Posted in Category Fiction, Fiction, School Life, Teen, Vignette

Same Class?!

Genre: School Life
Rated: Teen
Length: Vignette

Kim Ki Bum || Park Soo RinSCcover

This story comes from my absurd imagination~ hehet! Let’s have a good time, together! 기대해도 좋아 let’s go!! Enjoy~^^

ㅡㅡ

Awal musim semi masih menghembuskan udara dingin yang tersisa dari musim dingin. Tumpukan salju telah mencair dan beberapa tanaman mulai bermekaran. Pagi ini merupakan awal dari semester baru bagi seluruh sekolah dan berbagai tingkatannya. Hari baru bagi para murid yang telah berhasil lulus dari ujian kenaikan tingkatan atau biasa disebut dengan Ujian Kenaikan Kelas.

Soo Rin, gadis cantik yang selalu membiarkan rambut panjangnya tergerai rapih dan sesekali dihiasi dengan bando atau sekedar jepit rambut mungil, kini tengah melangkah memasuki lingkungan sekolahnya dengan semangat. Neul Paran High School. Tahun ini akan menjadi tahun terakhir bagi dirinya untuk menuntut ilmu di sekolah kebanggaannya ini, mengingat dirinya sudah menjadi murid senior di sekolah tersebut, murid tingkat akhir.

Begitu memasuki pintu utama gedung, Soo Rin segera mendekati gerombolan para murid yang tengah mengerubungi mading di mana daftar pembagian kelas terpampang. Seketika indera pendengarannya menangkap berbagai komentar dari mereka mengenai pembagian kelas yang telah mereka lihat. Ada yang merasa senang karena kembali sekelas dengan teman dekatnya, ada pula yang mendesah kecewa karena mereka harus berpisah, bahkan ada yang berseru senang mengetahui dirinya berada di kelas yang sama dengan pujaan hatinya, dan ada pula yang berseru dirinya berada di kelas yang sama dengan Si Jenius Peringkat Satu. Siapa lagi jika bukan lelaki yang sudah menjadi kekasihnya hampir setahun lamanya?

Wah, tidak disangka mereka hampir menginjak umur satu tahun akan hubungan mereka. Semenjak panggilan misterius dari lelaki ber-IQ paling tinggi di Neul Paran itu, Soo Rin merasa waktu berjalan begitu cepat. Selama hampir setahun pula dirinya selalu menjadi bahan omongan di kalangan para siswi. Sepertinya, mereka masih belum rela akan hubungan ini.

Soo Rin berhasil menerobos kerumunan para murid itu dan berhasil berdiri langsung menghadap mading. Jari telunjuknya mulai bergerak mengabsen daftar nama yang dimulai dari kelas 3-1. Mengingat dirinya selalu mendapatkan nomor urut absen yang mendekati urutan akhir, Soo Rin mulai mengabsen dari bawah. Ternyata tak perlu waktu lama, Soo Rin segera menemukan namanya. Dia terdaftar sebagai murid kelas 3-2. Tak jauh di atas namanya, Soo Rin mendapatkan nama Tae Yong. Membuat senyumnya merekah seketika. Setidaknya dia menemukan salah satu teman dekatnya. Pandangannya kembali menelusur ke atas hingga nomor absen pertama. Mendesah kecewa, Soo Rin tidak mendapatkan nama Ah Reum. Setelah ditelisik, ternyata Ah Reum berada di kelas sebelahnya, kelas 3-3, bersama Ham Eun Jung. Sedangkan Tae Min terpaut begitu jauh, kelas 3-5. Bersama Kim Ki Bum?

Seketika Soo Rin termenung. Kenapa Ki Bum terlempar begitu jauh dari kelas sebelumnya? pikirnya bingung.

Merasa suasana semakin sesak, Soo Rin memilih untuk keluar dari kerumunan itu. Tanpa diduga dirinya bertemu dengan Ah Reum yang memang ingin ditemuinya. Sepertinya gadis itu sudah melihat daftar pembagian kelasnya.

“Soo Rin-ah, kita berada di kelas terpisah,” serunya dengan raut wajah yang begitu kecewa. Membuat Soo Rin hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba saja semangatnya yang dibawa dari rumah menguap begitu saja. Melihat itu, Ah Reum menepuk pundaknya. “Tapi jangan sedih, kita masih bisa berkumpul bersama di waktu istirahat, hm?” Ah Reum mengulas senyumnya.

