Posted in Category Fiction, KiSoo FF "Two Person", Romance, School Life, Teen, Vignette

Two Person – Nerd and Innocent

twoperson

Genre :: School Romance Life (?)

Rated :: Teen

Length :: Vignette (series?)

||KiSoo||

Happy reading aja yaa! ^^

ㅡㅡ

When Nerd Boy meets an Innocent Girl

ㅡㅡ

BUGH

Lelaki itu terjerembab setelah mendapat bogem mentah di tulang pipi kirinya. Terdengar suara tawa meremehkan dari segerombol siswa yang mengelilinginya, melihat dirinya tak berdaya melawan satu dari mereka yang merupakan penguasa kelompok tersebut.

Siswa ber-name tag Kim Young Woon itu mendecih angkuh melihat lelaki itu tidak lagi bangkit setelah mendapatkan kepalan tangannya yang keras dan entah sudah yang keberapa kali. Lelaki bertubuh besar dan kekar disertai wajah yang menawan namun sangar itu mengamuk karena lelaki tak berdaya itu sudah menabraknya sehingga menumpahkan minuman yang dibawanya ke blazer seragam.

Padahal dianya saja yang tidak memerhatikan jalan karena terlalu asik tebar pesona kekuasaan hingga bertubrukan dengan lelaki berkacamata itu di persimpangan koridor. Tapi justru dialah yang mengamuk dan hampir menghabisi lelaki malang itu.

Kim Young Woon—yang dikenal dengan panggilan Kang In itu dengan napas sedikit terengah karena sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk memukul, membungkuk demi menarik lelaki itu agar terbangun. Mencengkeram blazer lelaki itu yang terpasang name tag bertulis Kim Ki Bum hingga sang empu merintih tertahan akibat caranya yang sangat kasar.

“Ganti kacamata tebalmu itu. Aku rasa minusmu sudah bertambah sehingga tidak melihat aku!” kemudian ia menghempaskan tubuh lelaki itu kembali. Menendang kakinya sebelum melangkah meninggalkannya tergeletak di depan gudang sekolah. Diikuti oleh lainnya yang memandang sinis dirinya.

Dengan susah payah serta memegangi perutnya yang juga menjadi korban tonjokan bahkan tendangan, Ki Bum berusaha untuk bangkit serta mendudukkan diri. Matanya yang menyipit karena menahan rasa sakit yang mendera hampir di sekujur tubuh menyorot sekitar dan menemukan kacamatanya yang sudah retak. Mau tidak mau dia mendesah miris melihat kondisi benda terpentingnya itu sudah tak layak pakai.

Kim Ki Bum, adalah siswa yang tidak seberuntung siswa lainnya. Hari-harinya tidak pernah jauh dari teror seorang Kim Young Woon atau Kang In yang mengaku-ngaku sang penguasa dan kerap kali melakukan aksi bully pada siswa yang tergolong nerd di matanya. Termasuk Ki Bum. Hanya karena mengenakan kacamata tebal dengan cara berpakaian yang rapih sudah dimasukkan kategori culun. Memang apa salahnya dia berpakaian rapih? Bukankah sudah merupakan peraturan sekolah untuk agar para muridnya berpenampilan rapih?

Lelaki itu tertatih-tatih menuju atap gedung sekolah. Sudah tidak dimungkinkan baginya untuk mengikuti pelajaran. Dalam kondisi mengenaskan seperti ini? Mau ditaruh di mana mukanya nanti jika teman-teman sekelasnya melihat wajah babak belurnya? Yang ada dia menjadi bahan tertawaan.

 “Aishi!” Ki Bum mengumpat karena merasakan ngilu di beberapa bagian tubuhnya begitu berhasil mendudukkan diri bersandar dengan pagar pembatas atap yang kuat dan tinggi. Seandainya dia tidak mengingat tujuannya berpindah sekolah, dia pasti tidak akan semengenaskan ini.

Aah, kenapa kehidupan sekolahnya sangat menyedihkan seperti ini?

Memejamkan mata, mencoba meredakan gejolak emosinya yang sudah campur aduk, serta mengatur napasnya yang tersengal karena sesak. Ini adalah bully-an terparah yang didapatinya selama menjadi siswa di sekolah ini. Biasanya dia hanya mendapat toyoran kasar atau mungkin sandungan kaki, sekedar ejekan kasar atau mungkin senggolan dari tubuh besar Kang In. Tapi ini, hanya karena dirinya menabrak Kang In hingga menumpahkan jus yang lelaki sangar itu bawa, Ki Bum harus diseret dengan iringan anak buahnya sebelum dihabisi hingga babak belur seperti sekarang.

Ough, mengingat hal yang sebenarnya sepele namun berujung serius itu berhasil membuat emosi Ki Bum yang sudah mereda kembali naik.

Akh!”

