Posted in Category Fiction, Ficlet, Fiction, Slice of Life, Teen

30 Seconds

Genre : Life
Length : Ficlet
Rated : T
Main Cast(s) :

  • Soorin
  • Ryeowook

This story comes from my personal experience~^^ Let’s have a good time, together! kkkk Enjoy~


 

 

“Soorin-ah, cepatlah!”

Kupercepat langkahku untuk menyusul teman sebangku sekaligus sudah menjadi sahabatku—Ahreum—yang sudah berjalan jauh di depanku. Dia menghentikan langkahnya begitu melihatku yang tertinggal jauh di belakangnya.

“Hei, ini masih pagi dan marathon belum dimulai. Jangan memasang wajah lesu begitu!” sambut Ahreum begitu aku sudah sampai di sampingnya lalu merangkulku. Aku hanya menampakkan senyum lebarku.

Hari ini adalah Hari Minggu. Sedang diadakan perlombaan marathon bersama tingkat Sekolah Menengah Atas. Entah dalam rangka perayaan apa, aku tidak tahu. Aku hanya asal berpartisipasi demi menghabiskan hari libur ini. Daripada aku terbengong sambil menonton televisi di rumah.

“Wah, ramai sekali!” seru Ahreum. Begitu sampai di lokasi Start, kami dikejutkan dengan ribuan pelajar yang sudah memenuhi jalan di kawasan Jongno ini. Tak kusangka ternyata acara marathon ini begitu mangundang antusiasme para pelajar di kota Seoul. Hingga aku tidak bisa mengenal bahwa ini adalah di jalan raya.

“Bagaimana bisa mereka begitu antusias jika akhirnya hanya tiga orang yang akan menjadi pemenang?” gerutuku.

“Hahahaha! Tidak semua dari mereka yang mengincar itu. Perlombaan ini hanya untuk formalitas karena sebenarnya ini acara jogging bersama,” sahut Taeyong—teman sekelasku yang juga ikut berpartisipasi. “Kita juga datang hanya untuk sekedar memeriahkan. Jujur saja, sebenarnya aku tidak tertarik dengan perlombaan ini tapi menyenangkan jika untuk olahraga pagi bersama,” lanjutnya sambil melakukan pemanasan.

Aku pun mengikuti kegiatan Taeyong. Rasanya tubuhku begitu kaku karena hampir tidak pernah melakukan olahraga pagi, apalagi hanya sekedar peregangan. Yah, setidaknya acara ini bisa membantuku untuk mau mengeluarkan banyak keringat.

Puk

Aku dikejutkan dengan sesuatu mendarat di puncak kepalaku. Kemudian mengusap kepalaku pelan. Membuatku merasa sesuatu yang aneh menjalar di tubuhku. Ini sebuah tangan. Dan aku seperti mengenal betul sentuhannya. Kutolehkan kepalaku untuk melihat siapa pemilik tangan ini yang dengan lancang menepuk bahkan mengusap kepalaku.

 

Hening…

Aku merasa tempat ini begitu sunyi. Padahal aku sedang berada di tengah kerumunan ribuan orang. Apakah pendengaranku tiba-tiba tidak berfungsi?

Terpaku begitu melihat siapa pemilik tangan yang masih menempel di atas kepalaku. Wajah itu… aku sangat mengenalnya. Senyumnya masih sama seperti dulu. Mata teduhnya tidak berubah. Bahkan gaya rambutnya tidak berubah. Hanya saja, kini dia begitu tinggi tegap di hadapanku.

“Kau datang?” susah payah aku berusaha membuka mulutku dan hanya dua kata itu yang berhasil kuucapkan untuk menyambutnya.

“Tentu saja. Ini kan acara terbuka,” kekehnya. Terdengar akrab di telingaku. Seolah kita tidak pernah mengalami yang namanya perpisahan. Seolah dia masih menganggapku bersamanya. Bahkan senyum jenakanya masih melekat. Hanya saja, kini suaranya menjadi terdengar berat dibandingkan dulu, yang terdengar sangat cempreng.

Dia melepas sentuhannya dari puncak kepalaku. Seketika aku merasa kebisingan kembali menusuk telingaku. Bahkan aku baru menyadari bahwa jantungku berdetak di atas normal, padahal marathon belum di mulai. Gila! Kenapa efeknya masih sama seperti dulu?

“Senang bertemu denganmu lagi,” ucapnya.

Tatapannya tidak lepas sedetikpun semenjak aku mendapatinya. Begitu juga aku. Senyumnya yang selalu membuatku salah tingkah itu kembali tercetak di bibirnya. Tak dapat kupungkiri, perasaan itu datang kembali… Oh, yang benar saja.

Barulah tatapan kami terputus begitu dia mengalihkan wajahnya ke depan, menggerakkan tubuhnya dan beranjak menjauh. Aku tidak berucap apapun. Yang kulakukan hanya menatap punggungnya menjauh yang kemudian berbaur dengan sekelompok orang yang sepertinya adalah teman-temannya.

“Siapa dia?”

Menolehkan kepala, kupandangi Ahreum yang masih setia berdiri di sampingku. Sempat ia mengikuti arah pandangku sebelumnya, lalu kembali menatapku. Aku mengembangkan senyumku. Entah ini bisa disebut senyum bahagia atau justru senyum menyedihkan. Karena aku merasa ingin menangis.

“Dia sahabatku di masa Menengah Pertama. Kim Ryeowook.”

 

Dan juga cinta pertamaku..

 

Tiga pulu detik. Hanya tiga puluh detik pertemuan itu tapi aku merasa waktu berjalan begitu lama kala itu. Aku pun masih tidak percaya bahwa kami akan bertemu lagi di sini, di tempat ini. Hanya dalam tiga puluh detik, perasaan yang sudah kubuang jauh kini dengan mudahnya kembali. Hanya dengan pertemuan tiga puluh detik, aku kembali menjadi orang bodoh seperti dulu.

 

 

-End


Annyeonghaseyo!

Yaaaaayy!! Akhirnya page saya yang sudah berdebu ini dikasih FF ngahahaha #Hening

Perkenalkan, fans dari Super Junior yang biasa di sebut dengan ELF /udah tau!/ yang mau mencoba ngauthor (?) Ini adalah FF pertama yang aku coba publish-kan. Sebenarnya ini sudah pernah dipublish melalu suatu fp di fb.  Tapi mengingat saya punya wp jadi yah, cantumkan saja di sini._. Jadi jangan kaget ya (?)

FF ini tercipta berdasarkan pengalaman pribadiku, hehe.. karena itu kucantumkan nama Koreaku dan untuk Ryeowook yang kupilih menjadi cast pria, karena nama pria yang kumaksud di kehidupan nyatanya memiliki nama berinisial ‘R’. hahahah #Hening (tolong jangan terlalu dipikirkan._.)

Sudahlah cuap-cuapnya. Nanti kalau ada waktu saya coba post chapters-nya di sini. Terima kasih sudah mampir~^-^

Advertisements

Author:

She's addicting K-Pop only and probably knowing many K-Pop songs. Maybe she has many bias in any group whom she knows but her ultimate bias nor group is Super Junior. So yes, she's a girl who loves k-pop and being elf for Super Junior ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s