Posted in Category Fiction, Fiction, Fluff, One Shot, PG-17, Romance

Break Time

bt

Genre :: Romance, Fluff, Mature

Rated :: PG-17

Length :: One Shot

||KiSoo||

Another Story of That (Wild) Doctor

BEWARE!

Happy Reading ^^

ㅡㅡ

PINTU ruangan itu terbuka, menampakkan seseorang yang tengah melongokkan kepala demi memeriksa ke dalam. Wajah cantiknya merengut masam kala menyadari bahwa orang yang dicarinya ternyata tidak berada di dalam. Kemudian memeriksa jam tangannya.

Seharusnya sekarang pria itu sedang menjalankan waktu istirahatnya, pikirnya. Tetapi mendapati ruang kerjanya tengah kosong, apakah pria itu belum menyelesaikan pekerjaannya di sana? Ataukah pria itu sudah turun ke kantin lebih dulu?

Melirik lagi ke dalam, Soo Rin—gadis itu tampak berpikir. Tiba-tiba saja raut wajahnya berubah tampak mencurigakan. Bahkan ia menengok ke kanan dan kiri sebelum kembali melongok ke dalam. Merasa aman, ia memulai aksi menyelundup, menutup pintu perlahan-lahan demi tidak bersuara sebelum mulai berkelana.

Mulut kecilnya membuka, cukup terpana dengan dekorasi ruangannya yang sederhana namun memukau. Well, meski hanya sebuah ruang kerja tetapi akan terlihat nyaman jika ditata seperti ini. Oh, mungkin ini diragukan untuk disebut sebagai ruang kerja karena pada kenyataannya pria itu sudah pasti dan selalu bekerja di luar. Tipe profesi semacam itu tidak mungkin mengurung diri di ruangan seperti pekerja kantoran, bukan? Mungkin saja ruangan ini hanya sebagai tempat untuk melepas lelah sejenak.

Sebenarnya ini adalah yang kedua kalinya ia masuk ke dalam sini. Hanya saja baru sekarang ia memiliki kesempatan untuk berkeliling menikmati tata letak perabotan yang ada. Seperti seperangkat sofa empuk nan nyaman, almari buku dan juga raknya, tidak lupa dengan meja juga kursi kebesaran. Ugh, kenapa kala pertama kali ia masuk ke dalam sini tidak mencoba rasanya duduk di sofa itu?

Oh, benar juga, saat itu bukankah Soo Rin…

Plak!

Soo Rin menampar kedua pipinya sendiri, menggeleng-geleng keras, wajahnya tiba-tiba memanas hingga bersemu merah karena sudah berani mengingat kejadian saat ia datang kemari untuk pertama kalinya.

Heol, seharusnya dia tidak perlu menghitung-hintung berapa kali dia datang kemari! Astaga, lihat, otaknya tiba-tiba sudah terkontaminasi dengan bayangan pria bernama Kim Ki Bum yang sudah berani menyerangnya kala itu di sini!

Rasanya kepala Soo Rin pening begitu saja. Ya ampun…

Melangkah menuju meja kebesaran di depannya, Soo Rin memutarinya hingga berdiri di samping kursi yang tampak nyaman itu. Tanpa sadar ia mengangguk-angguk, entah apa tujuannya, mungkin merasa takjub bahwa pria itu memang memiliki ruangan tersendiri disertai meja kebesaran seperti ini.

“Oh?” matanya tanpa sengaja mendapati sesuatu. Sebuah bingkai foto transparan terpajang di sisi kanan meja. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum melebar setelah meraih bingkai tersebut.

Bukankah ini foto Soo Rin? Memakai…

Gaun pengantin?

tumblr_m3vmdezpFc1rnh8t9o1_500

Hei! Bagaimana bisa pria itu mendapatkan gambarnya yang sedang seperti ini?! Soo Rin ingat bahwa saat itu dia sedang bersama Sae Hee dan Jung Ji Woo di kamar Sae Hee. Mencoba gaun tersebut karena adik juga ibu dari pria itu ingin sekali melihatnya. Dan tidak disangka bahwa adiknya akan mengambil gambarnya seperti ini kemudian—mengirimnya kepada pria itu! Pasti begitu!

