Posted in Category Fiction, PG-17, Romance, Vignette

Wanna Try?

Genre : Romance
Rated : PG-17 (maybe-_-)
Length : Vignette wtcover
Efek dari baca novel karya mba Santhy Agatha semalam, jadi muncul ide absurd plus ga jelas ini TT tapi ga ada unsur itunya/? kok, cuma kata-kata yang menjerumus #dessh-__- Mohon maaf jika pembaca merasa semakin mual (?) Let’s have a good time, together!! Enjoy~>< 

mohon maaf jika typos masih bertebaran~

ㅡㅡ

.

Tampak Soo Rin tengah mencuci piring-piring yang baru saja dipakai untuk makan malam mereka. Ia baru saja menyelesaikan setengah dari jumlah piring-piring kotor yang menumpuk di bak cucian piring itu. Bisa saja dia menyelesaikannya lebih cepat jika dilakukan dengan cukup konsentrasi, tapi beberapa kali dirinya tampak melamun hingga kegiatan menyabuni atau membilas piring-piring itu menjadi lambat.

Sebenarnya, dia tengah memikirkan kejadian di siang hari tadi. Saat ia bertemu dengan teman masa Menengah Atasnya dulu. Yang kini telah berstatus seperti dirinya. Hanya saja, sepertinya temannya itu sudah lebih berpengalaman dibanding dirinya. Padahal, dia yang lebih dulu menyandang status sekarang ini dari pada temannya itu.

&&&

“Jong Jin Oppa selalu berbuat manis padaku. Dia selalu memperlakukanku dengan begitu lembut dan penuh perhatian. Aku merasa begitu dihormati olehnya.”

Soo Rin melihat gadis di hadapannya tampak menerawang dengan wajah yang mulai merona. Ekspresinya memancarkan bahwa dirinya begitu memuja. Seperti halnya orang-orang yang tengah kasmaran. Yah, sebenarnya gadis itu baru saja menyandang sebagai pengantin baru, beberapa minggu lalu.

Soo Rin dan Eun Jung tak sengaja bertemu di kafe milik Kim Bersaudara tersebut, Mouse Rabbit Café. Soo Rin yang baru saja pulang dari kuliahnya menyempatkan diri untuk mampir ke kafe yang sudah menjadi langganannya ini, hanya untuk melepas rasa penat dengan Choco Frappuccino buatan kafe ini. Dan tak disangka, Ham Eun Jung yang merupakan teman masa Menengah Atas sekaligus teman yang baru saja melepas masa lajang bersama Kim Jong Jin itu juga tengah mampir ke kafe ini.

“Ah, Soo Rin-sshi, bagaimana denganmu sendiri?”

Soo Rin harus mengerjap sedikit kaget. “Aku? Maksudmu?”

“Tentu saja malam pengantin barumu.” Eun Jung tampak antusias.

“Ma-malam… pengantin baru?” Soo Rin melihat Eun Jung mengangguk cepat.

Melihat ekspresi Soo Rin membuat Eun Jung memicing perlahan, sebelum akhirnya menarik kesimpulan. “Jangan-jangan, kalian belum pernah melakukannya?”

Soo Rin mengerjap gugup, kemudian menggeleng pelan.

“Astaga, Soo Rin-sshi! Bagaimana bisa kalian belum pernah melakukannya?!” Eun Jung melotot tak percaya. Bagaimana bisa gadis yang padahal sudah lebih dulu darinya itu ternyata belum melakukan apapun?

“A-aku…”

“Soo Rin-sshi, kuberi tahu. Malam pengantin baru itu merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu untuk para pasangan pengantin baru. Malam yang biasa kita kenal dengan malam pertama! Dan seharusnya itu dilakukan di malam pertama kalian menyandang status menjadi pasangan pengantin! Bagaimana bisa kalian belum pernah melakukannya? Sampai Sekarang?!”

Soo Rin harus sedikit tertunduk malu melihat Eun Jung yang begitu gemas mengatakan hal itu padanya. Apakah dia salah karena dia tidak tahu apa-apa soal malam pengantin baru itu? Dia bahkan tidak ingat bagaimana malam pertama yang ia lewati kala itu. Yang dia tahu bahwa malam itu dia tidak melakukan hal yang berarti.

Apakah itu salah?

“Soo Rin-sshi, kuberi tahu sesuatu. Sepertinya kau belum tahu akan hal ini.” Eun Jung menggeleng seraya berdecak heran. “Kaum pria memiliki birahi yang begitu kuat jika sedang bersama pasangannya. Dan perlu kau ketahui bahwa birahi itu biasa disebut dengan gairah. Pria akan selalu bergairah tiap melihat gadis yang dicintainya, dan kita sebagai seorang gadis harus mengabulkan gairahnya itu. Itu merupakan hal yang wajar bagi pasangan pengantin.” Eun Jung menghela napas panjang.

