Posted in Fiction, PG, Romance, Vignette

I Want To, But…

wpid-mtf_piwtt_864.jpg.jpg

Genre : Romance 

Rated : PG

Length : Vignette

|| Kim Ki Bum & Park Soo Rin ||

Just check this out if you want~ Enjoy!! ^-^

.

.

.

Soo Rin—gadis cantik itu tengah menatap langit-langit kamarnya seraya berbaring. Kedua mata kecoklatannya tampak menerawang, begitu juga dengan pikirannya yang tengah melayang entah ke mana. Memikirkan sesuatu yang sudah seharian ini menyita hampir seluruh perhatiannya.

Ditemani dengan cahaya lampu tidur yang sedikit remang, juga suara dentingan jemari yang begitu lihai menari di atas keyboard sebuah laptop. Bukan, bukan dia yang tengah mengetik tentunya. Tapi orang di sebelahnya yang tengah sibuk berkencan dengan laptopnya itu. Membuat Soo Rin segera teringat bahwa dirinya memang tidak sendirian.

Soo Rin mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping. Tepat menghadap orang yang duduk manis bersandar pada kepala ranjang. Soo Rin memeluk guling yang berada di antara mereka, memperhatikan orang yang masih sibuk mengetik di hadapannya kini. Mata tajam yang dibingkai dengan kacamata itu tampak begitu fokus menatap layar. Sejak Soo Rin keluar dari kamar mandi setelah bersalin piyama, orang itu sudah disibukkan dengan benda persegi itu. Jadi, sudah hampir satu jam lamanya orang itu mengacuhkan Soo Rin.

Aah, tidak juga. Memang sejak awal Soo Rin tidak ada niatan untuk mengajak orang itu berbicara. Karena pikirannya yang sedang menancap oleh satu hal itu.

An ja (Tidak tidur)?”

Soo Rin mengerjap kaget begitu suara berat itu menusuk gendang telinganya. Oh, ternyata orang di hadapannya itu menyadari bahwa dirinya belum terjun ke alam mimpi, meski kedua mata tajam itu tidak pernah beralih dari layar laptop.

Eum…” hanya itu respon dari Soo Rin. Kemudian kembali hanya terdengar suara jemari orang itu yang tengah mengetik—entah mengetik apa.

Tapi tidak berlangsung lama karena kesibukan orang itu kini mulai menarik perhatian Soo Rin.

“Kim Ki Bum.”

Hm?”

Mwohae (Sedang apa)?”

“Memeriksa proposalku.”

“Proposal? Untuk?”

“Untuk pertemuan dengan para Dokter, besok.”

“Harus menggunakan proposal?”

Eum.”

Soo Rin hanya membulatkan mulutnya sebagai tanda bahwa dia—sedikit—paham. Entah proposal apa yang tengah dikerjakan dengan pria bernama Kim Ki Bum itu karena Soo Rin tidak begitu paham dengan dunia kedokteran. Mungkin sebatas mengetahui bahwa pria di hadapannya itu menjabat sebagai Dokter Spesialis Bedah Umum. Dan, oh, Spesialis Bedah Umum adalah bidang yang mampu menangani berbagai macam pembedahan. Berbeda dengan spesialis bedah khusus yang belum tentu menangani segala macam pembedahan.

“Kim Ki Bum.” Soo Rin memanggil pria itu lagi setelah melakukan jeda cukup lama. Membiarkan pria itu kembali tenggelam dengan proposalnya tersebut. Bahkan sejak awal Soo Rin mengajaknya bicara, gadis itu tidak sedikit pun mendapatkan balasan tatapannya.

Hm?” dan Ki Bum kembali menyahut dengan gumaman. Sejenak Soo Rin menggerutu karena pria itu tak kunjung mengalihkan tatapannya dari layar datar itu. Sepertinya tumpukan tulisan tak bergambar itu lebih menarik dibandingkan Soo Rin.

Heol, tiba-tiba saja Soo Rin merasa iri dengan laptop di pangkuan Kim Ki Bum.

“Aku ingin menimang bayi.”

Hening.

Tidak ada lagi suara jemari Ki Bum yang menari-nari di atas keyboard laptop. Pria itu benar-benar menghentikan kegiatannya tepat setelah gadis di sampingnya mengutarakan hal itu. Sebenarnya sejak awal Ki Bum selalu menyimak suara merdu gadis itu meski tatapannya tidak pernah beralih dari tugasnya. Dan perlu diketahui bahwa Ki Bum terkejut mendengar pengutaraan yang keluar dari mulut gadisnya itu.