Mencengangkannya, pria itu berani mencetaknya lalu memajangnya seperti ini. Di sini!

“Apa spesialnya foto ini sampai-sampai dipajang seperti ini?” ugh, Soo Rin yang sebagai objeknya saja malu melihatnya. Apalagi dijadikan pajangan di meja kerja ini!

Kenapa tidak fotonya yang tengah berpose lebih bagus saja yang dijadikan pajangan? Soo Rin rasa pria bernama Kim Ki Bum itu pasti memiliki banyak selca dirinya yang bahkan dia sendiri tidak mengoleksinya. Karena hampir kebanyakan dia akan selalu berpose jika Sae Hee yang memotretnya. Tentu saja di saat adik pria itu tengah bersamanya.

Meletakkannya kembali, Soo Rin sedikit tersungut karena lagi-lagi wajahnya terasa panas. Oh ya ampun, kenapa ruangan ini menjadi terasa pengap baginya? Sepertinya ini akibat dari kelakuannya yang sudah berani menyelinap masuk ke dalam ruangan prianya ini.

Matanya kembali menangkap sesuatu tergeletak di sana. Tanpa berpikir panjang lagi Soo Rin mengambilnya. Sebungkus butir permen mint ia buka dan dia santap begitu saja. Pikirannya sedikit tidak karuan hingga ia baru menyadari setelah permen tersebut berada di dalam mulutnya.

Ugh…kenapa permennya pedas sekali?!

Klek

Soo Rin terlonjak kaget di tempatnya, memandang horror pintu ruangan yang tiba-tiba terbuka. Lalu hampir tersedak begitu melihat pria itu sudah menangkap basah dirinya masih berdiri di—sini, membekap mulutnya berkat rasa pedas dari kadar menthol yang cukup tinggi pada permen di mulutnya.

“Sedang apa di sini?” Ki Bum sedikit kaget sekaligus terheran mendapati ternyata Soo Rin datang menemuinya. Bahkan sudah berada di ruangannya.

Pada akhirnya Soo Rin menyimpan permen tersebut ke bawah lidahnya. Meminimalisir rasa pedas yang begitu menyengat rongga mulutnya saat ini. “A-aku… sedang berkunjung…”

Mendengar jawaban gagap itu, Ki Bum mendengus samar, membuka langkah lagi mendekati Soo Rin seraya melepas jubah putihnya, melepas kacamatanya kemudian meletakkannya di meja sebelum mengitarinya. Sudut matanya melihat bagaimana gadis itu bergeser kala ia ingin meraih kursinya. Sebenarnya dia hanya ingin meletakkan jubah putihnya di sana sebelum menghadap gadis yang sudah seperti siswa bermasalah yang tengah menghadapi Guru BK. Menunduk dengan kedua tangan bertautan saling meremas layaknya orang gugup.

“Berkunjung atau menyusup ke dalam ruanganku?”

Skak!

Soo Rin menunduk dalam. Menjawab pertanyaan Ki Bum dalam hati. Ya, aku menyusup ke dalam ruanganmu. Kenapa? Memangnya tidak boleh?

“Kau ini gemar sekali menyusup ke dalam ruanganku,” gumam Ki Bum. Mencibir secara halus. Bibir penuhnya tertarik membentuk ulasan senyum penuh arti kala melihat wajah cantik itu bersemu merah. Ia bersedekap, menikmati pemandangan di hadapannya.

“Aku… aku…”

“Kau bahkan mengambil sesuatu yang bukan milikmu.”

N-ne?”

Ki Bum mencondongkan wajahnya hingga tubuh tegapnya membungkuk, memiringkan kepala demi melihat wajah cantik itu tengah melongo ragu-ragu padanya. Well, Ki Bum cukup tahu apa yang baru saja dilakukan gadis ini. Apalagi tercium dengan jelas karena begitu familiar di indera penciumannya.

“Kau memakan permen terakhirku.”

