjulukan kota riset ini. Mayoritas merupakan perempuan yang doyan sekali makan dan seenaknya menempel pada adiknya itu. Karenanya adiknya menjadi berisi karena hampir setiap hari ber-hang out ria bersama mereka, dan pastinya tidak jauh dari yang namanya berwisata kuliner. Begitulah Imo bilang.

Sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya salah karena berteman itu boleh dengan siapa saja, bukan? Dan bukankah itu berarti adiknya hidup dengan makmur di sini karena makan dengan sangat teratur? Lihat saja, tubuh kekarnya tampak subur dan tinggi.

Tetapi yang tidak disukai oleh Imo—bahkan Samchon juga pernah mengutarakannya—adalah adiknya terlihat seperti dimanfaatkan oleh para gadis itu. Adiknya itu sering sekali menraktir teman-teman perempuannya tersebut. Mengingat bagaimana loyalnya sekaligus baik hatinya sang adik terhadap mereka. Apalagi dia adalah seorang pria yang sudah tumbuh dewasa menjadi pria tampan dan pandai sekali dalam berkendara. Itulah yang Imo tidak suka. Selalu mendapati adiknya bepergian bersama mereka dengan mobilnya sendiri, sudah pasti bahwa adiknya itu menjadi supir, bukan?

Ditambah lagi, Imo dan Samchon semakin tidak suka dengan para gadis itu karena pernah masuk ke dalam kamar adiknya seenak jidat. Sungguh tidak sopan sekali!

Well, dia sebagai kakak perempuannya tentu penasaran dengan teman-teman adiknya itu. Beruntung saat ini dirinya tengah menghabiskan libur musim panas dengan memilih berkunjung kemari demi menengok keadaan adiknya yang menetap di sini selama menempuh pendidikannya. Dia ingin tahu bagaimana rupa sekaligus wujud dari mereka yang—menurut Imo bahkan mungkin Samchon juga—jelek dan centil.

“Ah, benar juga!”

Ia dikejutkan oleh Imo yang tiba-tiba saja berseru. Raut wajah Imo terlihat seperti baru saja mendapatkan ide sungguh cemerlang.

“Kau tunggu di sini, eo!Imo berbalik melangkah keluar rumah. Tampak menghampiri kerumunan itu.

Dengan senyum lebarnya yang dibuat semanis mungkin, Imo menyapa gerombolan yang masih betah mengerubungi keponakan tampannya itu dengan tidak tahu diri. Diam-diam Imo merasa gemas dan panas terhadap gadis-gadis centil itu. Ugh…

Aigoo, Kyu Hyun-ah! Kenapa masih di sini saja, eo? Seharusnya kau mempersilahkan teman-temanmu untuk masuk!”

Kyu Hyun—tidak lain dan tidak bukan merupakan pria satu-satunya sekaligus keponakan tampan sang Imo itu mulai menggaruk belakang kepalanya salah tingkah. Jujur saja, dia tidak nyaman mengajak teman-temannya masuk ke dalam rumah. Dia masih sangat ingat bagaimana kelakuan imo-nya itu yang kerap kali memanjakannya. Dia khawatir jika saja imo-nya melakukan hal sama di depan teman-temannya.

Heol, mau ditaruh di mana wajah berkharismanya nanti?

Aah, tidak perlu, Eomoni. Di sini saja sudah cukup!” sahut salah satu gadis bernama Ahn Da In. Nada bicaranya begitu lemah gemulai. Tentunya itu bukanlah nada bicara naturalnya.

Karenanya terdengar menggelikan di telinga Imo. Mereka memang tidak sepenuhnya tahu kehidupan pribadi Kyu Hyun yang sebenarnya adalah putra dari adik perempuan Imo. Apalagi Kyu Hyun sering kali memanggilnya dengan sebutan Eomoni karena Imo sudah dianggap seperti ibu keduanya. Hanya saja…

Enak saja memanggilku Eomoni. Kau pikir aku akan merestuimu berhubungan dengan keponakan tampanku, hah?! Begitulah gerutuan Imo di dalam hati saat ini.