“Hei, para gadis!” Tae Yong berseru sambil melangkah mendekat, bersama Tae Min yang tengah mengembangkan senyumnya. “Sayang sekali, ya, kita terpecah belah,” lanjutnya begitu sampai di dekat Soo Rin dan Ah Reum.

Yaa, kata-katamu terdengar seolah kita sudah tidak mau saling mengenal!” sungut Ah Reum yang langsung mendapat kekehan dari Tae Yong dan Tae Min.

“Tapi beruntungnya aku karena masih bersama Soo Rin,” gumam Tae Yong sambil beralih menatap Soo Rin dan mengedipkan sebelah mata. Membuat Soo Rin melotot risih. Sejak kapan lelaki ini menjadi terlihat genit? pikirnya keheranan. Kemudian dirinya mendapatkan tamparan keras dari Ah Reum di lengannya.

Ya, berani menggoda Soo Rin, itu sama saja berani mengaktifkan alarm peringatan milik Penggemar Rahasianya!” celetuk Tae Min yang langsung disambut dengan kekehan dari Tae Yong dan Ah Reum.

“Dia bukan Penggemar Rahasia!” tukas Soo Rin sambil mengerucut sebal.

“Ah, kau benar. Tapi Guardian Angel,” ralat Tae Min disusul dengan gelak tawa. Membuat yang lainnya ikut tertawa.

“YA!” Soo Rin memberenggut kesal. Semburat merah mulai tampak di kedua pipinya. Menyebalkan, ini masih hari pertama dia kembali bersekolah tapi teman-temannya sudah mulai menggodanya.

****

:: Class 3-2

 

Soo Rin memilih untuk duduk di barisan dekat jendela yang menampakkan pemandangan lapangan utama milik Neul Paran. Pun dia memilih urutan tempat duduk sedikit ke belakang. Dengan lesu, didudukkan tubuhnya ke tempat duduk barunya, meletakkan tasnya di atas meja, lalu mengangkat pandangannya mencoba menyapu seisi kelas.

Baiklah, beberapa dari wajah mereka ada yang dikenalnya. Namun ada yang membuat keningnya berkerut, hampir seisi kelas tengah memperhatikannya sambil berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya. Bahkan ada di antara mereka yang menampakkan wajah terkejutnya begitu melihat dirinya. Sambil menghela napas panjang, Soo Rin kembali menundukkan pandangannya. Pasti dirinya kembali menjadi bahan omongan.

Andaikan Kim Ki Bum bukan si Jenius Peringkat Satu, tiba-tiba Soo Rin menggumam dalam hati. Jujur saja dirinya selalu merasa tidak tenang dengan perhatian berlebihan ini. Mengingat dirinya yang sudah menjadi kekasih idola lokal sekolah ini, tapi pada kenyataannya hal itu tak dapat disalahkan. Bahkan Kim Ki Bum juga tidak bisa disalahkan. Jadi, mau tidak mau dia harus menerima kenyataan bahwa lelakinya itu digemari oleh hampir seluruh siswi di Neul Paran. Serta mau menerima kenyataan untuk menjadi bahan omongan.

Beruntung tidak ada yang sampai mendekati dan mencelakai. Hebat sekali jika seorang Kim Ki Bum sampai memiliki penggemar fanatik seperti itu?

Tangannya mulai bergerak membuka isi tasnya. Mencoba mengacuhkan mereka dengan mengambil buku bacaan. Menghabiskan waktu sebelum bel masuk berbunyi. Tapi niatnya terusik begitu seseorang duduk di depannya serta menghadapnya. Mendengakkan kepala, Soo Rin mendapati Tae Yong tengah menatapnya. “Jangan dihiraukan. Mereka hanya sedang terkejut karena kau berada di kelas yang sama dengan mereka. Di sini,” gumam Tae Yong kemudian.

“Um, aku mengerti.” Soo Rin mengangguk, mencoba mengulas senyum.

“Apa kau ingin aku duduk di sini? Setidaknya kau masih ingat bahwa masih ada aku di sini.” Tae Yong memamerkan senyum jenaka. Membuat Soo Rin mendengus geli, membuat rasa gugupnya sedikit berkurang.

