Posted in Category Fiction, Fluff, G, Special Fanfics, Vignette

A Little Bear…

albCover

Genre :: Fluff

Rated :: G

Length :: Vignette

||Kim Ki BumPark Soo Rin||

Happy reading yoo! ^-^

ㅡㅡ

“곰돌이한마리 가…”
(gomdorihanmari ga…)

ㅡㅡ

MALAM semakin larut. Waktu menunjukkan pukul 12:30. Di sebuah apartemen yang tenang dari keramaian kota, tepatnya di balik pintu nomor 2106—dan di balik pintu sebuah kamar, terdapat seorang gadis tertidur tidak begitu nyaman di atas tempat tidur yang cukup luas itu.

Bergerak ke sana-kemari dalam kurun waktu tak lebih dari 5 menit lamanya. Kening di balik poninya yang mulai tak teratur itu tampak mengerut begitu jelasnya. Bahkan kedua kakinya tidak bisa diam dan memilih untuk ditekuk. Sesekali mulutnya mengeluarkan suara halus yang lebih mirip dengan rintihan yang lirih. Dia memang sedang kesakitan saat ini.

Menarik perhatian seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan aktivitas menonton televisi, menahannya untuk tidak segera ke kamar mandi dan memilih untuk segera mendekati tempat tidurnya.

Atau lebih tepatnya, tempat tidur mereka.

Keningnya berkerut melihat gadis itu memejamkan mata seperti menahan sakit. Segera ia meraih ponsel pintar yang tergeletak di atas nakas di dekatnya kala pikirannya mulai berspekulasi, memeriksa layar sentuhnya. Kemudian, barulah ia tersadar sepenuhnya. Meletakkan kembali benda itu ke tempat semula, ia segera naik ke atas tempat tidur, mendekati gadis itu.

Sang gadis terpaksa membuka mata kala merasakan tangan besar itu menyentuh keningnya. Lalu hanya mampu mengerjap melihat wajah tegas itu tengah menatap dirinya.

“Sakit?”

Gadis itu memilih untuk mengangguk kala mendengar pertanyaan halus itu, memasang wajah memelasnya yang menggemaskan hingga menggerakkan hati pria itu untuk melakukan sesuatu. Mengambil bantal miliknya, menyibak selimut lalu meletakkannya di atas tubuh sang gadis.

“Peluk ini.”

“Tapi, ini bantalmu…”

Pria itu berbaring dengan sebelah tangan menopang kepalanya, menghadap gadisnya itu. “Kau lebih membutuhkannya dibandingkan aku,” jawabnya terdengar tenang. Ia kembali menyelimuti setelah gadisnya memeluk bantalnya. “Mungkin nanti aku harus membeli bantal lebih banyak lagi,” lanjutnya dengan santai.

Tak disangka ucapannya mampu mengundang kekehan dari mulut gadisnya meski hanya sebentar. Tapi cukup membuatnya untuk mengulas senyum. Sebelah tangannya yang terbebas kini memeluk tubuh ramping yang terbungkus selimut itu dari luar.

“Kim Ki Bum.”

Hm?”

“Mungkin aku membutuhkan teh mint yang pernah kau beli bulan lalu…”

Geurae? Kalau begitu aku akan membelinya besok,” pria bernama Kim Ki Bum itu menatap sejenak gadisnya dalam diam, lalu berkata, “atau kau membutuhkannya sekarang?”

Seketika gadis itu menggeleng cepat. “Ini sudah malam. Besok saja,” jawabnya lirih.

“Kau bisa menahannya?”

Entah kenapa pertanyaan itu terdengar sedang meremehkannya. Wajah cantiknya segera merengut masam. “Ugh, aku sudah sering seperti ini. Tentu saja aku bisa menahannya!”