“Gairah?” Soo Rin melebarkan mata. Entah mengapa kata itu terdengar cukup aneh baginya, juga cukup membuatnya ngeri.

Eun Jung mengangguk mantap. “Jangan heran jika pria ingin selalu melakukan kegiatan itu bersama pasangannya. Entah saat dia merasa bosan, atau setelah pulang bekerja, atau bahkan ketika bangun tidur. Itu karena pria ditakdirkan untuk menunjukkan rasa cintanya dengan gairah besarnya. Dan kita sebagai perempuan yang dia cintai, juga sebaliknya, melayani adalah hal yang wajib.”

“Benarkah?” Soo Rin bersuara dengan sangat pelan. Tapi untungnya Eun Jung masih bisa mendengar sehingga gadis itu mengangguk.

“Asal kau tahu, Soo Rin-sshi, aku dan Jong Jin Oppa hampir setiap hari melakukannya.”

“Apa?!” Soo Rin tercengang. Setiap hari? Yang benar saja?!

Eun Jung mengangguk ringan. Wajah cantiknya kembali mengumbar raut ceria dengan pipi yang kembali merona. Sepertinya dia kembali mengingat masa-masa bersama suami barunya itu. Tapi dengan cepat Eun Jung memasang wajah seriusnya dan kembali menatap Soo Rin.

“Padahal kalian sudah lebih dulu dari kami. Tapi kenapa kami yang lebih dulu mengalami pengalaman manis itu?” Eun Jung berdecak. “Kalian harus segera melakukannya, Soo Rin-sshi!”

&&&

Tampak seorang pria melangkah memasuki dapur, keningnya mengerut melihat gadis itu masih berkutat di depan bak pencuci piring. Kedua tangannya mulai bersedekap menatap gadis yang memunggunginya itu.

“Masih belum selesai?”

Soo Rin—gadis itu sedikit tersentak dan segera menoleh ke belakang. Melihat pria itu berdiri tegap di belakangnya, entah mengapa ingatannya kembali berputar pada percakapannya bersama Eun Jung. Hal yang baru saja dilamunkannya.

“Butuh bantuan?” tawar pria itu kemudian.

Soo Rin segera menggeleng seraya kembali berkutat melanjutkan pekerjaannya. “Tidak perlu. Aku hampir selesai.”

Sedangkan Ki Bum—pria itu mengangkat alisnya sebelum beralih mendekati lemari pendingin, membukanya seraya mengambil botol air minum.

Meski Soo Rin berusaha untuk kembali berkonsentrasi, indera pendengarannya tanpa komando menjadi fokus mendengar pergerakan di belakangnya. Membuat pikirannya kembali melayang entah ke mana. Mencerna segala tutur kata Eun Jung sekaligus mencoba untuk menelaah. Apakah benar yang dikatakan oleh Eun Jung?

Apa benar Ki Bum juga merasakan seperti yang dijelaskan oleh Eun Jung?

“Kim Ki Bum.”

Hm?”

Soo Rin tidak segera menyahut respon Ki Bum. Pria itu tampak menunggu seraya meneguk minumannya, menatap punggung Soo Rin.

“Apa benar bahwa pria selalu bergairah?”

Uhuk!” Ki Bum tersedak oleh minumannya. Dia benar-benar terkejut mendapati pertanyaan itu, langsung dari Soo Rin.

Sedangkan Soo Rin yang mendengar pria itu terbatuk segera menoleh, melihat pria itu segera menenggak minumannya dengan cepat hingga habis sebelum kemudian menatap tajam dirinya. “Kau… kenapa?” Tanya Soo Rin kemudian, hati-hati.

“Seharusnya aku yang bertanya begitu. Kau kenapa?” Ki Bum tampak menghembuskan napas sedikit kasar. “Kenapa bertanya seperti itu?”

“Itu…” Soo Rin kembali menghadap ke depan. Dia mulai berpikir. “Ham Eun Jung mengatakan padaku seperti itu. Dia mengatakan bahwa Jong Jin-sshi selalu seperti itu padanya.”

Mwo?” Ki Bum terpaksa terpana mendengar jawaban Soo Rin.

“Ham Eun Jung juga mengatakan bahwa pria memang ditakdirkan untuk selalu bergairah tiap melihat pasangannya. Dia juga mengatakan bahwa mereka melakukannya—” tiba-tiba Soo Rin harus menelan saliva. “Hampir setiap hari…” lanjutnya dengan suara yang mulai mengecil.