“Sebenarnya kami ingin mengajak Kyu Hyun berjalan-jalan setelah ini, Eomoni,” gadis lain bernama Baek Min Ah kini ikut bersuara.

Geuraeyo, Eomoni. Karena ini masih liburan musim panas, kami ingin mengajak Kyu Hyun pergi ke pantai. Boleh ‘kan, Eomoni?” lalu gadis bernama Han Se Mi itu mulai ikut bertingkah. Gadis yang satu ini… dengan kurang ajarnya bergelayut manja di lengan Kyu Hyun—di depan Imo!

Lalu kalian akan pamer bikini di depan keponakan tampanku?! Enak saja! Kalian pikir aku rela mata keponakanku dinodai oleh tubuh kalian itu?! Lihat itu, lihat! Berani sekali kau menyentuhnya seperti itu, dasar gadis centil! Lagi-lagi Imo berseru penuh kesal di dalam hati.

Berdeham pelan, Imo berusaha mempertahankan senyum manisnya yang begitu anggun—meski palsu. Merasa harus mempertahankan keponakannya sekaligus menjauhkan gadis-gadis yang berniat menggodanya di pantai dan pasti akan menguras uangnya nanti, Imo meraih sebelah lengan Kyu Hyun yang lain.

“Kau mau pergi, Kyu Hyun-ah?” tanya Imo selembut mungkin, menatap keponakannya yang sangat tinggi di sampingnya itu. Aigo, betapa tampannya keponakanku ini, puji Imo di dalam hati.

“Yah… sebenarnya tidak masalah,” ada nada ragu terselip di suara berat Kyu Hyun.

“Kyu Hyun pasti mau!” seru ketiganya bersamaan. Memancing Imo untuk mendumal lagi di dalam hati.

Mereka ini benar-benar! Sudah jelas Kyu Hyun tidak sepenuhnya ingin pergi!

“Kau yakin tidak masalah? Kau akan meninggalkannya di rumah, hm?” tanya Imo dengan segera.

Well, beliau mulai melancarkan rencananya.

“Ah, benar juga! Imo jadi mengingatnya. Tunggu sebentar!” semangatnya tiba-tiba bermunculan hingga menggerakkan Imo untuk berbalik mengarah pintu utama rumah. Kemudian, “Ah Ra-yaaa!!

Ah Ra yang sedari tadi mengintip harus tersentak kaget mendengar namanya terpanggil. Euh, apakah dia harus keluar menghampiri Imo, juga Kyu Hyun dan teman-temannya itu?

N-nee!” Ah Ra akhirnya merapikan rambutnya sejenak sebelum melesat keluar. Memilih untuk memenuhi panggilan Imo.

“Kemari, kemari!” Imo melambai-lambaikan tangan memerintah Ah Ra untuk segera mendekat. Sudut matanya menangkap bahwa ketiga gadis centil itu tengah berkasak-kusuk, mungkin karena mendapati sosok yang baru mereka lihat tampak keluar dari tempat tinggal Kyu Hyun.

“Ada apa, Imo?” Ah Ra melirik pada ketiga gadis itu, mencoba mengulas senyum santun seraya sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk salam.

Sepertinya mereka tengah bertanya-tanya, siapa gadis yang tampak asing di mata mereka ini.

Eii! Kau ini masih saja memanggil Eomoni begitu,” gerutu Imo seraya mengibaskan tangannya berlagak jengah.

Membuat Ah Ra harus mengernyit bingung. Eomoni? Bukankah Ah Ra selalu memanggil dengan sebutan Imo?

“Ah, benar! Kau harus mengenal teman-teman dari Kyu Hyun, Ah Ra-ya!” Imo beralih menggandeng Ah Ra, menarik gadis itu, menuntunnya untuk berdiri tepat di samping Kyu Hyun. “Nah, Ah Ra-ya, mereka bertiga adalah teman-teman Kyu Hyun yang sering datang kemari,” Imo semakin melebarkan senyumnya sebelum beralih menatap mereka, “Geurigo, perkenalkan, dia bernama Ah Ra, kekasih Cho Kyu Hyun.

NE?!

