Posted in Family, Fiction, PG-15, Romance, Vignette

Baby?

wpid-tumblr_m9f9pgdmi51rahm76o1_400.jpg

Genre : Romance, Family, Fluff/? (i don’t think so-.-)

Rated : PG-15 

Length : Vignette

|| Kim Ki Bum & Park Soo Rin ||

Seperti biasa cerita ini berasal dari otak absurd saya. Mohon maaf jika penokohan tidak sesuai dengan selera para pembaca.. But hope you enjoy it~^^ Happy reading!! 

.

.

.

:: Seoul Sky Hospital – Garak-dong, Songpa-gu, Seoul-shi

||at the garden||

TAMPAK dua orang—perempuan dan anak kecil—tengah terduduk di taman milik rumah sakit tersebut. Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore, dan mereka terlihat menghabiskan waktu senggang di sana dengan mengobrol ringan. Terlihat lelaki kecil yang masih berusia kisaran 4 tahun itu mengoceh seraya menyeruput minuman kotak berwarna pink dan putih di genggaman. Sedangkan perempuan yang masih tampak begitu muda itu menyimak serta sesekali menyahut ocehan si anak.

Eomma, kapan uri appa pulang?” tanya anak kecil itu seraya menatap polos perempuan di hadapannya. Mata besarnya yang bulat itu sungguh menyempurnakan wajah menggemaskannya.

Perempuan muda yang cantik itu tersenyum seraya mengusap dengan penuh kasih puncak kepala anak kecil itu. Lalu menjawab, “Tunggulah sebentar lagi.”

“Lulu sudah sangat merindukan uri appa… memangnya uri appa pergi ke mana?” anak kecil bernama Lulu itu seketika memasang wajah sedih layaknya seorang anak yang begitu merindukan kehadiran orang tuanya. Membuat perempuan itu memudarkan senyumnya perlahan. Rasa tidak tega mulai memenuhi benaknya melihat raut anak kecil di sampingnya ini.

“Tentu saja appa-mu pergi bekerja, Lulu-ya. Tapi percayalah, appa-mu akan segera tiba, hm?”

Eung!” Lulu mengangguk polos. Seolah tidak pernah merasakan apapun sebelumnya, dengan cepatnya ia kembali memasang wajah ceria nan lugunya itu seraya kembali menyeruput minuman kotak yang masih digenggamnya. Kedua kakinya yang menggantung bergerak mengayun-ayun. Melupakan rasa sedihnya dengan begitu cepat.

Soo Rin—perempuan itu kembali mengusap puncak kepala Lulu. Batinnya berharap bahwa ayah Lulu segera pulang hingga Lulu tidak merasa sedih seperti tadi. Rasanya dia tidak kuasa melihat anak yang seharusnya masih mendapat perhatian penuh oleh sosok seorang ayah di usia seperti sekarang ini justru mengeluh merindukan ayahnya yang disibukkan dengan perkejaan. Malang sekali.

Eo, Appa!!”

Soo Rin sedikit terkejut mendengar Lulu tiba-tiba berseru kencang. Bocah itu dengan gesitnya melompat turun dari kursi yang mereka duduki lalu berlari menghampiri seorang pria yang tengah berjalan menuju mereka. Sejenak Soo Rin harus panik kala bocah itu melompat begitu saja dari ketinggian kursi yang bisa saja melukai anak seusianya. Namun segera sirna begitu melihat Lulu—yang melompat dengan mulus tentunya—segera ditangkap oleh pria yang sangat dikenalnya.

Pria itu segera berjongkok dan menangkap Lulu yang langsung berhambur memeluknya, barulah ia kembali berdiri dengan Lulu yang sudah berada di gendongannya. Sebuah tawa merdu keluar dari bibir penuhnya melihat tingkah laku bocah tersebut.

“Bagaimana kabarmu hari ini, Lulu?” sambut pria itu dengan suara berat namun lembutnya.

