Posted in Fiction, KiSoo FF "Two Person"

Two Person – Ki and Sang (Short Ver.)

prev :: #1.Nerd and Innocent | #2.Aggressive | #3.Control | #4.Can (not) Stop | #5.Do (not) Stop | #6.Start Again, Meet Again | #7.The Real Kim Ki Bum | #8.About Park Soo Rin | #9.Missing | #10.Chance | #11.Flashback | #12.In The Other Side | #13.First Date

cf1b9d16

This is the short version. Just like spoiler

Find out what would I do with the full version

Happy reading!

ㅡㅡ

Jung Soo tampak mondar-mandir di ruang tengah. Beberapa kali dia melirik jam dinding di ruangan yang semakin membuatnya gusar. Ini sudah pukul delapan. Sudah masuk dalam waktu petang. Tetapi adik perempuannya belum juga pulang. Beberapa kali pula Jung Soo mencoba menelepon adiknya itu tetapi tidak kunjung mendapat respon.

Ke mana Soo Rin? Apakah adiknya itu masih pergi bersama lelaki itu? Tapi bukankah adiknya sudah berjanji bahwa dirinya akan pulang di waktu sore? Langit bahkan sudah gelap menandakan bahwa waktu sore sudah berlalu. Apakah adiknya terjebak macet di tengah jalan?

Hyung…” Ji Min yang sedari tadi memerhatikan kegusaran Jung Soo akhirnya bersuara. “Mungkin Noona memang pulang sedikit terlambat,” ujarnya mencoba menenangkan. Meski sebenarnya dia sendiri juga agak khawatir mengetahui kakak perempuannya itu belum juga pulang.

“Ini sudah sangat terlambat,” sahut Jung Soo tak tenang. Pria itu tidak ada hentinya mencoba menghubungi nomor ponsel Soo Rin. Namun hanya ada nada sambung tanpa tanda-tanda akan diangkat. Terus seperti itu. “Astaga, ke mana anak itu?”

Ji Min menjadi ikut semakin khawatir. Dia sendiri tidak ada bedanya dengan Jung Soo yang terus berurusan dengan ponsel pintar. Beberapa kali dia mencoba mengirim pesan ke nomor kontak Soo Rin, beranggapan bahwa noona-nya itu sedang tidak bisa mengangkat panggilan Jung Soo dan mungkin akan membalas pesannya. Tetapi hasilnya tetap saja, tidak ada tanda-tanda bahwa pesan-pesan singkatnya itu akan dibalas.

“Ji Min-ah, tunggulah di rumah. Hyung akan pergi mencari Soo Rin.” Jung Soo seperti orang tidak sabaran, mengambil kunci mobil yang tergeletak di dekat televisi lalu melesat menuju pintu rumah.

Cepat-cepat Ji Min mengejar kakak tertuanya itu. “Hyung, tunggu dulu! Mungkin saja Noona akan sampai sebentar lagi!”

“Tidak bisa,” gumam Jung Soo seraya mengganti alas kakinya. Menatap serius adik bungsunya yang memancarkan raut tak kalah khawatir seperti dirinya. “Hyung tidak yakin bahwa Soo Rin hampir sampai rumah, bahkan sedang dalam perjalanan pulang.”

Ji Min menelan saliva susah payah. Ya, sebenarnya dia sendiri juga tidak yakin. Itu hanyalah sebuah sugesti untuk menenangkan dirinya dan agar mampu berpikir positif. Tetapi mendengar balasan serius Jung Soo sudah berhasil membuyarkan sugestinya begitu saja dan semakin mengundang kekhawatiran di dalam benaknya.

Membiarkan Jung Soo keluar dari rumah, Ji Min hanya mengantar sampai teras. Melihat pria itu masuk ke dalam mobilnya, mengeluarkan mobilnya lalu melajukannya dalam kecepatan hampir di atas rata-rata untuk level di jalanan perumahan seperti ini.

“Sebenarnya Noona ada di mana…” lirihnya seraya menatap nanar layar ponselnya.