Sontak saja, ketiga gadis itu melongo parah setelah berseru kompak seperti baru saja. Oh, jangankan mereka, Kyu Hyun dan Ah Ra pun ikut terkejut meski—beruntung—tidak ikut berteriak dan hanya bermain ekspresi wajah. Lihat saja, mata mereka yang sama-sama memikat itu tampak melebar. Berkat perilaku Imo yang jauh sekali dari prediksi.

Hei, perlu ditekankan sekali lagi. Imo memperkenalkan Ah Ra sebagai kekasih Kyu Hyun!

Aigoo! Kenapa kalian terkejut seperti itu? Apa Kyu Hyun tidak pernah bercerita sebelumnya?” Imo memasang raut terherannya, lalu terkekeh pelan seraya menepuk pundak Kyu Hyun, berpura-pura kesal, “Eii, apa karena kekasihmu ini jarang ada di sini maka kau menyembunyikannya, eo?” berdecak pelan kemudian tersenyum lebar pada ketiga gadis itu, “Sebenarnya mereka sudah berhubungan saaaaangat lama! Yah, karena Ah Ra berkuliah di Seoul jadi mereka jarang bertemu dan sering berkomunikasi jarak jauh. Tapi yang membuatku sangat senang adalah Ah Ra yang rela datang jauh-jauh kemari setiap ada banyak waktu luang untuk menemui Kyu Hyun. Bukankah dia kekasih yang sangat perhatian?”

Ah Ra dan Kyu Hyun hanya mampu saling melempar pandang, berbicara dengan mata yang justru membuat ketiganya mencelos melihat bagaimana keduanya saling bertatap mata—saling melempar senyum… oh, astaga… itu adalah kali pertama bagi mereka melihat Kyu Hyun seperti itu!

Sedangkan Imo yang melihat itu justru semakin gencar melanjutkan karangan sematanya itu. Beliau bergerak merapatkan diri pada Ah Ra, sampai-sampai gadis itu semakin mendekat pada Kyu Hyun. Serta menunjukkan betapa bangganya beliau menggandeng Ah Ra saat ini.

“Dia sangat cantik, bukan? Ough, aku tidak menyangka sekaligus bahagia bahwa Kyu Hyun memiliki kekasih secantik ini! Ohohoho!”

Ah Ra mulai merasa tidak nyaman. Tidak menyangka bahwa ia berdiri di sini untuk menjadi bahan sandiwara ciptaan imo-nya sendiri.

I-Imo—”

“Kyu Hyun-ah, kau tidak ingin menggandeng kekasihmu ini, eo? Eii, kenapa justru Imo yang menggandeng kekasihmu? Ah, benar juga, bagaimana jika Ah Ra bergabung saja? Ajak dia ikut jalan-jalan, hm?”

Well, Kyu Hyun tidak mungkin membantah, bukan? Melakukannya sama saja dirinya mempermalukan imo-nya sendiri. Meski batinnya sudah menggerutu akan tingkah kekanakan imo-nya ini, pada akhirnya ia meraih tangan Ah Ra dan menggenggamnya.

“Kalau begitu, ingin jalan-jalan ke pantai juga?” Kyu Hyun menatap Ah Ra yang juga tengah menatapnya. Melihat kakaknya itu kebingungan—terlihat sekali di matanya.

E-eo… boleh?” dan Ah Ra hanya mampu menjawab sebatas itu.

“Tentu saja boleh,” dan Kyu Hyun mengulas senyum yang seketika membuat ketiga gadis itu iri bukan main.

Tanpa sadar, keduanya justru melancarkan aksi sandiwara kekanakan karangan Imo.

Han Se Mi yang sebelumnya terus bergelayut manja, sudah melepas diri dari dekat Kyu Hyun sekaligus merangsek mundur. Memasang raut tidak nyamannya karena malu. Apalagi melihat bagaimana Kyu Hyun menggandeng gadis bernama Ah Ra itu dengan penuh hangat seketika membuatnya mencelos.