Tanpa Soo Rin ketahui, pria itu mulai menarik sudut bibirnya. Menciptakan sebuah senyum miring yang lebih jatuh ke dalam bentuk seringaian. Ia meletakkan botol minumannya di atas meja dapur, secara perlahan.

“Karena itu, apakah yang dikatakan Ham Eun Jung itu benar?” Soo Rin melakukan jeda sejenak. “Apakah, kau juga merasakan hal yang sama?”

Soo Rin harus merasakan sesuatu menghampiri dan berhenti tepat di belakangnya. Otaknya langsung mencerna bahwa pria itu sudah berdiri tepat di belakangnya. Dia mulai dibuat panik saat kedua tangan kekar itu muncul dari kedua sisi tubuhnya, menumpu di pinggiran bak pencuci piring, mengurungnya dari belakang.

“Jika memang benar, kau ingin melakukan apa?” tanya Ki Bum dengan halus, tepat di depan telinga Soo Rin.

Gadis itu harus terkesiap kala merasakan hembusan hangat menerpa telinga kanannya. Menghantarkan aliran listrik bertegangan rendah ke sekujur tubuhnya hingga menimbulkan desiran halus di benaknya.

“Semua yang dikatakan Eun Jung itu benar. Pria lebih dominan menunjukkan cintanya pada gadisnya dengan suatu bentuk yang dinamakan gairah. Jadi melakukan hal yang Eun Jung sebutkan, bahkan hampir setiap hari, itu adalah sesuatu yang wajar karena jelas itu merupakan hal yang sah di ruang lingkup pasangan pengantin. Dan, ya, perlu kau ketahui bahwa aku selalu bergairah setiap melihatmu.”

Soo Rin harus merasakan jantungnya berjengit mendengar konfirmasi dari pria di belakangnya ini. Wajahnya mulai memanas kala pria ini mengatakannya secara frontal di depan telinganya. Entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa pria ini tengah memperingatinya.

“Tapi ada satu hal yang sepertinya tidak dia jelaskan padamu.” Ki Bum melanjutkan seraya sebelah tangannya terulur mematikan keran air yang masih dibiarkan mengalirkan air bersih di hadapan mereka.

“A-apa?” Soo Rin hampir seperti mencicit. Matanya terus menatap tangan kekar yang belum beranjak dari keran air yang sudah mati itu. Karena ia mulai berdebar tak karuan akibat gerakan tangan itu yang menimbulkan tubuh tegap di belakangnya bergerak maju dan menempel pada punggungnya!

“Apa kau tahu mengapa Eun Jung mau melakukannya bersama Jong Jin Hyung?”

“Dia—dia mengatakan bahwa… sebagai perempuan yang dicintai oleh pasangannya, adalah kewajiban untuk mengabulkan…”

“Tidak juga.”

“L-lalu?”

Ki Bum tidak segera menjawab.  Dia tersenyum simpul mendengar jawaban terbata itu. Dia tahu pasti bahwa gadis ini sudah kewalahan. Sebelah tangannya yang masih betah di atas keran air itu mulai beralih, mengejutkan gadisnya ini dengan melingkarkan sebelah tangannya itu tepat di perut ramping gadisnya. Hanya sebelah tangan.

“Karena dia juga merasakan apa yang prianya rasakan,” jawab Ki Bum akhirnya. “Karena dia terpengaruh dengan gairah yang prianya rasakan. Perlu kau ketahui bahwa pria mampu menyalurkan gairahnya pada gadisnya sehingga sang gadis terhanyut dalam permainannya. Dan perlu kau ketahui bahwa seorang gadis juga mampu merasakan apa yang prianya rasakan. Itulah mengapa Eun Jung bisa melakukannya.”

Soo Rin harus menelan salivanya kembali, begitu pria itu menyelesaikan penjelasannya, sebelah tangan kekarnya yang lain mulai bergerak ikut melingkari perut Soo Rin. Mengikat pergerakannya dengan lembut dan penuh peringatan. Tubuhnya mulai meremang hingga jantungnya harus berjumpalitan kala pria itu kembali membuka mulut…

“Dan tentunya, aku bisa membuatmu merasakan apa yang aku rasakan, Soo Rin-ah.” Ki Bum berbisik dengan sangat halus. Menggoda gadis di pelukannya ini. “You wanna try it?

Sepertinya Soo Rin telah menjerumuskan diri ke dalam ruang lingkup yang sudah seharusnya dia hadapi meski dirinya belum siap secara keseluruhan.

