Posted in Category Fiction, PG, Romance, Vignette

Dry Lips

lips

Genre :: Romance

Rated :: PG

Length :: Vignette

||it’s HenHee’Story!||

Happy Reading! ^^

ㅡㅡ

“BIBIRMU kering.”

Sae Hee menoleh pada pria yang duduk di sebelahnya. Ia mengerjap beberapa kali demi mencerna, barulah menyadari maksud dari ucapan pria itu. Segera saja ia menyentuh bibirnya dan merasakan bahwa permukaannya begitu kering, bahkan menjerumus kasar. Aih, sepertinya dia kurang minum banyak air mineral hari ini. Atau—

“Kau terlalu sering melembabkan bibirmu dengan air liur.”

Baru saja Sae Hee hendak mencetuskan itu di dalam hati. “Yeah, sepertinya,” gumamnya pada akhirnya.

Pria beraparas imut itu berdecak heran. Henry—kekasih gadis itu—menyadari penyebab dari mengeringnya bibir gadis itu. “Ya, kau ini, sudah tahu jika dehidrasi kau tidak bisa melembabkannya seperti itu. Meski sebagian besar terdiri dari air, itu juga mengandung komponen antibakterial yang jelas tidak dapat mengurangi kekeringan pada bibirmu.” Henry menggeleng kepala beberapa kali. “Kau bisa terkena sindrom Sjögren!”

Sae Hee mengerutkan kening sangat jelas. “Sindrom… apa?”

“Sjögren!” Henry mengulang. “Itu merupakan kelainan otoimun, di mana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Salah satu gejalanya adalah mata atau bibir yang mengering!”

Y-ya! Kau menakutiku?!”

Ani.” Henry memasang wajah polosnya. “Aku hanya memberi tahu apa yang aku tahu. Karena itu perbanyaklah minum air mineral supaya sel imunmu tidak mengalami kelainan, bukan air liur!”

Sae Hee mengerucutkan bibir.

“Jangan bertingkah seperti itu! Sangat tidak pantas apalagi jika dalam keadaan kering seperti itu!”

Ya! Kau menyindirku, huh?!” Sae Hee memukul lengan pria di sebelahnya itu tanpa ampun. Tidak sadarkah bahwa ucapan itu terdengar cukup pedas di telinga Sae Hee? Ish, menyebalkan! “Eonni, lihat adik Eonni ini! Dia dengan begitu teganya menghinaku di depanku, bahkan di depan Eonni!” lanjutnya mengadu pada gadis yang duduk di hadapannya. Tampak tengah menikmati minuman pesanannya sendiri.

“Menghina, kau bilang? Yaa, tidakkah itu terdengar sangat berlebihan? Aku hanya memberimu sedikit masukan! Oh, astaga…” Henry mendesah tak percaya. Wajah tampan nan imutnya itu memberengut. Mood-nya mendadak turun karena sudah dituduh seperti itu.

Gadis yang duduk di hadapan mereka hanya menggeleng heran namun memaklumi. Well, dia sudah terbiasa melihat pasangan di hadapannya cekcok tidak jelas, masalah sekecil ini pun mampu mereka olah menjadi sesuatu yang serius hingga berujung perdebatan seperti baru saja.

“Kau hanya perlu memoleskannya dengan sedikit lip balm untuk saat ini, Sae Hee-ya,” gadis itu akhirnya membuka suara. “Tapi setidaknya setelah ini perbanyak minum air mineral. Kau juga perlu mengonsumsi Vitamin C sepertinya,” lanjutnya mengingatkan.

Ne, Eonni!” Sae Hee mengulas senyum sumringah mendapatkan masukan halus dan membangun. Kemudian melirik pria yang masih tampak merajuk di sampingnya. Entah mengapa rasa kesalnya menguap dan beralih menjadi rasa tergelitik melihat kekasihnya itu memasang wajah cemberut yang begitu lucu. “Aigo, lihat siapa yang sedang merajuk!” godanya seraya mencubit hidung Henry tanpa izin.