“Menyenangkan! Eomma mengajak Lulu ke toko minuman Jong Jin Samchon dan bertemu dengan Ye Sung Ahjusshi di sana. Tapi, Appa, Ye Sung Ahjusshi memarahiku karena aku memanggilnya Ahjusshi. Padahal Ye Sung Ahjusshi lebih tua dari Jong Jin Samchon.” Lulu menjelaskannya dengan aksen yang terdengar lucu. Awalnya dia memasang wajah cerianya, namun begitu menyebut nama Ye Sung, wajah lucunya itu berubah cemberut. Sangat menggemaskan.

Sedangkan pria itu harus terkekeh geli mendengar cerita Lulu. “Seharusnya Lulu memanggil Ye Sung Samchon seperti Jong Jin Samchon. Mereka adalah kakak dari Appa dan mereka semua adalah Samchon-mu. Jadi besok, mulailah memanggil dengan Ye Sung Samchon, bukan Ahjusshi. Mengerti?”

Eung!” Lulu mengangguk patuh.

“Anak pintar,” pria itu mengusap gemas puncak kepala Lulu. “Cah, sekarang habiskan minumannya,titahnya kemudian yang segera dituruti oleh Lulu. Bocah itu kembali menyeruput minuman kotaknya.

Pria itu segera beralih menatap Soo Rin yang baru bergerak menghampiri. Gadis itu… ya, tentu saja gadis itu—gadisnya itu tampak mengulas senyum manis kepadanya. Kemudian sebelah tangan kekarnya bergerak terulur menyambut Soo Rin. Dan Soo Rin meraihnya dengan senang hati.

“Sudah menunggu lama?”

Soo Rin menggeleng menjawab pertanyaan pria itu, lalu memilih untuk berbalik bertanya, “Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

“Aku harus mengoperasi 3 pasien hari ini,” jawab pria itu dengan santai.

“Pasti sangat melelahkan.”

“Awalnya. Tapi sekarang sudah tidak terasa setelah melihatmu.”

Tak disangka tangan Soo Rin yang sudah digenggam oleh pria itu kini ditarik lembut hingga tubuh rampingnya mendekat, barulah pria itu mencondongkan wajahnya dan mengecup hidung Soo Rin dengan lembut dan penuh sayang. Membuat Soo Rin mengerjap kaget.

Y-yaa, jangan berbuat macam-macam di depan Lulu, Kim Ki Bum!” protes Soo Rin dengan suara tertahan. Tidak mungkin dia membentak di depan anak yang tengah digendong pria itu.

Ki Bum—pria itu terkekeh geli melihat reaksi gadisnya; mulai menampakkan rona kemerahan di wajah cantiknya. Kemudian melirik Lulu yang ternyata masih menunduk seraya menyeruput minuman kotaknya. Tidak peduli dengan sekitar.

“Sepertinya dia masih sibuk dengan minumannya. Itu berarti dia tidak melihatnya.” Ki Bum mengulas senyum kemenangan. Dan, Soo Rin terpaksa membenarkan.

Appa, Eomma, Lulu sudah menghabiskan minumannya! Lihat!” Lulu menyodorkan kotak minumannya seraya menggoyangkannya, tidak terdengar suara apapun di dalamnya yang menandakan bahwa benda itu sudah kosong.

Aigo, kau memng pintar!” Soo Rin mencubit gemas pipi tembam Lulu, membuat bocah itu tertawa girang. Barulah kemudian Soo Rin mengambil kotak minuman tersebut dari genggaman Lulu untuk dibuang.

Aigo, jagoan Baba memang hebat!”

Tiba-tiba sebuah suara menginterupsi. Membuat ketiganya segera menoleh dan mendapati seorang pria—berparas sangat tampan dengan setelan pakaian kantor yang melekat pas di tubuh tinggi dan tegapnya—sudah berdiri tak jauh dari mereka.