Sungguh, Ji Min tidak dapat menyembunyikan kecemasannya terhadap kakak perempuan satu-satunya itu.

Sedangkan Jung Soo menghentikan mobilnya tak jauh dari halte terdekat dari rumahnya. Sebenarnya niatnya keluar membawa mobilnya adalah demi menghindari Ji Min yang pasti akan menyaksikan dirinya yang sudah ingin mengamuk sebentar lagi. Ia meraih ponsel pintarnya kembali, mengotak-atiknya hingga menemukan nomor kontak seseorang yang menjadi tersangka utamanya.

Menunggu sambungannya terjawab dengan tingkat kesabaran yang sudah menipis.

.

.

Ki Bum baru saja selesai membersihkan diri setelah beristirahat sejenak begitu sampai di rumah. Senyumnya bagaikan tidak mampu memudar sejak mengantarkan gadis itu pulang kembali ke rumahnya. Perasaannya sangat baik hari ini, hingga detik ini. Ia merasa begitu ringan dan lepas. Bahkan perasaannya itu seolah mampu dibaca oleh Hee Chul karena pria itu terheran-heran melihat dirinya melangkah masuk dengan ringan serta raut wajah yang terlampau cerah.

Sangat berbeda dengan dirinya di waktu-waktu sebelumnya.

Hingga akhirnya kegiatan mengeringkan rambutnya dengan handuk itu terinterupsi oleh getaran ponselnya di atas meja nakas. Menarik perhatiannya untuk segera meraih benda itu, menciptakan kerutan yang sangat jelas di keningnya kala melihat layar ponselnya menerterakan nomor kontak Park Jung Soo tengah menghubunginya.

Kenapa kakak dari Soo Rin itu meneleponnya?

“Halo?” Ki Bum memilih untuk mengangkatnya.

Di seberang sana, Jung Soo sudah mengeraskan rahang sejak ia menunggu sambungan teleponnya terjawab. Dengan gigi-gigi yang mengatup, ia bersuara, “Di mana adikku?”

Sontak pertanyaan bernada rendah itu menghenyakkan Ki Bum di tempat. Layaknya baru saja mendapatkan sebuah pertanyaan terlampau aneh yang sulit untuk diterima oleh telinganya.

Kenapa Park Jung Soo menanyakan keberadaan Soo Rin padanya?

“Di mana adikku, Kim Ki Bum?” Jung Soo mendesis tidak sabar karena tidak segera mendapati lelaki di seberang teleponnya untuk menjawab.

Sungguh, Ki Bum sangat bingung dengan pertanyaan Jung Soo. Di sisi lain dia cukup terkejut akan Jung Soo yang mengetahui bahwa Soo Rin memang pergi bersamanya hari ini, di sisi lainnya lagi dia kebingungan karena… bukankah Soo Rin sudah pulang? Ki Bum sudah sangat yakin bahwa gadis itu sudah pulang karena dia sendiri yang mengantarkannya.

“Aku tahu bahwa kau pergi bersama adikku hari ini. Jadi beri tahu aku di mana dia. Seharusnya dia sudah pulang sore tadi.”

Ki Bum menelan saliva lamat-lamat. Mendengar hal itu Ki Bum justru merasa bahwa dirinya sudah mengantar Soo Rin untuk pulang tepat waktu. Seharusnya gadis itu sudah berada di rumah sejak tadi. Tapi kenapa… “Soo Rin belum pulang?” hanya itu yang tengah berputar-putar di dalam otaknya saat ini.

“Jangan pura-pura tidak tahu, Berandal!” Jung Soo sudah hilang kesabaran. Pria itu berteriak di dalam mobilnya. Wajahnya tampak tegang karena amarah yang mulai mencuat. “Di mana kau menyembunyikan adikku, hah?!”