Ki Bum terpaksa mengulum senyum gelinya. Padahal dia hanya bertanya, tetapi gadisnya menjawab sedikit ketus. Oh, dia hampir lupa bahwa perempuan yang sedang kedatangan tamu itu sangat sensitif. Seperti perempuan hamil.

“Baru begini saja kau sudah kesakitan. Aku tidak bisa membayangkan jika kau sedang mengandung nanti.”

“A-apa?” tiba-tiba saja gadis itu merasa gugup mendengar ucapan Ki Bum. Wajah cantiknya tanpa komando mengumbarkan semburat kemerahan yang sedikit demi sedikit mulai tampak. Mengundang pria itu untuk mencubit hidungnya dengan gemas.

“Mungkin aku akan merasa lebih tidak tenang lagi, kau tahu?”

Ugh, kenapa begitu?”

“Karena aku tidak bisa melihatmu kesakitan, Park Soo Rin,” Ki Bum mengucapkannya dengan nada penuh penekanan, mengeja nama gadis ini dengan gemasnya, yang justru semakin membuat sang empu merasa salah tingkah.

“Kalau begitu kau tidak perlu melihatku,” gadis bernama Soo Rin itu akhirnya menjawab dengan asal. Namun jawaban asalnya itu justru membuat Ki Bum terkekeh pelan.

“Itu sama saja kau menyuruhku untuk pergi darimu.”

Yaa! Aku hanya—hanya tidak ingin kau khawatir!”

“Kau justru membuatku semakin khawatir.”

Soo Rin terdiam sejenak. “Benarkah?”

Ki Bum memutar bola mata. Oh, gadisnya ini mulai lagi mengalami keterlambatan dalam mencerna kata-kata. Memilih untuk tidak memperpanjang masalah, ia berucap, “Tidurlah,” yang justru membuat Soo Rin memberengut.

“Aku tidak bisa tidur…” keluh Soo Rin pelan. “Kim Ki Bum, ayo kita bermain.”

Ki Bum mengerjap cepat. Sejenak ia hampir salah mengartikan makna dalam kata bermain itu sampai-sampai ia berdeham salah tingkah. Ah, sial sekali kau, Kim Ki Bum. Sudah jelas bahwa gadismu itu bukan seperti gadis-gadis kebanyakan. Pastinya kata bermain yang Soo Rin maksud adalah bermain yang anak kecil pikirkan kebanyakan. -__-

“Bermain apa?”

Soo Rin tampak berpikir. “Hanguk Poem?”

Ki Bum mengangkat sebelah alisnya. Hanguk Poem atau Korean Poem, semacam permainan sambung kata dengan sebuah kalimat yang dieja setiap sukunya hingga menciptakan kata-kata baru.

Gomdorihanmari! (Beruang kecil!)” sahut Soo Rin kemudian.

Ki Bum mendengus geli. Merasa tergelitik dengan kata yang dipilih oleh gadisnya ini. Tapi, ia memilih untuk menurut saja. “Baiklah. Gom?”

Gomdorihanmari ga… (Beruang Kecil itu…)”

Ki Bum mengulas senyum geli melihat gadisnya tampak bersemangat kala mengucapkannya. “Dol?”

Doradanidaga… (Berlari-larian…)” Soo Rin mulai menatap lekat pria di sebelahnya itu.

I?”

Ireohge! (Seperti ini!)” Soo Rin mencubit hidung Ki Bum dengan cepat. Membuat pria itu memejamkan mata secara reflek. Sedikit terkejut dengan serangan tiba-tiba itu.

Han?”

Hanbondeo! (Sekali lagi!)” dan Soo Rin mencubit hidung Ki Bum lagi.

Ma?

Majimak-euro! (Yang terakhir!)” kini Soo Rin mencubit sebelah pipi Ki Bum. Ia sudah menggigit bibir bawahnya diam-diam demi menahan tawa melihat pria itu tampak seperti tengah menahan diri.

Ri?