Soo Rin mendesah dalam hati. Selain kadar menthol-nya yang terlalu tinggi, ternyata permen ini menguarkan aroma yang cukup tajam. Semakin bertambah saja rasa bersalah Soo Rin karena mendengar dengan jelas bahwa dia sudah memakan permen terakhir pria ini.

“Aku baru akan membelinya sepulang dari rumah sakit. Dan itu merupakan penyegar mulutku yang terakhir untuk hari ini.”

“M-maaf… aku—akan aku belikan saat ini juga kalau begitu!”

Soo Rin baru saja ingin beranjak dari sana jika Ki Bum tidak lebih dulu menahannya. Mengulurkan sebelah tangannya ke meja yang ada di belakang Soo Rin. Menutup aksesnya untuk terbebas dari sana.

“Bagaimana rasanya?” Ki Bum mengajukan pertanyaan yang sedikit membingungkan untuk Soo Rin yang tengah gugup saat ini. Ia menunjuk mulut gadisnya dengan kedikan samar pada dagunya.

Barulah Soo Rin tersadar.

Eung… pedas… Bukankah kau tidak suka pedas? Kenapa kau justru mengonsumsi ini? ” Soo Rin menggerutu pelan.

“Pedas yang seperti apa?” Ki Bum menantang dengan halus. Kembali ia memiringkan kepala, sedikit menggerakkannya ke depan. “Aku menyukai pedas yang itu. Apa kau tidak menyukainya?”

Soo Rin tidak menjawab langsung. Bukannya tidak suka. Hanya saja, ini terlalu menyengat di mulutnya. Ditambah lagi dengan kondisinya saat ini di mana Ki Bum seperti tidak ingin melepasnya begitu saja. Jika boleh, dia ingin memuntahkannya karena sungguh dia hampir tidak kuat untuk terus menyesapnya.

Mungkin, Soo Rin harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian pria ini.

Eung… kau sedang beristirahat?”

Eum.

“Kau tidak mau makan? Bagaimana jika kita pergi ke kantin? Aku akan menraktirmu makan apa saja. Kau lapar, ‘kan?”

Mengulum senyum simpul, diam-diam Ki Bum merasa geli dibuatnya. Eii, memangnya dia tidak tahu maksud dan tujuan gadisnya ini?

“Aku belum lapar.”

Ugh… Soo Rin terpaksa mengeluh di dalam hati. Otaknya kembali berputar demi mencari topik yang pas agar dia bisa keluar dari sini.

“A-ah, aku baru ingat! Tadi aku menimbang di rumah, berat badanku bertambah. I-itu sepertinya karena aku sering sekali mengonsumsi camilan di malam hari. Sepertinya aku harus menguranginya, apalagi memakan makanan manis.”

Ki Bum hampir tertawa dibuatnya. Gadisnya ini, memangnya Ki Bum tidak tahu? “Permen mint itu memiliki kandungan gula rendah. Jadi aman untuk dikonsumsi olehmu.”

Heh! Mau berkilah apa lagi, Park Soo Rin?

Jelas Soo Rin tidak bisa berkilah lagi. Apalagi ia harus dibuat berjengit di tempat karena merasakan kedua tangan itu bergerak merengkuh pinggangnya, mengikatnya dengan lembut, benar-benar tidak bisa membuatnya untuk beranjak lagi. Namun sudah membuat kakinya hampir lemas hingga reflek ia memegang kedua lengan kekar pria itu sebagai sanggahannya. Oh, bagus sekali, bahkan jantungya mulai berulah berkat melihat wajah tampan itu seperti ingin membunuhnya dengan sebuah senyum mematikan!

“Aku tidak merasakan perubahan yang berarti,” gumam Ki Bum kalem. Sukses membuat wajah cantik itu tersipu-sipu. “Berapa banyak kau mengalami kenaikan, hm?”

“T-tiga…”

Dan Soo Rin harus menyesali rencananya untuk mengangkat topik ini sebagai penyelamat dirinya. Karena dia justru semakin dibuat gelagapan kala merasakan tubuhnya terangkat dan didudukkan ke atas meja kerja pria ini. Jantungnya seperti baru saja melompat sebagaimana dengan dirinya yang diangkat begitu mudahnya oleh sepasang tangan besar milik Kim Ki Bum.