Babaaaaa!!!” Lulu berseru dengan begitu kencangnya. Bocah itu segera turun dari gendongan Ki Bum—pria itu dengan sigapnya berjongkok demi memudahkan Lulu yang mulai menggeliat ingin turun begitu melihat sosok pria berparas sangat muda—tidak sesuai dengan usianya sekarang jika perlu diketahui—di hadapan mereka. Dan Lulu berlari kencang menuju pria tampan itu.

“Hei, Jagoan!” sambut pria tampan itu yang segera berjongkok dan menangkap tubuh kecil nan mungil Lulu, menggendongnya lalu berputar hingga membuat Lulu tertawa begitu riangnya.

Baba ke mana saja? Lulu sangat merindukan Baba,” ucap Lulu seraya menatap pria itu, begitu berbinar.

Mianhae, Baba hari ini sibuk bekerja sampai sore dan baru bisa bertemu dengan Lulu sekarang,” sesal pria itu dengan tulus. Kemudian mengecup pelipis Lulu dengan sayang… sayang seorang ayah. “Maukah Lulu memaafkan Baba?” pintanya dengan halus.

“Gwaenchanha! Kalau Baba sibuk, Lulu bisa bermain dengan Ki Bum Appa dan Soo Rin Eomma!” Lulu berkata dengan ringannya. Bocah itu kemudian menoleh pada Soo Rin dan Ki Bum yang berdiri tak jauh dari mereka. “Benar ‘kan, Appa, Eomma?”

Keduanya harus terkekeh mendengarnya. Apalagi melihat raut wajah pria yang dipanggil Baba oleh Lulu itu tampak mengerut bingung. Barulah pria itu melangkah mendekati keduanya.

“Aku baru tahu bahwa anakku memanggil kalian begitu,” pria itu memicing sejenak sebelum kembali menatap Lulu di gendongannya. “Lulu, kenapa memanggil teman-teman Baba seperti itu, hm?”

“Lulu ingin memanggil nama ayah dengan sebutan Appa.”

“Tapi Lulu bisa memanggil Baba dengan sebutan Appa.”

“Tidak boleh! Baba tidak boleh dipanggil Appa. Lulu hanya ingin memanggil Baba dengan Baba.” Lulu memasang raut tidak suka. Bukannya terlihat mengesalkan tapi justru menggemaskan. “Ki Bum Appa sangat baik. Ki Bum Appa selalu menggendong Lulu seperti Baba. Ki Bum Appa juga selalu membelikan makanan kesukaan Lulu seperti Baba. Tapi karena Lulu tidak mau memanggil Ki Bum Appa dengan Baba, jadi Lulu memanggil dengan sebutan Appa. Sekarang Lulu memiliki dua ayah, Baba dan Appa.

Pria itu menatap Ki Bum beberapa saat, kemudian beralih menatap Soo Rin, sebelum kembali menatap Lulu. “Lalu kenapa Lulu memanggil Soo Rin Imo dengan sebutan Eomma, hm?”

“Lulu pernah melihat teman-teman Lulu memanggil perempuan yang selalu menggandeng tangan mereka dengan sebutan Eomma. Soo Rin Eomma selalu menggandeng tangan Lulu, jadi Lulu memanggil Soo Rin Eomma dengan Eomma.”

Pria itu harus tertegun mendengar jawaban jujur dan polos dari Lulu. Seketika wajah tampannya tampak meredup, kedua matanya yang bulat bagaikan mata rusa itu berubah kosong. Kentara sekali bahwa ia mulai menerawang tak tentu arah.

Pikirannya mulai berputar ke masa lalu…

Soo Rin yang menyadari reaksi pria itu, mulai tak enak hati. Bahkan pria itu seperti menghindari kontak mata dari Lulu. Bentuk mata yang bulat seperti sang ayah, namun iris yang menurun bukan dari sang ayah… melainkan sang ibu.

“Xi Lu Han…”

Pria itu sedikit tersentak mendengar panggilan Soo Rin yang sebenarnya terdengar halus. Bagaikan seorang aktor handal, raut kesedihan itu segera lenyap dari wajah tampannya. Beralih menampilksn raut datar namun terkesan manis.

