Posted in Category Fiction, Fiction, KiSoo FF "With You", PG, Romance

Smartphone and Smoke (With You after story)

asp_as

Genre :: Romance

Rated :: PG

Length :: Vignette

Recommended Song :: Girls Generation – Back Hug

||KiSoo’Story||

Ada yang masih ingat cerita sebelum ini? ^^ Here’s the after story~

Happy reading!

ㅡㅡ

 

GADIS itu membuka pintu kamar lalu melongokkan kepala. Keningnya berkerut kala mendapati kamar tersebut kosong. Ia berspekulasi bahwa sang pemilik sedang berada di kamar mandi yang tak jauh dari lokasi kamar. Sehingga tanpa permisi dia masuk ke dalam kamar lalu matanya mulai berkeliling. Hingga akhirnya sepasang mata kecoklatannya menangkap sebuah benda persegi panjang yang sangat tipis tergeletak di meja belajar.

Mengendap-endap, seperti pencuri ia mengambil ponsel tersebut. Sebelumnya ia menengok ke belakang memastikan pintu kamar sudah tertutup. Namun ia harus sedikit dibuat terkejut karena tiba-tiba ponsel tersebut bergetar hingga layar jernih itu menyala. Menerterakan sepatah kalimat yang membuat keningnya berkerut.

Please insert your name

Dia tahu maksud dari perintah itu dan menangkap bahwa perintah tersebut menginginkan sebuah jawaban berupa suara karena tidak memunculkan aplikasi keyboard, hanya tertera gambar mic di bawah pesan tertulis itu. Itulah mengapa dia menyebutkan nama pemilik ponsel ini, tentu saja.

“Kim Ki Bum.”

Lalu ia harus dibuat terperangah karena ponsel itu bergertar sedikit panjang seraya menjawab dengan kembali menerterakan 2 kalimat yang muncul bergiliran.

Your name is incorrect

Please insert your name

“A-apa? Kenapa tidak benar?” ia kebingungan. Rasanya dia tidak salah menyebutkan nama. Tapi kenapa ponsel ini tidak mau terbuka? Apa si pemilik ponsel ini memasukkan nama baratnya? Tapi apa?

Tunggu dulu, bukankah perintah dari ponselnya mengatakan untuk memasukkan namamu? Apa itu artinya dia harus menyebut namanya sendiri?

Ia menggeleng. Eii, tidak mungkin. Jika memang harus menyebut namanya sendiri, sama saja bahwa kunci ponsel ini tidak berguna karena itu artinya siapa saja bisa membukanya.

Tapi, tidak ada salahnya mencoba, bukan?

“Park Soo Rin.”

Piip

Gadis itu kembali terperangah. Sedikit kelabakan karena ponsel itu berbunyi meski hanya sedetik kemudian muncul cahaya berkedip dari bagian atas layar berukuran 4,5 inch itu sebelum menerterakan sebuah kalimat yang jelas membuatnya melongo.

Welcome, Chagi-ya!

Chagi?” Soo Rin—gadis itu semakin kebingungan. Apa ponsel Kim Ki Bum memang tahu bahwa dirinya merupakan kekasih pria itu? Atau sebenarnya siapa saja bisa membuka ponsel ini dan disapa dengan kata-kata ini?

Tapi belum selesai kebingungannya mereda, Soo Rin harus dikejutkan dengan layar ponsel yang kini sudah menampakkan bagian Homescreen. Well, bukan karena tampilannya begitu jernih, hanya saja, hei! Sejak kapan pria itu memiliki foto dirinya dan bahkan dijadikan sebagai wallpaper?!

tumblr_lhg6baLn341qfffmdo1_500

Soo Rin ingat bahwa foto ini diambil saat dirinya sedang pergi bersama Sae Hee sebelum memotong rambut. Dan ini adalah kali terakhir dirinya berambut panjang kala itu. Tapi, bagaimana bisa Kim Ki Bum mendapatkannya? Apa Sae Hee yang mengirimnya? Benar juga, bukankah Kim Ki Bum mengatakan bahwa selama ini dia berhubungan dengan Sae Hee?