Ish!” Henry menepis tangan Sae Hee. Tingkahnya sudah seperti anak kecil. “Jangan sentuh hidung berhargaku!”

Ish! Sepertinya apa yang dikatakan Soo Rin Eonni memang benar adanya. Kau adalah pria yang manja dan mudah sekali merajuk.”

Seketika Henry melotot dan menatap horror gadis yang masih duduk di hadapannya, tampak terkikik geli seraya menunduk. “Noonaa! Noona membocorkannya?!”

Soo Rin—gadis itu mendengak seraya berusaha menahan tawa. “Eo? Memangnya kenapa?”

“Itu merupakan aib! Aih, Noona tega sekali membongkar aib sekaligus menjatuhkan martabat adik sepupu sendiri?!”

Soo Rin akhirnya menyemburkan tawa, begitu juga dengan Sae Hee. Melihat tingkah dua gadis itu berhasil membuat Henry merasa ditindas di sini. Ia bersedekap. Semakin menunjukkan sifat merajuknya. Hei! Bagaimana bisa dia dipermainkan dengan para gadis ini?

Langsung saja Sae Hee memeluk sebelah lengan pria itu, dengan mengulum senyum berjuang menghentikan tawa, ia berucap, “Sepertinya kau terlihat lebih menggemaskan di depan Soo Rin Eonni, eh? Apakah aku harus bertingkah seperti Soo Rin Eonni supaya kau mau bermanja-manja denganku?”

Ya!!” Henry menyentakkan diri. “Kau dan Noona itu berbeda! Aku tidak mau kau seperti itu. Aku justru akan meninggalkanmu!”

Sae Hee tergelak puas melihat wajah pria itu memerah. Entah karena godaannya atau karena kalimat yang sudah dilontarkannya. Segera ia merengkuh wajah tegas berkulit pucat itu, menekannya dengan gemas hingga bibir Henry sedikit maju. “Apakah itu berarti kau menyukaiku apa adanya?”

Eo!” Henry mengucapkannya sedikit kesusahan mengingat kondisinya saat ini.

“Kalau begitu aku juga! Jadi jangan menyembunyikan apapun lagi dariku, okay?” Sae Hee akhirnya mengulas senyum manis. Membuat kerutan-kerutan di dahi Henry memudar perlahan melihat pemandangan cantik di hadapannya.

Neo do! (Kau juga!)”

Sae Hee mengangguk mantap. Dilepasnya rengkuhan gemasnya dari wajah tembam Henry sebelum menatap Soo Rin yang terus tersenyum geli melihat tingkah keduanya tadi. “Adik sepupu Eonni sangat lucu,” ujarnya memuji. Tidak langsung pada sang empu.

Soo Rin hanya mengangguk-angguk. Ia kembali menyeruput minumannya kala mendengar pria itu mendengus jengah.

“Oh, tentu saja. Aku adalah pria dengan segudang karakter! Lucu, keren, menawan, berkharisma, menggemaskan, dan tampan dalam sekaligus!” Henry mulai membanggakan diri. “Aw!!” dan deskripsi itu segera lenyap kala dirinya merintih kesakitan seraya mengusap kepalanya seperti orang bodoh.

Jangan ditanya lagi. Hal itu sudah biasa bagi Sae Hee untuk selalu menjitak kepala besar Henry hanya demi menghentikan kepercayaan diri pria itu yang terlalu tinggi.

“Satu lagi, kau itu terlihat menggelikan,” timpal Sae Hee tanpa perasaan. Membuat Henry kembali cemberut dalam waktu seketika.

Noonaa…” yah, Henry mulai merengek sedih. Oh, biarkan saja dia seperti itu di depan gadisnya sendiri. Toh, gadisnya sudah mengatakan bahwa dia menyukainya apa adanya, bukan?

“Jangan seperti itu. Kau justru semakin menurunkan reputasimu sendiri, Henry-ah,” celetuk Soo Rin yang segera meledakkan tawa Sae Hee kembali.

Noona!!”