****

Ki Bum meraih ponselnya yang tergeletak di meja ruang tengah. Mencari sebuah nomor kontak untuk dipanggilnya. Begitu ditemukan langsung saja ia menekan tanda panggil lalu menempelkannya ke sebelah telinga. Sembari menunggu, mata tajamnya menatap pintu kamar yang baru saja dilalui oleh gadis itu. Gadisnya. Yang otomatis membuatnya mendengus geli mengingat apa yang baru saja ia lakukan terhadap gadisnya itu di dapur tadi. Masih diingatnya dengan jelas ekspresi kaku dan malunya gadis itu akibat perlakuannya. Yang sekaligus meluluhkan hatinya dan memilih untuk segera menghentikan perbuatannya karena saking tidak teganya menggoda gadis itu terlalu jauh.

Benar-benar menggemaskan.

“Halo?”

Ki Bum segera memfokuskan diri begitu panggilannya terjawab di seberang sana. “Hyung, apa aku mengganggumu?”

“Tidak. Kenapa?”

“Bisakah kau menasihati istrimu itu? Tadi siang dia bertemu dengan Soo Rin dan dia telah mengatakan sesuatu yang sukses mempengaruhi pikiran Soo Rin.”

Dan Ki Bum dapat mendengar suara di seberang sana tengah tergelak. Membuatnya berdecak.

“Aah, Eun Jung sudah menceritakannya padaku. Ya, Ki Bum-ah, sepertinya apa yang Eun Jung katakan adalah benar. Kalian harus segera melakukannya jika tidak ingin kami mendahuluimu.”

“Aku tidak mengkhawatirkan hal itu. Cukup beri tahu Ham Eun Jung untuk tidak mempengaruhi gadisku lagi.”

Arasseo, arasseo. Maafkan Eun Jung. Tapi, Ki Bum-ah, perlu kau ketahui bahwa melakukan hal itu merupakan kegiatan yang menyenangkan.”

“Sampai nanti, Hyung.” Ki Bum segera memutus panggilannya begitu mendengar kalimat terakhir itu. Terdengar menyebalkan baginya.

Sebenarnya, dia sedikit terpengaruh. Mereka sudah menyandang status lebih dulu dibandingkan Jong Jin dan Eun Jung, tapi pasangan itu justru beberapa langkah lebih dulu dari mereka. Hanya saja, dia tidak ingin memaksa melihat gadisnya itu belum siap. Lagipula, mereka masih harus menyelesaikan kuliah. Tidak seperti Jong Jin yang sudah dikejar usia. -__-

FIN


antara ngakak dan malu, yah, itu yang aku rasakan mengenai cerita ini T____T

bisa-bisanya aku bikin cerita absurd macam begini lagi hahahahah ini efek dari baca novel temuan aku semalem, novel karya mba Santhy Agatha yang terkenal dengan unsur romance…….err……nya itu x’D Dan kebetulan banget pas aku lagi nyuci piring tadi pagi, tercetuslah ide nista berdasarkan inspirasi dari novel itu TT dan jadilah cerita pendek gajelas ini. Yah, mencari kekosongan pula, lagi ga ada ide buat bikin lanjutan ff Gyusshi itu soalnya #dessh

Sungguh, maafkan daku yg udah bikin pembaca mual-mual baca ini T____T Anggap aja ini kisukisu versi dewasa (?) dan tolong jangan dibawa serius hahahahah

 Yosh! Doakan saja supaya aku kembali normal/? Terima kasih sudah mampir~><

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

27 thoughts on “Wanna Try?

  1. Whoaaa :O mereka udah nikah!!! *histeris

    Selamat deh buat pengantin baru 😉 *histerismulaireda

    Ciyee…ciyee..pengantin baru. :v
    Kibum yang penggoda(?) dan Soorin yang…ngegemesin…aaa >.<

  2. Ah, ya ampuuun,
    aku suka cerita kisu2 vers. Dewasa. Hahaha, gak ada unsur ‘ehem’ nya kok kak. Buktinya pikiranku mash jernih/? Hahaha 😀

  3. wahhhhhhh tumben tumbenan nih author bkin genre married life
    xD wkwkwk aigooo soorin polos bgt
    endingnya ngakak bgt dah
    ‘ Tidak seperti Jong Jin
    yang sudah dikejar usia’. >_<

  4. Waaah udah nikah,aq jadi ngebayangin keseharian mereka. Soorin tetep aja lugu jd gemes klo baca kibum suka godain dia. terus pertahankan keluguanmu Soo xD

  5. Hahaha kasian Ki Bum Oppa :v , sini Oppa mending sama aku istri Kyuhyun Oppa yang siap membantu gairah Oppa 😀 *PadahalGeliNgetiknya* , Soo Rin nya gak peka jadi kasian Ki Bum T.T , Eun Jung bener bener tapi ada baiknya juga sih biar Soo Rin terbebani :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s