Ki Bum tidak ada bedanya dengan Jung Soo. Wajahnya tampak tegang, begitu juga dengan sekujur tubuhnya. Kaku di tempat, di dalam kamarnya. Bibirnya terasa kelu karena otaknya tidak memiliki ide untuk menjawab. Dia sendiri tidak tahu di mana Soo Rin sebenarnya karena yang dia tahu gadis itu sudah dia antar pulang.

Oh, astaga, seharusnya Ki Bum tidak membiarkan gadis itu berdiri di persimpangan jalan seperti tadi. Kenapa dia menurut saja bahwa gadis itu tidak mau dia antar sampai ke depan rumah?!

“Jawab aku!!” Jung Soo berteriak lagi. Sungguh, dadanya terasa panas saat ini. Menjalar hingga ke ubun-ubun yang perlahan membutakan kehangatan yang selalu ada di dalam dirinya. Beginilah Jung Soo jika dia mendapati adik-adiknya kenapa-kenapa, terutama adik perempuannya yang memang sangat dibutuhkan perhatian penuh darinya. Mengingat kondisi fisik adiknya yang satu itu, yang lebih rentan kesehatannya dibandingkan dirinya dan Ji Min. Bagaimana Jung Soo tidak panik?

“Aku tidak bersamanya saat ini.”

Mwo?” Jung Soo hampir menganga lebar mendengar jawaban di seberang telepon. Sebelah tangannya yang memegang stir kemudi tampak mengerat hingga buku-buka jarinya memutih. “Jangan mempermainkanku, Berandal. Jika terjadi sesuatu kepada adikku, kau adalah orang pertama yang akan kuhabisi,” desisnya penuh penekanan. Mengancam lelaki di seberang sana.

“Aku akan mencarinya,” Ki Bum mencoba untuk tidak menghiraukan ancaman itu. Dan lebih memilih memfokuskan pikirannya pada satu titik. “Aku akan mencari Park Soo Rin.”

****

“Kim Sang Bum, kenapa kita datang kemari?”

Sang Bum yang baru saja mengunci pintu mobilnya melalui remote control menghampiri Soo Rin yang tampak bingung memandangi bangunan di hadapan mereka saat ini.

“Bukankah ini rumah duka?” Soo Rin beralih menatap Sang Bum penuh tanda tanya. Sedangkan yang diajukan pertanyaan olehnya hanya menyungging senyum tipis padanya.

Keduanya kini berada di sebuah rumah duka yang terletak di Kota Jeonju. Cukup jauh dengan perbatasan antara Daejeon dan Jeonju. Mereka hampir menghabiskan waktu satu jam perjalanan untuk datang kemari. Soo Rin tidak memiliki ide mengapa Sang Bum mengajaknya untuk pergi ke tempat seperti ini. Memangnya siapa yang ingin mereka temui di tempat seperti ini?

“Ayo masuk!” Sang Bum memilih untuk tidak menghiraukan pertanyaan Soo Rin. Lelaki itu mengajak Soo Rin untuk melangkah masuk bersama.

Gadis itu sedikit merasa tidak nyaman begitu memasuki teritori yang tidak ada bedanya dengan taman makam. Di mana masyarakat Korea Selatan menyimpan abu keluarga mereka yang sudah meninggal setelah dikremasi dalam guci, ke dalam salah satu sekat yang berderet membentuk rak-rak menjulang. Menyebar luas di dalam bangunan ini, berkelompok dalam jumlah rata di tiap ruangan yang ada. Mereka melangkah menuju lantai dua, melewati beberapa ruangan tak berpintu hingga kemudian berbelok ke salah satu ruangan, dan berhenti tepat di hadapan salah satu sekat. Di mana seguci berisi abu tergeletak, ditemani dengan karangan bunga-bunga mungil, serta sebingkai foto—yang menampakkan sosok wanita cantik nan anggun dengan senyum menawan menghiasi. Sosok yang sudah tiada dan menjadi abu.

“Kim Sang Bum…” Soo Rin bersuara dengan lirihnya, “dia siapa?”