Merasa curiga, Soo Rin menyentuh sebuah aplikasi yang ia yakini merupakan aplikasi chat. Oh, sebenarnya dia juga menggunakannya. Dan, matanya mengerjap begitu mendapati kontak Sae Hee berada di urutan teratas yang menandakan bahwa selama ini Kim Ki Bum sering berhubungan dengan adiknya itu. Begitu dibuka isinya, Soo Rin kembali dibuat terperangah karena… adik dari pria itu banyak mengirim berbagai hasil bidikannya yang di mana Soo Rin menjadi objeknya!

Jadi, selama ini Sae Hee memotret dirinya karena setelah itu hasilnya dikirim pada Kim Ki Bum? Bahkan tidak hanya itu, Sae Hee juga banyak memberikan kabar mengenai dirinya pada Kim Ki Bum. Sebenarnya Soo Rin tahu karena pria itu sendiri yang mengatakannya, tapi, Soo Rin tidak menyangka bahwa Sae Hee sudah seperti agen mata-mata yang terus memantau dirinya lalu melaporkannya pada Kim Ki Bum!

Bahkan Kim Ki Bum menyimpan foto-foto dirinya di dalam satu file dalam galeri. Dia kira foto-foto itu dibiarkan tersimpan dalam kolom chat bersama Sae Hee dan tenggelam begitu saja di sana. Apa pria itu memang senang mengoleksi foto-foto dirinya?!

Mengutak-atik tanpa henti, hingga tak sengaja Soo Rin menemukan sebuah foto yang… dia yakini itu diambil oleh orang lain karena Kim Ki Bum sendiri yang menjadi objeknya. Foto itu sudah diambil dalam waktu yang cukup lama, mungkin sudah menyentuh satu tahun karena tenggelam oleh banyak foto terbaru. Tapi bukan itu yang membuat Soo Rin terpaku, melainkan, apa yang sedang pria itu lakukan hingga terabadikan.

Pria itu memegang sebuah kotak kecil dan mengambil sesuatu dari dalamnya.

Soo Rin bahkan harus mengerjap berkali-kali meski ia sudah memperbesar resolusi foto tersebut dan mengarahkannya pada tangan yang memegang kotak itu. Berharap dia salah melihat namun nyatanya memang seperti itu yang dia lihat. Dan kenyataan itu membuat mulut Soo Rin menganga.

Kim Ki Bum… dia…

Hap!

Soo Rin terpaksa terkesiap begitu merasakan tubuhnya sudah terperangkap ke dalam sepasang tangan kekar yang muncul tiba-tiba. Jantungnya serasa melompat tinggi karena saking kagetnya mendapati dirinya dipeluk dari belakang seperti ini. Dan dia hampir menjatuhkan ponsel Kim Ki Bum yang dia yakini berharga sangat mahal jika salah satu tangan besar itu tidak merengkuh kedua tangannya.

“Jadi kau sudah berani membuka ponselku?”

Soo Rin harus menelan saliva susah payah. Sebelah telinganya memanas dengan cepat karena sapuan lembut dari suara berat itu. Jantungnya mulai berdetak tak karuan karena menyadari bahwa dirinya sudah tertangkap basah. Apalagi pikirannya sudah membayangkan bahwa pria yang memeluknya saat ini akan menyemprotnya dengan amarah karena sudah berani membuka ponsel pria ini tanpa izin.

“A-aku—aku hanya—”

“Ingin tahu isi ponselku,” Ki Bum memotong pembicaraan Soo Rin. Percayalah bahwa suaranya terdengar begitu berat dan datar yang jelas membuat Soo Rin kelabakan. “Apa kau berharap menemukan sesuatu yang menarik di dalam sana?”