Ki Bum harus memekik kesakitan begitu merasakan sesuatu menempel di tulang pipinya yang membiru. Matanya terbelalak kemudian terpaku begitu mendapati sesosok gadis sudah berjongkok di hadapannya. Menatap dirinya dengan tampang bersalah.

“Maaf, apa aku terlalu kasar?”

Ki Bum mengerjap kaget. Sejak kapan gadis ini datang bahkan dia tidak mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya?

Merasakan sesuatu yang dingin itu bergerak di pipinya, kesadarannya kembali dan segera menepis tangan yang ternyata memegang sebungkus es batu itu. Menatap datar gadis ber-name tag Park Soo Rin, siswi yang berasal dari kelas yang sama dengannya.

“Sedang apa kau di sini? Tidak dengar bel masuk sudah berbunyi sejak tadi?”

Soo Rin menggeleng ringan. “Aku terlalu sibuk mencari ini jadi tidak mendengarnya,” jawabnya seraya menunjuk es batu di tangannya. Percayalah bahwa ucapannya itu terdengar enteng dan juga polos sampai-sampai Ki Bum berdecih tak percaya.

Gadis ini bodoh atau apa? Untuk apa dia sibuk mencari es batu sampai tidak mendengar bel masuk yang selalu berdering memekakkan telinga?

“Lukamu harus dikompres dengan ini!” tukas Soo Rin seraya kembali menempelkan es batu di pipi Ki Bum yang lebam. Mungkin karena dirinya kurang berhati-hati lelaki itu kembali meringis kesakitan dan menepis tangannya lagi.

“Sudahlah! Kembalilah ke kelas!” Ki Bum mengusir. Nada bicaranya sudah berubah dingin dan tidak bersahabat.

“Aku tidak mau!”

Ki Bum tercengang mendengar jawaban itu. Gadis ini tidak mau? Hei, memangnya dia siapa? Berani sekali melawannya?

Ah, Ki Bum hampir melupakan fakta yang satu ini. Gadis di hadapannya ini selalu merecoki urusannya dan berlagak sok baik padanya. Gadis ini—Park Soo Rin selalu mendekatinya setelah gerombolan Kang In mengganggunya, bersikap seolah ingin menghiburnya dan menjadi teman yang baik untuknya. Tsk, itulah yang aneh. Padahal semua siswi tidak ada yang mau mendekatinya, sekedar mengajaknya berbicara pun tidak sudi. Seolah yang sudah dianiaya Kang In itu merupakan orang yang perlu diasingkan.

Tapi gadis ini? Kenapa masih betah mendekatinya?

“Apa kau tidak menyadari bahwa aku ingin sendiri? Pergi!”

Soo Rin tidak bergeming, ia justru menggeleng cepat yang menandakan bahwa dia membantah.

Ki Bum berdecak sebal. “Aku bilang, pergi!!”

“Aku tidak mungkin pergi di saat kau sedang seperti ini!”

Ki Bum tertegun diam-diam. Dia tidak salah dengar, bukan? Bisakah dia menyimpulkan bahwa gadis ini khawatir padanya? Tapi untuk apa dia repot-repot peduli seperti ini?

Soo Rin hendak meengompres lebam di wajah Ki Bum kala lelaki itu lebih cepat menepis tangannya lagi. Anehnya, gadis itu tidak menampakkan raut wajah tersinggung maupun raut kesal karena ditolak. Dia justru sekedar mengerjapkan mata dengan polosnya, juga menatap Ki Bum dengan binar kekhawatiran yang sedikit mengintip di iris kecoklatannya.

“Kenapa? Apa karena kau peduli padaku?”

Eo.”

Tch! Tidak perlu berpura-pura! Aku tidak butuh bantuan dan belas kasih yang kau buat-buat itu!”

“Aku serius! Aku peduli padamu!”

Ki Bum menatap Soo Rin tidak mengerti. Matanya menelisik ke dalam iris kecoklatan itu. Diam-diam dia terperangah karena baru menyadari, begitu jernihnya mata itu dan tidak menampik bahwa mata itu begitu menarik perhatiannya.

“Ah, tapi bukan berarti aku berbelas kasih!” Soo Rin tiba-tiba berucap, meralat kata-katanya.

Ki Bum mendengus sinis. Sejenak dirinya merutuki perbuatannya yang sudah berani menatap iris kecoklatan itu—hampir dalam. Oh, dia tidak mungkin tertarik dengan mata jernih itu, bukan?

“Pergilah! Aku tidak butuh pedulimu dan jangan ganggu aku!”

Tiba-tiba wajah manis itu merengut masam. Ada rasa tidak rela di benak Ki Bum begitu melihat reaksi tidak mengenakkan itu. Hei, kenapa dia peduli soal itu? Seharusnya dia biarkan saja gadis itu ingin berekspresi seperti apa.

