Posted in Category Fiction, Fiction, PG-17, Vignette

Humming Mesh (비키니)

srfull

Genre :: Absurd

Rated :: PG-17

Length :: Vignette

||KiSoo||

inspired by. 소녀시대 – Party

lebih tepatnya setelah melihat foto yang serba merah nge-jreng dari akun twitter-nya itu, muncul imajinasi absurd ini. Srsly, ini absurd beneran. Dan ini udah jadi dari kapan tau tapi baru bisa kupersembahkan(?) sekarang hahahah

Terlalu banyak monolog dibandingkan dialog. And please be open minded #dessh

Happy reading!

ㅡㅡ

KIM KI BUM tidak pernah menyangka bahwa apa yang—pasti—diharapkan oleh kebanyakan pria… akan terjadi di depan matanya.

Kim Ki Bum tidak pernah membayangkan bahwa ia akan melihat hal itu dengan mata kepala sendiri. Sungguh, tidak pernah! Jujur saja!

Kim Ki Bum tidak pernah berharap bahwa Park Soo Rin akan mengenakan apa yang kebanyakan wanita kenakan jika ingin berjemur di pantai…

Tentunya, Kim Ki Bum terkejut setengah mati hidup melihat gadisnya berani mengenakan bikini di hadapannya!!

Akibat dari keduanya yang sedang menghabiskan waktu liburan musim panas bersama Henry dan Sae Hee di pantai terdekat—Pantai Incheon, mereka menyewa villa kecil di dekat pantai untuk beberapa hari ke depan. Dan, ya, mereka segera bermain di pantai hingga siang menjelang, hingga basah kuyup.

Soo Rin ditarik Sae Hee ke dalam kamar mereka dan Soo Rin tidak keluar lagi setelah Sae Hee berganti pakaian musim panas yang tampak nyaman di tubuh. Ki Bum mengira bahwa Soo Rin tengah merapikan diri atau sekedar bersantai barang sejenak di dalam kamar.

Tapi…

Untuk kali pertama, Ki Bum merasa menyesal untuk segera mendatangi gadisnya itu. Karena, dengan mata kepala sendiri, dia melihat Park Soo Rin berbalut kain berwarna cokelat keabu-abuan yang hanya menutupi bagian properti penting bagi semua wanita serta dibungkus jaring-jaring bercorak yang dipastikan hanyalah sebuah hiasan!

main-bkn

Dengan rambut pendeknya yang masih tampak basah, tiap helainya yang berjatuhan di pundak mulusnya yang terbuka, tetes demi tetes air laut yang masih bersarang meluncur jatuh menimbulkan efek kemilau pada bagian tulang selangka yang begitu tampak itu. Serta wajah cantik yang sedikit merona memancarkan raut gugup… jelas sekali bahwa penampilan menggoda itu sudah berhasil secara total membuat Ki Bum melotot parah hingga tubuhnya serasa kebas di ambang pintu!

BRAK!

Soo Rin harus tersentak kaget mendengar sekaligus menyaksikan pria itu membanting pintu kamarnya (bersama Sae Hee) ini setelah berhasil masuk. Ia sendiri cepat-cepat mengambil handuk di dekatnya lalu menutup bagian depan tubuhnya. Sontak saja wajah cantiknya semakin merona padam mengingat sebenarnya dirinya tidak nyaman dengan penampilan ini, apalagi melihat pria itu menatap penuh dirinya dengan sepasang mata hitam tajam nan menusuk itu. Melangkah lebar dan cepat ke arahnya hingga serta merta dirinya ikut melangkah namun mundur secara kaku dan takut-takut.

“Ganti.”

N-ne?” Soo Rin merasa bodoh begitu mendengar suara berat itu mengalun. Matanya bergerak gelisah mencoba menghindari tatapan pria yang sudah berdiri dalam jarak sejengkal di hadapannya.

“Aku bilang, ganti, Park Soo Rin. Kau ingin berpakaian seperti itu di tempat umum?!” percayalah bahwa Ki Bum hampir kehilangan kemampuan bernapas melihat gadis ini dari dekat. Apalagi matanya masih menangkap apa yang ada di balik handuk yang menutup bagian tubuh ramping itu secara tidak keseluruhan.

Ya Tuhan, tolong kuatkan Kim Ki Bum…

“Ta-tapi, Sae Hee menyuruhku untuk memakai ini…”

“Dan kau menurutinya begitu saja?”

“Dia berkata bahwa kau akan menyukainya…”

Kini giliran Ki Bum yang merasa bodoh. Melihat Soo Rin yang menunduk memerhatikan dirinya sendiri, terbaca sekali bahwa sebenarnya gadis ini sangatlah gugup, bagaimana kedua tangan itu meremas kuat handuk tersebut, bergerak gelisah di sana. Hampir saja memancing egonya untuk segera menguras kesabaran yang ada.