“Ti-tidak. Aku…” Soo Rin akhirnya menyerah. Bisa dikatakan bahwa dia mulai takut karena sepertinya Kim Ki Bum sudah menegurnya yang lancang mengutak-atik ponselnya. “Maaf… aku sudah berbuat tidak sopan…”

Barulah Ki Bum tertawa yang jelas membuat Soo Rin kebingungan. Sepertinya Soo Rin belum memahami bahwa Ki Bum tidak serius dengan tegurannya itu. Melihat gadisnya tidak berkutik di perangkapnya, Ki Bum gemas sendiri hingga tanpa sadar ia mengeratkan pelukannya. Yang secara tidak langsung membuat tubuh Soo Rin merileks.

“Aku hanya bercanda,” akhirnya Ki Bum menglarifikasi. “Sepertinya kuncinya bekerja dengan semestinya.”

Sejenak Soo Rin bernapas lega sebelum sedikit menelengkan kepala demi melihat wajah tegas pria yang masih memeluknya dari belakang. Keningnya berkerut bingung. “Maksudmu kunci yang meminta untuk memasukkan nama pada ponsel ini?”

Eo.”

“Apa ponsel ini bisa tahu nama yang memegangnya? Kenapa saat aku menyebut namamu tidak berhasil sedangkan namaku justru berhasil?”

“Bukan begitu. Namamu memang kunci untuk membuka ponsel ini.”

“Apa?” Soo Rin mengerjap bingung. “Bagaimana bisa?”

“Karena aku sudah mengaturnya.”

“A-aku tahu tapi—tapi bagaimana jika bukan aku sendiri yang membukanya?”

“Tentu saja ponselnya tidak akan terbuka.”

“Eh? Tapi, namaku—”

“Sekalipun orang lain yang menyebut namamu untuk membukanya, tetap ponselku tidak akan membukanya.”

Soo Rin semakin dibuat bingung. Itulah mengapa Ki Bum mengarahkan ponsel yang sudah mati layarnya itu ke hadapannya, tanpa merebutnya dari tangan Soo Rin. Ternyata ponsel tersebut memiliki sensor cepat tanggap karena merasakan goyangan dalam genggaman hingga layarnya kembali menyala dan menampilkan tampilan yang Soo Rin lihat kali pertama tadi. Di mana ada perintah untuk memasukkan nama.

Saat Ki Bum menyebut nama Soo Rin, ponsel itu berbunyi seraya berkedip sesaat sebelum kemudian menerterakan sederet kalimat.

Please insert your name

See?”

Soo Rin melebarkan mata, merasa takjub. Apa ponsel ini mengenal dirinya dengan baik? “Lalu bagaimana caramu membuka ponsel ini?”

“Sangat mudah.” Ki Bum mengambil ponselnya dari tangan Soo Rin. Padahal pria ini belum melakukan apapun tapi layar ponsel itu sudah berubah tampilan dengan menerterakan tampilan membuka kunci seperti pada ponsel pintar kebanyakan. Dan itu membuat Soo Rin merasa takjub lagi. Apa Ki Bum melakukan sebuah sihir? Kenapa ajaib sekali di mata Soo Rin?

“Ponsel ini memiliki sensor yang bisa mendeteksi sidik jari orang yang menggenggamnya. Karena aku sudah mengaturnya, tentu saja dia akan mengenalku dan membiarkanku membukanya. Tapi jika orang lain yang memegangnya, dia akan menampilkan kalimat barusan.” Ki Bum mengutak-atik ponselnya, membuka fitur pengaturan yang belum pernah Soo Rin lihat sebelumnya. Ia kembali menjelaskan, “Dan dia mengizinkan orang selain diriku yang bisa membukanya dengan syarat dia mengenal nama dan wajah orang itu. Dan aku memasukkan namamu juga wajahmu padanya.”