“Aku tidak mau!”

Ki Bum melotot. Aishi, gadis ini ternyata keras kepala! Lihat saja, Soo Rin justru beralih duduk memeluk lutut di hadapannya. Dengan ekspresi seolah menantang namun dengan mata polos itu, Ki Bum dibuat geram oleh tingkah gadis ini yang tidak dimengertinya.

“Kalau begitu aku saja yang pergi.” Ki Bum mencoba bangkit. Dia mulai jengah dengan sikap aneh gadis ini. Dia butuh menenangkan diri yang jelas sekaligus butuh untuk sendiri, bukan diganggu seperti ini.

Tapi Soo Rin tidak membiarkannya untuk pergi. Dia langsung menarik tangan Ki Bum bermaksud menyuruhnya kembali duduk. Namun dia lupa bahwa tubuh lelaki itu sedang babak belur hingga sulit menjaga keseimbangan dan hampir jatuh menimpanya jika tangan besar itu tidak segera menumpu berat tubuhnya.

Dan kini, posisi mereka sedikit tidak mengenakkan. Soo Rin yang teduduk dengan Ki Bum yang terlalu dekat hingga terlihat hampir memeluk Soo Rin… membuat keduanya terpaku untuk beberapa saat. Ki Bum terpaksa melihat mata jernih itu mengerjap beberapa kali—benar-benar di hadapannya, dalam jarak yang cukup dekat. Dan dia hampir tenggelam ke dalam pusaran iris kecoklatan itu jika dia tidak dikejutkan dengan suara sang empu.

“Di mana kacamatamu?”

Ki Bum mengerjap sekali. Dia hampir menjawab jujur pertanyaan itu begitu ingat bahwa gadis ini adalah pengganggu. Wajah datarnya kembali ia pasang sebelum akhirnya menjawab, “Bukan urusanmu.”

Soo Rin menarik tangan Ki Bum lagi kala lelaki itu hendak bangkit, yang justru menyisihkan jarak wajah mereka lebih tipis lagi. Kedua mata jernihnya mengerjap beberapa kali kala merasakan sesuatu berdesir di benaknya begitu melihat wajah tegas itu terperangah, dari sangat dekat.

“Kau terlihat tampan.”

Mwo?” Ki Bum hampir terjungkal kala mendengar ungkapan Soo Rin. Apa gadis ini buta? Wajah babak belur seperti ini dikatakan tampan? Dan lagi, kenapa gadis ini justru memujinya? Tidak tahukah bahwa Ki Bum merasa sesak?

Sepertinya gadis ini memang tidak waras!

“Aku menyukaimu.”

Dan kini Ki Bum terpaksa melotot mendengar pengakuan itu. Berharap telinganya sedang bermasalah hingga dirinya salah mendengar. Jantungnya serasa jatuh dari tempatnya. “M-mwo?”

“Aku menyukaimu.” Soo Rin mengulanginya. Mengulas senyum yang percayalah bahwa itu tampak lugu di mata Ki Bum. Lalu melanjutkan, “Ayo kita berpacaran!”

Apa-apaan gadis ini?!

.

.


NAH LOH XD

keadaan berbalik pemirsa~ aku berasa udah nuker kepribadian mereka bahahah

yap! ini kisukisu versi baru lagi. Gimana gimana?? Aneh ya? ikr~ xD

ada rencana kalo aku mau bikin cerita mereka yang ini, rasanya aku udah punya imajinasi buat jalan cerita mereka yang ini, tapi adakah yang mau lanjutannya? well, tapi aku juga masih bertanya-tanya sebenernya….couple ini cocok ga sih kalo berkarakter kayak gini? hahahah ;w;

trus juga, ada karakter baruuuu~ masuKangIn!! #plak XD

7bc8f1bf4c4ba971267978c51e2e52ba

aaak! mohon maaf ya papah Kangin kudu jadi berandalan di sini TwT

yosh! Terima kasih sudah mampir~~><

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

40 thoughts on “Two Person – Nerd and Innocent

  1. huaahhh, perasaan akuu kok kisu kisunya jadi anehh yaa. atau mungkin udah terbiasa sama kisukisu yang kemaren, over all sukaaa tapi kalo aku lebih suka sama yg kim kibum si jenius nomer satuuu :))

  2. Dilanjut thor.. ini seru… >.<
    Ahhh… Kangin opa cocoklah jd antagonis disini. Hihihi
    Soo Rin jadi blak2an bgt yak :V

  3. Author, ffnya mau di protect ya? jangan lama” ya.. soalnya setiap kali aku buka internet aku slalu mampir kesini utk baca ff author. Kisukisu ini ada yg salah penggabungan kalimatnya, hehe gak papa kok ^^