Ugh, rasanya baru kali ini melihat seorang Cho Kyu Hyun bersikap penuh perhatian seperti itu. Biasanya pria itu selalu bersikap acuh tak acuh meski sudah berkali-kali mencoba menarik perhatiannya. Bukankah itu berarti Kyu Hyun sudah luluh terhadap gadis yang—sialnya—sangat cantik dan sangat pantas bersanding di sebelah pria itu?

Keberadaan Ah Ra sudah berhasil membuat kepercayaan diri mereka bertiga turun drastis. Ditambah bagaimana wanita paruh baya yang dikenal sebagai ibu Kyu Hyun itu begitu bangga memperkenalkan Ah Ra pada mereka. Bukankah itu berarti mereka sudah kalah telak?

Eung… kalau begitu, kami pulang saja. Sepertinya kau harus meluangkan waktu lebih banyak terhadap kekasihmu, Kyu Hyun-ah.” Ahn Da In memilih untuk mundur. Sejak awal dirinya sudah merasa minder di hadapan Ah Ra. Semakin menjadi begitu tahu bahwa ternyata gadis teramat cantik itu merupakan kekasih dari Kyu Hyun.

“Be-benar… kalau begitu, kami pamit… A-Ahjumoni,” Baek Min Ah tampak gugup. Dia sudah tidak berani memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan Eomoni. Bagaimana jika kekasih dari Kyu Hyun itu marah karena sudah sok akrab dengan ibu Kyu Hyun?

Omo! Berarti, acara jalan-jalan kalian tidak jadi?” Imo berpura-pura sedih. “Jadi, Kyu Hyun hanya jalan-jalan dengan Ah Ra?”

N-ne. Mungkin lain kali saja kami jalan-jalan bersama, EoAhjumoni,” Han Se Mi mencoba mengulas senyum. Sejenak ia melirik gadis itu dan… ingin sekali rasanya melempar tatapan sinis kepadanya tapi, dia masih ingat ada ibu Kyu Hyun. “Kami pulang dulu…”

Imo sendiri merasa menang melihat bagaimana raut wajah mereka. Semakin tidak bisa menahan senyum penuh kemenangannya begitu mereka bertiga berlari-lari, mungkin ingin segera menjauh dari rumahnya.

Ya, pulanglah kalian dengan penuh penyesalan! Hahaha!

Barulah Kyu Hyun mendengus keras dan langsung menatap tajam beliau. “Imo! Kenapa Imo melakukan hal konyol seperti itu?!” meluncurkan aksi protesnya yang sudah ia tahan sedari tadi. Dan, ya, jika sudah seperti ini, Kyu Hyun sudah lupa untuk memanggil Imo dengan sebutan Eomoni.

Dengan wajah innocent-nya, Imo melepas gandengannya dari Ah Ra perlahan. “Imo hanya ingin menyadarkan mereka untuk tidak menempel padamu lagi. Yah, setidaknya dengan begitu mereka tahu bahwa kau memiliki selera yang cukup tinggi.”

“Selera cukup tinggi bagaimana maksud Imo?”

“Selera dalam memilih pasangan!” tandas Imo, melemparkan tatapan seriusnya pada Kyu Hyun, “Setidaknya kau harus mencari kekasih seperti noona-mu ini. Atau bahkan lebih dari noona-mu. Bukan seperti mereka yang hanya memanfaatkanmu!” kemudian berbalik badan, melenggang masuk ke dalam rumah, meninggalkan keduanya begitu saja.

Imo! Mereka hanya teman-temanku!” Kyu Hyun tidak mendapat respon lagi. Membuatnya mulai frustasi saja. Astaga, imo-nya itu benar-benar…

“Karena itu, dengarkan Imo!” celetuk Ah Ra pada akhirnya seraya menyikut lengan Kyu Hyun.

Aih, Noona!

“Apa? Imo ada benarnya. Lagipula setelah Noona perhatikan, Noona juga tidak mau memiliki adik ipar seperti mereka nantinya.”

Kyu Hyun memutar bola mata. “Karena mereka jelek? Astaga, Noona lihat sendiri bahwa mereka itu tidak jelek… yah, tidak begitu cantik juga, sih.”