E-eo?”

“Jika kau keberatan…” Soo Rin tidak segera melanjutkan kalimatnya. Membuat pria bernama Xi Lu Han itu langsung menyadari maksud dari arah pembicaraan Soo Rin.

“Tidak. Aku tidak keberatan. Selama Lulu merasa nyaman seperti itu, aku tidak akan merasa keberatan.” Lu Han melemparkan senyum teduhnya untuk Soo Rin.

Xi Lu Han—pria berdarah China dengan paras muda yang sebaya dengan Ki Bum dan Soo Rin itu merupakan seorang pengusaha yang cukup sukses. Siapa yang menyangka bahwa wajah yang lebih pantas seperti pemuda sekolahan itu ternyata sudah beristri dan memiliki anak? Hanya saja… kini dirinya harus merawat putra semata wayangnya itu seorang diri. Harus menerima kenyataan bahwa ia sudah ditinggalkan oleh orang tercintanya begitu berhasil membawa sang putra untuk melihat dunia. Empat tahun lalu.

Lu Han menarik napas panjang sebelum kembali menatap Lulu yang masih digendongnya. Memberanikan diri menatap lekat iris pemberian dari orang yang dicintainya itu ke dalam mata sang putra. “Lulu ingin jalan-jalan lagi?”

Mata bulat Lulu kembali berbinar. “Bersama Baba?”

“Tentu saja!” balas Lu Han dengan mantapnya.

“Asyiiiik, kita jalan-jalan!!” Lulu tampak ingin berjingkrak senang di gendongan ayahnya itu. Membuat ketiga orang dewasa itu tersenyum karena tertular oleh kebahagiaan bocah itu.

“Tapi sebelumnya kita pamit dulu dengan Appa dan Eomma.” Lu Han melempar senyum simpul pada dua sejoli di hadapan.

Lulu menggeliat ingin turun dan segera dikabulkan oleh Lu Han, menghadap Ki Bum dan Soo Rin seraya mendongak demi menatap mereka. “Appa, Eomma, Lulu pergi dulu dengan Baba. Besok Lulu akan bermain lagi dengan Appa dan Eomma!”

Soo Rin segera berjongkok, mencubit gemas namun lembut kedua pipi tembam bocah manis itu seraya mengucap, “Eo! Bersenang-senanglah dengan Baba!”

Eung!” Lulu mengangguk patuh. Mata bulatnya itu terlihat sangat menggemaskan.

Sedangkan Ki Bum memilih untuk membungkuk seraya mengusap puncak kepala Lulu. “Jadilah anak yang baik untuk Baba. Mengerti?”

Eung!” Lulu mengangguk patuh lagi.

“Terima kasih. Dan maaf sudah merepotkan kalian selama ini.” Lu Han kembali membuka mulut.

“Tidak apa. Kami justru dengan senang hati ingin menjaga Lulu selama kau sibuk bekerja,” jawab Ki Bum disertai senyum ramahnya. Dan disetujui Soo Rin dengan anggukan.

“Ya, tapi untuk saat ini. Kita tidak tahu apakah suasana ini akan bertahan jika keadaan sudah berubah.” Lu Han terkekeh pelan. “Saat kalian sudah memiliki adik kecil, misalnya,” lanjutnya seraya mengerling jahil. Membuat Ki Bum mendengus geli, berbanding dengan Soo Rin yang langsung menunduk malu.

Appa dan Eomma memiliki adik kecil?”

Seketika ketiganya menunduk menatap Lulu yang baru saja bersuara. Bocah itu menatap Ki Bum dan Soo Rin dengan… wajah berbinarnya yang polos.

Eo. Adik kecil yang akan menjadi teman bermain Lulu nantinya,” celetuk Lu Han yang segera mendapat pelototan… dari Soo Rin.

Ya, Xi Lu—”

“Lulu mau! Appa, Eomma, Lulu mau adik kecil! Di mana adik kecilnya sekarang?” Lulu tampak berjingkrak-jingkrak penuh semangat.