Sang Bum—lelaki itu tampak murung seketika. Ia bahkan tidak mampu mengalihkan pandangannya lagi begitu sepasang matanya menancap pada sosok wanita yang hanya menjadi sebuah pajangan. Tenggorokannya terasa tercekat dan kering begitu saja. Apalagi gadis di sampingnya mengajukan pertanyaan yang begitu berat baginya. Berat untuk ia jawab karena harus menyebut namanya.

“Jung Ji Woo… ibu dari Kim Ki Bum.”

.

.

.


FULL VER.-nya akan diproteksi

sebelumnya aku minta maaf karna pasti banyak yg mendesah kecewa akan keputusanku ini. Tapi, melihat kondisiku yang masih agak down berkat kimkibum, aku gamau dibuat capek dengan masalah lain berupa readers yang cuma numpang lewat. Aku lagi sensitif kalo liat statistik, ditambah beberapa hari ini lagi membludak gatau karna apa tapi semua cuma jadi secret admirer (?) ㅠㅠ

Tolong mengerti saya…

Jadi, ini Clue Password untuk Pt.14 nanti

"______on______"

Ada 2 bagian rumpang, isi bagian (1 dan 2) di atas dengan:

  1. Lamanya Ki Bum kena skorsing di cerita ini. (angka dan keterangan, cth: 3days)
  2. Jenis musim yang diambil sebagai latar dalam cerita ini. (English)

Tersusun menjadi sebuah kalimat dalam bahasa Inggris. Ketik tanpa spasi, tanpa tanda baca apapun (abaikan tanda kutip di atas), dan dengan huruf kecil semua.

BE SMART READER

Itu udah clue yang tergampang—gampang banget malah. Tadinya mau aku kasih panjang-panjang tapi nanti malah malesin._. Dan tolong usaha dulu ya.. bagi pembaca yg sering ngikutin pasti tau. Aku udah kasih kemudahan untuk cari tahu sendiri karna aku ngerti, kebanyakan reader udah males kalo author nyuruh pembacanya hubungin beliau ke sana kemari cuma buat dapetin password. Dan, beberapa author juga males kalo banyak yg hubungin beliau cuma buat minta password. Jadi untuk saling menghargai aja, aku posting ini dan kalian tinggal masukin jawabannya begitu kuposting full ver.-nya ^^

Untuk ke depannya, aku masih memikirkan lanjutannya bakal kuproteksi juga atau ngga, tapi jikalau memang iya, aku pasti bakal kasih pengumumannya kok.. sama kayak gini.

Yaudah segitu aja…

Sekali lagi, aku sedang ingin dihargai oleh pembaca. That’s why, would you mind to cheer me up? I need some passions from my readers ;w; 

Hope you understand me and… please wait for the next posting!

Terima kasih banyak!! ^_^

Regards

Elvabari

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

36 thoughts on “Two Person – Ki and Sang (Short Ver.)

  1. hwating adminn~yaa
    Berjuang terus buat kreasi ff nya. kita tunggu karya karya terbaiknya.
    Jangan paatah semangat…:-) 🙂

  2. Yak kenapa soo rin gak bilang sama jung soo kan kalo kaya gini yg disalahin ki bum. Moga segera pulang deh soo rin.
    Semangat terus buat elva ya.

  3. ahhh ditunggu full version ^^
    it’s ok kalo chapter selanjutnya memakai password itu mah haknya Siska. terlalu banyak siders ya? itu berarti cerita Siska memang keren hihi ^^ . emang iya kalo ngomongin hal berbau (?) kim kibum bikin baperrrr ㅠㅠ

    Semangat Siska ^^ wait for chapter 14 ^^

    1. justru karna ceritaku ga mutu jadi banyak yg males komen hahahah TT tapi selama ada yg masih nunggu yah akunya bersyukur.. kayak dirimu kkk makasih banyak sangat loh~ T/\T

  4. Kyaaaaa jdi tambah penasaran nih,jung soo marah bgt sma kibum yg gk tau apa2,apa tujuan sang bum ajak soo rin k tmpat letak abu ibu kibum,smangat ya aku jga sma msih blum bsa terima klau kibum aaa sedih bgt lah