“Aku juga tidak merasakan perubahan yang berarti mengenai ini. Kau masih saja mudah kubawa,” Ki Bum mengatakannya dengan begitu ringan. Padahal gadis di hadapannya sudah sangat malu berkat perbuatannya ini.

Waktu makan siang terus berjalan. Sebenarnya Ki Bum hanya memiliki waktu sedikit sebelum ia kembali bekerja. Jika mengajak Soo Rin makan siang, Ki Bum tidak yakin akan selesai dalam waktu singkat. Yang ada dia semakin merasa lelah karena bertemu Soo Rin hanya untuk makan siang bersama. Dia butuh sesuatu yang cukup membuat energinya terkumpul kembali untuk kembali bekerja nanti. Yang datang berasal gadis di hadapannya, namun bisa dia dapatkan dalam waktu singkat dan ia merasa terobati.

“Aku hanya memiliki waktu sekitar sepuluh menit lamanya sebelum kembali keluar dari sini.”

Soo Rin mendengak gugup. Mengerjap pelan sebagai tanda akan kebingungannya. “L-lalu?”

Senyum miring itu terlihat mencurigakan di mata Soo Rin.

“Kau harus habiskan permennya dalam waktu sepuluh menit.”

“Apa?” mata jernihnya melebar, memasang raut tidak setuju. “A-aku tidak bisa menghabiskannya secepat itu. Permen ini terlalu pedas!”

Tangan-tangan besarnya beralih, bertumpu di kedua sisi tubuh Soo Rin yang semakin membuat gadis itu merasa pengap saja. Karena ia juga semakin meminimalisir jarak yang ada di antara mereka.

Kenapa harus dengan menghabiskan permen mint ini? Soo Rin saja bisa merasakan bahwa permen di mulutnya masih seperti semula bentuknya. Ditambah rasanya yang membuatnya tidak bisa lama-lama berada di atas indera pengecapannya! Lagipula, kenapa Ki Bum mengganti permen yang biasanya dikonsumsi? Soo Rin masih bisa menghabiskannya dengan cepat jika itu adalah permen mint biasa tersebut. Karena Soo Rin berani menggigitnya dan menghancurkannya.

Ki Bum justru sibuk mengamati wajah cantik Soo Rin. Sebelah tangannya mulai gatal untuk menyingkirkan helaian rambut panjang Soo Rin ke belakang telinga lalu menyingkapnya ke balik bahu.

“Habiskan. Di sini,” titahnya. Halus namun tak terbantahkan.

Soo Rin menelan saliva yang sudah terasa menthol-nya kala Ki Bum menjatuhkan kepalanya di atas bahunya itu. Merasakan bagaimana pria ini menghela napas yang justru menerpa kulit lehernya. Kemudian merasakan kecupan ringan di sana—beberapa kali sebelum akhirnya berubah kala pria itu menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya yang sekaligus menambah intensitasnya menjadi ciuman tak terelakkan.

Memicu jantungnya untuk berdentum-dentum tak terkendali, merasakan panas menjalar ke seluruh tubuh, merambat hingga wajahnya. Menciptakan titik didih di kedua pipinya. Apalagi merasakan pria ini seperti tengah menghirup dalam-dalam feromonnya, menghidunya, menggesekkan hidungnya di sana lalu menghembuskan kepuasan yang sukses membuat tubuhnya bergidik karena gelenyar aneh.

Ia memejamkan mata kala wajah tegas itu merangkak naik. Sungguh pria ini benar-benar mempermainkannya karena senang sekali menggesekkan hidung mancungnya, mengabsen garis rahangnya sebelum mengejutkannya lagi dengan menjatuhkan ciuman yang begitu dalam di sana. Kedua tangannya mengepal kuat di pangkuannya, meremas bagian rok yang dikenakannya, hingga secara tidak sadar menyesap dalam-dalam permen di dalam mulutnya demi meredam apa yang ingin dia keluarkan. Tanpa peduli betapa menyengatnya menthol pada permen tersebut, melampiaskan perasaannya yang bisa meledak kapan saja, bahkan ia sudah tidak merasakan sengatan itu berkat teralihkan oleh kelakuan pria ini.