“Wajahku?” Soo Rin melongo bingung. Selang beberapa detik dia terperangah kala ponsel tersebut menampilkan salah satu foto dirinya yang terpasang pada sebuah pengaturan kunci ponsel itu.

tumblr_lmb0ps7HKo1qbu1tso1_500

Oh, bukankah itu foto saat dia sedang refreshing di musim panas bersama Sae Hee? Hei! Pria ini benar-benar menyimpan foto yang diabadikan adiknya itu?! Astaga, entah kenapa Soo Rin malu sendiri melihat foto dirinya itu.

“Kau melihat sinar yang berkedip tadi? Bisa dikatakan itu merupakan sensor lain yang digunakan untuk mendeteksi wajahmu. Jika sesuai dengan foto ini, maka dia akan menyambutmu dan mengizinkanmu untuk menjelajahinya.”

“Jadi, apakah sambutan berupa kata Chagi itu juga berasal dari pengaturanmu?”

Eo.”

Kini Soo Rin mengerti. Mulutnya menganga bulat bersamaan dengan kedua matanya yang berbinar terpukau. Dia tidak menyangka akan menemukan ponsel sejenius ini. Ah, pantas saja, ponsel ini ‘kan buatan Amerika. Sepertinya negara sana sudah lebih maju dibandingkan negaranya karena belum ada ponsel dalam negeri yang bisa seperti ini. Bisa mengatur siapa saja yang boleh membukanya selain pemiliknya sendiri.

“Tapi kenapa hanya aku yang boleh membukanya?”

“Karena aku ingin.” Ki Bum meletakkan ponselnya kembali ke atas meja. “Setidaknya aku memberimu kebebasan untuk melihat isi ponselku karena aku tidak akan menyembunyikan sesuatu darimu.”

Soo Rin mencibir pelan. “Tapi kau menyembunyikan sesuatu dari yang lain. Apa mereka tahu bahwa kau merokok?”

Tanpa Soo Rin ketahui, Ki Bum mengerjap tertegun. Namun reaksi itu hanya berlangsung sesaat. Diam-diam ia mengingat bahwa dirinya masih menyimpan foto yang diabadikan oleh teman kampusnya kala itu. Dan, yeah, Soo Rin baru saja melihatnya. “Jadi kau sudah mengetahuinya?”

Eo. Aku melihatnya, baru saja.” Soo Rin menoleh, menatap pria yang kini hanya menguarkan ekspresi datar. “Sudah sejak kapan?”

Ada jeda sejenak sebelum Ki Bum akhirnya menjawab. “Sejak aku menjadi mahasiswa di sana.”

“Selama itu?” Soo Rin terperangah. Pria ini sudah melakukannya sejak 3 tahun lalu? “Kenapa?”

“Aku rasa itu lebih baik dibandingkan aku mengonsumsi alcohol dan menjadi pemabuk.”

“Kim Ki Bum—”

“Aku melakukan itu karenamu.”

Soo Rin terhenyak. “A-aku?”

“Sebagaimana denganmu yang melampiaskan rasa rindumu dengan menangis, aku melampiaskan rasa rinduku dengan cara itu. Aku sempat berpikir untuk melakukannya dengan cara pergi ke club bersama teman-temanku dan minum sepuasnya sampai aku tidak merasakan itu lagi. Tapi aku sadar bahwa aku bisa saja menarik gadis lain dan melepas hasratku yang akan berujung fatal jika aku melakukannya.”

Entah kenapa mendengar tutur kata Ki Bum berhasil membuat Soo Rin merinding. Dia membayangkan apa yang Ki Bum jelaskan sebagai sebuah bentuk pengandaian yang memang masuk akal dan membuat Soo Rin takut sendiri. Ough, Soo Rin bahkan tidak menyangka bahwa dirinya mampu memengaruhi Ki Bum hingga pria itu melakukan hal tersebut.