Sedangkan Soo Rin tidak segera menjawab. Matanya melirik sebal pada Lu Han yang tertawa geli untuknya, tanpa suara dan tanpa sepengetahuan si kecil Lulu.

Ki Bum berjongkok menghadap Lulu, memegang sebelah pundak mungilnya dengan lembut seraya berucap, “Lulu ingin adik kecil dari Appa dan Eomma?”

Eung!”

“Kalau begitu, Lulu harus menunggu terlebih dahulu. Saat Lulu sudah naik kelas nanti, adik kecil Lulu akan segera tiba.”

“Benarkah? Horeeeee!!” Lulu kembali berjingkrak kegirangan. Bocah itu kemudian berbalik menghadap Lu Han yang segera meresponnya dengan menggendong tubuh mungilnya itu. “Baba, Lulu ingin segera naik kelas supaya adik kecil Lulu datang!”

“Kalau begitu, Lulu harus rajin belajar dan selalu menurut pada Seonsaengnim di sekolah. Mengerti?”

Eung!”

Lu Han tersenyum sumringah seraya kembali menatap pasangan di hadapannya. “Kami pergi dulu. Dan, kami menunggu kabar baik akan datangnya adik kecil untuk Lulu.” Lu Han mengedipkan sebelah mata untuk kedua sejoli itu sebelum akhirnya berbalik dan melangkah menjauh.

Appa, Eomma, annyeong!!” Lulu melambaikan tangan dengan tampang ceria nan lugunya.

Begitu ayah dan anak itu masuk ke dalam mobil dan melaju keluar dari lingkungan rumah sakit, Soo Rin segera memukul lengan Ki Bum dengan begitu kerasnya.

Akh! Kenapa kau memukulku?”

“Kenapa dengan mudahnya kau mengatakan ingin memberi adik kecil untuk Lulu?!”

“Memangnya kenapa? Lagipula Lulu baru saja masuk sekolah dan masih ada waktu sekitar sebelas bulan lagi untuk dirinya naik ke Kelompok Besar.”

Ya!! Memangnya mewujudkan adik kecil seperti membelikan susu kotak untuk Lulu, huh?!”

“Karena itu kita harus segera pulang.”

“Apa?” Soo Rin harus melongo bingung melihat Ki Bum yang langsung menggenggam tangannya dan menariknya untuk segera beranjak. “Ya, Kim Ki Bum, apa hubungannya mewujudkan adik kecil dengan segera pulang? Tunggu, kau mencoba menghindar, bukan? Ya! Kau harus menarik kembali ucapanmu untuk Lulu tadi!”

“Tentu saja ada hubungannya, Soo Rin-ah. Dan jangan bersikap konyol karena tidak ada istilah menarik ucapan yang sudah dilontarkan.”

Ki Bum menghentikan langkahnya tiba-tiba, secara sepihak. Menatap tajam Soo Rin tanpa diketahui apa maksud dari tatapannya itu. Membuat Soo Rin seketika berubah gugup.

“A-apa?”

Dengan mulusnya, Ki Bum beralih memeluk pinggang ramping Soo Rin, memposisikan wajah tegasnya tepat di sisi wajah gadisnya itu sekaligus mendekatkan bibir penuhnya pada telinga Soo Rin. Lalu dengan suara beratnya yang tiba-tiba berubah terdengar husky, ia berucap…

“Kita harus segera pulang demi mewujudkan adik kecil untuk Lulu. Dan kau tahu apa yang akan kita lakukan setelahnya.” Dan dengan kurang ajarnya, Ki Bum mengecup daun telinga Soo Rin yang sukses menimbulkan aliran listrik statis ke seluruh tubuh ramping itu, memompa jantung Soo Rin untuk melompat-lompat layaknya dentuman lagu Rockstar milik Super Junior. -__-

Soo Rin harus melongo bodoh melihat wajah tegas nan tampan milik prianya itu mengumbarkan pesona tanpa permisi, mengedipkan sebelah mata untuknya, lalu kembali menggenggam jemari lentiknya—kini begitu mesra dan posesif, menuntunnya untuk melangkah bersama-sama lagi.