Apalagi pria itu semakin mempermainkannya dengan bergerak semakin ke atas. Batin Soo Rin semakin was-was hingga reflek mencengkeram kedua bahu lebar di hadapannya. “K-Kim Ki Bum…” suaranya begitu lirih karena tercekat. Ia berniat untuk menghentikan ini, tetapi…

Ssh…

Sial! Soo Rin justru seperti sudah membuat jebakan untuk dirinya sendiri karena Ki Bum berdesis halus di depan telinganya.  Memberikan sensasi yang menggetarkan tubuhnya di dalam kungkungan pria ini.

“Jangan lakukan apapun. Cukup habiskan permennya,” bisiknya, terdengar serak seperti tengah menahan sesuatu.

Soo Rin hampir tersedak dengan permennya begitu Ki Bum menyerang bagian paling sensitifnya. Tubuhnya menegang dan kedua tangannya meremas bahu pria itu, mencari kekuatan di sana. Menggigit bibir bawahnya kuat-kuat demi menahan gejolaknya yang serasa ingin menggelegak berkat gigitan yang dia rasakan di daun telinganya. Lembut namun sangat keterlaluan efek samping yang dia dapat. Jantungnya serasa ingin keluar dari tempatnya karena memberontak keras di rongga dadanya, aliran darahnya seperti mengalir deras karena desiran hebat yang melanda tubuhnya.

Bagaimana pria ini memperlakukannya seperti sekarang berhasil membuatnya tidak segan-segan untuk menelan banyak saliva yang terproduksi berkat permen mint di dalam mulutnya. Napasnya tersumbat hingga ia merasa sesak dan panas.

Ugh!

Ki Bum menghentikannya. Membuat jarak demi melihat wajah cantik di hadapannya yang sudah merona padam tampak mengerut dengan sebelah tangan sudah membekap mulutnya.

“Kenapa?”

“Aku—tidak sengaja menggigit permennya… hiks… ini pedas sekali…” Soo Rin merengek tanpa sadar. Bahkan sudut matanya tampak berair.

Membuat Ki Bum mendengus pelan karena merasa geli dengan tingkah gadisnya ini. Ia mengusap pelan sudut mata tersebut, menuntun tangan gadis itu untuk menyingkir dari sana. Beralih merengkuh wajah cantik itu, lalu berbisik, “Biar kulihat.”

Soo Rin baru saja membuka mata kala ia harus terperanjat akibat perilaku pria ini yang sudah menjangkau mulutnya. Memagut bibirnya penuh kelembutan, menyapu permukaannya dengan begitu lihainya hingga Soo Rin terbuai untuk memejamkan mata lagi. Menikmatinya hingga tubuhnya terasa lemas. Sebelah tangannya yang sempat dipegang pria ini beralih memegang tangan besar itu, menggenggamnya kuat. Semakin kuat begitu merasakan benda lunak lainnya ikut menyentuh permukaan bibirnya, seolah tengah mengetuk meminta diberikan akses untuk masuk dan tanpa perlawanan Soo Rin membuka celahnya.

Otaknya benar-benar kacau berkat prianya ini. Tubuhnya bagaikan meleleh merasakan begitu piawainya pria ini menguasainya. Menjadikan permen di dalam mulutnya sebagai alasan untuk pria ini bermain-main di sana. Meledakkan sensasi panas di dalam tubuh Soo Rin hingga ia merasa pening bukan main. Menyerahkan dirinya begitu saja ke dalam dekapan hangat yang begitu menghanyutkan milik prianya sendiri.