“Tapi, kau tahu sendiri bahwa merokok adalah hal yang tidak baik. Tidak baik untuk kesehatanmu karena nikotin bisa mengganggu sistem pernapasanmu juga bisa merusaknya jika kau terus mengonsumsinya. Bahkan tidak baik untuk orang-orang di sekelilingmu yang menghirup asapnya…” gumam Soo Rin, mencoba menasehati. Dan tanpa dia ketahui, Ki Bum tersenyum mendengarnya.

“Aku tahu. Tapi setidaknya aku mengonsumsinya di saat aku sedang sendiri.”

“Tapi tetap saja itu tidak baik untukmu sendiri!” Soo Rin hampir menghadap Ki Bum jika kedua tangan kekar pria itu sudah tidak melingkari tubuhnya. Akhirnya dia hanya mampu menggeser sedikit tubuhnya demi lebih leluasa menatap pria di belakangnya itu. “Bisakah kau menghentikannya? Kau ‘kan ingin menjadi dokter, setidaknya kau menjadi contoh yang baik untuk para pasienmu nanti.”

Ki Bum harus menahan hasrat ingin tertawa karena merasa geli dengan nasehat juga ekspresi gadisnya yang tampak lugu itu. Apalagi melihat kening yang berkerut di balik poninya yang menjuntai sekaligus mata ovalnya yang sedikit memicing, mampu membuat Ki Bum merasa gemas.

“Dan, aku sudah bersamamu… jadi kau tidak perlu mengonsumsinya lagi,” untuk yang ini, Soo Rin memilih mengucapkannya seraya kembali menghadap ke depan. Karena sebenarnya dia sedikit merasa malu berterus terang.

Namun Ki Bum meresponnya dengan baik. Ia memeluk gadisnya ini lebih erat dan menjatuhkan dagunya tepat di bahu kecil itu. “Aku akan mengabulkannya.”

“Kau berjanji?”

Eum.”

“Secepatnya?”

“Aku sudah tidak mengonsumsinya sebelum kembali kemari, Soo Rin-ah. Aku tidak akan menyentuhnya untuk ke depannya nanti.”

Soo Rin diam-diam tersenyum mendengarnya. Ada rasa senang yang menyelubungi karena pria ini mau memenuhi permintaannya. Awalnya dia berpikir bahwa itu tidak akan mudah, tapi sepertinya Kim Ki Bum belum terjerumus ke dalam nikmatnya menghirup zat yang tergolong additive itu hingga mampu meninggalkan kebiasaan tersebut dengan mudah.

“Baiklah. Kalau begitu, bolehkah aku menyingkir sekarang?”

Hening menyelimuti sesaat. Soo Rin tidak bisa menoleh karena Ki Bum masih menyandarkan kepala di bahunya. Sedangkan tanpa dia ketahui, pria ini mulai menampakkan senyum penuh arti bersamaan dengan kedua tangannya yang justru semakin mengetat memeluk.

“Biarkan seperti ini untuk beberapa saat. Aku baru menyadari bahwa selama ini aku belum pernah memelukmu seperti ini untuk waktu yang cukup lama.”

Rasanya tubuh Soo Rin berdesir hebat kala merasakan pelukan Ki Bum semakin mengetat dan semakin memberikan kehangatan yang sangat memengaruhi kinerja jantungnya. Apalagi merasakan pria ini menghirup dalam-dalam yang memang tengah menghirup aroma tubuhnya yang menguar alami lalu menghembuskannya dengan sebuah kepuasan yang menggelitik ceruk lehernya. Sialnya, Soo Rin semakin dibuat sulit untuk bernapas!

Sebuah sensasi yang cukup baru bagi Soo Rin. Karena selama ini Ki Bum belum pernah melakukan hal ini padanya. Ditambah Soo Rin merasakan sesuatu yang basah menyentuh sekaligus menggelitik sebelah pipi hingga telinganya, yang ia sadari bahwa rambut hitam pria ini masih basah setelah melakukan kegiatan membersihkan diri. Dia juga merasakan tangan besar pria ini terasa dingin dan segar. Dan, oh, Ya Tuhan, Soo Rin tercekat diam-diam karena menghirup perpaduan wangi sabun dan shampoo yang menguar dari tubuh pria ini dan menyerang indera penciumannya tanpa ampun.

