Posted in Category Fiction, Fiction, PG-15, Romance, Vignette

Topokki Kiss

Genre: Romance
Rated: 15
Length: Vignette

Kim Ki Bum || Park Soo Rinspicyteokbokki

This story comes from my absurd imagination.. hehet! Let’s have a good time, together! Kidaehaedo joha let’s go! Enjoy~^^

Seorang gadis cantik tengah duduk menyendiri di salah satu meja kantin. Belum lama waktu istirahat dimulai. Dan gadis ini segera ikut menyerbu kantin seperti murid lainnya. Hanya saja, teman-temannya tidak menemaninya kali ini.

Soo Rin, gadis itu menyeruput minuman dingin yang baru dipesannya. Lalu menatap makanan ringan yang sudah dibelinya itu. Sebenarnya makanan itu berbentuk dua porsi, tapi entah mengapa dirinya saat ini ingin sekali membelinya dalam jumlah banyak. Padahal dia juga sedang tidak dalam kondisi sangat lapar. Dan lagi, sedikit mengulang, ini adalah makanan ringan.

“Jangan melamun seperti orang bodoh seperti itu.”

Soo Rin sedikit terkejut dengan teguran itu. Mendongakkan kepala, mendapatkan lelaki itu tengah meraih kursi di depannya lalu mendudukinya, dan mulai menatapnya.

“Kubilang, jangan melamun seperti orang bodoh seperti itu,” ulang Ki Bum begitu melihat gadis di hadapannya ini melongo melihat dirinya.

“Aku tidak melamun!” gerutu Soo Rin salah tingkah. Sebenarnya dia tengah terkejut karena lelaki ini menemuinya di kantin. Mengingat selama ini mereka belum pernah yang namanya duduk berhadapan dan hanya berdua di kantin, seperti sekarang.

Dan jelas pemandangan ini sudah mulai menarik perhatian penghuni kantin saat ini. Ingat, di mana ada Si Jenius Peringkat Satu, di situ pula akan ada perhatian lebih.

“Kau masih saja belum menghilangkan penyakit melamunmu itu,” tegur Ki Bum sebelum menyeruput minuman yang dia bawa. “Jangan bertanya dari mana aku tahu,” lanjutnya kemudian.

Soo Rin mengerucutkan bibirnya. Apakah raut wajahnya sangat mudah ditebak oleh lelaki ini? Padahal dia belum mengeluarkan pertanyaan apapun. Dan lagi, rasanya baru kali ini Ki Bum menegurnya soal penyakit anehnya ini. Oh ayolah, Si Jenius ini ‘kan pernah menjadi Penggemar Rahasianya. Jadi apa yang tidak dia tahu? Bahkan masa lalu gadis ini pun dia tahu. -_-

“Kenapa kau hanya sendiri? Di mana yang lain?”

“Ah Reum sedang menemui Ham Eun Jung di perpustakaan. Tae Yong sedang dipanggil oleh ketua klub Teaternya. Sedangkan Tae Min sedang menemui temannya yang selalu dipanggil Hyung itu,” beber Soo Rin sambil mengaduk-aduk makanannya. Tanpa dia sadari, Ki Bum sedikit mengulas senyum mendengar jawabannya. Sebenarnya lelaki ini tidak membutuhkan jawaban yang lengkap seperti itu.

Ki Bum memperhatikan makanan yang dibeli Soo Rin dan sedang diaduk-aduk oleh gadis itu. Ki Bum mengerutkan kening. “Kau akan menghabiskan itu semua?”

Eoh?” Soo Rin mendengak. Melihat Ki Bum yang sempat memandangi makanannya, Soo Rin kembali melihat makanannya sendiri. “Um… sepertinya…” jawabnya tak yakin.

“Jika lapar, kenapa tidak membeli nasi dan justru membeli makanan seperti itu?”

