Posted in Category Fiction, Family, Ficlet, Fiction, Fluff, G, Slice of Life

A Warm Meeting

ChoGyuGenre :: Life, Family, Fluff

Rated :: G

Length :: Ficlet menuju Vignette._.

::Inspirasi dari pengalaman sendiri heheheh try to show you that my brother was so sweet (?) ;w; jangan bilang-bilang sama adekku yaa~ //gaadayangkenal-_-//::

Okay, happy reading! ^^

ㅡㅡ

“Aku justru sangat beruntung.”

ㅡㅡ

 

AHRA menemukan lelaki itu tengah berdiri di persimpangan jalan. Suasana malam yang sunyi membuat jalanan komplek sangat lengang. Memberikan kemudahan bagi lelaki itu untuk mondar-mandir menyebrangi jalanan tersebut. Melihat gelagatnya dengan sebelah tangan menempel ke telinga, Ah Ra mampu menebak apa yang tengah lelaki itu lakukan di bawah sinar lampu jalanan sana.

“Dia pasti menelepon lagi,” gerutunya, terselip nada tidak suka. Well, sejak mereka bertemu kembali di sini, Ah Ra menemukan kebiasaan baru lelaki itu jika sudah memegang ponsel. Apakah lelaki itu tidak mengerti bagaimana perasaan Ah Ra jika dirinya sudah disibukkan dengan benda pintar itu?

Menghentakkan kaki, Ah Ra menghampiri lelaki itu. Tanpa berkata sepatah kata sebagai sebuah salam sapa, Ah Ra berdiri di depan lelaki yang telah menyadari keberadaannya itu, lalu memberikan tatapan datar padanya.

“Ah, aku harus segera pergi. Lanjutkan nanti saja, eo?” barulah lelaki itu menjauhkan ponselnya, memutus sambungan telepon, kemudian menatap Ah Ra seraya tersenyum. “Ada apa, Noona?”

“Dia meneleponmu lagi?” Ah Ra memicing, suaranya terdengar datar.

Lelaki itu mendengus. “Dia butuh teman bicara, Noona.”

“Kalian memang berkencan, bukan?”

Aniyaa! Sudah kubilang Seul Gi hanya adik kelasku, Noona.”

“Sudahlah, mengaku saja pada Noona. Jika kalian tidak berkencan, kenapa dia selalu memintamu untuk menghubunginya?”

Lelaki itu tersenyum simpul. Tubuh tegapnya ia bungkukkan demi melihat dengan jelas wajah cantik noona-nya yang tengah memberengut itu. “Noona cemburu, eo?”

Ah Ra mendengus kesal, ia membuang muka. “Kau mengabaikan Noona. Padahal Noona sudah datang jauh-jauh hanya demi bertemu denganmu. Tapi kau lebih memilih mengobrol dengan si Seul Gi yang bisa kau temui setiap hari di sekolah!”

Lelaki itu terkekeh geli mendengar dumelan Ah Ra. Aigo, noona-nya ini terlihat menggemaskan jika sedang marah. Yah, memang benar, bisa dikatakan mereka hanya bertemu satu kali dalam setahun. Karena lokasi menuntut ilmu yang saling berjauhan, mereka baru bisa bertemu dan berkumpul kembali di kampung halaman. Sudah seharusnya mereka memanfaatkan waktu bersama yang sedikit ini dengan baik.

“Baiklah. Maafkan aku, Noona,” lelaki itu mengantungi ponselnya. “Bagimana jika kita jalan-jalan?”

Ah Ra melirik lelaki di hadapannya. Sedikit heran karena, biasanya Ah Ra yang akan mengajaknya lebih dulu. “Benarkah?”

Eung!” Lelaki itu mengangguk mantap. “Malam ini terlihat cerah dan udara sangat sejuk. Tidak ada salahnya kita berjalan-jalan sambil menghirup udara malam!”

Ah Ra mengangguk-angguk, membenarkan. “Joha!

Kaja!” lelaki itu membuka langkah lebih dulu.

Namun Ah Ra tidak segera mengikuti. Wajahnya kembali merengut. “Kyu Hyun-ah!”

Lelaki yang dipanggil Kyu Hyun itu berhenti sebelum menoleh. Matanya mengerjap tertegun karena ternyata noona-nya belum beranjak. “Ada apa, Noona?”

Ah Ra mengulurkan sebelah tangannya. Melihat ekspresinya yang lucu, membuat Kyu Hyun menahan tawa. Aah, dia sudah melupakan kebiasaan noona-nya yang ini. Ia pun segera kembali menghampiri Ah Ra, meraih tangan yang terulur itu, lalu menggenggamnya dengan lembut. “Kaja!” ajaknya lagi, kini dengan menarik Ah Ra demi mengikuti langkahnya.

Diam-diam Ah Ra merasa terharu mendapatkan perhatian ini. Senyum manisnya mengembang begitu merasakan kehangatan kulit pucat Kyu Hyun yang membungkus sebelah tangannya ini. Udara sangat dingin meski terasa sejuk mengingat ini musim dingin. Dan saling berbagi kehangatan dengan cara kecil seperti ini sudah cukup membuat Ah Ra senang.

“Kyu Hyun-ah, apa kau tahu?”

“Apa?”

Samchon pernah berkata bahwa kita seperti pasangan kekasih jika sedang bergandengan tangan seperti ini.”

“Benarkah?”

Eo! Apa kau berpikir seperti itu juga?”

Hm… sebenarnya saat pertama kali kita seperti ini, aku sempat berpikir seperti itu.”

Eii!” Ah Ra menggoyangkan tautan tangan mereka. Matanya memicing pada Kyu Hyun yang kini tengah menatapnya seperti anak kecil. Kemudian ia menggerutu, “Memangnya bergandengan tangan hanya untuk pasangan kekasih?”