“Tidak perlu. Aku tahu kau lebih suka tempat yang jarang diperhatikan oleh para guru,” tolak Soo Rin dengan bumbu ejekan. Membuat giliran Tae Yong yang mendengus geli menangkap maksud perkataannya.

“Kau memang gadis yang pengertian,” ucap Tae Yong sedikit menggoda. Dia memang senang duduk di barisan paling akhir karena dirinya bisa memanfaatkan kelengahan guru yang hampir tidak pernah melangkah ke belakang kelas untuk memejamkan mata jika dirinya merasa bosan. Soo Rin hanya mencibir mendengar ungkapannya. “Tapi memang kau tidak akan membutuhkannya. Karena pelindungmu pasti akan membuat mereka menutup mulut di hadapanmu,” gumamnya kemudian.

Huh? Maksudmu?” Soo Rin mengernyit bingung. Sedangkan Tae Yong mulai mengulum senyum simpul sebelum bangkit dari duduknya.

“Aku harus kembali ke tempatku,” pamit Tae Yong membiarkan Soo Rin yang melongo bingung. Begitu melangkah ke belakang melewati Soo Rin, Tae Yong berhenti sejenak di sisi tempat duduk tepat di belakang Soo Rin. “Aku titipkan Soo Rin padamu,” ucap Tae Yong kemudian.

Soo Rin yang masih dapat mendengar suara Tae Yong semakin bingung dengan kalimat terakhir lelaki itu, hingga akhirnya dia memilih untuk menoleh ke belakang. Detik kemudian Soo Rin terbelalak begitu matanya mendapati seseorang yang sangat dikenalnya sudah duduk manis di belakangnya. Sedangkan Tae Yong semakin melebarkan senyumnya begitu melihat reaksi terkejut Soo Rin sebelum dirinya kembali melangkah menuju tempat duduknya.

“Kau—” Soo Rin tak mampu melanjutkan kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya. Tanpa sadar tangannya bergerak menunjuk orang itu.

Sedangkan orang yang ditunjuk tengah menyandarkan punggung di sandaran kursinya serta kedua tangan yang tersimpan di saku celananya, hanya memasang wajah datar. Mencoba untuk tidak terbawa suasana.

“Kenapa?”

“Kau… kenapa—kenapa kau ada di sini?” Soo Rin berucap dengan susah payah.

“Kelasku memang di sini,” balas orang itu dengan mengedikkan bahu.

Soo Rin tercengang hingga tanpa sadar mulutnya terbuka menganga. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa kaku, bahkan saking terkejutnya dia merasa jantungnya berhenti berdetak. Dia tidak menyangka. Bodohnya dia tidak menyadari, padahal dirinya sempat memeriksa daftar nama murid di kelas barunya ini. Bagaimana bisa dia tidak menyadari adanya nama orang di hadapannya ini? Bukankah dia mendapatkan nama orang ini berada di kelas lain? Kelas yang sama dengan Tae Min?

Seketika Soo Rin tersadar, nama yang terdaftar di kelas 3-5 adalah orang yang selalu dipanggil Hyung oleh Tae Min, Key! Astaga, Soo Rin di kelas yang sama dengan Kim Ki Bum Si Jenius Peringkat Satu?!

Merasa tidak tahan dengan reaksi berlebihan dari gadis di depannya kini, Ki Bum akhirnya menyemburkan kekehannya. Membuat mereka—seisi kelas—tercengang melihat reaksi lelaki itu. Kim Ki Bum yang selalu memasang wajah datar serta aura dingin yang selalu terpancar di sekelilingnya, dalam sekajap semua itu kini lenyap. Melihatnya tersenyum lepas seperti sekarang ini merupakan hal yang langka!

Tanpa peduli dengan sekeliling, Ki Bum menegakkan tubuhnya lalu mencondongkannya ke dekat Soo Rin. Sebelah tangannya bergerak hingga menutup mulut menganga itu. Membuat sang pemilik tersentak merasakan sentuhan kulit hangatnya. “Tidak perlu terkejut seperti itu. Kau seperti tengah melihat hantu di siang hari,” ucap Ki Bum menyadarkan keterpanaan Soo Rin.

Gadis itu segera menepis tangan itu. Merasakan dirinya mulai berdebar-debar, merasakan udara tiba-tiba begitu pengap di ruangan ini. Wajahnya mulai memberenggut, antara malu dan sedikit kesal. Dan, dia tidak tahu bagaimana harus membalas.