Soo Rin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Awalnya ia berpikir bahwa Tteokbokki dapat menjadi teman untuk menunggu teman-temannya datang. Tapi kesalahan yang sudah dia perbuat adalah, dia terlalu banyak membeli jajanan ini.

Tteokbokki, atau lebih mudahnya disebut dengan Topokki, merupakan jajanan khas milik Negeri Ginseng yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk silinder atau batang. Dimasak dalam bumbu Gochujang (pasta cabai) yang terasa pedas namun sedikit manis.

“Kau mau?” tawar Soo Rin tiba-tiba. Membuat Ki Bum mengangkat sebelah alisnya karena sedikit terperangah.

Tteokbokki itu?”

“Um.” Soo Rin mendorong jajanan itu hingga ke hadapan Ki Bum. “Sepertinya aku terlalu banyak membelinya. Jika tidak kuhabiskan, itu sama saja aku membuang makanan,” gumam Soo Rin kemudian. “Lagipula, kau tidak makan?” lanjutnya. Mengingat lelaki ini tidak membawa satupun makanan. Hanya segelas minuman dingin.

Ki Bum memandang jajanan yang baru saja disodorkan Soo Rin padanya. Sebenarnya, bisa saja dia menolak. Tapi mengingat kata-kata gadis ini sebelumnya bahwa tidak ingin membuang makanan, tersirat sekali bahwa gadis ini membutuhkan bantuan untuk menghabiskannya.

“Tidak bisa menghabiskannya sendiri?” Ki Bum melirik gadisnya itu. Dan detik kemudian dia dapat melihat sebuah cengiran yang pernah dilihatnya ketika liburan musim panas lalu.

“Tidak boleh?”

“Bukan begitu.” Ki Bum kembali melirik Tteokbokki itu. Saus yang melumuri—bahkan menggenangi jajanan itu terlihat sangat merah. Membuat dirinya tiba-tiba saja… menelan saliva.

Wae?” Soo Rin menyadari adanya perubahan ekspresi di wajah lelaki itu. Membuat dirinya mulai dirundung rasa bingung.

“Apakah ini pedas?”

“Um.” Soo Rin mengangguk sambil melongo bingung. Sudah jelas warnanya begitu merah, sudah jelas pula bahwa makanan itu pedas, bukan?

“Apakah sangat pedas?”

“Eh?” Soo Rin semakin merasa bingung. Kenapa lelaki ini menjadi banyak bertanya? pikirnya. “Aku rasa tidak,” akhirnya Soo Rin menjawab. Jujur. Memang tidak sangat pedas. Karena dia sudah merasakannya. Itu menurutnya.

Sepertinya sangat pedas, batin Ki Bum. Lagi-lagi dia menelan saliva. Haruskah dia menolak?

Lama lelaki itu tidak menyentuh jajanan tersebut telah membuat Soo Rin menyadari sesuatu. Yang seketika membuat gadis ini merasa tidak enak.

“Ja—jangan-jangan… kau tidak suka pedas?” gumam Soo Rin berhati-hati.

Bingo!

Ki Bum mulai terlihat salah tingkah. Sial, kenapa gadisnya dapat menebak ketidaksukaannya ini? pikirnya kelabakan. Dia mulai berdeham tidak jelas. “A-aku—aku hanya tidak suka makanan yang terlalu pedas,” jawabnya. Sedikit berkilah.

Padahal, bukankah Soo Rin sudah mengatakan bahwa Tteokbokki itu tidak terlalu pedas?

Dan entah mengapa, melihat raut wajah Ki Bum yang sedang salah tingkah, mampu menggerakkan aksi jahil gadis ini. Soo Rin mulai mengulum senyum penuh arti.

Satu kartu As milik Kim Ki Bum terbongkar!

“Aah, ternyata sang Jenius Peringkat Satu angkatan kita tidak menyukai pedas. Sayang sekali, ya? Padahal makanan ini ‘kan sangat enak. Dan patut sekali untuk dinikmati,” cetus Soo Rin tersirat tengah mengejek. Bahkan dengan wajah yang terlihat sekali sedang menertawakan, Soo Rin tampak mengagguk-angguk maklum.