Ah Ra menahan diri untuk tidak tertawa mendengar ucapan terakhir adiknya itu. “Yah, mereka memang cukup cantik. Hanya saja karena tingkah laku dan sikap mereka, Noona tidak mau jika kau memiliki kekasih yang hanya memanfaatkan keloyalanmu itu.”

Kyu Hyun berdecak jengah. “Noona, bagaimana pun mereka adalah teman-teman terdekatku. Dan aku tidak pernah berniat untuk mengencani mereka, ara?”

Heol, tapi kau membiarkan mereka bergelayut manja padamu seperti tadi? Yaa, kau tidak boleh membiarkan itu! Hanya kekasihmu kelak yang boleh melakukannya!”

“Setidaknya aku tidak memberikan perhatian lebih pada mereka. Lagipula Noona sendiri sering melakukannya, bukan?”

Ish! Aku ‘kan kakakmu jadi tidak masalah!”

“Justru itu menjadi masalah karena akan dianggap seperti sepasang kekasih, bukan kakak-adik!”

“Biarkan saja! Supaya tidak ada gadis centil yang berani mendekatimu nanti, aro?!

“Dan membiarkanku untuk terus melajang…”

“Sampai kau menemukan gadis yang pantas untuk Noona restui.”

Kyu Hyun mendengus geli. Baiklah, dia kalah dalam berdebat. Setidaknya dia mengerti bahwa kakaknya ini hanya ingin melindunginya. Jadi, Kyu Hyun membiarkan Ah Ra untuk terus menempel padanya seperti sekarang ini. Karena itu juga merupakan cara noona-nya ini untuk melepas rindu setelah begitu lamanya mereka tidak bertemu.

Ah Ra sendiri tidak peduli jika dirinya dikatakan gadis centil. Toh dia hanya berani menggandeng manja seperti ini terhadapa adiknya sendiri. Lagipula itu masih hal yang wajar, bukan? Dan cukup berguna untuk melindungi adiknya yang tampan ini dari gadis-gadis centil di luar sana.

“Ah Ra-yaa, waktunya membantu Imo!

Nee!

“Membantu apa?” Kyu Hyun mulai ingin tahu begitu kakaknya menariknya untuk ikut masuk ke dalam rumah.

“Memasak.” Ah Ra memamerkan cengirannya. Membuat Kyu Hyun mengangkat kedua alisnya karena heran.

Noona memasak?”

“Setidaknya membantu Imo mempersiapkan bahan makanannya.”

Kyu Hyun mengangguk-angguk seraya mengulum senyum penuh arti. “Benar juga… Noona ‘kan tidak bisa memasak,” kemudian ia melepaskan diri demi melesat ke dalam rumah, melarikan diri meninggalkan noona-nya mulai bereaksi.

Ya! Jangan meremehkanku, Cho Kyu Hyun!! Dasar adik menyebalkan!”

gyu-ahra

FIN!


KYUHYUN :: yuhuuu! Akhirnya aku kembali muncul di ruang imajinasi yang selalu dipenuhi dengan bayang-bayang Jenius Peringkat Satu! Oh, astaga, aku tidak mengerti bagaimana bisa pembuat blog ini lebih memilih Kim Ki Bum dibandingkan Cho Kyu Hyun yang paling tampan dan paling sempurna di dunia per-fanfiction-an ini. Haah… Padahal aku berharap mendapatkan genre cerita penuh romansa sebagaimana dengan Kim Ki Bum yang selalu terlihat sempurna di sini. Hei, Siska-sshi, aku merasa kalah pamor jika berada di sini! Ayolah, kontrak aku lebih banyak lagi!

ELVABARI :: sudah selesai pidatonya, Kyu Hyun-sshi? Seharusnya kau beruntung aku mau memberikan ide ceritaku yang satu ini untukmu! Asal kau tahu saja, cerita ini terinspirasi dari pengalamanku sendiri.

KYUHYUN :: benarkah? Waah, kau juga memiliki adik setampan aku?

ELVABARI :: lebih tepatnya, dia berisi seperti dirimu… dan lebih tampan darimu.