Kim Ki Bum benar-benar menyebalkan. Hanya dengan memeluk Soo Rin dari belakang seperti ini sudah mampu membuat Soo Rin tak berkutik karena pesonanya yang bahkan belum dilihat dan hanya bisa dirasakan!

Quietly hug me from behind, rest your chin on my shoulder. Not too strong but softly. Hug me so I can feel your warmth. The low voice in my ears is sweetly melting me. Should I turn around right now? My heart is pounding so much, I can’t look at you…

“Aku baru menyadari sesuatu, bahwa kau sudah menyelinap masuk ke dalam kamar yang tidak lain merupakan kamar seorang pria.”

Soo Rin terhenyak dalam diam. Jantungnya seperti berjumpalitan kala mendengar suara berat itu berubah serak. Dia tidak bodoh untuk menangkap maksud dari perkataan Kim Ki Bum. Batinnya merutuki perbuatannya yang tidak sopan karena, well, dia sudah terbiasa mondar-mandir ke kamar ini sejak sang pemilik kamar pergi 3 tahun lalu.

“M-maaf… sepertinya kebiasaanku belum hilang dan seenaknya masuk ke dalam kamarmu. Aku—lain kali aku akan mengetuk pintu terlebih dulu.”

“Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja?”

E-eoh?”

Belum selesai mencerna, Soo Rin harus dikejutkan dengan serangan berupa listrik statis yang timbul akibat perbuatan Ki Bum yang seenak jidat mencium daun telinganya. Bagian yang sangat sensitif bagi Soo Rin dan jelas memberikan reaksi lebih untuk sekujur tubuhnya. Sekaligus jantungnya yang dapat ia rasakan tengah berjungkir balik di dalam sana.

Dan melihat reaksi itu membuat Ki Bum tersenyum puas karena telah membuat tubuh di pelukannya menegang hanya karena ulah kecil-nya itu. “Well, aku rasa itu sudah cukup sebagai hukumanmu,” ujarnya kalem.

Yang segera menyadarkan Soo Rin dan dengan tenaga entah datang dari mana, ia mampu melepaskan diri lalu segera berbalik demi menatap Ki Bum dengan sebelah tangan sudah memegangi telinganya yang terasa sangat panas karena masih terasa jejaknya.

Percayalah bahwa Ki Bum justru semakin melebarkan senyum kemenangannya karena wajah cantik di hadapannya sudah merona padam sekaligus menggemaskan karena sepasang mata yang sudah menjadi favoritnya itu menatap tajam dirinya. Oh, memangnya dia takut? Justru dia ingin melakukan hal yang lebih dari mencium daun telinga gadisnya itu.

“Kau—kau benar-benar Jenius Berotak Mesum!!!”

Langsung saja Soo Rin berlari keluar dari kamar Ki Bum. Meninggalkan Ki Bum yang sudah tergelak puas melihat gadisnya masih saja tidak berubah jika menyangkut akan hal itu. Dan, dia memang tidak berniat menahan ataupun mengejar gadisnya itu. Toh, dia sudah puas untuk hari ini.

Yeah, Kim Ki Bum memang sangat tahu titik kelemahan Park Soo Rin.

I hope I can wear you every day and spend all our time together Every day. Even on days I want to lean on your with tears, always. I hope I can put you on and fly around the sky. Then if I get tired, I can fall asleep under you, always. Please cover my heart…
(Back Hug)

.

.