Sejak kapan dia mendoktrin diri bahwa dia menyukai Park Soo Rin yang berpakaian seperti sekarang ini?!

Astaga, adiknya itu benar-benar!

Ki Bum hampir menumpahkan segala macam serapah untuk adiknya sendiri jika tidak segera dialihkan kembali oleh gerak-gerik Soo Rin. Perlahan seolah ingin mengundang, dengan tangan gemetar gadis di hadapannya menurunkan handuk yang menjadi penghalang pemandangan menarik tersebut, yang sontak membuat Ki Bum kembali melotot parah dan reflek menahan kedua tangan ramping itu dengan keras. Tanpa sadar gerakan ingin menyelamatkan naluri kelelakiannya itu justru terlalu mengerahkan tenaga hingga Soo Rin terdorong lalu hilang keseimbangan karena terantuk pinggiran ranjang.

Dan, hal yang sangat tidak diinginkan terjadi begitu saja…

Ki Bum yang berniat menangkap tubuh oleng Soo Rin justru ikut hilang keseimbangan kemudian keduanya terjatuh di atas empuknya ranjang. Menciptakan suasana menjadi semakin mencekam karena pria itu jatuh menindih Soo Rin. Menimbulkan efek keheningan yang sangat canggung karena keduanya saling melempar tatapan terkejut akan apa yang baru saja terjadi.

Well… Ki Bum tidak pernah menyangka bahwa perlakuannya yang berniat untuk mencegah hal yang mengancam pertahanan dirinya justru menimbulkan ancaman baru baginya. Mendapati Soo Rin yang dengan mudahnya sudah berada di bawah kungkungannya—seolah Fortuna bukan hanya sekedar berpihak padanya tetapi sekaligus membisikkan segala macam tawaran menggiurkan di dalam pikirannya.

Oh, astaga!

Soo Rin sendiri harus menahan pasokan oksigen untuk masuk ke dalam rongga hidungnya kala melihat pria itu menatap terlampau lekat padanya dari atas. Menelan saliva lamat-lamat sekaligus menegang merasakan tangan besar itu bertengger di punggung terbukanya akibat hendak menolong dirinya tadi. Tanpa sadar kedua tangannya semakin meremas kuat handuknya yang sudah tidak karuan dan tidak meyakini menutupi tubuhnya—kala ia merasakan gesekan halus yang berefek sangat besar layaknya sengatan volt di punggungnya, merambat ke sekujur tubuh menciptakan getaran halus, menekannya penuh rasa hingga ia hampir mencondongkan tubuhnya bersamaan pria itu bergerak turun. Mengikis jarak di antara mereka.

Tunggu… apa yang dilakukan oleh—

“Aku akan menyukainya jika setelah ini kau bersedia kutawan sampai besok. Kau mengerti?”

Ugh…

Untuk yang ini, Soo Rin tidaklah bodoh mencerna makna dari kalimat ambigu Kim Ki Bum. Jantungnya berdentum lepas kendali memompa milyaran sel darah untuk meluncur ke wajah cantiknya, seolah di sanalah pusat didihannya hingga kedua pipinya serasa terbakar seketika. Apalagi pria ini mengatakannya tepat di depan telinga, menempelkan benda yang melontarkan kalimat seduktif itu—yang sangat berbahaya untuk keselamatannya saat ini—tepat di bagian paling sensitifnya itu. Seolah tengah menggodanya dengan suara berat yang sudah berubah serak layaknya tengah menahan sesuatu.

Tolong selamatkan mereka!

Soo Rin akhirnya bisa bernapas lega begitu Ki Bum menyingkirkan diri ke sebelahnya—dengan tergesa. Kemudian membantunya untuk terduduk sebelum akhirnya kembali melemparkan tatapan tajam yang semakin menciutkan nyalinya.

“Ganti dengan pakaianmu sendiri. Aku tidak suka jika kau berani berkeliaran di tempat umum seperti ini.” Ki Bum memerintah dengan suara datar nan dinginnya. Terdengar tidak terbantahkan. Ia segera bengkit dari ranjang dan hendak beranjak keluar kamar demi memberi waktu gadisnya untuk bersalin.

“Tapi…”

Ki Bum hampir menghentak keras napasnya. Sungguh, saat ini dirinya sedang berjuang keras untuk tidak berbalik tetapi gadisnya itu justru kembali mengujinya!

“Aku tidak tahu di mana koperku. Sae Hee… sepertinya menyembunyikan koperku…”

Percayalah bahwa Ki Bum sedang mengumpat di dalam hati sekarang. Adiknya itu—ya, adiknya itu, sudah keterlaluan! Sebenarnya apa motif dari kelakuan adiknya dengan menjadikan Soo Rin sebagai korbannya, hah?!