“Identiknya seperti itu, Noona,” Kyu Hyun merasa gemas pada Ah Ra. “Karena itu cepatlah berkencan supaya Noona mengerti!” lanjutnya, terdengar mengejek.

Ah Ra mendelik. “Yaa! Jadi kau sudah sering berkencan, eo? Ternyata benar bahwa kau berkencan dengan si Seul Gi itu, ‘kan?!”

Aih, Noonaa! Sudah kubilang aku tidak berkencan dengannya! Aku sedang tidak berkencan dengan siapapun!” Kyu Hyun menunjukkan raut cemberutnya.

“Bohong!” Ah Ra mencibir. Rasanya tidak mungkin lelaki setampan adiknya ini sedang tidak berkencan apalagi belum pernah berkencan. Kyu Hyun pasti sedang berbohong padanya.

“Aku serius, Noona. Aku sedang tidak berkencan dan tidak ingin berkencan jika Noona sendiri belum berkencan!”

Ah Ra terpaksa menghentikan langkahnya, yang otomatis langkah Kyu Hyun juga berhenti. Sejenak ia termangu demi mencerna kata-kata Kyu Hyun sebelum akhirnya ia menatap lelaki di sampingnya ini. Matanya mengerjap tak percaya.“Apa maksudmu?”

Kyu Hyun menghela napas singkat, lalu membalas tatapan Ah Ra. “Aku tidak akan berkencan sebelum Noona berkencan lebih dulu,” ucapnya kemudian, sangat jelas dan lugas. “Karena itu, cepatlah mencari pria lalu kenalkan padaku. Jika pria itu bisa menjaga Noona dan aku merasa senang padanya, maka aku baru menyusul Noona.”

Ada perasaan hangat yang begitu menyenangkan menyelubungi benak Ah Ra. Hei, sejak kapan kata-kata sederhana adiknya ini mampu menyentuhnya? Rasanya Ah Ra ingin menangis karena terharu. Tapi, dia tidak mungkin menangis di hadapan adiknya ini, bukan?

Itulah mengapa dia segera tertawa kecil. Sebelah tangannya yang bebas mengibas-kibas, selain untuk adiknya, juga untuk mengipasi matanya yang mulai memanas. “Aigo, apa itu berarti Noona harus meminta restumu terlebih dulu, begitu?”

Eo!” Kyu Hyun tersenyum simpul. “Aku tidak mau noona-ku jatuh ke tangan pria yang salah nantinya. Setidaknya dia bisa menjaga Noona seperti aku.”

Cih! Percaya diri sekali!”

Noona! Aku sering melindungi Noona jika sedang bersama seperti ini!”

Ah Ra tertawa geli melihat wajah tegas adiknya memberengut. Tak tahan lagi, ia akhirnya mengusap gemas kepala Kyu Hyun, mengacak-acak rambut adiknya yang justru membuat adiknya itu semakin tampan. Tidak peduli dengan suara rengekan sebagai bentuk protes dari sang adik, ia segera menarik tautan tangan mereka, melanjutkan langkah mereka yang tertunda.

“Kalau begitu, Noona tidak akan pernah berkencan supaya kau tidak berkencan dan terus bersama Noona!”

“Tidak masalah! Noona sendiri yang akan merasakan rasanya menjadi perawan tua. Bukan aku.”

Ya!! Jadi kau ingin noona-mu ini menjadi perawan tua?!”

Aih, tentu saja tidak mau! Karena itu cepatlah berkencan supaya tidak menjadi pe—aak! Noona, jangan sakiti telingaku yang berharga ini!!”

“Dasar adik kurang ajar!!”

Noona, sakit!!”

Yah, setidaknya, seperti itulah cara mereka menghabiskan waktu untuk saling melepas rindu di waktu pertemuan yang begitu singkat ini. Di tiap akhir tahun.

 GyuAhra

“Kyu Hyun-ah, jika kau sudah mendapatkan gadis idamanmu, jangan lupa kenalkan pada Noona.”

“Kenapa?”

Noona akan menginterogasinya.”

Aih, dia justru akan pergi meninggalkanku setelahnya!”

“Itu berarti dia tidak serius terhadapmu!”

“Benar juga… ah! Tapi itu pasti karena Noona menyeramkan.”

Ish! Tapi bagaimana pun aku ini noona-mu!”

Eo. Dan sungguh disayangkan bahwa aku sangat menyayangi noona-ku yang menyeramkan ini.”

“Kau menyesal?”

“Tidak. Aku justru sangat beruntung.”

Gomawo, Nae Dongsaeng.

Gomawo, Noona.”

.

.

FIN


kenapa aku make si Gyu-sshi? Tumben banget kan?

abisan adekku gembul kayak Gyu-sshi hahahah XD

dapet ide buat make karakter mereka juga karna keharmonisasian mereka manis banget jadi kakak-adek~ jadi mumpung aku punya cerita manis/? sama adek aku ya begini deh jadinya >///<

sebenernya sih, ga semua dialog di atas sama, cuma biar kesannya cukup baku dan nyambung aja~ aku punya adek dan kita kepisah jauh, cuma bisa ketemuan pas libur lebaran.. tiap ketemuan maunya gandengan terus sama dia wahahahah #curcol ;w;

udah gitu aja, salam dari mereka~

Gyusshi ><
Gyusshi ><
and his sister~^^
with his sister~^^

Terima kasih sudah mampir~^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

11 thoughts on “A Warm Meeting

  1. aku punya 2 kakak cowo, dan dua2nya ga ada yg so sweet kaya gini. jadi sedih heheh..
    bikin ficlet lagi dong, siskachii 🙂 aku lebih suka baca yg pendek2 manis(?) kayak gini x’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s