Fin


yak! begitulah sequel dari With You-nya.. absurd ya? ikr~ xD

aku tau kalo ide soal smartphone itu aneh banget, adekku sama kakakku aja waktu denger imajinasiku soal ponsel itu reaksi mereka malah mengerutkan dahi sekerut-kerutnya._. hahahah itupun tercetus karna kepikiran kalo 3/4 tahun lagi ponsel pasti makin jenius aja kkk

ah, sudahlah. Itu cuma buat pelengkap cerita aja kok, jangan terlalu dipikirkan. hehet

oke! sekian cerita kisukisu-nyaa~ sampai bertemu di kisukisu yang lainnya~ Terima kasih sudah mampir ^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

25 thoughts on “Smartphone and Smoke (With You after story)

  1. apa aku yang pertama? ayeyyyy
    ahh pengen tuh punya ponsel kaya kim ki bum, belinya dimana banggg 😀
    sukaaa sama sequelnyaa, lanjutin juga dong yang satunyaaaa

  2. Hhhaaaaahhhh…..

    Klw aku punya jempol sepuluh, pasti ku acungkan semua 🙂

    abis setiap aku membaca ff d sini blm pernah menemukan typo,,,

    texs nya rapih enak d baca lgi

    hyukah lanjutkan karya selanjutnya aku akn menunggu

    buat authornya semangat 45 kkk

  3. Saya malah mikirin hapenya hehehe keren juga ya klo misalnya ada yg bgitu. Ohya kukira bakalan ga ada after storynya. Makasih ya 🙂 Klo kopel ini ga akan prnh bosan deh hehe

  4. Gak tahu mau komen apa, tp yg jelas selalu suka sama couple ini yg semakin manis…Kibum seneng sekali bikin gadisnya jantungan…
    Ditunggu after story KiSoo2 nya yg lain saeng 😉😉😉

  5. gilaaaa aku trtipu.. kirain beneran ad ponsel kaia gitu d dunia ini.. dan aku baru tw dr cerita ini.. udah mikir dluan kuno bgt y aku mpe ga tw ad ponsel kaia gitu.. soalnya kalo menurut aku ide ponsel it masuk akal dan ga menutup kemungkinan bakalan ad beberapa thn ke depan.. teknologi skrg mah udah canggih.. aduuh jd malu sendiri bacanya.. hehe
    setuju dg soorin deh kalo soal it.. kalo msh bsa d hentikan lebih baik hentikan skrg.. krna akibat nya ga bakalan d rasakan skrg tp nanti.. dan lagi merokok tdk hanya membahayakan perokok it sendiri tp juga org lain yg ad d sekitarnya.. apalagi ki bum calon dokter.. kalo dokternya merokok nanti apa kta pasiennya coba.. ngelarang org merokok sementara kita sendiri jga merokok.. aduuhh udah kaia iklan kesehatan d sini.. yosh #NiruAuthor next nya d tunggu thor.. hahaha

    1. kkk~ well, itu masih sebuah angan-angan.. mungkin suatu saat bakal ada.. 3/4 tahun lagi mungkin xD
      hwhw jangan pernah mencoba untuk merokok ya~ (?) kkk makasih banyak buat masukannya >/\<

  6. Eonni bener-bener jenius aku fikir ponsel begitu ada baru udah berdecak kagum sama AS karena punya ponsel keren 😀 , agak bingung karena bacanya kesana kemari :v gak sesuai part 😀 , Aigoo Ki Bum merokok gak kebayang Ki Bum hisap rokok lalu ngeluarin asapnya aduh pasti sexy banget ^^

  7. Eonni bener-bener jenius aku fikir ponsel begitu ada baru udah berdecak kagum sama AS gatau Calipornia *lupalagi* karena punya ponsel keren 😀 , agak bingung karena bacanya kesana kemari :v gak sesuai part 😀 , Aigoo Ki Bum merokok gak kebayang Ki Bum hisap rokok lalu ngeluarin asapnya aduh pasti sexy banget ^^

  8. Author yang kece, aku mau nanya, clue untuk password part 9 dan 10 yang dipassword, karena 2 part itu dipassword&ternyata ndak ada clue seperti cerita-cerita yang lain
    Terima kasih banyak author..
    Keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s