Sial! Noona-nya sudah berpihak pada gadisnya dibandingkan dirinya!

Ya! Berhenti tertawa dan poles bibir keringmu itu!!” Henry sudah tersungut-sungut. Dan semakin menjadi karena melihat Sae Hee yang sebenarnya belum puas tertawa meski harus ditahan setengah mati seperti sekarang ini.

Sae Hee merogoh tas kuliahnya. Well, sebenarnya saat ini mereka sedang berkumpul di kafe yang letaknya tidak jauh dari kampus. Waktu sudah menjelang petang dan mereka sudah menyelesaikan waktu berkuliahnya. Karena besok mereka libur serentak, mereka memilih untuk tidak langsung pulang dan bertemu di sini.

Gadis itu mendapatkan apa yang dia cari, sebuah lip balm berwarna bening natural yang selalu dia simpan di dalam tas. Ia juga mengambil cermin mungil dari dalam sana sebelum mulai membuka tutup lip balm-nya. Namun sebelum niatnya terlaksana, sebuah suara sudah menginterupsinya.

“Ah, aku  rasa kau tidak perlu menggunakan itu.”

Serta merta Sae Hee menoleh. Dan ia harus merasakan jantungnya seperti jatuh dari tempatnya begitu Henry merengkuh pipinya lalu mendaratkan kecupan di bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Ugh, jangankan bergantian, dia bahkan melakukannya beberapa kali! Dan berkat perlakuan pria ini, Sae Hee harus merasakan sensasi basah di bibirnya setelah itu. Oh, bagaimana tidak? Pria ini melakukannya lebih dari tiga kali!

Henry yang melihat wajah melongo yang mulai merona itu, mengulas senyum penuh kemenangan. Dia juga melihat bibir tipis gadisnya itu sudah tidak sekering tadi. Apakah kecupannya berhasil menyembuhkan bibir kering gadisnya?

“Aku baru menyadari akan satu karakter yang aku miliki… bahwa aku adalah pria yang sangat berguna bagi gadisnya sendiri. Hihi!” ujarnya seraya mengulas senyum manis yang melenceng jauh menjadi kekanakan. Terlihat menggemaskan—juga menyebalkan di mata Sae Hee!

YA! Itu sama saja kau memolesnya dengan air liur, Bodoh! Dan lagi ini di tempat umum! Dasar Bakpao menyebalkaaaaann!!” langsung saja Sae Hee menghujani pukulan tanpa ampun untuk Henry. Percayalah bahwa wajahnya sudah semerah tomat akibat perilaku pria ini yang sudah seenaknya menciumnya!

Sedangkan Soo Rin hanya mampu meringis melihat tingkah laku adik-adiknya yang tergolong bar-bar ini. Untung saja suasana kafe cukup lengang dan mereka memilih tempat duduk di bagian terpojok. Tapi demi berjaga-jaga, Soo Rin memilih untuk menunduk seraya menutup sebagian wajahnya dengan telapak tangan. Dan hanya menggeleng pasrah akan kelakuan dua makhluk di hadapannya.

“Apa yang kalian lakukan?”

Seketika keduanya berhenti saling menyahut. Sae Hee segera mendengak, begitu juga dengan Henry yang baru saja melindungi wajah tampannya dengan kedua lengan. Serta Soo Rin yang ikut menyambut suara berat itu.

Oppa—

Hyung! Adikmu menyiksaku! Hyung lihat sendiri, bukan?!” Henry langsung mengadu, menunjuk-tunjuk Sae Hee yang segera menampar tangannya. Melotot tajam padanya.

Pria yang baru saja disambut mereka karena baru datang—Kim Ki Bum hanya memutar bola mata dan memilih untuk mendudukkan diri di sebelah Soo Rin. Memangnya dia menganggap serius laporan itu? Dia juga sudah terbiasa dengan kelakuan pasangan absurd di hadapannya sekarang ini. Dan ia memilih untuk menatap gadis yang kini sudah berada di sebelahnya.