KYUHYUN :: Lebih tampan, kau bilang—aishi! Aku tidak gemuk! Aku sedang menuju proses untuk mendapatkan abs yang paling sempurna dibandingkan Choi Si Won maupun Lee Dong Hae. Oh! Bahkan aku juga akan mengalahkan abs milik Kim Ki Bum!

ELVABARI :: ya, ya, ya… terserah kau saja. Cukup buktikan saja sebagaimana dengan Choi Si Won dan Lee Dong Hae… dan Kim Ki Bum… //sebenarnya aku tidak yakin bahwa Kim Ki Bum masih memilikinya-_-//

KYUHYUN :: jadi, Siska-sshi, adikmu juga selalu dikerubungi oleh gadis-gadis genit? Yaa, sepertinya kau harus selalu memantaunya di sana.

ELVABARI :: begitulah… kuharap dia mendapatkan gadis yang tulus memperhatikannya nanti.

KYUHYUN :: amen.

ELVABARI :: ya sudah, pulanglah. Kau sudah selesai di sini.

KYUHYUN :: ha? Tunggu, kau tidak ingin memperpanjang kontraknya?

ELVABARI :: nanti saja. Aku sedang ingin beristirahat setelah menulis ini.

KYUHYUN :: oh, ayolah, Siska-sshi. Bagaimana bisa kau tidak memiliki ide apapun untuk menjadikan aku sebagai tokoh utama?

ELVABARI :: memang tidak ada. Mau bagaimana lagi._.

KYUHYUN :: -___- baiklah. Mungkin cukup jadikan aku pemeran pelengkap saja. Bukankah kau sedang merencanakan cerita baru? Yah, untuk Kim Ki Bum lagi, memang, tapi setidaknya libatkan aku, ya? Aku menjadi orang ketiga juga tidak apa-apa! Menjadi dosen yang tampan penuh pesona dan menggoda Park Soo Rin kurasa tidak buruk.

ELVABARI :: kau ini bicara apa?!

KYUHYUN :: bukankah kau sedang menggarap cerita itu? Cerita… apa itu? Kim Ki Bum berubah menjadi seorang dosen—

ELVABARI :: Cho Kyu Hyun!!!

KYUHYUN :: aih, waee? Aku juga mau berperan menjadi dosen! Baiklah kalau begitu menjadi mahasiswa seperti Park Soo Rin saja.

ELVABARI :: KAU MEMBOCORKANNYA, BODOH!!

KYUHYUN :: …….oops…

Oke, lupakan saja percakapan absurd di atas. Itu masih di awang-awang, serius. T____T akunya juga mau istirahat dulu. Mau nyari inspirasi buat nulis. Jikalau aku posting sesuatu di waktu dekat ini yah palingan masih cerita lepas seperti ini heheheh

Oke, terima kasih sudah mau mampir! ><

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

13 thoughts on “Farce

  1. Emang cho bersaudara thu deket bgt. Kedeketan mereka emang selalu bikin iri para fans nya.

    Biar tau rasa thu tiga trio macan. Main glendat glendot kyu aja sih. Kalo udah kaya gitu biar tau rasa.

  2. Wuahhh… Gk sabar pgn bc si jenius VS si evil..
    Si genius peringkat satu lok berdebat sama si mulut tajam kyuhyun kayaknya bakalan seru itu..
    Pokok y nunggu bgt itu seri keluar… Authornim emang paling jago bikin ide cerita…
    HWAITING 🙌🙌🙌🙌🙌

  3. ahhh bibinya Kyuhyun lucu ih .. hahahaha itu baru bibinya, gimana dengan ibunya ya .. dasar keluarga Cho, usil semuaa hahahahahahha

    aku setuju, jangan terlalu loyal dan baik pada gadis” lain Kyu. kasihan dirimu cuma dimanfaatin doang *kesel

    Ahra eonni memang cantik .. kalau berdiri disamping Kyuhyun bukan kayak kakak adik malah kayak sepasang kekasih hahahaha

    kuharap Siska mau lagi bikin cerita dengan tokoh Gyumbul *ditabok KyuKyu hahahahaja oke aku suka dengan cerita ini.lucu sih XD