Sebagian batin Soo Rin sedikit bersorak bahwa dia berhasil mengalihkan perhatian Ki Bum. Pria itu segera menoleh dan menatapnya dengan raut yang bercampur antara terkejut dan bingung.

“Apa?”

“Aku ingin menimang bayi,” ulang Soo Rin. Sedikit mengeja. Dia tahu pasti bahwa Ki Bum merasa tidak menyangka dirinya tiba-tiba mengucapkan hal itu. Karena, memang itulah yang tengah dia pikirkan, hal yang seharian ini memenuhi pikirannya. Setelah dirinya berkunjung ke rumah teman lamanya…

Ki Bum mengulurkan sebelah tangannya, bermaksud menyentuh kening Soo Rin dengan punggung tangannya. Membuat sang empu mengerjap bingung.

“Kenapa?”

“Memastikan apakah kau baik-baik saja atau tidak.”

Yaa!” Soo Rin segera menepis tangan Ki Bum. Wajah cantiknya memberengut, “Aku serius, Kim Ki Bum.”

“Kenapa tiba-tiba kau ingin menimang bayi?”

Soo Rin tampak berpikir sejenak. “Aku merasa iri melihat Ham Eun Jung sudah menimang bayi. Dia terlihat sangat bahagia ketika menggendong sekaligus memeluk bayinya yang baru datang ke dunia. Bahkan Jong Jin Sunbae juga terlihat begitu bahagia setiap melihat pemandangan istri dan buah hatinya itu. Dan… terpancar dengan jelas di matanya bahwa Jong Jin Sunbae semakin mencintai keluarga kecilnya itu,” tutur Soo Rin dengan pelan. Pandangannya mulai turun menghindari tatapan Ki Bum, beralih menuju jemarinya yang entah sejak kapan sudah memainkan ujung sarung guling yang tengah dipeluknya.

Dan tanpa Soo Rin ketahui, Ki Bum mengulas senyum teduhnya setelah mendengar tutur kata gadisnya itu. Bolehkah dia menyimpulkan bahwa gadisnya sudah siap untuk memiliki keturunan yang akan melengkapi kehidupan baru mereka sekarang ini?

Rasanya kepenatan di kepala Ki Bum akibat proposal yang tengah digarapnya itu mulai menguap.

“Tapi…” Soo Rin diam-diam menelan saliva sebelum melanjutkan, “Aku masih tidak bisa melakukan… itu…

Ki Bum harus menahan dorongan untuk menyemburkan tawa hingga menciptakan dengusan tertahan, yang ternyata masih didengar oleh Soo Rin hingga gadis itu tampak mengerucutkan bibir. Dia tahu pasti bahwa Ki Bum sudah menangkap maksud dari ucapannya itu dan pasti Ki Bum merasa dirinya begitu lucu saat ini.

Juga, Ki Bum harus mengubah kesimpulan yang sempat melintas di pikirannya.

“Itu artinya kau belum siap secara keseluruhan untuk menimang bayi, Soo Rin-ah.” Ki Bum akhirnya memberi respon beberapa detik setelah mampu mengendalikan diri. Mencoba untuk kembali berkutat pada laptopnya, namun senyum lebarnya itu masih belum sirna. Entah kenapa kalimat terakhir Soo Rin yang sebenarnya sederhana itu mampu menggelitiknya seperti ini.

Salahkan otak jeniusnya yang mampu mencerna segala kode dengan baik.

“Tapi aku ingin seperti Ham Eun Jung…” keluh Soo Rin.

“Kau belum bisa seperti Eun Jung jika kau sendiri belum siap untuk melakukan prosesnya.”

“Tapi… itu sangat sakit.”

Ki Bum harus tersedak dengan salivanya sendiri. Saking ingin tertawanya dia harus mati-matian menahannya demi tidak menyinggung perasaan Soo Rin. Astaga, kenapa tiba-tiba gadisnya ini berbicara seperti itu?

“Bagaimana kau tahu bahwa itu sangat sakit, hm?” Sungguh, meski Ki Bum masih mampu menahan tawa, tapi dia sudah tidak bisa menahan diri untuk tersenyum.

Dan, oh, sepertinya gadis ini berhasil menyita seluruh perhatiannya sekarang. Perlu diketahui bahwa Ki Bum sudah tidak tertarik lagi dengan proposalnya yang masih terpampang di layar laptopnya. Dengan cepat Ki Bum melakukan penyimpanan pada proposal yang belum seluruhnya dia periksa sebelum tertuju pada Soo Rin sepenuhnya.