Ki Bum sendiri bahkan serasa tidak mau berhenti lagi. Dia seperti semakin di atas angin kala merasakan hembusan napas berat membentur wajahnya. Membuatnya secara inisiatif memiringkan wajahnya demi memberi sedikit celah bagi gadisnya untuk bernapas di sela-sela permainannya. Yang sebenarnya reaksi itu justru semakin membangkitkan gairahnya untuk semakin gencar menguasai , tangan besarnya merambat ke balik rambut panjang gadisnya, merasakan hawa panas di sana, menggelitiknya dengan belaian lembut hingga tubuh dalam kungkungannya bergidik, kemudian menekan bagian tengkuknya demi memperdalam ciuman panasnya.

Bahkan Ki Bum sudah dibuat kacau dan menggila oleh gadisnya ini. Dia hampir bertindak lebih jika saja tidak ada yang menyelamatkan kondisi mereka yang—hampir kelewat batas ini.

Tok tok

Klek

“Oh, astaga!” wanita bernama Jae Kyung itu harus mundur dua langkah terseok dan kembali menutup pintu ruangan. Dia membuat celah kecil demi mengirim suaranya yang tiba-tiba berubah cempreng ke dalam sana, “Dokter Kim, sudah waktunya untuk kontrol kembali!”

Bam!

Jae Kyung mengelus dada, meredakan jantungnya yang seperti baru saja meloncat di dalam sana berkat melihat pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat. Wajah anggunnya mulai bersemu merah karena masih mengingat apa yang sudah ia saksikan tadi.

“Ya ampun… Seharusnya aku meneleponnya saja ketimbang menghampirinya yang ternyata sedang berubah menjadi Wild Man itu!” gerutunya seraya pergi dari sana. Menepuk kedua pipinya seraya menggeleng keras demi menepis bayang-bayang aneh yang masih saja menyerang otaknya.

Sedangkan di dalam sana, Soo Rin sudah menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangan. Betapa malunya dia saat ini karena sudah dipergoki oleh orang lain di saat dirinya sedang seperti ini. Percayalah bahwa wajahnya yang sudah memerah semakin padam saja di balik tangan-tangannya. Berbeda dengan Ki Bum yang justru tengah tertawa geli di hadapan Soo Rin. Seperti orang yang tidak bersalah tengah menertawakan orang yang bersalah.

“Diam! Ini semua gara-gara kau!!” Soo Rin menunjukkan wajah masamnya, melotot sebal pada pria yang seperti tengah mengejeknya saat ini. Padahal pria ini yang memulai tetapi dia yang seperti paling menggelikan di sini. Menyebalkan!

“Aww! Hei!” Ki Bum mulai dibuat kewalahan karena gadis itu beralih menjatuhkan pukulan-pukulan untuknya.

“Kau benar-benar menyebalkan! Dokter Mesum menyebalkan!!” Soo Rin berseru penuh kesal. Napasnya yang belum teratur semakin terengah dan beruntung pria di hadapannya berhasil menghentikan kebrutalannya ini.

Ki Bum tidak bisa menyembunyikan rasa gelinya melihat bagaimana ekspresi malu gadisnya saat ini. Memindahkan tangan gadisnya hingga ia ikat dengan satu tangan, dan tangan lainnya mencubit gemas hidung bangir itu. “Tapi kau menyukainya, juga menikmatinya. Benar, bukan?”

Blush…

Bagus sekali, Kim Ki Bum. Lihat, gadismu semakin merana saja dengan wajah merona padamnya itu.

“Pergilah! Sudah waktunya kau kembali bekerja! Aku akan pu—” Soo Rin terpaksa menelan kekesalannya kala ia hampir terjatuh karena nekat melompat turun setelah mendorong Ki Bum kuat-kuat. Beruntung karena Ki Bum segera menangkapnya hingga terjatuh ke dalam pelukannya. Yang justru semakin membuat Soo Rin menelan saliva karena harus gugup kembali.

Charging complete. Terima kasih sudah mau berbagi permen kepadaku,” bisiknya halus, sangat halus di depan telinga Soo Rin. Karena ia sudah mendapatkan sisa permennya dari gadisnya ini, berpindah ke dalam mulutnya. Ough, mungkin karena kata-katanya barusan, ia merasakan tubuh ramping di dekapannya bergidik sebelum memberontak demi melepas diri. Justru menyuguhkan wajah cantiknya yang masih saja merona.