Replay!” cubitan terakhirnya mendarat di sebelah pipi yang lain. Barulah ia terkikik geli melihat pria itu menatap tajam dirinya. Bukan, bukan tatapan tajam yang mengerikan, melainkan tatapan tajam yang justru membuat Soo Rin merasa tergelitik dibuatnya.

“Sepertinya kau sudah tidak merasa sakit lagi, hm?” gumam Ki Bum dibumbui nada datarnya. Percayalah bahwa pria itu tidak serius dengan cara bicaranya. Hanya sedang berpura-pura menggertak.

Soo Rin mengerucutkan bibir. “Aku justru sedang mengalihkan rasa sakitku,” gerutunya. Terdengar lucu di telinga Ki Bum sampai-sampai pria itu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Memancing Soo Rin untuk ikut tersenyum. “Kau boleh melakukannya juga. Sekarang giliranmu.”

“Begitukah?” Ki Bum mengangkat sebelah alisnya, sedikit menantang Soo Rin. Oh, tidak tahu saja jika dirinya sedang merencanakan sesuatu akan kesempatan ini.

Soo Rin mengangguk antusias. Ia mengeratkan pelukannya pada bantal di atas tubuhnya itu. “Gom!”

Ki Bum tampak berpikir sejenak. “Gomdorihanmari ga?”

Dol!

Doradanidaga…

I!

Ireohge.” Ki Bum mendaratkan kecupan singkat di kening Soo Rin. Membuat sang empu mengerjap beberapa kali. Dan Ki Bum harus sedikit menunggu gadisnya bersuara lagi.

Han?” Soo Rin mulai mengecilkan suaranya. Bahkan, nada bicaranya mulai terdengar ragu.

Hanbondeo.” Ki Bum mendaratkan kecupan lagi, kini di hidung bangir gadisnya.

Ma…

Majimak-euro,” mendaratkan sebuah kecupan lagi di sebelah pipi yang mulai kembali merona itu. Ugh, sungguh menggemaskan di matanya.

Ri…

Replay!” dan Ki Bum melakukannya lagi di tempat yang sama. Hanya saja, sedikit menyentuh bibir manis itu hingga tanpa mereka sadari ada gelenyar aneh bermunculan di benak masing-masing.

“Kau curang!” Soo Rin menuaikan protes akhirnya. Wajah cantiknya sudah merona dengan jelas hingga pria itu tertawa geli melihatnya. Apalagi Soo Rin memukul bahu lebarnya yang justru semakin membuat Ki Bum merasa tergelitik. “Ugh…” dan tidak disangka bahwa pergerakannya mampu memancing rasa nyeri di perutnya. Ia pun memilih untuk memeluk kembali bantal milik Ki Bum. Menekan bagian perutnya dengan bantal tersebut.

“Aku hanya memanfaatkan kesempatanku dengan baik, Soo Rin-ah. Tidak ada kecurangan sama sekali,” kilah Ki Bum dengan kalemnya seraya memeluk tubuh ramping itu. Merapatkan tubuh mereka sekaligus membantu gadisnya untuk merasa nyaman dari rasa sakit. Kemudian ia harus mendengar gadisnya menggerutu tidak jelas di dalam pelukannya, yang memilihnya untuk tidak merespon secara langsung.

Ada jeda yang cukup panjang di antara mereka. Ki Bum menatap lekat gadis yang terus memejamkan mata setelah mengeluarkan rintihan terakhir dari mulutnya. Tangan besarnya mengusap perlahan punggung kecil dalam pelukannya. Memberikan kehangatan sekaligus kenyamanan untuk gadisnya saat ini. Keningnya ikut mengerut karena tidak senang melihat gadisnya menahan sakit seperti sekarang ini.

“Kapan kau mendapatkannya?”