Baru saja ingin menanyakan kabar Soo Rin, Ki Bum dibuat sedikit terpaku dengan kondisi gadisnya itu. Keningnya segera berkerut meski samar. “Bibirmu kering?”

“Apa?” Soo Rin tersentak kaget mendapatkan pertanyaan itu. Ia segera menyentuh bibirnya dan merasakan… permukaannya sedikit mengering. Dia tidak merasa risih atau apapun. Karena itu dia tidak menyadarinya. Hei, bahkan Henry dan Sae Hee tidak menegurnya. Apa pria ini begitu jeli?

Eo, benar juga…” gumam Henry dan Sae Hee hampir bersamaan. Oh, ternyata keduanya juga baru menyadarinya.

Kim Ki Bum memang begitu jeli.

“Kau tidak banyak minum hari ini?” tanya Ki Bum lagi. Sebelah tangannya terulur hendak menyentuhnya—sebenarnya dia hanya bermaksud untuk menyentuh bagian sudutnya. Namun ia harus dibuat tertegun begitu gadis ini tiba-tiba menepisnya dan segera membungkam mulutnya dengan tangan sendiri. Langsung saja Ki Bum mengernyit bingung. “Kenapa?”

Soo Rin menggeleng cepat. Ia melirik pada dua insan di hadapannya. Entah kenapa, pikirannya segera berputar kala adik-adiknya itu melakukan adegan tidak etis di hadapannya tadi. Dan membayangkan bahwa jika Kim Ki Bum yang melakukannya…

Blush…

Oh, tidak! Kenapa Soo Rin merasakan wajahnya memanas tiba-tiba?!

“Kau kenapa?” Ki Bum harus dibuat semakin bingung melihat Soo Rin segera bangkit dari duduk. Bersiap-siap untuk pergi. Lagi, dia harus melihat gadisnya itu menggeleng cepat.

“Aku hanya tidak ingin kau menyentuhnya.” Soo Rin segera melesat pergi ke kamar kecil. Meninggalkan Ki Bum yang terbengong-bengong di tempat duduknya. Mencerna maksud dari ucapan Soo Rin.

Tapi Ki Bum tidak memiliki ide untuk menebak maksudnya. Dia bahkan harus melihat kedua makhluk di hadapannya sudah terkikik geli. “Ada apa dengannya?”

Henry dan Sae Hee berjuang keras untuk tidak menyemburkan tawa.

.

.

FIN


ugh, tapi pada akhirnya kisukisu tetep nyelip dan bahkan jadi penutup cerita hahahah

maaf, aku udah gabisa melepaskan kisukisu begitu saja ;__; #dessh

Gimana ceritanya? Huwaaaaaaaahh akhirnya aku bisa bikin cerita HenHee lagii~ Berkat bantuan dari readers juga yang udah sering nagih kapan couple absurd yang satu ini comeback hahahah xD Terima kasih yaa~><

Tapi aku minta maaf jika cerita ini kurang memuaskan. Secara ide buat couple ini selalu dapet sedikit ㅜㅜ hiks…

yosh! Segitu aja~ salam dari mereka~~

Henry Lau
Henry Lau
Sae Hee
Sae Hee

Terima kasih sudah mampir yaa~^^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

11 thoughts on “Dry Lips

  1. Duh couple KiSoo nyempil nih di akhir2, Henry emang cute bgt aslinya jg…

    Duh Soo rin dah malu duluan padahal baru mau megang bibirnya tuh Ki bum kkkk….

    Ditunggu cerita kisukisu lainnya 😉😉😉

  2. Woaaaa, akhirnya couple absurd satu ini comeback jugaaa.. Udah kangen berat kkk.. Seperti biasa ff nya keren thor, keep writing 😉

  3. waahh henhee comeback juga, keren tapi tetap aja salah fokus karena ada kisukisu nya jugaaaa. semangat nulisnya kak…..

  4. Hahahahaha,, eyaaaaaaaa.. SooRin kebayang yg iya2 tuuuhhhhh..
    Kibum bener2 jeli ya sama gadisnya..
    As usual,, simple but romantic as always 😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s