Dan beberapa detik kemudian, barulah Soo Rin tersadar…

Ya! Ini di tempat umum! Dasar Dokter Mesum!!”

.

.

.

FIN

*) bagi yang belum tau, Baba adalah bahasa mandarin dari sebutan Ayah ^^


bahahahahah alohaa~ kembali dengan cerita abstrak bin absurd ala sayaa, kisukisu!!! #krikrik XD

Adakah yang tau siapa itu Xi Lu Han? Kenaliiiin, dia pacar saya! //digebuk// hahahahah ex-member exo yg aku kagum-kagumi semenjak beberapa minggu sebelum dia leave dari sment T____T telat banget yah…. ah sudahlah….

aku mohon maaf kalo cerita ga jelas banget, yakan namanya juga cerita absurd… niatnya tuh ide cerita ini mau kubikin buat spesial taun baruan, tapi apadaya dari kemarin aku dapet job mulu-.- yasudah jadinya cuma seperti ini heheheh maaf~ T/\T Dan aku juga minta maaf karena cover ff seadanya, karna aku masih dikampung jadi gabisa edit-edit bikin cover. Yah, meski covernya ga sebagus dan sekece cover ff punya author lain tapi rasanya kurang afdol aja kalo gapake cover yekan #halah-__-

oh iya, adakah yang mau sedikit cerita punya Luhan? Hmm… aku ada sedikit ide sih buat nyeritain dia sama Lulu. Sebenernya nama asli anaknya tuh bukan Lulu, itu cuma nama panggilan. Aku ambil nama Lulu karna panggilan aku buat Luhan itu Lulu hahahahah xD yah tapi kalo ga sih ya gapapa.. akunya juga belum niat-niat banget.__. #duaagh

Yosh! Sekian dulu cerita dari saya~ yaampun curcolnya banyak lagi hahahah membosankan-.- Terima kasih sudah mau mampir~^-^ 

bonus!!

tumblr_ngb384i5qk1ralgblo1
Xi Lu Han

Park Soo Rin
Park Soo Rin
Kim Ki Bum
Kim Ki Bum

HAPPY NEW YEAR!! \^o^/

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

14 thoughts on “Baby?

  1. Babaaaaaaaaaaaaaaaaa(?) ㅠ____ㅠ
    ah si luhan unyu cekali di fotonya, bajunya kegedean ya dek /gak
    hai siskachii mampir kesini mumpung malming dan somehow kangen tulisannya siskachii setelah baca postingan dari SJFF :’3
    mau baca ff with you tapi ternyata di protect ya? :’D
    terus liat ada yg unyu2 bawa susu kotak(?) jadi kepo terus ngebaca ini deh xD
    ff siskachii rapi semua yah, /apanya/ bahasanya, tulisannya, alurnya, luhan nya /nah
    yadeh kayaknya aku gaperlu bilang apa2 lagi, /padahal riviu annya paling panjang/ poko nya bagus as always >.<b
    btw boleh minta password with you nya? :'D

    1. bahahahah.. dia keliatan imut ya di situ XD
      alohaaaa Poku-nyaan~~ ;w; iya maaf ya ku protect dulu, lagi dalam masa perbaikan huweeehh~ rapi apanya? hahaha x’D aku juga kangen tulisanmu Poku~ aku udah baca yg di SJFF tapi belum kukomen.. #duagh bentar ya ;w;)/
      masalah password, euh….lebih baik nunggu kubuka lagi aja ya ;__; hwhw

  2. Aigoo aku fikir Lulu anak Ki Bum dan Soo Rin ternyata anak Lu Han to 😀 , uh kapan Ki Bum dan Soo Rin punya Baby gak sabar pengen liat mereka punya Baby walaupun agak gak rela sih 😀 , Mau dong jadi Mama nya Lulu :v wks~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s