“Itu…” Soo Rin menimang-nimang dalam pikirannya. Haruskah dia memberi tahu yang sebenarnya? Tapi dia tahu pasti bahwa jawaban jujurnya itu pasti memalukan. “Aku… membaca fanfiction.” Soo Rin memilih untuk menjawab dengan jujur.

Ada jeda sejenak di antara mereka sebelum suara hembusan napas berat memecahnya. Ki Bum—pria itu menutup laptopnya begitu saja lalu meletakkannya di atas meja nakas. Kemudian kembali menatap Soo Rin dengan kedua tangan bersedekap. “Fanfiction apa?”

“Aku—aku tidak sengaja membacanya—”

“Aku tanya fanfiction apa?”

Soo Rin menggigit bibir bawahnya diam-diam. Sepertinya jawaban jujurnya itu berhasil menjerumuskannya ke dalam ruang lingkup interogasi Kim Ki Bum. Batinnya merutuk, seharusnya dia tidak pernah menemukan cerita fiksi itu hingga mengotori pemikirannya dan harus berperang dengan keinginannya hingga pikirannya masuk ke dalam taraf berkecamuk seharian ini, lalu berakhir dengan dirinya yang tanpa berpikir panjang telah berkata demikian pada pria di hadapannya ini.

Lama tidak mendapatkan jawaban dari Soo Rin, Ki Bum memilih untuk mengalah. Menyadari kesalahannya bahwa jika dia bertanya seperti itu sama saja membuat Soo Rin kembali memutar bacaan fiksi itu di kepala cantiknya tersebut, bukan?

“Lupakan. Tidak perlu kau jawab.” Ki Bum mengusap kepala Soo Rin dengan lembut. “Itulah mengapa aku tidak pernah mendesakmu karena aku sangat tahu bahwa kau masih seperti ini.”

“Maaf…” Soo Rin menyembunyikan wajahnya pada guling di pelukannya. Batinnya menggerutu bahwa dirinya pasti merupakan gadis yang paling aneh karena sampai saat ini—sampai Eun Jung melangkah jauh lebih dulu darinya—dia masih belum berani melakukan hal yang sudah dihalalkan di dalam hubungan mereka sekarang. Hubungan tanda kutip.

Ki Bum mengulas senyum simpul melihat tingkah Soo Rin. Tubuh tegapnya merosot demi mendekati Soo Rin, demi mengucapkannya lebih halus lagi.

“Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi seperti Eun Jung. Semua itu berasal dari dirimu sendiri, bukan dari Eun Jung atau siapapun. Meski aku juga ingin seperti Jong Jin Hyung tapi aku menyadari bahwa kita tidak perlu terburu-buru. Karena aku percaya kita masih memiliki banyak waktu untuk memantapkan diri.”

Perlahan Soo Rin menampakkan wajahnya kembali, menatap Ki Bum lagi. Mendengar kata-kata bijak yang keluar dari mulut Ki Bum ternyata berhasil membuat benaknya berdesir sekaligus merasa hangat. Bagaimana bisa pria di hadapannya sekarang ini begitu sabar menghadapi dirinya yang masih bernyali kekanakan seperti ini? Nyali yang sangat tidak pantas untuk usianya yang sudah seharusnya mampu berpikir untuk membangun keluarga kecil sebagai penyempurnaan kebahagiaan mereka.

“Jika kau ingin mencoba untuk menimang bayi, bagaimana jika kita pergi mengunjungi Eun Jung di akhir pekan nanti? Kau bisa belajar dari Eun Jung bagaimana cara menggendongnya sebelum kau menggendong bayi kita nantinya.”

Blush…

Soo Rin merasakan kedua pipinya menghangat mendengar kata-kata Ki Bum. Bayi kita. Terdengar begitu klasik namun mampu memicu dadanya berdesir hebat dan menjalar hingga meronakan wajah cantiknya, Mungkin itu berlebihan, tapi kenyataannya begitulah reaksi Soo Rin sekarang.

Sedangkan Ki Bum harus mengembangkan senyum manisnya melihat gadisnya semakin begitu menggemaskan di matanya. Membenarkan selimut yang dikenakan Soo Rin, Ki Bum kembali mengusap lembut kepala gadis itu. “Sudah malam. Tidurlah.”

Soo Rin mengangguk samar. Ia memeluk lebih erat gulingnya dan bersiap untuk tidur. Namun belum sempat matanya terpejam, Soo Rin kembali menatap Ki Bum. “Kau tidak tidur?”

“Belum. Aku ingin menyelesaikan proposalku terlebih dahulu.” Ki Bum mengulum senyum. “Kenapa? Kau ingin kupeluk sampai terlelap seperti biasanya?” godanya dengan halus.