Geunyang ka!!” seru Soo Rin. Mengusir prianya sendiri.

Mungkin untuk ke depannya, Soo Rin tidak akan menyusup lagi ke dalam ruangan Kim Ki Bum. Sepertinya jika dia melakukan hal tersebut selalu akan berakhir dengan dirinya yang menjadi kepiting rebus seperti sekarang ini. Oh astaga, atau jangan-jangan ruangan ini memiliki semacam guna-guna untuk membuat Kim Ki Bum menjadi liar jika ada dia di dalamnya.

Heol, kenapa pikiranmu aneh sekali, Park Soo Rin? Bukankah Kim Ki Bum menjadi seperti itu jelas karena dirimu sendiri? Karena pada kenyataannya Park Soo Rin merupakan kelemahan terbesar Kim Ki Bum dalam masalah menahan diri. Perlu diketahui itu!

tumblr_m3krkuxhGF1rnh8t9o1_500

FIN!


Ini, muncul begitu saja di saat aku sedang pms hahahah lagi-lagi aku menistakan kimkibum asdfghjkl maafkan aku wahai Snowers~ aku khilaf di malam jumat ini TwT //daridulujugakhilafmulu//? #duaagh

Yah ini semacam another story dari cerita sebelumnya itu… yang mana ya? Yang itu tuh… yang udah pernah baca mah pasti langsung konek wkwk >////< tapi untuk yang ini emang ngga kuproteksi karena masih aman dibandingkan yang sebelumnya yang udah terlalu danger bahahah Yaampun, aman dari mana ya? Terkontaminasi baru iye-_- #dessh

Yang penting open minded aja. Ambil hikmahnya, bahwa berduaan di dalam ruangan itu harus berhati-hati, pasti ada aja godaannya (?)

Oke. Terima kasih sudah mau mampir ke cerita lepas ini~^-^

BONUS

IMG_20150928_202813

DIA SESUATU BANGET YAH! YAAMPUN AKU NGAP-NGAPAN GARA-GARA INI ORANG >//////< HIKS…
Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

45 thoughts on “Break Time

  1. Ko sedikit cabi/? Yah pipinya Ki Bum ??

    Aku bacanya ko malah merinding ya kak hhe .. Ngebayanginya itu berasa aku jd Soo Rin hahahahhaha xD

    Mau laahh kaya gitu sama Ki Bum mah wkwk

  2. Wkwkwkwk kasian soo rin selalu merena setiap berinteraksi sekecil apapun dgn ki bum srhingga dia pada akhirnya dia malu sendiri. Udah soo rin jangan suka menyelinap keruangan ki bum disitu banyak setan penggodanya.hehehe

      1. Yahahahahaha… Gak bakal ada yang rela deh kayaknya wkwkwk.. Aku sih kepo sama ‘wujud’nya soorin kalo udah jadi emak wkwkwk, apakah ia akan tetap sepolos sekarang??

  3. Hhhh kibumie tuh benerkan apa q bilang kibum.. yg gatel tu bibir’a bukan tangan’a :-D…besok bikin kibum yg kesiksa jangan soorin mulu yg disiksa ;-),kibumie ><… Ya ampun tu orang ngapa makin gwantweng saja

  4. imajinasi liar q brkeliaran di malam jumat.ha3x

    seandai ny aq jd sorin…
    #ngayal_trus_smp_indonesia_trun_salju

    next…next…

  5. Duh selalu saja dibuat iri sama nih couple…

    Soo rin selalu kalah kalo udah berada disituasi kayak gitu…aku ikut deg2an bacanya…sweetttt…Kibum kerennn tambah guantengggg aja nih olang…pict nya bagus…

    Seperti kayak yang komen di atas, aku juga pengen tahu pas KiSoo couple ini punya baby…