  5. Oke laahh mengasah ingatan ini mah wakwak ..
    Semangat nulis nya ya kak .. Jangan down cuma karna banyak Siders .. Mungkin mereka pembaca yang belum berniat komentar .. Tapi bakalan komen suatu saat nanti hhe

    Fighting ya kakak author 😊

  6. Penasaran~ penasaran >.<
    Soorin nakal yah, pergi gak bilang2. Kasian kan kibumnya -.-
    Authornim, cepat lanjut yah *kedip2 mata*

  7. Eommaaaaaa…kibumie help me plis otakmu kan jenius pinjami q sebentar yh :-D…kalo basa ingris otakku mndadak mati rasa jd q pinjem otak jeniusmu bentar..lol #Abaikan
    kibum bakal ngamuk” kalo tau soorin lg bareng ma sangbum ckck

  8. Bc judul y Kiraain bkal ada adu jotos..
    Semangt ya nulis y…
    Ditunggu bgt part ki bum y..udah gk bs liat doi breng sj..jd sedh

  9. Sang bum mau bilang apa sebenarnya sama Soo rin, sampe2 Soo rin gak bilang siapa2 mau pergi kemana dan susah dihubungi…Ki bum oppa kan yang jadi kena amukan abang Jung soo…
    Ditunggu long versinya😘😘😘
    Keep writing and always fighting for you, aku tunggu selalu karya2mu berikutnya yang gak kalah keren dan tentunya tetap manis, KiSoo couple i like you so much 😘😘😘

    1. pasti kejawab kok di long ver.-nya nanti ^^ tunggu aja yaa~
      huwaaaaaaahh~ makasih banyak ya kak.. sejak nongol di sini kakak sering ninggalin jejak plus kasih semangat.. kakak termasuk penyemangat setia loh heheheh T/\T aku jadi tersanjung.. hwhwh semoga kakak ga bosan ya.. ><

  10. soo rin mah, aturannya bilang dulu kalo mau jalann jadi gak bingung nyarinya wkwkw

    wahh harus jadi smart t readers nihh, memecahkan passwordnya untubg selalu ngikutin ini cerita wkwkw

    semangat thor lanjutinnya, cepetin post full versionnya yahh wkwkw

  11. selalu greget sama duo ini 😀
    Kim Kibum~ saranghae 😀 *plakk ditimpuk soorin ._.

    diproteksi ya? gapa dehh… untung selalu ngikutin cerita ini 😀
    semangat ya author 🙂 ditunggu full version nya ^^

      1. sama2 park soorin… ^^ *eh
        btw, namkor kita hampir sama 😀
        Park Soojin imnida *bow
        biasin nya juga sama kayaknya /ryeowook kibum/ *kepedean ._.
        haha 😀

        keep writing author ^^ semangat ‘v’9

  12. Ya ampun soorin bkin khawatir aja,ga apa2 d protect mdah2an aja aku bsa mecahin cluenya hehe. . .

    Oh iya thor ff with you msih d protect ya?

  13. aaaaaaa aku banyak yg tertinggal,,,,maaf baru nongol lagi,,,,,,,, ikhhh sorin gk bilang sama opaanya,jadi kibum yg d salahin ……….. d protection…? gk ppa lh mudah 2 pw nya nanti bner hehehe chicago chicago buat lanjutannya km kok

  14. Kereeenn !!!ceritanya makiin seru aja sumpah …
    Yaaahh abang eeteuk kata2nya kasarnya keluar, kasian kibumnya di tuduh … sabar yaahh bang bum

  15. ditunggu full versionnya kakak^^ di proteksi yaa, wah harus memecahkan password cerita berikutnya kkk. tetep semangat kak siskaaaa yoshh!!

  16. Apa alasan sangbum membawa soorin ke tempat pemakaman ibu kibum? Apa yang akan terjadi pada mereka? Bagaimana reaksi kibum jika tahu kalau soorin pergi bersama sangbum?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s