Sedangkan Ki Bum, lelaki itu mulai melirik gadis di hadapannya kini. Melihat ekspresi yang terlihat sekali sedang mengejeknya membuat dirinya memicing.

Soo Rin menarik kembali piring yang berisi jajanan pedas itu dari hadapan Ki Bum. “Seharusnya kau katakan saja dengan jujur. Jadi aku tidak perlu menawarkan ini padamu. Sebenarnya aku bisa menghabiskannya sendiri.” Soo Rin semakin mengulum senyumnya. Mencoba untuk menahan agar tidak menyemburkan tawanya. Merasa sedikit takjub, ternyata seorang Kim Ki Bum tidak menyukai pedas.

“Tapi, kau telah melewatkan satu kenikmatan duniawi, Kim Ki Bum-sshi,” ujar Soo Rin seolah menasihati. Dan kini, Soo Rin mulai menampakkan senyum penuh kemenangan karena lelaki di hadapannya ini mulai tampak tidak senang. Tapi baginya, senang sekali rasanya bisa menggoda lelaki ini dengan kelemahannya. Akhirnya… dia dapat mengejek lelakinya sendiri.

Sedangkan Ki Bum semakin memicing gadis di hadapannya ini. Sial, dia diremehkan oleh gadisnya sendiri. -_-

Soo Rin menusuk satu buah Tteokbokki dengan garpu. Mengacungkannya tepat di depan wajahnya yang otomatis di depan Ki Bum juga. Seolah memamerkan makanan berlumur saus merah yang pedas itu kepada Ki Bum.

“Sayang sekali makanan lezat seperti ini dilewatkan begitu saja,” gumamnya sambil sesekali melirik lelaki itu. Ingin sekali rasanya menumpahkan tawa yang sudah ditahan sejak tadi. Tapi, akan lebih baik jika dia mengejek lelaki itu dengan cara yang halus. Karena jika tidak, akan terlihat aneh jika tiba-tiba dirinya terbahak-bahak di tempat umum seperti ini.

Soo Rin mulai menggigit Tteokbokki itu. Namun tanpa diduga, Ki Bum bangkit dari duduknya lalu mencondongkan tubuh ke arahnya. Dengan geraman tertahan, dengan gemas pula, Ki Bum meraih Tteokbokki yang tengah digigit Soo Rin dengan menggigit ujung lainnya. Membuat wajah mereka—hidung dan pipi—bergesekan, bahkan bibir mereka bersentuhan akibat Ki Bum yang seolah meraup makanan itu hingga hampir seluruhnya berhasil dirampas. Menyisakan sedikitnya yang sudah digigit oleh gadis itu.

Sedangkan Soo Rin, gadis itu kaku di tempat seketika. Seolah sebagian nyawanya melayang entah ke mana dalam waktu sepersekian detik saja. Barusan lelaki itu… menciumnya?

Astaga, mereka ‘kan sedang berada di kantin!

Entah Soo Rin menyadarinya atau tidak, apalagi Ki Bum yang mempedulikan hal itu atau tidak. Berbagai pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka tampak syok melihat adegan itu. Apalagi gerakan Ki Bum yang jelas sekali menarik perhatian di sekitarnya membuat otomatis mereka menjadi bahan tontonan!

Meski hanya sekedar bersentuhan, atau bahkan mungkin suatu ketidaksengajaan, tetapi tetap saja, Kim Ki Bum mencium gadisnya di depan umum!

Soo Rin mulai bereaksi. Semburat merah mulai menjalar di wajahnya. Bahkan dia mulai merasakan panas menjalar di sekujur tubuhnya. Dan juga jantungnya yang sempat seolah berhenti berdetak, mulai berpacu cepat. Sangat cepat.