  4. sebenarnya sih gak masalah kalo karakter mereka dituker seperti ini, tp mungkin karena terbiasa baca ff lain yg soo rin jadi pemalu dan ki bum jadi yg agresif jd agak mengejutkan jg. tapi overall bagus kok ffnya. ditunggu part selanjutnya

  5. Kibum culun, Soo rin blak2an….boleh jg…aku tetep suka koq sama karya2mu saeng dan jg couple ini…👌👌👌

    Ditunggu kelanjutannya yah…

    Walaupun dlm tulisanmu ada typo tak apa…tak ada yg sempurna koq, kesempurnaan hanya milik Alloh SWT…

    FIGHTING 👊👊👊

  6. Kibum culun, Soo rin blak2an….boleh jg…aku tetep suka koq sama karya2mu saeng dan jg couple ini…👌👌👌

    Ditunggu kelanjutannya yah…

    Walaupun dlm tulisanmu ada typo tak apa…tak ada yg sempurna koq, kesempurnaan hanya milik Alloh SWT…

    FIGHTING✊✊✊
    Dan sukses selalu buatmu 😉😉😉

  7. entah entah enath kenapa !!
    emmm entah kenapa AKU GAK SUKA !!!!!!!!!!
    kim ki bum ku kok gak gentle sihhhhhh T,T
    *masaiyababakbelur-_____-

    tapi suka kalo karakternya soo rin yang polos dan apa adanya ,ngahahahaha…
    coba ki bum itu karakternya jadi berandalan + bodoh *semacamkanginlah dan soo rin yang tergila gila ,pasti bakal konyol sekali hahahaha ,..

    oh iya authornim ,tolong buatlah ff yang punya konflikkkkk rumit dan emosional dong !!!please please T,T

    1. bahahahahah! tenang tenang~ ini baru pt.1
      sebelumnya aku minta maaf ya kalo karakternya ga mengenakan karna akunya lagi pengen mencoba hal yg (sedikit) baru.. tapi aku malah pengen ngelanjutin cerita yg ini heheheh
      untuk masalah ff berkonflik & emosional, aku masih dalam tahap belajar buat yg itu…jadi aku kurang yakin kalo seandainya aku bikin genre itu.. tapi aku usahakan ya:)
      makasih banyak buat masukannya!!^^

  8. duh yaampun soorin kelewat polos atau dia emang gak waras ~xD agak sedikit aneh kl kibum jadi orang yg suka ditindas wkwk

  9. Iya yah, berasa ketukar gitu tapi ttp oke kok 🙂 Skali kali kibum culun ga masalah hahaha.. Dan soorin gada angin gada hujan langsung nembak aja hihihihi

  10. Nah pantes aja aku bingung pas baca ff ini yang aggressive, si soo rin tiba2 ngikutin kibum mulu, gatau awalnya gimana. Eh pas udah ngepost comment, tau2nya aku malah baca yang part 2 -_-
    di part 1 udah disuguhin sama pembullyan kang in, helaaaah mentang2 badannya gede main bully2 aja. Ini lagi si kibumnya ga ngelawan.

  11. Waw kang in sadis jga ya gk nyangka kibum bkal jdi cupu keren btw soo rin berbanding terbalik karakternya d ff sbelumnya tpi itu bgus aku ska maaf bgt dah lma gk mampir lgi soalnya akhir2 ini sibuk bgt tpi tuk k dpan smoga tdak,kngen bca ff author

    1. waah~ gapapa kok.. dateng kemari bukan sebuah keharusan kkk aku berterima kasih malah karna udah nyempetin diri buat mampir kemari.. makasih banyak buatb masukannya yaa~^^

  12. Seperti biasa, ff eonni bagus 😀
    aku suka bgt sama karakter soorin disini, nggak kebayang gimana kalo mereka pacaran :p
    gila, kangin serem bgt disini ._. Kasian kibum nya sampai babak belur

  13. Seperti biasa, ff eonni bagus 😀 izin baca :3
    aku suka bgt sama karakter soorin disini, nggak kebayang gimana kalo mereka pacaran :p
    gila, kangin serem bgt disini ._. Kasian kibum nya sampai babak belur

  14. Yaampun liat kelakuan Soo Rin yang terlampau polos bikin ketawa 😀 , Soo Rin cewek Polos tapi agresif juga nembak Ki Bum :v , Ki Bum si Diktator masa mau ditindas sama Kang In pasti dia cuman pura pura Nerd aja -__- , lucu ngebayangin Ki Bum pake kacamata tebel terus bajunya rapi 😀

  15. Cerita yang cukup berbeda dengan karya-karyamu yang lain, apalagi dengan karakter tokoh utama yang berbeda 1800 dari karya-karyamu yang lain.

  16. Cerita yang cukup berbeda dengan karya-karyamu yang lain, apalagi dengan karakter tokoh utama yang berbeda 180 derajat dari karya-karyamu yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s