Ya Tuhan, tolong kuatkan Ki Bum, lebih kuat lagi.

Ia akhirnya kembali berbalik menghampiri Soo Rin, menatap penuh tajam gadisnya sekali lagi sekaligus menahan napas sekali lagi. Astaga, dia tidak pernah berharap akan digoda dengan perilaku malu-malu gadisnya ini yang—sialnya—tampak mempesona karena dibumbui dengan penampilan yang terlampau transparan ini!

Soo Rin lagi-lagi meringsek mundur kala Ki Bum melepas kausnya begitu saja, memancingnya untuk segera membuang muka setelah melotot terperangah barang sejenak melihat tubuh kekar itu terpampang jelas di hadapannya, tidak berbalut apapun di balik kaus santai longgar itu. Ketahuilah bahwa wajah cantiknya semakin terbakar karena sudah lancang melihat pria itu bertelanjang dada di hadapannya—tidak, ralat! Ini bukan salahnya! Ini salah Kim Ki Bum yang sudah lancang melepas pakaiannya di hadapannya dan berhasil membuat jantungnya berjumpalitan seperti sekarang ini!

“Pakai ini,” lebih baik kau memakai pakaian kebesaran milikku dibandingkan memakai benda yang lebih mirip pakaian dalam itu, lanjut Ki Bum di dalam hati. Memasang raut dinginnya lalu menggeram kala Soo Rin hanya menerima kausnya namun tidak juga beranjak. “Pakai, Kim Soo Rin, sebelum aku berubah pikiran!

Dan, ya, Soo Rin segera melesat ke dalam kamar mandi, menutup pintunya terburu-buru hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras. Meninggalkan Ki Bum yang sudah menghela napas terlalu panjang, melepas apa yang selama ini ditahannya.

Ki Bum tidak pernah berharap melihat Soo Rin berpakaian seperti itu di hadapannya. Tidak pernah membayangkan bahwa Soo Rin akan memamerkan lekuk tubuhnya di hadapannya seperti tadi. Tidak pernah menginginkan Soo Rin yang mengenakan pakaian bernama bikini itu di depan matanya.

Tapi berkat Soo Rin yang benar-benar melakukannya, kini Ki Bum berani membayangkannya. Karena masih terngiang jelas di otaknya… bagaimana punggung putih nan mulus tertangkap oleh retinanya kala gadis itu sempat berdiri membelakangi, bagaimana tampak depan tubuh ramping itu menampilkan perut rata yang melekuk sempurna di bagian pinggangnya, jelas menciptakan berbagai macam fantasi liar yang dengan kurang ajar memenuhi otak jeniusnya itu.

“Sial!” tanpa sadar Ki Bum menyemburkan umpatannya. Mengacak-acak rambutnya dengan gerakan frustasi. Merasakan tubuhnya memanas membayangkan hal-hal yang tidak senonoh terhadap gadisnya sendiri.

Oh, sebenarnya tidak bisa dikatakan seperti itu karena jelas dia sudah memiliki kebebasan penuh terhadap Soo Rin. Tapi tetap saja dia sudah seperti penjahat mesum yang berani berimajinasi akan bagaimana menguasai gadisnya sendiri! Apalagi membayangkan jika Soo Rin berpenampilan di muka umum seperti tadi, membayangkan bagaimana pria-pria di luar sana menatap penuh minat tubuh gadisnya yang keterlaluan terbuka itu…

Sudah cukup. Hentikan, Kim Ki Bum. Kau hanya akan meledakkan tubuhmu dengan milyaran sel darahmu yang semakin jauh di atas titik didih!

Keluar dari kamar itu serampangan, batin Ki Bum merapalkan doa… semoga dirinya tidak lepas kendali setelah kembali melihat Park Soo Rin nanti.

¤¤¤¤

Srak!

Sae Hee menghentikan kegiatan menyeruput Ginger Peach Iced Tea begitu melihat buntalan kantung plastik hitam menggelinding ke hadapannya. Segera ia mendengakkan kepala demi melihat orang yang sudah melempar benda itu kepadanya. Lalu memutar bola matanya begitu mendapati kakaknya sudah berdiri di dekatnya, menatap datar dirinya.

Yeah, saat ini dirinya sedang merasa jengah terhadap kakaknya itu. Setelah mendapatkan semprotan telak akibat perbuatannya yang keterlaluan jahil terhadap gadis kakaknya itu, Sae Hee memilih untuk menenangkan diri di teras belakang villa ditemani oleh minuman segar kesukaannya di musim panas seperti sekarang ini.