Sedangkan Ki Bum, meski merasa puas dirinya dapat membalas perlakuan gadisnya itu, dia juga mulai menampakkan semburat kemerahan di wajahnya. Diakibatkan rasa pedas dari Tteokbokki yang mulai menjalar sekaligus menyiksa lidahnya. Bahkan sebelah tangannya sudah ikut andil dengan membekap agar tidak memuntahkan jajanan di mulutnya itu. Sungguh, lelaki ini memang tidak tahan dengan pedas.

Tapi selain perlakuan mendadak lelaki itu, ada hal lain yang membuat mereka semakin tertarik untuk terus memperhatikan. Pemandangan Ki Bum yang seperti sekarang ini. Sangat langka. Kapan lagi mereka dapat melihat lelaki itu berekspresi? pikir mereka.

Ternyata, gadis itu benar-benar mampu membuat seorang Jenius Peringkat Satu berwajah dingin rela mengeluarkan berbagai macam ekspresi.

 

 

 

-END


 

kisukisu alias KiSoo CoupleComebaaaaaackk!!

(comeback macam apa ini? -__-)

Hahahah! Hai, bertemu lagi dengan cerita absurd milik pasangan absurd (pula) ini. Setelah hampir 2 minggu lamanya aku ngga ngetik (yaelah baru 2 minggu-__-), akhirnya aku bisa menyentuh keyboard dan mulai melampiaskan tangan gatalku untuk membuat cerita dari pasangan absurd buatanku ini. Hahahaduuh, padahal aku pengen bikin cerita mereka tuh di saat menjelang ultah si jenius peringkat satu itu. Karena jujur, aku ngga ada ide cerita untuk sebelum di hari itu. Aku udah nyusun ceritanya mulai dari hari itu sampai ke depannya. Ngerti kan?._. Yah, kalo ngga ngerti juga gapapa. Aku juga bingung ngejelasinnya mau gimana #ditendang-_-

Jadi, aneh aja gitu kalo aku lompatin._. Makanya setelah ini, aku masih bingung mau dibikin gimana lagi….ini aja kebetulan sekali dapat ide buat selingan mereka (?) tapi kalo mau nunggu sampe 2 bulan kemudian, kok rasanya jadi lama banget ya? #hening

Ah, yasudahlah. Semoga setelah ini muncul ide lagi buat 2 bulan ke depannya. Ngahaha~ #krikrik

Oke, seperti biasa, meski karya ini sangaaaaaaaaaaaaatt jauh dari kata sempurna, dimohon untuk tidak melakukan copas tanpa izin dari saya! Hehet^^

Terima kasih sudah mampir~^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

18 thoughts on “Topokki Kiss

  1. selalu seneng klo baca ff tentang nie couple…. makin lama makin manis aja sikapnya…..
    ditunggu chingu cerita selanjutnya ttg soo rin dan kibum

  2. trnyta ada ff kisoo bru >< soorin skrg udh mulai brani yaaa, prkembangan yg ckup mmuaskan hahaha
    seneng bnget ngliat kibum dbuat gagap sma soorin xD gemesin ni couple.. next story dtggu thor ^^

  3. kasian uri kibum oppa dibully yeojachingunya sendiri gara2 gak suka pedas. wahahahaha samaan sama uri ikan mokpo, donghae oppa dong yah

  4. Selalu dibuat iri sama couple ini, tambah manis aja…

    Kibum oppa kau benar2 bikin aku ikut berdebar ikut kebawa suasana…

    Love you oppa and author jg ❤❤❤

  5. Waaahh,, segitunya ya KiBum ngebuktiin kalo dia gak suka pedes?? Dan chukhae SooRin,, berhasil ngerjain si ‘jenius peringkat satu’.. Meskipun akhirnya yg timbul semburat merah gak cuma KiBum.. hahahaha 😄😄

  6. Hahaha nggak kebayang ekspresi kepedesan kibum, pasti lucu bgt 😀
    Soorin ternyata bisa juga jahil sama kibum :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s