  4. Wkwkwk ngakak pas baca dialog akhir yg kyu ngebocorin cerita ttng kibum >< #hahaha jadi gak sabar nunggu kibum jadi dosen #kke Duuh kyu memang yah ^^ :*

  5. Ngakak baca percakapan kakak masa :’v
    Kalo beneran Kyuhyun bisa ngomong indo itu suatu keajaiban wakwak

    Arha Eonni cantik banget masaaaa .. Kaya bidadari 😃
    Jadi pengen liat langsung Ahra Eonni sama Kyuhyun kalo ngobrol asli kaya gemana wkwk ..

    Seru kak .. Ini ff Kyuhyun pertama yg aku baca di blog kakak hhe ..

  6. kl pny adk setampan kyu,yg da aq kurung biar g dtmpeli ma trio ubur2.ha3x…
    tp skrg aq pgn ny pny cwo kya kyu.he3x #curcol 😀

    g sbr pgn bca ff bru ny…
    ngebayangin ja kyae dah seru bgt.he3x
    bneran dtnggu lo ff ny 🙂
    keep writing ya author n fighting 😉

  7. Keren yakin kak! KyuBuuuullllll huwaaaa kapan kauuu masuk kesini lagi.. Ah di percakapan pliese kau jadi dosen killer aja jagan jdi maahasiswanya. Ntar gak bisa debat sama Kibum lagi… Si jenius vs si Evil gak sabar nunggunya. Semangattt!!

  8. Wahh mau kedatangan ff ki bum yg baru..? Wahh pasti seru, apa lagi ki bum jadi dosen,,,gk sabar nunggunya..

    Kyuhyun sama ahra klw lgi bersama sama emang kaya bukan adik kakak, tapi kayak sepasang kekasih, bikin iri saja tuh adik kakak..

    Di tunggu ya ff barunya
    TTPSEMANGET

  9. 1. Perlu Anda ketahui, Shizuka-ssi, saya tertawa terbahak-bahak (ampe keselek keripik maicih X_X) saat membaca tulisan ‘tubuh kekarnya itu terlihat tinggi dan subur’. Dia itu gembul, perutnya buncit tapi her an banyak amat fansnya hahahaha *maafkan saya sparkyu*.

    2. Shizuka-ssi, kamu kepo gak sama wujudnya Duo Serigala (Ikan Mokpo & Monyet Mesum) setelah pulang wamil?? Berniat bikin ff tentang mereka yang tengah menjalani wamil gak?

    3. Kyuhyun-ssi, kalau Shizuka-ssi tidak mau mengontrakmu dalam Fanfiction buatannya, aku bersedia memberikanmu kesempatan untuk tampil dalam Fanfiction buatan aku xixixi.

    4. Lanjutan cerita vampire yang si setan jadi pemeran utamanya kira-kira kapan keluar lagi, Shizuka-ssi? Kepo nih… Wkwkwkwk

    Mangat yak dalam menulis ffnya, ditunggu cerita Duo Serigala yang lain *loh*.

  10. Oh tidak jangan sampe kyuhyun jd orang ketiga dunia akhirat q gk rela ><,selama ni q menghindari kyu jd pemain ketiga yg berebut kekasih ma cast utama oh sungguh meski cm ff hatiku ttp tidak merelakan :-D..maka'a kyu nyari yeoja yg setara ma nunamu ntar jngan yg gk jls bgtu yh hhhh imo imo konyol bgt sh msa bilang ahra kekash'a kyuhyun jls ja yeoja" tu kalah saing semua

  11. mdh2an cpt dapat ilham spy bisa bikin kisah kisukisu lagi. Dan klo misalnya kyu mau dijadiin peran pelengkap biarin aja. Toh kyu juga mau kan hehe

  12. Yang paling bawah bikin gemes 😀 , Imo Kyuhyun bener bener konyol sempet kaget masa Ah Ra dibilang pacar Kyu udah jelas pacar Kyu itu Aku Eonni 😀 , keren banget deh ceritanya selalu bikin senyum gaje 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s