Ginger-Peach_Iced-Tea

Yah, setidaknya Sae Hee sudah mengakui kesalahannya. Hanya saja, di sisi lain ia merasa perbuatannya tidaklah sepenuhnya salah karena dia bermaksud hendak membuat Soo Rin terlihat fresh. Lagipula gadis kakaknya itu hanya akan mengenakan pakaian terbuka itu di tempat yang selayaknya. Bukan di mall atau di rumah duka!

“Jika ingin memberikan sesuatu pada Soo Rin, pikirkan dengan baik-baik terlebih dahulu,” ucap Ki Bum dingin sebelum berbalik meninggalkan Sae Hee.

Hanya itu, sampai-sampai Sae Hee hampir terbengong karena saking terperangahnya dengan perilaku kakaknya itu saat ini. Mendengus jengah, Sae Hee kemudian membuka kantung plastik itu, lalu melotot lebar begitu melihat apa isinya.

OPPA! INI BIKINI LIMITED EDITION YANG SANGAT MAHAL! KENAPA OPPA BUNGKUS DENGAN KANTUNG PLASTIK BEKAS?!”

OPPA TIDAK PEDULI! BUANG ITU!”

“APA?! OPPA—”

“BUANG SEBELUM OPPA MEMILIH UNTUK MEMBAKARNYA!!”

Ough, jinjja!!

.

.

FIN


 hai~ rasanya sudah lama ga buka blog sendiri hehet

//ditendangreader//

Maafkan aku yang justru meluncurkan cerita lepas nan ngambang ini hahahah seriusan deh, gegara ngga sengaja liat poto Sunny GG yang pake bikini itu…..imajinasi liarku ke-turned on #dessh -__,-

Sebenernya aku masih dalam masa baper lebaran, jadi nulis masih niat-ganiat gitu. Daripada nanti Two Person-nya jelek maka aku ga lanjutkan dulu dan memilih buat posting ini heheheh Maafkan aku yang sudah menyebarkan virus absurd ini kepada kalian ;/\;

yaudah gitu aja.. salam dari Sae Hee~shk

ohya, Henry cuma disebut aja ya di sini.. wujudnya ga nongol hahahah #ditendangHenry ;__;

Terakhir, salam kangen dari abang toyib~ XD131019-kibum-15

Terima kasih sudah mampir!! >.<

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

13 thoughts on “Humming Mesh (비키니)

  1. woaaaa soo rin hampir saja membuat kim ki bum lepas kendali, seperti biasa ceritanya bikin perut ada kupu-kupunyaa

    semangatt nulisnya kak, lebarannya ufah lewat juga kak masih aja baper lebaran wkwkwkw

    jangan lupa two personnya dilanjutin kak, diunggu loh hehehehe

  2. Park soorin dirimu terlalu polos, disuruah saehee yg aneh2 mau mau aja -,-
    Kasihan kibum yg selalu tersiksa dgn kepolosan soorin ><

  3. trik npas…keluarkan….
    trik npas lg…keluarkan lg….

    efek bc ni ff luar biasa bgt,smp sesek npas gra2 iktan gu2p.he3x 🙂

    good job author udah bkin aq trbang dgn imajinasi liar q.ha3x 😀
    dtnggu yg brikut ny 😉
    kl bsa wkt mrka nikah…
    keep writing n smangat 😉

  4. Cekikikan sendiri sesudah bacanya hehe hayo tanggung jawab aku kaya orang gila senyum” sendiri, mna d kontrakan gk ada tmn lgi, bner” kaya org gila kkkk

    tpi itu terlalu pendek wkwkwk

    ya udh mou nunggu ff yg lainnya… Chayooooooooo

  5. hahahaha hampir saja Kibum lepas kendali. Panas ya Kibum-ssi kkkkk :3 Soorin sexy ya pakai bikini. Jae Hee yang sabar ya, kakakmu itu memang protective banget sama Soorin tapi itulah sisi manisnya Kim Kibum kyakyakya

  6. Ki bum oppa protective sekali kalo udah nyangkut soal gadisnya…
    Senangnya jd Soo rin…
    Salut sama Ki bum oppa bisa ngendaliin nafsunya kkkk…
    Benar2 ngelindungi gadisnya…

  7. Keren abis nihhh. Jjur aj ya unniii, ak ud mikir yg laen2. Wkakakak #abaikan

    Oh yaa. Btw.. knalin dulu nih, eon..
    Namaku yolanda, asli arek suroboyo😂..
    Ud dr dulu bc ff disinii. Tp br smpet komen soalny ttrouble mulu kl mw komen. Sori ud smpet jd silent reader😅

  8. Kayanya otak kibum perlu dicuci deh ahaha

    btw mdh2an cpt dapet ilham bwt ngelanjutin two person nya. Semangatt^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s