Ish, siapa bilang?” Soo Rin memberengut. Menarik selimut hingga menutupi kepalanya, lalu mencoba untuk memejamkan mata, meredakan rasa malunya karena godaan prianya itu.

Dan Ki Bum harus terkekeh tanpa suara melihat reaksi gadisnya itu. Melepas kacamatanya, meletakkannya di atas nakas sebelum masuk ke dalam selimut tebalnya. Dan, mendekati gadisnya.

Tak lama kemudian, Soo Rin harus merasa kehilangan benda yang terus dipeluknya sejak tadi. Dengan mulus guling itu lenyap dari pelukannya dan berganti dengan dirinya yang dipeluk. Tentu saja bukan guling pelakunya, dan tidak perlu ditanya lagi siapa pelakunya.

Menyembulkan kepala dari balik selimut, Soo Rin mendapati dengan jelas dirinya sudah tenggelam dalam dekapan hangat Ki Bum. Ia harus mendongak demi melihat wajah tegas pria itu, dan harus kembali berdesir begitu mendapati bahwa ternyata pria itu belum memejamkan mata.

“Kau bilang ingin menyelesaikan proposalmu terlebih dahulu.”

“Baru kusadari bahwa aku masih bisa menyelesaikannya besok.” Ki Bum mengecup kening berponi Soo Rin dengan sayang, kemudian mengeratkan pelukannya demi memberikan kenyamanan untuk gadisnya itu. “Tidurlah.”

Dan, yah, bagi Soo Rin dekapan Ki Bum memang lebih hangat dan nyaman dibandingkan guling yang sudah menghilang entah ke mana.

.

.

.

FIN


 Alohaaaaaaa!!! Saya kembali bersama another absurd story of kisukisu!!!!! XD #Hening

Rasanya sudah lamaaaa sekali ga posting sesuatu di sini. Heheheh! Well, sebagaimana dengan yg udah aku umumkan di fb waktu lalu, aku sedang dalam masa penyembuhan batin dan Alhamdulillah udah membaik x’D Tapi mohon maaf, aku balik malah bawa ff absurd yg tidak diharapkan T.T Jujur, imajinasiku mengenai ff yg belum selesai itu belum pulang-pulang juga (?) saking frustasinya aku sempet mikir ngga usah dilanjutin aja kali ya?? Tapi, aku mikirin pembaca yg udah mau komen dan mau nungguin cerita-cerita itu #halah-.- Ga tegaaaa T^T

Karna aku gabisa janji kapan tepatnya, karna konsep juga belum dibikin, aku usahakan untuk tetap melanjutkannya. Sebelumnya mohon maaf kalo updatenya bakalan masih lamaaaa banget T/\T Aku memang bukan author yg baik karna aku memang masih belajar untuk menjadi author #plakk

Dan, semoga pembaca mengerti maksud dari cerita absurd ini hahahahahahah xD jujur soal dialog mereka yg menyinggung fanfic itu merupakan adobsi/? dari pengalamanku hahahahah gegara nemu ff nc aku jadi takut sendiri #duagh mungkin karna memang belum waktunya aku ngerti yg begitu-begituan (?) T___T

Yosh! Semoga kalian masih mau mampir kemarii~ Sampai jumpa di cerita-cerita lainnya~~>< Dan terima kasih sudah mau mampir~^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

19 thoughts on “I Want To, But…

  1. Whoaa… :O
    Akhirnya kamu comeback Thor 😀 ^^

    Mereka udah nikah aja masih tetep manis, apalagi nanti kalo udah punya bayi…;)

    Ditunggu karya selanjutnya Thor 🙂

  2. hai hai lama tak berkunjung ksini ternyata sdh ada yg baru kkk untunglah proses penyembuhan batinnya tak memakan waktu lama haha
    ngomong2 soal ff ini saya merasa sprerti org gila gegara senyum2 gaje mulu dr tadi wkwkwk aduh soo rin lugu bgt sh dia lama2 jadi gemes sendiri XD untung kim bum pembawaanya kalem + dewasa jadi yaa bisa ngimbangin soo rin nya ..

  3. Couple ini memang selalu manis thor…
    Author jg delalu sukses buat aku senyum2 sendiri baca ff pasangan KiSoo mu thor…

  4. ewew Soo Rin ><
    joha johaaaaa/? ♥♥♥
    yewlaa buruan dong punya dedek bayi soalnya aku bayanginnya kibum sesekali diribetin sama anaknya gitu xD biar dia ga terlalu dingin .__. /apasih
    xDDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s