Eung?” Soo Rin membuka mata, mendengak menatap Ki Bum sesaat lalu kembali menunduk begitu menangkap maksud pertanyaan prianya. “Tadi sore…”

Pantas saja, gumam Ki Bum dalam hati. Ini masih hari pertama dan pasti sakit sekali. Ki Bum sendiri baru menyadarinya setelah melihat gadisnya ini tidak bisa tenang di atas tempat tidur. Seandainya dia tahu lebih cepat, mungkin dia sudah berlari ke supermarket untuk membelikan teh mint yang cukup ampuh menenangkan Soo Rin agar bisa tidur dengan nyenyak.

“Kim Ki Bum…”

Hm?

Dashi… (Lagi…)”

Ki Bum mengerutkan kening. “Apa?”

Soo Rin menyerukkan kepala mendekat ke dekapan Ki Bum. Lebih merapat pada pria itu. “Gom…

Dan, Ki Bum mengerti. Gadis ini ingin bermain lagi, meski dengan kondisi yang sedikit tidak mendukung seperti sekarang. “Gomdorihanmari ga…

Dol…

Doradanidaga…

I…

Ki Bum mengecup bagian pelipis Soo Rin yang masih tampak, sedikit lama. “Ireohge?” senyumnya sedikit mengembang menangkap gadis di pelukannya sedikit mengulas senyum yang sama.

Han…

Hanbondeo,” mengecup tulang pipi Soo Rin yang masih tampak pula dan mampu diraihnya, melakukannya dengan lembut dan hati-hati. Lalu ia melihat pipi tersebut kembali menampakkan rona kemerahannya lagi.

Ma…

Ki Bum mulai menyelipkan sebelah tangannya yang sempat digunakan untuk menopang kepalanya ke bawah leher Soo Rin, menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kepala gadisnya, merengkuh pundak kecil itu demi tenggelam ke dalam dekapannya. Lalu mencium kening berponi itu cukup lama, sebelum menggumam, “Majimak-euro.”

Soo Rin meresponnya dengan baik. Menyerukkan kepala ke dalam lekukan leher Ki Bum. Merasakan desiran yang menggelitik sekujur tubuhnya hingga merasakan debaran jantungnya mulai berulah di atas batas normal. Melanjutkan, “Ri…” dengan suara yang hampir tak terdengar.

Dan Ki Bum kembali mencium kening Soo Rin, begitu dalam dan lebih lama dari sebelumnya. Menghantarkan sengatan-sengatan ke sekujur tubuh dan menciptakan letupan-letupan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi mereka. Kemudian mendekap tubuh ramping gadisnya lebih dalam lagi, memosisikan bibir penuhnya ke dekat telinga sang gadis lalu berbisik, “Replay,” dengan halus serta menggelitik empunya.

Senyum manis mengembang di bibirnya, menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh prianya, begitu menenangkan sekaligus membuatnya merasa nyaman di dalam dekapan hangat ini. Meski ada sedikit jarak karena bantal yang membentang di antara mereka, dia masih merasakan begitu eratnya pelukan pria ini. Seolah mengisyaratkan bahwa pria ini mampu melindunginya meski dalam keadaan apapun. Meski ada sesuatu yang berusaha membuat jarak di antara mereka, pria ini masih mampu meraihnya. Menggunakan kedua tangannya yang kekar itu untuk mendekapnya, untuk dirinya.

Hanya untuk dirinya. Dan ia begitu mensyukurinya.

“Kim Ki Bum.”

Hm?

Dashi…

Ki Bum mendengus. “Ddo? (Lagi?)”

Eung. Sampai aku tertidur.”

Dan, ya, Ki Bum akan menuruti permintaan gadisnya ini. Dengan senang hati.

.

.

FIN


Haaaii~ pada akhirnya aku posting juga kan hihihi ><

Memang ga seberapa, tapi yah cuma ini yang bisa aku kasih buat para pembaca.. Aku bingung mau nulis apa di hari ultahku ini heheheh sebenarnya aku punya ide cerita yang mungkin akan menarik kalo dibikin, tapi apalah daya kalo ternyata aku belum bisa mewujudkannya sekarang. Mungkin nanti.