    Ditunggu sequel2 story dari KiSoo yang lainnya…fighting ✊✊✊

  6. Bikin senyum senyum sendiri bacanya, serasa lebih dekat dan mengenal sisi lain kibum deh jadinya, padahal kn cuma fanfic, tp author keren deh bisa menghidupkan karakter kibum disini, jadi seperti kehidupan nyata..
    Lanjut ya,,

  7. mereka udah nikah kan/? kok malu malu gitu/? kalo gitu, awal mereka nikah gimana/?
    mau baca before storynya, tpi di protek, apa kaya pernah baca, tpi lupa ㅜ.ㅜ

  8. di hari yang panas ini~ *ceilah*
    duhh, aku kok jadi kepanasan yah u.u
    kim kibum astaga >..<
    "Terima kasih sudah mau berbagi permen kepadaku"
    yakk!! kim kibum byuntae!! hahaha 😀

    keren!!!
    selalu suka sama couple ini~
    KiSoo saranghae~ ❤ :*

      1. ke byuntae’an kibum emang udah dari dulu pas jaman sekolah kek nya 😀
        dari jenius berotak mesum sampai dokter berotak mesum 😀
        pertahankan kim kibum, aku suka hahaha #plakk 😀

  9. gk bisa komen apa2 lg haha.. ff eonni selalu keren2.. udah bingung mau ngeluarin pujian apalgi buat ff ini.. stock nya blm diisi ulang kkkkk.. ditunggu kisoo story , oh iya kopel henry sae hee juga jgn ketinggalan ne ahahahah *banyak maunya*

  10. Tuh kah,,,,sekarang aku cungar cengir gegara baca ini,,,,sampai teman ku bilang” dasar gila, ketawa sama hp” haha

    jadinya ngiri sama sorin,,,

    haepa tolong istrimu ini,,,kkkkk

    kisu” mh selalu sesuatu..

    Ingin kisu” yg versy menikah,,,:(

    d tunggu ff lainnya,,,,
    ttp semanget ya chayo chayo

  11. wuahhh kim kibum kembali jadi wild man, soo rin harusnya berpikir sebelum menyelinap keruangan kim kibum wkwkwk

    selalu keren dan ngefeel cerita-cerita author, berbakat dahhh
    ohniya two personnya jangan lupa thor wkwwk

    semangat terus ngelanjutinnya thor, banyak yang nunggu lohhh :))

  12. Apapun alasan soo rin klau kibum udah berubah jdi mesum alasannya gk gk ngaruh,soo rin sih kasih umpan sma kibum#ikankali#hahahaha cara pengalihan permennya luar biasa wow lucunya soo rin menikmatinya sesuai kta kibum

  13. baca ini bikin aku senyum” nggak jelas dan merona 😀
    ohh astaga kim kibum kenapa kau begitu liar #PLAK
    aku jadi iri dengan soorin hehehehe soorin manis dan emang bikin gemas dengan kelakuannya apalgi sifatnya yg malu” itu wkwkwkw
    ditunggu ff kisoo couple selanjutnya ^^

  14. #tariknapas
    #hembuskan
    #tariknapas
    #hembuskan

    fiuhhh.. ya ampunnn Kim Kibum k–ka–kau ..
    benar-benar ‘wild man’ yah walaupun sama Soorin istrinya sih .. ya ampunn Jae Kyung pasti syok banget kali ya mergokin Kibum dan Soorin lagi kisseu .. >////< kyaaaa bacanya sambil nahan napas inih aku Siska

    hahahahahahaha

  15. Nih seru critanya 😂😂
    Ak rela makan perment mint cmpur cabe jalapeno kalo akirnya dibagi sm kibum ky gt eon😆😆
    Huakakakak

  16. aigoo, coba klo gada yg ngetok pintu. apa yg terjadi selanjutnya ? hahaha

    kibum tuh klo udh beraksi(?) keterlaluan.. bisa ngebuat soorin kewalahan kkk~

  17. Baca ini harus sedia oksigen , Ki Bum bener-bener bikin sesek nafas gimana kalo gak ada yang masuk mungkin Ki Bum sama Soo Rin udah asdfghjkl :v , Eonni ceritanya bener bener ngeFeel sampe sampe berasa jadi Soo Rin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s