Ki Bum melipat kedua tangannya di atas meja. Memandang wajah tertunduk yang mulai menampakkan rona kemerahan, membuatnya harus kembali mengembangkan senyum. “Sepertinya rasa rinduku terbalaskan dengan akhirnya kau berada di kelas yang sama denganku,” gumamnya. “Kau tidak merindukanku juga, hum?”

M-mwo?” Soo Rin semakin gugup dibuatnya.

Ki Bum kini menampakkan senyum penuh arti, sebelah tangannya kembali bergerak hingga mendarat di puncak kepala gadis itu. Mengusapnya dengan lembut, membuat sang empu semakin kaku. Yang benar saja, Ki Bum melakukannya di kelas, di hadapan orang banyak!

“Mulai sekarang, aku bisa terus memperhatikanmu bahkan mengawasimu, Soo Rin-ah,” gumam Ki Bum dengan lugas.

Seketika wajah Soo Rin memanas bahkan jantungnya semakin bergemuruh. Detik kemudian, Soo Rin berbalik ke depan hingga tangan Ki Bum terlepas dari puncak kepalanya. Menghindari tatapan lekat serta senyum yang menurutnya bisa saja membuat jantungnya jumpalitan.

Tidak. Gadis ini memang sudah merasa jungkir balik akibat lelaki ini!

Sedangkan Ki Bum kembali menyandarkan punggungnya, bersedekap. Dengan mata yang terus tertuju pada gadisnya yang sudah memunggunginya, Ki Bum semakin tersenyum lebar. Namun senyumnya segera memudar, kembali memasang wajah datar, lalu Ki Bum mengalihkan pandangannya pada seisi kelas yang masih betah memperhatikan. Dalam sekejap, mereka segera membuang muka berpura-pura tidak peduli. Bahkan ada yang sampai menjatuhkan buku dari genggamannya karena gugup mendapatkan tatapan dingin dari lelaki itu.

 

 

 

-END


kisukisu comeback lagiiiiiii~~ #duagh

Hahahah makin ngaco aja ya pasangan absurd ini ㅜㅜ entah aku harus bagaimana lagi (?)

Akhirnya aku memutuskan untuk melompati project yang udah kususun dengan begitu rapinya (halah) dan memilih untuk terus melanjutkannya. Yah, mungkin nanti bakal ada sedikit selingan di tengah jalan kali ya.. /sumpah aku ngomong apa juga ga ngerti-__-/

Oke, mungkin ini tidak seberapa. Secara ini udah mirip kayak sekedar ficlet atau bahkan mungkin drabble ㅠ Tapi setelah ini, akan ada kelanjutan kisah dari couple absurd ini selama mereka berada di kelas yang sama… akhirnya……mereka sekelas juga HAHAHAHAH /entah ini tawa senang atau menyesal/?

Yosh, karena masih dalam tahap proses (bahkan masih nyarang di otak._.) jadi seriesnya minggu depan yaa #krikrik

Maaf kalau mengecewakan ㅠ tapi, Terima kasih sudah mampir~^-^ SWING!!

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

19 thoughts on “Same Class?!

  1. cepet jg soorin sam kibum dah setahun pacaran….mereka sekarang satu kelas siapakan hati mu soorin krna seklas dg pangeran es..heheee
    next chingu tp jgn ada orng ketiganya ya yg merusak hubungan soorin dan kibum…. kaya gini aja seru klo a .pertengkaran kecil gpp asal jg orng ketiga….bahaya.: )

  2. uhuuu yg skelas haha
    td pas bca ptongan Ff d Fb author yg ini, krain tae yong suka sma soorin gegara klakuanny yg genit sktika, tpi slah xD
    kurang greget thor moment kisoo-ny.. mngkin gegara author lg galau yeee xD
    but, no problem thor.. mrk ttp sweet ko haha
    next story dtggu ^^/

  3. haloo aku reader baru di sini, pertama baca ffnya d sjff. dan langsung jatuh cinta(?) sama kisoo couple. di tunggu cerita couple ini selanjutnya

  4. Astaga soorin bener2 ajaib bisa ngubah kibum sampai segitunya -,-
    Nggak kebayang gimana jadinya mereka sekelas . _.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s