Makanya aku bikin cerita singkat ini.. buat ramein hari ini aja ^^ sebenernya juga, aku pengen posting Two Person cuma…ah nanti aja ah.. ini masih awal-awal bulan puasa, takut bikin baper (?) wks XD

Yah, setidaknya mood menulisku mulai muncul lagi. Ini juga terdorong akibat ngidam anehku lagi hahahah x’D

Gitu aja. Terima kasih sudah mau membaca. Terima kasih untuk kalian yang sudah bersedia memberi masukan di sini. Dan terima kasih sudah menyukai tulisanku ^.^ Selamat berbuka puasa buat kalian yang merayakan yaa~

끝!

Ki&Soo

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

28 thoughts on “A Little Bear…

  1. akhirnya kisukisu comeback, kim ki bum sweet bangett. pengen kek soo rin jadinyaaa hikss
    semangat thor, semoga minat nulisnya muncul terus yahh hiihi

    ahh yaa, ditunggu lanjutan two person nya thor :)))

  2. Ini yang selalu aku suka dari couple kisu kisu, romantis dan juga bikin gemes, kim kibum pinter banget ya curi” moment >_<

  3. Hahhhhhhh sweet bangt mereka bikin iri aja dh……….

    Perhatian kibum sepenuhnya d berikan kepada soorin,,sangat beruntung dia….
    Kapan ea ada kumpulan keluarganya, keluarga sorin sama keluarga kibum gitu,, ? Kayanya bakalan seru deh hehe apa lagi ke dua keluarganya minta cucu dari mereka kkkkkkk

  4. kim ki bum keren bgt… 🙂

    da tko yg jual cwo kya ki bum g? kl da aq mw bli.ha3x *emang ki bum brang? *

    ya ampun thor aq heboh sndri bca ny…
    keren bgt dech…

    ayo di share lg yg slnjt ny.he3x 🙂

  5. oh ya thor bwtin ff wkt mrka nkah donk, trus wkt mreka kumpul breng2 keluarga mrka,trus bwatin jg yg kibum cmburu,kan g prnh ki bum nunjukin rsa cmburuny trang2an.he3x

    kebanyakan request ya aq.he3x
    gpp ya thor,maklumin ja 😀

    dtnggu krya2 mu slnjt ny 🙂

  6. Seperti biasa kisukisu moment bikin aku cekikikan kayak biasa .. Kkk
    Keep writing thor, ditunggu kisu moment selanjutnya 😉

  7. Seperti biasa couple ini selalu sweet dan membuat iri…
    Kibum kau emang tipe cowok yg diidam2kan banyak perempuan…
    Sukses terus buatmu saeng 😉

  8. Yaialah senang hati lah Ki Bum mah sekalian modus wakwakwak
    Soo Rin nih kaya aku kalo ada ‘tamu’ sakit sampe guling” hehehehe

    Seandainya ada yang kaya Ki Bum di supermarket mau beli satu lah buat di rumah hahahahaha

  9. Saengil chuka hamnida …….. Saengil chuka hamnida …… Saengil chuka hamnida…. Saengil chuka saengil chuka saengil chuka hamnida….. Horeeee …. Apa’an q tlat bnget….

  10. Tambah umurnya tambah jga genre ff nyaa.. kereen lah~~ kkkkkk gini bagus ka, kalo school life trus rada bosen bacanya sifat kibumnya jga sama trus *emg mau gimana/?*
    Maapin yaaa, kasih komen aja^^
    Lagi suka ama ff two person, soorin kembarannya oh cho rim. kkk

  11. annyeong…ps kemaren lg mupeng bgt pengin bgt bc ff’a kibumie ma yeoja trus iseng” nyari dgoogle nemuin ni..numpak obrak abrik bkog’a yh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s